Senin, 05 Desember 2011

Multi Brokers Test

Hasil forward test EA Blessing minggu lalu yang cukup baik memberikan ide untuk menggunakannya sebagai alat uji coba pada berbagai broker.

Mulai hari ini, akan dilakukan uji coba di berbagai broker yaitu VantageFX, Pepperstone ECN Account, FXPro, InstaForex, RoboForex, FigFX, dan ECNProFX (2 jenis account - Standard dan ECN). Dengan menggunakan EA Blessing tentunya uji coba akan menjadi lebih obyektif.

Seluruhnya akan digunakan 0,01 lot dan menggunakan modal 5000, terkecuali pada ECN account broker ECNProFX dimana digunakan modal hanya 1000. Hal ini dikarenakan error pada saat registrasi demo account dilakukan dimana modal tidak bisa diubah-ubah. Sehingga berapapun modal yang di set hasilnya tetap 1000.


Akibat hal ini menjadikan ECN account tersebut menjadi yang memiliki modal terkecil diantara lainnya. Padahal  EA Blessing memiliki kecenderungan menahan floating loss yang cukup besar sehingga diperlukan modal yang memadai.

Sehingga dapat disimpulkan sejak awal bahwa kemungkinan besar ECN account pada broker ECNProFX ini akan mengalami margin call bila kondisi trend naik atau turun tajam. Semoga saja kondisi trend minggu depan cocok dengan EA Blessing sehingga tidak sampai terjadi margin call.

Uji coba perbandingan broker ini dapat dipantau disini : ea.andromeda-trading.com



Minggu, 04 Desember 2011

STP/ECN Comparison #1

Hasil forward test EA Blessing di berbagai broker menunjukkan sesuatu yang menarik dimana hasil yang diperoleh pada masing-masing broker menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan.

Padahal digunakan EA yang sama, jumlah modal yang sama (USD 5000), nilai lot yang sama (0,01 lot), waktu start uji coba yang sama, dan leverage yang hampir sama (GoMarkets dan VantageFX 1:500 sedangkan Pepperstone 1:400).

GoMarkets dan VantageFX hanya menawarkan account yang menggunakan spread dan sama sekali tidak menawarkan account yang menggunakan campuran antara komisi dan spread (ECN account). Sedangkan Pepperstone adalah broker yang menawarkan 2 buah jenis account berbeda yaitu standard account yang menggunakan spread dan ECN account.

Perbedaan kedua buah account tersebut hanya pada ada tidaknya komisi seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini:




Terlihat pada gambar diatas bahwa pada VantageFX nilai komisi adalah 0 sedangkan pada Pepperstone terdapat nilai komisi.

Umumnya broker yang menawarkan ECN account hanyalah untuk sekedar menciptakan ilusi seolah-olah nilai spreadnya rendah. Padahal sebenarnya tidak, nilai spread tetap saja tinggi tetapi seolah-olah menjadi rendah dikarenakan nilai spread tersebut dipecah menjadi 2 buah komponen yaitu sebagian berupa komisi dan sebagian lagi berupa spread.

Sehingga bagi yang awam menjadi merasa bahwa nilai spread yang digunakan oleh broker tersebut adalah sangat rendah, Padahal hal ini hanyalah sekedar ilusi yang sengaja diciptakan oleh broker. Hasil forward test EA Blessing di berbagai broker membuktikan hal diatas.

Meskipun yang digunakan adalah demo account tetapi pada broker STP/ECN biasanya antara demo dan live account sama saja, tidak ada perbedaan apapun. Sedangkan pada broker market maker biasanya demo account cenderung dikondisikan jauh lebih baik daripada live account.

Mari kita bersama-sama perhatikan hasil forward test EA Blessing dibawah ini:




Hasil diatas menunjukkan bahwa persentase perolehan profit EA Blessing yang tertinggi terjadi di broker VantageFX yaitu sebesar 7,22%. Sedangkan yang terendah terjadi di broker GoMarkets yaitu hanya sebesar 5,86%.

Tetapi bila diperhatikan Total Pips yang diperoleh menunjukkan yang tertinggi adalah pada Pepperstone Raw Account dimana account ini adalah ECN account yang menggunakan campuran antara spread dan komisi. Total Pips yang diperoleh pada Pepperstone Raw Account adalah 1914, pada VantageFX hanyalah 1688, dan yang terendah pada GoMarkets yaitu sebesar 1303.

Nah, tentunya pertanyaan yang timbul adalah kenapa VantageFX yang nilai Total Pips hanya 1688 tetapi memiliki total profit yang lebih besar yaitu 5361 (7,22%)?

Total Pips Pepperstone Raw Account adalah 1914 atau berbeda 226 pip tetapi anehnya justru memiliki total profit yang lebih kecil yaitu 5320 (6,4%). Profit berbeda 41 (0,82%) lebih kecil daripada VantageFX.

Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa memecah spread menjadi 2 buah komponen yaitu komisi dan spread dapat menimbulkan sebuah ilusi atau fatamorgana yaitu seolah-olah nilai perolehan profit sangat tinggi bila hanya melihat pada perolehan Total Pips. Padahal faktanya, justru lebih rendah dikarenakan Total Pips hanyalah sekedar ilusi.

Agar dapat lebih detil, 4 buah account forward test tersebut dibandingkan dibawah ini:


Terlihat bahwa persentase perolehan profit Daily maupun Monthly pada VantageFX jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan broker lain. Nilai statistik Expentancy juga lebih tinggi.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa menggunakan broker VantageFX jauh lebih menguntungkan daripada menggunakan GoMarkets maupun Pepperstone dikarenakan spread yang digunakan oleh VantageFX lebih kecil daripada broker lain.

Artikel ini bukan pesan sponsor untuk mempromosikan VantageFX. Artikel ini murni hanyalah sekedar untuk menguji broker mana yang paling menguntungkan. Pemilihan broker terserah kepada pilihan dan selera masing-masing, tidak harus menggunakan VantageFX.

Hanya saja, menggunakan hasil forward test yang baru berjalan selama satu minggu rasanya masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan. Kita lihat bersama bagaimana hasilnya pada minggu depan.

Jumat, 02 Desember 2011

New eLearning Sites

Selama ini mencari literatur atau eLearning video yang membahas perihal trading sangatlah sulit dikarenakan jumlahnya sedikit. Harus mencari kesana kemari terlebih dahulu ke seluruh penjuru internet baru akhirnya dapat menemukannya.

Oleh karenanya timbul ide, kenapa tidak disatukan saja di satu tempat yaitu di blog ini. Dengan demikian segala macam sumber informasi yang berkaitan dengan trading lebih mudah ditemukan untuk di download. Sehingga belajar trading dapat dilakukan dengan murah meriah :)

Untuk mewujudkan ide tersebut, dibuatlah 2 buah blog baru dimana yang satu berisi segala macam eBooks perihal trading dan satunya lagi berisi video eLearning. Link untuk menuju 2 buah blog baru tersebut terdapat pada sisi kanan atas blog ini.

Yang menarik adalah eLearning video dimana merupakan hasil rekaman dari seminar-seminar mahal di luar sana. Mahal dikarenakan pembicara pada seminar-seminar tersebut adalah para top trader dunia.

Tentunya melihat video akan menjadikan proses belajar menjadi lebih mudah daripada harus membaca eBook. Sudah bahasa Inggrisnya gagap, eh malah disuruh baca eBook :) Mending nonton video, meskipun gak ngerti apa yang diomongkan tetapi paling tidak dengan adanya gambar bergerak maka akan menjadikan lebih mudah untuk memahaminya.

Toh katanya "sebuah gambar mewakili ribuan kata-kata". Nah, apalagi sebuah video tentunya akan mewakili bukan hanya ribuan kata tetapi jutaan kata :)

Untungnya dengan adanya kemajuan teknologi internet dan adanya semangat untuk melakukan sharing segala macam dengan bebas (alias bajakan :) ), maka eLearning video tersebut akhirnya dapat kita nikmati bersama dengan biaya murah.

Semoga dengan disediakannya eBooks dan eLearning video pada 2 blog baru tersebut dapat memberikan manfaat bagi para pembaca semua dan menjadikan kita nantinya tidak tertinggal jauh dalam hal pengetahuan dan keahlian trading dengan mereka yang tinggal di negara-negara lebih maju yang lebih mampu membayar mahal daripada kita :)

Don't marry with your trade

Selamat Malam Pak Ary,

saya mau menanyakan maksud dari kalimat "don't marry with your trade"

itu apa pak secara jelasnya. Berarti kita gak boleh serius, meresapi, dan memprioritaskan trading dong pak karna akan jadi beban.

Mohon penjelasannya pak
terima kasih banyak atas bantuannya.

Salam,
Irfansyah




Pak Irfansyah,

Ehm, pertanyaan Pak Irfansyah adalah pertanyaan yang berkaitan dengan trading psycology.

Untuk menjadi trader yang baik, disamping harus memahami technical analysis, juga harus memiliki pemahaman perihal trading psycology. Nantinya dengan berjalannya waktu maka Pak Irfansyah akan memahami bahwa psikologi justru lebih memegang peranan utama daripada pengetahuan technical analysis.

Melakukan trading adalah pekerjaan yang menuntut untuk terus menerus mengedepankan pikiran logis dan sama sekali tidak diperkenankan adanya emosi. Oleh karenanya, jarang sekali seorang wanita mampu menjadi trader yang baik :)

Mengedepankan pikiran logis dapat diartikan harus melakukan tanpa perasaan dan tepat waktu seperti layaknya mesin. Harus disiplin, tidak boleh mengedepankan nafsu serakah, tidak boleh marah-marah apabila mengalami loss dan kemudian entry selanjutnya ngawur karena ingin balas dendam, dan lain sebagainya.

Sebagai manusia biasa, tentunya sangat sulit melakukan hal tersebut. Kadang kala timbul nafsu, kadang kala tidak disiplin, kadang kala tidak teliti, dan hal-hal lain yang wajar dilakukan oleh manusia normal. Hanya saja, tiap kali kita mengikuti nafsu dan emosi maka biasanya yang terjadi adalah mengalami loss karena "dihajar" oleh market :(

Saya maklum bila saat ini Pak Irfanyah belum dapat memahaminya. Dikarenakan saat ini yang ada dalam pikiran Pak Irfansyah, yang utama bukanlah psikologi tetapi trading system dan pengetahuan technical analysis.

Nanti kalau Pak Irfansyah sudah bergelut cukup lama di dunia trading ini akan lebih bisa memahaminya :)

Segala hal perlu proses, ada waktunya nanti dimana Pak Irfansyah telah meninggalkan anak tangga trading system dan kemudian menginjak anak tangga baru yang dinamakan trading psycology. Barulah Pak Irfansyah akan memahaminya.

Pada prinsipnya, trading system dapat diibaratkan seperti sebuah pistol. Saat ini Pak Irfansyah masih berusaha memilih-milih pistol yang cocok untuk diri Pak Irfansyah. Nantinya bila yang cocok sudah ditemukan maka Pak Irfansyah akan mulai belajar untuk menembak. Nah, agar dapat jitu maka perlu kepala dingin dan hati yang tenang. Sebagus dan semahal apapun pistol yang digunakan tidak akan ada gunanya bila Pak Irfansyah tidak dapat menjaga agar kepala tetap dingin dan hati tenang.

Disitulah pentingnya psikologi.

Psikologi adalah pengetahuan yang dipahami oleh diri kita yang digunakan sebagai modal untuk menjaga hati dan kepala agar tetap dingin dalam kondisi apapun.

Maksud yang sebenarnya dari kalimat "don't marry with your trade" bukanlah seperti yang dipersepsikan oleh Pak Irfansyah. Arti yang benar adalah jangan terlalu setia dengan entry yang dilakukan saat ini.

Kebanyakan trader pemula, sangatlah setia dengan entry yang dilakukannya.

Perhatikan saja, kalau entry sedang profit maka berharap profitnya akan lebih banyak lagi. Eh... ternyata trend berbalik arah dan entry yang semula sudah floating profit akhirnya menjadi floating loss :)

Tidak hanya itu saja, entry yang salah sehingga mengalami floating loss juga setia ditungguin. Sampai-sampai akhirnya kena margin call :)

Dua contoh diatas adalah yang banyak terjadi pada trader pemula sehingga akhirnya timbul kalimat "don't marry with your trade". Kalau sudah saatnya take profit ya segera lakukan dan jangan pernah sesali bila setelahnya candle membumbung tinggi. Kalau sudah loss ya segera exit dan jangan setia menunggu sampai akhirnya loss menjadi sebesar gajah :)

Itulah contoh bekerja tanpa perasaan dan emosi. Kalau sudah saatnya, segera lakukan dan buang segala macam emosi. Tidak boleh disayang-sayang, tidak boleh serakah, harus tepat waktu, disiplin, dan segala hal lainnya dimana kita melakukannya seperti layaknya mesin.

Nah, sulit bukan?

Karena setelah melakukan trading, kita harus berubah lagi kembali menjadi manusia biasa yang harus menggunakan emosi. Bercanda dengan teman, bermain dengan anak, atau romantis-romantisan dengan pacar atau istri :)

Itulah kenapa pada kebanyakan advance trader lebih mementingkan psikologi daripada trading system. Karena mengendalikan emosi jauh lebih sulit daripada menemukan trading system. Yang dilawan saat melakukan trading adalah sifat-sifat buruk yang ada didalam diri kita.

Contohnya yang dalam kehidupan sehari-harinya tidak disiplin maka dalam trading pun akan melakukan hal yang sama. Atau yang mudah jatuh cinta, dalam trading pun akan dialaminya. Begitu candle sedikit membumbung, dia pun langsung jatuh cinta dengan candle tersebut dan langsung melakukan entry tanpa pikir panjang. Padahal ternyata candle jebakan dan akibatnya loss :)

Oleh karenanya, yang banyak memiliki sifat buruk dalam dirinya dan kemudian tidak mampu mengendalikannya, akan sulit untuk menjadi trader professional. Nah, biasanya yang seperti ini akan beralih profesi menjadi pembicara seminar trading :)

Daripada trading hasilnya loss terus menerus akibat tidak dapat mengendalikan emosi diri sendiri, maka lebih baik dengan bekal pengetahuan dan pemahaman tentang trading dijadikan bahan seminar. Toh kalau seminarnya dijual mahal, hasilnya akan sama saja dengan melakukan trading :)

Demikian Pak Irfansyah, sekilas mengenai trading psycology. Semoga dapat mencerahkan.