Sebelum pemerintahan Obama, peraturan yang berkaitan dengan US broker sangatlah longgar. Akan tetapi dikarenakan Obama melihat bahwa pemicu krisis ekonomi 2008 adalah akibat longgarnya peraturan pada sektor keuangan, maka saat ini aturan yang sangat ketat diberlakukan terutama pada sektor tersebut.
Dampaknya, broker forex yang berlokasi di US tidak lagi dapat seeenak-enaknya seperti dahulu kala. Disamping tidak diperkenankan lagi melakukan hedging, maksimal leverage juga dibatasi. Oleh karena hal tersebut, broker-broker US menjadi tidak menarik lagi dikarenakan ketatnya aturan.
Untuk mengakalinya, beberapa broker besar membuka kantor cabang yang berlokasi di luar negeri dengan tujuan agar tidak terikat dengan aturan pemerintah US sehingga tetap menarik untuk trader. Beberapa contohnya adalah FXDD yang membuka cabang di Malta, FXOpen di Cyprus, dan Forex.com (Gain Capital) di Inggris.
Broker-broker Forex yang berlokasi di USA seluruhnya berada dibawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), yaitu sebuah lembaga pemerintah yang bertugas melindungi konsumen dari manipulasi atau penipuan (CFTC wikipedia).
Akibat aturan CFTC tersebut, para broker secara berkala juga harus menyampaikan laporan-laporan yang ditentukan oleh CFTC. Salah satu laporan yang cukup menarik adalah Account Profitability Report seperti dibawah ini:
Terlihat bahwa beberapa broker belum menyampaikan laporan tersebut, dimana salah satunya adalah FXDD.
Sebelum membahas detil laporan tersebut, perhitungan "% Profitable" diperoleh dari "Ending Equity – Beginning Equity + All Withdrawals – All Deposits". Sedangkan yang dimaksud dengan "Non-Discretionary Accounts" adalah jumlah account yang pemiliknya sendiri benar-benar aktif melakukan trading. Sehingga account yang pasif tidak diperhitungkan.
Hal yang menarik dari laporan tersebut adalah betapa rendahnya persentase account yang konsisten profitable.
Rata-rata hanya sekitar 25%, sedangkan sisanya mengalami loss. Coba kalikan nilai 75% yang loss tersebut dengan nilai "Total Non-Discretionary Accounts", tentunya akan menghasilkan nilai yang sangat besar. Bila diketahui total nilai modal dari seluruh account tersebut dan kemudian dikalikan 75%, bayangkan berapa besarnya nilai dollar yang loss.
Dengan fakta diatas, buang jauh-jauh impian akan cepat kaya dari forex.
Kaya dari forex bukanlah sesuatu hal yang tidak mungkin diraih, tetap saja mungkin, oleh karenanya terdapat 25% yang profitable. Akan tetapi dengan nilai keberhasilan yang sangat kecil, sudah dapat dibayangkan bahwa jalan yang ditempuh untuk dapat mencapainya adalah jalan yang sangat panjang, terjal, dan berliku.
Forex bukanlah jalan cepat kaya, tetapi jalan cepat bangkrut. Hanya mereka yang memiliki totalitas saja yang mampu masuk ke dalam kategori 25% yang berhasil. Itupun tidak akan pernah bisa cepat, perlu waktu tahunan untuk mencapainya.
Berikut adalah laporan yang lebih terinci:
Yang menarik dari laporan diatas, Oanda yang memberikan tingkat profitabilty terbesar diantara broker-broker lain.
Hal tersebut mungkin dikarenakan Oanda adalah satu-satunya broker yang memberikan spread terendah diantara lainnya. Hasil pengujian pembandingan broker yang pernah ditulis di artikel Comparing Brokers (#8) membuktikan hal tersebut.
Adanya spread rendah sangat memudahkan agar trading segera memperoleh profit. Melakukan trading dengan baik saja sudah sulit, apalagi ditambah dengan adanya spread tinggi, tentunya menjadi makin sulit. Terutama apabila metode trading yang digunakan adalah scalping, tentunya akan lebih mudah dilakukan di Oanda dikarenakan rendahnya spread daripada di broker lain.
Kebijakan spread rendah menjadikan Oanda yang terbaik daripada US broker lainnya, tetapi bukanlah yang terbaik apabila dibandingkan dengan broker-broker non US lainnya. Yang menjadikan Oanda tidak menarik terutama pada masalah leverage yang diberikan sangatlah kecil, yaitu hanya 1:50. Artinya, trading di Oanda memerlukan modal yang lebih besar dibanding bila dilakukan di broker yang memberikan leverage yang lebih besar.
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa:
- Forex bukanlah hal yang mudah
- Broker yang tepat sangat menentukan
Oleh karena itu, manfaatkan demo account sampai benar-benar yakin konsisten profit. Demo adalah cara yang murah meriah untuk melatih kemampuan trading. Jangan pernah berharap akan sukses di live account kalau di demo saja masih amburadul.
Nantinya bila telah yakin, maka tahap selanjutnya pilih broker yang tepat dan terjun ke live account dengan modal seminimal mungkin sebagai uji coba perdana.
Laporan diatas adalah fakta, yang sangat jelas menunjukkan bahwa forex bukanlah hal yang mudah. Oleh karenanya, jangan pernah bermimpi cepat kaya, persiapkan kemampuan diri semaksimal mungkin sebelum terjun ke live account apabila tidak ingin cepat bangkrut.
Journey creating profitable forex robot
It doesn't matter how slowly I go, as long as I don't stop and always do with all of my heart
The greatest weakness lies in giving up, but certain way to succeed is always to try just one more time
Rabu, 09 Maret 2011
Minggu, 06 Maret 2011
Comparing Brokers (#11)
Pernah mendengar broker dengan nama InstaForex?
Bila Anda telah cukup lama berkecimpung di dunia forex, tentunya pernah mendengarnya. Sekitar 2-3 tahun yang lalu broker ini sangatlah populer dikarenakan banyaknya IB (introducing broker) InstaForex di Indonesia. IB hanyalah istilah lebih keren di dunia forex, padahal sebenarnya arti dari IB hanyalah sekedar tenaga marketing yang bertugas mempromosikan broker tersebut dan berusaha menarik klien sebanyak mungkin. Dimana nantinya apabila berhasil menarik banyak klien maka para IB tersebut, yang rata-rata perorangan, akan memperoleh komisi.
Setelah klien melakukan deposit, baru disadari bahwa platform trading broker tersebut kacau balau. Stoploss yang tidak ada gunanya dikarenakan tidak terjadi exit padahal telah melewati garis stoploss, seringkali terjadi lonjakan harga atau spread (spike), balance menjadi minus (padahal tidak mungkin terjadi dalam forex karena adanya proteksi margin call), sampai pada masalah tidak dapat melakukan withdrawal meskipun telah meminta berkali-kali.
Berikut adalah rating dari Forex Peace Army (FPA) yang menyatakan bahwa InstaForex adalah scam dan pengalaman seorang trader yang menggunakan broker tersebut:
Kebanyakan dari kita lebih menyukai broker-broker yang memiliki banyak IB di Indonesia. Mungkin dikarenakan ada perasaan lebih dekat, dimana transfer dana dapat dilakukan dengan Rupiah via BCA atau Bank Mandiri dan customer service pun dapat berbahasa Indonesia. Hal inilah membuat para broker yang memiliki banyak IB menjadi sangat populer di Indonesia.
Sehingga timbul perasaan bahwa kalau terjadi hal yang tidak diinginkan maka akan lebih mudah mengurusnya dikarenakan adanya kedekatan lokasi. Akan sangat repot bukan kalau menggunakan broker di Inggris atau di Malta bila terjadi apa-apa? Bagaimana mengurusnya? Mungkin seperti itulah yang ada dalam benak yang menggunakan InstaForex pada saat itu.
Padahal yang tidak dipahami, mereka tidak pernah berhadapan langsung dengan broker. Tetapi hanyalah berhadapan dengan para IB perorangan yang cuma sekedar tenaga marketing. Dana yang ditransfer tidak masuk ke kantong para IB tersebut, tetapi oleh IB diteruskan dan akhirnya masuk ke kantong broker yang berada di luar negeri.
Sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tentunya para IB hanya bisa pasrah. Karena sama halnya dengan Anda yang menjadi korban, mereka juga tertipu dan nantinya akan menjadi kambing hitam yang ditangkap oleh polisi :)
Berhati-hatilah dalam memilih broker, pilih yang terpercaya dan menjamin kemudahan withdrawal. Dengan adanya internet, tidak masalah menggunakan broker di negara manapun. Gunakan broker yang berlokasi di negara-negara maju, jangan pernah menggunakan broker yang berada di tax haven countries atau negara kecil yang tidak jelas.
Berlokasi di negara-negara maju dapat diartikan bahwa broker-broker ini berada dibawah pengawasan otoritas setempat yang memiliki standar hukum yang pasti dan lebih ketat. Hal ini akan menyulitkan scam broker untuk beroperasi dikarenakan ketatnya hukum yang selalu memantau dan mengawasi mereka. Sedangkan tax haven countries cenderung memiliki hukum yang longgar sehingga scam broker sangat menyukainya. Karena apabila terjadi hal yang buruk, maka akan sulit untuk melakukan penuntutan dikarenakan longgarnya hukum yang berlaku.
Minggu lalu saya membaca sebuah email dari milis yang menyatakan FXPro bertindak agak "aneh". Berikut isi email tersebut:
Aneh ya? Sebuah broker besar melarang penggunaan EA dikarenakan saat ini market berkurang likuiditasnya. Mana mungkin forex market berkurang likuiditasnya? Forex market adalah pasar terbesar yang paling likuid di dunia ini karena total dana yang berputar dalam sehari antara 3 - 5 trilyun dollar.
Yang menerima email seperti diatas tidak hanya 1 orang, tetapi beberapa anggota milis yang menggunakan FXPro. Daripada repot menduga-duga sendiri, saya kirim email saja customer support FXPro untuk menanyakannya. Berikut email jawaban dari FXPro:
Jawabannya tidak jelas, bila "specific clients" kenapa sampai beberapa orang di milis menerima email yang sama. Oleh karenanya, lebih baik agak waspada dengan FPro.
Selama 2 minggu ini, uji coba pembandingan broker yang dilakukan mengalami kendala. Kendala pada minggu sebelumnya adalah pada Master account dimana digunakan FXOpen ECN sebagai Master. Penggunaan FXOpen ternyata berakibat terjadi perbedaan timing, sering kali Slave tidak melakukan entry bersamaan dengan Master dikarenakan kelambanan platform FXOpen ECN.
Dikarenakan timing entry exit berbeda jauh, maka hasilnya tidak lagi dapat dibandingkan. Sehingga uji coba pembandingan minggu lalu gagal total dikarenakan perbedaan timing tersebut.
Kendala yang terjadi pada minggu ini, tidak lagi terjadi pada Master account seperti halnya minggu lalu. Master account tidak lagi menggunakan FXOpen ECN yang lamban, tetapi digunakan GoMarkets yang memiliki kecepatan eksekusi lebih baik. Akan tetapi kendala justru terjadi pada software CopyToolPro seperti gambar dibawah ini:
Seluruh Slave mengalami loss connection dengan Master. Setelah putus asa utak atik sendiri, akhirnya problem tersebut berhasil diselesaikan berkat bertanya langsung via email ke pembuat software tersebut.
Kesulitan utama dari pembandingan broker ini adalah harus selalu menjaga timing. Entry exit harus dijaga agar terjadi di seluruh Slave tidak lama setelah Master melakukan eksekusi transaksi.
Padahal terkadang terdapat beberapa Slave yang mengalami loss connection. Akibatnya bila entry exit tetap dilakukan, maka Slave tersebut tidak dapat mengikutinya. Hal inilah yang menyulitkan, karena harus selalu melakukan pengecekan apakah seluruh Slave terkoneksi baik dengan Master sebelum entry exit dilakukan.
Hasil uji coba pembandingan minggu ini menunjukkan tidak seluruh Slave dapat mengikuti Master. Hal ini diketahui pada saat melakukan rekapitulasi data transaksi, ternyata terdapat beberapa broker yang memiliki data yang tidak sama dengan Master. Terdapat 4 broker yang gagal mengikuti seluruh entry exit yang dilakukan oleh Master account, yaitu Forexoma, NordMarket, GCI Financial, dan FXOpen ECN.
Kegagalan terjadi dikarenakan pada saat Master melakukan entry, 4 buah Slave tersebut mengalami loss connection dengan server. Akibatnya meskipun Slave lain berhasil mengikuti Master, 4 Slave ini hanya diam saja dan tidak melakukan entry sama sekali.
Yang aneh adalah FXOpen ECN, pada saat dilakukan rekapitulasi data ternyata terdapat 3 buah transaksi yang tidak pernah dilakukan.
Bandingkan dengan data transaksi Forex.com, terlihat bahwa terdapat 3 transaksi yang berbeda. Jumlah lot-nya pun aneh, bukan angka bulat. Padahal saya tidak pernah melakukan entry dengan jumlah lot yang tidak bulat. Ehm, aneh bukan?
Bagaimana bisa data tersebut muncul, padahal saya tidak pernah melakukan transaksi tersebut. FXOpen ECN ini memang problem, hasil uji coba sebelumnya sudah menunjukkan bahwa platform ini sangat lamban dan sering terjadi loss connection. Nah, sekarang ditambah lagi dengan munculnya transaksi yang sama sekali tidak pernah dilakukan. Bagaimana bisa dipercaya kalau begini?
Hasil pembandingan minggu ini akan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu transaksi yang menghasilkan profit, transaksi yang menghasilkan loss, dan total keseluruhan.
Berikut adalah transaksi yang menghasilkan profit:
Rekapitulasi diatas telah dilengkapi dengan penjelasan perihal karakteristik masing-masing broker, yaitu dimana pendaftaran demo dilakukan, boleh tidaknya hedging dilakukan, berapa leverage maksimal, berapa deposit minimum, dan kecepatan respons server (ping). Dengan adanya penjelasan tersebut, tentunya akan lebih mudah untuk membandingkan broker mana yang terbaik.
Broker yang ditandai dengan warna kuning adalah broker yang gagal mengikuti Master sehingga data transaksinya tidak sama dengan Master. Sedangkan broker yang ditandai dengan warna pink adalah broker yang demo-nya bermasalah. AvaFX dan FX Solutions hanya memberi demo cuma sekali seumur hidup, sedangkan MB Trading server demonya sangat bermasalah karena sering disconnection.
Broker-broker yang respons server-nya (ping) tidak dapat diuji dikarenakan pendaftaran demo account harus melalui web. Sehingga uji coba respons server tidak dapat dilakukan karena fasilitas ping server di Metatrader-nya dimatikan.
Semakin rendah nilai ping maka semakin cepat juga eksekusi transaksi karena respons server yang cepat. Terlihat bahwa kebanyakan hanya broker-broker besar saja yang memiliki nilai ping dibawah 100 mili second. Yang mengagumkan adalah FX Clearing, memiliki respons server yang sangat cepat, setara dengan broker-broker besar. Akan tetapi, respons server cepat dapat juga diartikan bahwa server broker tersebut idle dikarenakan jumlah trader yang terdaftar pada broker tersebut sangat sedikit :)
Hal ini ditunjukkan oleh Forexoma, yang saya tahu bahwa broker ini adalah broker yang baru berdiri beberapa bulan. Respons ping-nya juga sangat cepat karena masih sedikit trader yang menjadi kliennya sehingga server masih sangat idle.
Tentunya hal ini berbeda dengan server broker-broker besar yang memiliki banyak klien. Mampu menampung transaksi banyak klien tetapi server tetap mampu memiliki respon yang sangat cepat, tentunya hal yang cukup mengagumkan. Artinya, server yang mereka gunakan adalah server yang sangat besar yang tentunya sangat mahal harganya.
Broker yang diberi tanda hijau pada daftar diatas adalah retail broker yang memberi profit tertinggi dibandingkan broker lain. Alpari UK tidak diberi tanda hijau dikarenakan demo yang digunakan adalah demo Pro Account yang minimal deposit-nya adalah USD 20.000, bukan pilihan sebagai retail broker yang akan kita gunakan.
Berikut adalah transaksi yang menghasilkan loss:
Terlihat bahwa broker-broker yang semula menghasilkan profit terbesar, sekarang tersebar pada berbagai peringkat. Yang bertahan di 5 besar hanyalah FXCBS dan GoMarkets.
Berikut adalah total keseluruhan, transaksi yang menghasilkan profit digabungkan dengan loss:
Dari hasil diatas, retail broker terbaik adalah GoMarkets dan FXCBS.
GoMarkets tidak mengharuskan minimum deposit, deposit berapapun dapat diterima. Leverage yang diberikan dapat mencapai 1:500 sehingga menjadikan GoMarkets lebih unggul daripada FXCBS.
Kelemahan GoMarkets terletak pada respons server yang hasil ping-nya 219 mili second. Masih dalam batas wajar, karena uji coba selama seminggu kemarin dengan menggunakan GoMarkets sebagai Master account tidak mengalami problem kelambanan seperti halnya pada saat menggunakan FXOpen ECN sebagai Master-nya. Sepanjang hasil ping masih dibawah 350 mili second, masih cukup cepat untuk eksekusi transaksi.
IBFX tidak dipilih dikarenakan tidak memperkenankan hedging dan juga leverage yang diberikan sangat kecil, hanya 1:50. Hantec Markets juga memberikan leverage yang lebih kecil daripada GoMarkets dan mengharuskan minimum deposit USD 1000.
Uji coba pembandingan akan dilanjutkan kembali minggu depan. Akan digunakan pair selain EURUSD dalam melakukan trading agar dapat diketahui apakah broker tersebut tetap dapat memberikan profit terbesar atau loss terkecil dibandingkan broker lainnya.
Bila Anda telah cukup lama berkecimpung di dunia forex, tentunya pernah mendengarnya. Sekitar 2-3 tahun yang lalu broker ini sangatlah populer dikarenakan banyaknya IB (introducing broker) InstaForex di Indonesia. IB hanyalah istilah lebih keren di dunia forex, padahal sebenarnya arti dari IB hanyalah sekedar tenaga marketing yang bertugas mempromosikan broker tersebut dan berusaha menarik klien sebanyak mungkin. Dimana nantinya apabila berhasil menarik banyak klien maka para IB tersebut, yang rata-rata perorangan, akan memperoleh komisi.
Setelah klien melakukan deposit, baru disadari bahwa platform trading broker tersebut kacau balau. Stoploss yang tidak ada gunanya dikarenakan tidak terjadi exit padahal telah melewati garis stoploss, seringkali terjadi lonjakan harga atau spread (spike), balance menjadi minus (padahal tidak mungkin terjadi dalam forex karena adanya proteksi margin call), sampai pada masalah tidak dapat melakukan withdrawal meskipun telah meminta berkali-kali.
Berikut adalah rating dari Forex Peace Army (FPA) yang menyatakan bahwa InstaForex adalah scam dan pengalaman seorang trader yang menggunakan broker tersebut:
Kebanyakan dari kita lebih menyukai broker-broker yang memiliki banyak IB di Indonesia. Mungkin dikarenakan ada perasaan lebih dekat, dimana transfer dana dapat dilakukan dengan Rupiah via BCA atau Bank Mandiri dan customer service pun dapat berbahasa Indonesia. Hal inilah membuat para broker yang memiliki banyak IB menjadi sangat populer di Indonesia.
Sehingga timbul perasaan bahwa kalau terjadi hal yang tidak diinginkan maka akan lebih mudah mengurusnya dikarenakan adanya kedekatan lokasi. Akan sangat repot bukan kalau menggunakan broker di Inggris atau di Malta bila terjadi apa-apa? Bagaimana mengurusnya? Mungkin seperti itulah yang ada dalam benak yang menggunakan InstaForex pada saat itu.
Padahal yang tidak dipahami, mereka tidak pernah berhadapan langsung dengan broker. Tetapi hanyalah berhadapan dengan para IB perorangan yang cuma sekedar tenaga marketing. Dana yang ditransfer tidak masuk ke kantong para IB tersebut, tetapi oleh IB diteruskan dan akhirnya masuk ke kantong broker yang berada di luar negeri.
Sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tentunya para IB hanya bisa pasrah. Karena sama halnya dengan Anda yang menjadi korban, mereka juga tertipu dan nantinya akan menjadi kambing hitam yang ditangkap oleh polisi :)
Berhati-hatilah dalam memilih broker, pilih yang terpercaya dan menjamin kemudahan withdrawal. Dengan adanya internet, tidak masalah menggunakan broker di negara manapun. Gunakan broker yang berlokasi di negara-negara maju, jangan pernah menggunakan broker yang berada di tax haven countries atau negara kecil yang tidak jelas.
Berlokasi di negara-negara maju dapat diartikan bahwa broker-broker ini berada dibawah pengawasan otoritas setempat yang memiliki standar hukum yang pasti dan lebih ketat. Hal ini akan menyulitkan scam broker untuk beroperasi dikarenakan ketatnya hukum yang selalu memantau dan mengawasi mereka. Sedangkan tax haven countries cenderung memiliki hukum yang longgar sehingga scam broker sangat menyukainya. Karena apabila terjadi hal yang buruk, maka akan sulit untuk melakukan penuntutan dikarenakan longgarnya hukum yang berlaku.
Minggu lalu saya membaca sebuah email dari milis yang menyatakan FXPro bertindak agak "aneh". Berikut isi email tersebut:
Aneh ya? Sebuah broker besar melarang penggunaan EA dikarenakan saat ini market berkurang likuiditasnya. Mana mungkin forex market berkurang likuiditasnya? Forex market adalah pasar terbesar yang paling likuid di dunia ini karena total dana yang berputar dalam sehari antara 3 - 5 trilyun dollar.
Yang menerima email seperti diatas tidak hanya 1 orang, tetapi beberapa anggota milis yang menggunakan FXPro. Daripada repot menduga-duga sendiri, saya kirim email saja customer support FXPro untuk menanyakannya. Berikut email jawaban dari FXPro:
Jawabannya tidak jelas, bila "specific clients" kenapa sampai beberapa orang di milis menerima email yang sama. Oleh karenanya, lebih baik agak waspada dengan FPro.
Selama 2 minggu ini, uji coba pembandingan broker yang dilakukan mengalami kendala. Kendala pada minggu sebelumnya adalah pada Master account dimana digunakan FXOpen ECN sebagai Master. Penggunaan FXOpen ternyata berakibat terjadi perbedaan timing, sering kali Slave tidak melakukan entry bersamaan dengan Master dikarenakan kelambanan platform FXOpen ECN.
Dikarenakan timing entry exit berbeda jauh, maka hasilnya tidak lagi dapat dibandingkan. Sehingga uji coba pembandingan minggu lalu gagal total dikarenakan perbedaan timing tersebut.
Kendala yang terjadi pada minggu ini, tidak lagi terjadi pada Master account seperti halnya minggu lalu. Master account tidak lagi menggunakan FXOpen ECN yang lamban, tetapi digunakan GoMarkets yang memiliki kecepatan eksekusi lebih baik. Akan tetapi kendala justru terjadi pada software CopyToolPro seperti gambar dibawah ini:
Seluruh Slave mengalami loss connection dengan Master. Setelah putus asa utak atik sendiri, akhirnya problem tersebut berhasil diselesaikan berkat bertanya langsung via email ke pembuat software tersebut.
Kesulitan utama dari pembandingan broker ini adalah harus selalu menjaga timing. Entry exit harus dijaga agar terjadi di seluruh Slave tidak lama setelah Master melakukan eksekusi transaksi.
Padahal terkadang terdapat beberapa Slave yang mengalami loss connection. Akibatnya bila entry exit tetap dilakukan, maka Slave tersebut tidak dapat mengikutinya. Hal inilah yang menyulitkan, karena harus selalu melakukan pengecekan apakah seluruh Slave terkoneksi baik dengan Master sebelum entry exit dilakukan.
Hasil uji coba pembandingan minggu ini menunjukkan tidak seluruh Slave dapat mengikuti Master. Hal ini diketahui pada saat melakukan rekapitulasi data transaksi, ternyata terdapat beberapa broker yang memiliki data yang tidak sama dengan Master. Terdapat 4 broker yang gagal mengikuti seluruh entry exit yang dilakukan oleh Master account, yaitu Forexoma, NordMarket, GCI Financial, dan FXOpen ECN.
Kegagalan terjadi dikarenakan pada saat Master melakukan entry, 4 buah Slave tersebut mengalami loss connection dengan server. Akibatnya meskipun Slave lain berhasil mengikuti Master, 4 Slave ini hanya diam saja dan tidak melakukan entry sama sekali.
Yang aneh adalah FXOpen ECN, pada saat dilakukan rekapitulasi data ternyata terdapat 3 buah transaksi yang tidak pernah dilakukan.
Bandingkan dengan data transaksi Forex.com, terlihat bahwa terdapat 3 transaksi yang berbeda. Jumlah lot-nya pun aneh, bukan angka bulat. Padahal saya tidak pernah melakukan entry dengan jumlah lot yang tidak bulat. Ehm, aneh bukan?
Bagaimana bisa data tersebut muncul, padahal saya tidak pernah melakukan transaksi tersebut. FXOpen ECN ini memang problem, hasil uji coba sebelumnya sudah menunjukkan bahwa platform ini sangat lamban dan sering terjadi loss connection. Nah, sekarang ditambah lagi dengan munculnya transaksi yang sama sekali tidak pernah dilakukan. Bagaimana bisa dipercaya kalau begini?
Hasil pembandingan minggu ini akan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu transaksi yang menghasilkan profit, transaksi yang menghasilkan loss, dan total keseluruhan.
Berikut adalah transaksi yang menghasilkan profit:
Rekapitulasi diatas telah dilengkapi dengan penjelasan perihal karakteristik masing-masing broker, yaitu dimana pendaftaran demo dilakukan, boleh tidaknya hedging dilakukan, berapa leverage maksimal, berapa deposit minimum, dan kecepatan respons server (ping). Dengan adanya penjelasan tersebut, tentunya akan lebih mudah untuk membandingkan broker mana yang terbaik.
Broker yang ditandai dengan warna kuning adalah broker yang gagal mengikuti Master sehingga data transaksinya tidak sama dengan Master. Sedangkan broker yang ditandai dengan warna pink adalah broker yang demo-nya bermasalah. AvaFX dan FX Solutions hanya memberi demo cuma sekali seumur hidup, sedangkan MB Trading server demonya sangat bermasalah karena sering disconnection.
Broker-broker yang respons server-nya (ping) tidak dapat diuji dikarenakan pendaftaran demo account harus melalui web. Sehingga uji coba respons server tidak dapat dilakukan karena fasilitas ping server di Metatrader-nya dimatikan.
Semakin rendah nilai ping maka semakin cepat juga eksekusi transaksi karena respons server yang cepat. Terlihat bahwa kebanyakan hanya broker-broker besar saja yang memiliki nilai ping dibawah 100 mili second. Yang mengagumkan adalah FX Clearing, memiliki respons server yang sangat cepat, setara dengan broker-broker besar. Akan tetapi, respons server cepat dapat juga diartikan bahwa server broker tersebut idle dikarenakan jumlah trader yang terdaftar pada broker tersebut sangat sedikit :)
Hal ini ditunjukkan oleh Forexoma, yang saya tahu bahwa broker ini adalah broker yang baru berdiri beberapa bulan. Respons ping-nya juga sangat cepat karena masih sedikit trader yang menjadi kliennya sehingga server masih sangat idle.
Tentunya hal ini berbeda dengan server broker-broker besar yang memiliki banyak klien. Mampu menampung transaksi banyak klien tetapi server tetap mampu memiliki respon yang sangat cepat, tentunya hal yang cukup mengagumkan. Artinya, server yang mereka gunakan adalah server yang sangat besar yang tentunya sangat mahal harganya.
Broker yang diberi tanda hijau pada daftar diatas adalah retail broker yang memberi profit tertinggi dibandingkan broker lain. Alpari UK tidak diberi tanda hijau dikarenakan demo yang digunakan adalah demo Pro Account yang minimal deposit-nya adalah USD 20.000, bukan pilihan sebagai retail broker yang akan kita gunakan.
Berikut adalah transaksi yang menghasilkan loss:
Terlihat bahwa broker-broker yang semula menghasilkan profit terbesar, sekarang tersebar pada berbagai peringkat. Yang bertahan di 5 besar hanyalah FXCBS dan GoMarkets.
Berikut adalah total keseluruhan, transaksi yang menghasilkan profit digabungkan dengan loss:
Dari hasil diatas, retail broker terbaik adalah GoMarkets dan FXCBS.
GoMarkets tidak mengharuskan minimum deposit, deposit berapapun dapat diterima. Leverage yang diberikan dapat mencapai 1:500 sehingga menjadikan GoMarkets lebih unggul daripada FXCBS.
Kelemahan GoMarkets terletak pada respons server yang hasil ping-nya 219 mili second. Masih dalam batas wajar, karena uji coba selama seminggu kemarin dengan menggunakan GoMarkets sebagai Master account tidak mengalami problem kelambanan seperti halnya pada saat menggunakan FXOpen ECN sebagai Master-nya. Sepanjang hasil ping masih dibawah 350 mili second, masih cukup cepat untuk eksekusi transaksi.
IBFX tidak dipilih dikarenakan tidak memperkenankan hedging dan juga leverage yang diberikan sangat kecil, hanya 1:50. Hantec Markets juga memberikan leverage yang lebih kecil daripada GoMarkets dan mengharuskan minimum deposit USD 1000.
Uji coba pembandingan akan dilanjutkan kembali minggu depan. Akan digunakan pair selain EURUSD dalam melakukan trading agar dapat diketahui apakah broker tersebut tetap dapat memberikan profit terbesar atau loss terkecil dibandingkan broker lainnya.
Sabtu, 05 Maret 2011
Trading Contest (#3)
Bagi yang suka mengikuti kontes trading untuk melatih kemampuan trading sekaligus untuk mendapatkan uang hadiah, terdapat kontes selain yang diadakan myfxbook.com dan memberikan hadiah uang yang lebih besar.
Berbeda dengan kontes myfxbook.com, kontes ini akan berlangsung selama 2 bulan. Kontes terbagi 2 ronde yaitu sebulan trading di demo account dan bagi 20 besar yang lolos maka sebulan berikutnya trading di live account dengan modal USD 1000 yang diberi oleh penyelenggara. Enak bukan, bisa trading di live account dengan modal diberi gratis :)
Berikut adalah jadwal kontes tersebut:
Sayangnya waktu pendaftaran telah lewat, batas akhir pendaftaran adalah tanggal 28 Februari kemarin.
Padahal kontes ini memberikan hadiah uang yang jauh lebih besar daripada kontes myfxbook.com, yaitu total hadiahnya adalah USD 22.100 untuk 10 pemenang. Sedangkan myfxbook hanya memberikan hadiah USD 3.500 untuk 3 pemenang. Juara pertama kontes ini akan memperoleh USD 10.000, sangat lumayan bukan. Berikut adalah tabel pembagian hadiah untuk para pemenang:
Untuk mengetahui tingkat kesulitan kontes ini, berikut adalah hasil trading kontes sebelumnya :
Terlihat bahwa pesaing pada kontes ini tidaklah sesulit kontes myfxbook.com. Perolehan profit 10 besar hanya berkisar antara 300% sampai 500% selama trading sebulan di demo account. Bandingkan dengan perolehan profit kontes myfxbook.com yang hanya memerlukan waktu 3 hari saja untuk memperoleh jumlah profit yang sama :)
Perolehan profit live trading pun tidaklah terlalu istimewa, hanya berkisar 16% sampai dengan 122%. Dari hasil trading seperti ini dapat disimpulkan bahwa peserta pada kontes ini kebanyakan masih pemula. Sehingga kemungkinan untuk masuk dalam 10 besar akan jauh lebih mudah pada kontes ini daripada kontes myfxbook.com
History transaksi live trading juara pertama adalah sebagai berikut:
Terlihat bahwa metode trading yang digunakan adalah scalping. Profit yang diperoleh kecil tetapi konsisten. Manajemen loss masih agak amburadul dikarenakan bila terjadi loss jumlahnya lebih besar daripada perolehan profit. Meskipun demikian, dikarenakan akurasi entry cukup baik, sehingga dapat menutupi kelemahan manajemen loss tersebut dan pada akhirnya account menghasilkan profit 122% selama sebulan trading.
Kontes ini sangat berbeda jauh daripada kontes myfxbook.com. Bila pada kontes myfxbook.com peserta dapat menggunakan lot sebesar mungkin, sebaliknya pada kontes ini jumlah lot dibatasi maksimal hanya 0,5 lot. Drawdown pun dibatasi, hanya diperkenankan maksimal 49%. Bila tidak mematuhi ketentuan tersebut, maka peserta akan langsung di diskualifikasi oleh penyelenggara.
Dengan kata lain, kontes myfxbook adalah kontes gila-gilaan. Silahkan saja bertransaksi dengan lot sebesar mungkin asalkan modal cukup. Silahkan loss sebesar mungkin asalkan modal tidak habis.
Myfxbook.com tidak melakukan pembatasan apapun, pembatasan dan disiplin diserahkan kepada diri masing-masing trader. Bila akurasi trading tidak baik, ditambah lagi tidak memiliki disiplin money management, maka dalam sekejab account akan langsung habis akibat hanya beberapa kali salah entry.
Sebaliknya dalam kontes ini, dengan adanya pembatasan yang sedemikian ketat, secara tidak langsung akan melatih disiplin pada diri masing-masing trader. Tidak akan bisa lagi mengikuti nafsu untuk trading dengan lot besar kalau tidak ingin di diskualifikasi, harus tetap disiplin maksimal hanya 0,5 lot.
Tidak akan bisa lagi membiarkan loss membesar akibat salah entry dikarenakan adanya aturan batasan maksimal drawdown 49%. Salah entry harus segera ditutup sebelum mencapai 49% kalau tidak ingin di diskualifikasi. Artinya, harus disiplin dengan stoploss agar drawdown tetap terjaga dibawah 49%.
Sehingga bila dipikir-pikir kembali, sebenarnya kontes ini adalah ajang berlatih disiplin sekaligus juga ajang berlatih kemampuan trading.
Nah, enak sekali bukan, memperoleh kesempatan berlatih gratis tetapi bila berhasil menjadi juara maka akan dibayar dengan menerima hadiah uang :)
Sayangnya batas akhir pendaftaran kontes telah lewat. Tetapi tidak perlu khawatir, kontes-kontes trading seperti ini pasti akan diadakan kembali pada periode berikutnya.
Oleh karenanya, tetaplah setia membaca blog ini agar tidak ketinggalan berita :)
EDIT:
Ternyata pendaftaran kontes diatas diperpanjang sampai dengan tanggal 14 Maret 2011.
Bila tertarik, segeralah mendaftar, gratis tanpa biaya apapun.
Klik disini untuk melakukan pendaftaran Surefire Trading Challenge
Berbeda dengan kontes myfxbook.com, kontes ini akan berlangsung selama 2 bulan. Kontes terbagi 2 ronde yaitu sebulan trading di demo account dan bagi 20 besar yang lolos maka sebulan berikutnya trading di live account dengan modal USD 1000 yang diberi oleh penyelenggara. Enak bukan, bisa trading di live account dengan modal diberi gratis :)
Berikut adalah jadwal kontes tersebut:
Sayangnya waktu pendaftaran telah lewat, batas akhir pendaftaran adalah tanggal 28 Februari kemarin.
Padahal kontes ini memberikan hadiah uang yang jauh lebih besar daripada kontes myfxbook.com, yaitu total hadiahnya adalah USD 22.100 untuk 10 pemenang. Sedangkan myfxbook hanya memberikan hadiah USD 3.500 untuk 3 pemenang. Juara pertama kontes ini akan memperoleh USD 10.000, sangat lumayan bukan. Berikut adalah tabel pembagian hadiah untuk para pemenang:
Untuk mengetahui tingkat kesulitan kontes ini, berikut adalah hasil trading kontes sebelumnya :
Terlihat bahwa pesaing pada kontes ini tidaklah sesulit kontes myfxbook.com. Perolehan profit 10 besar hanya berkisar antara 300% sampai 500% selama trading sebulan di demo account. Bandingkan dengan perolehan profit kontes myfxbook.com yang hanya memerlukan waktu 3 hari saja untuk memperoleh jumlah profit yang sama :)
Perolehan profit live trading pun tidaklah terlalu istimewa, hanya berkisar 16% sampai dengan 122%. Dari hasil trading seperti ini dapat disimpulkan bahwa peserta pada kontes ini kebanyakan masih pemula. Sehingga kemungkinan untuk masuk dalam 10 besar akan jauh lebih mudah pada kontes ini daripada kontes myfxbook.com
History transaksi live trading juara pertama adalah sebagai berikut:
Terlihat bahwa metode trading yang digunakan adalah scalping. Profit yang diperoleh kecil tetapi konsisten. Manajemen loss masih agak amburadul dikarenakan bila terjadi loss jumlahnya lebih besar daripada perolehan profit. Meskipun demikian, dikarenakan akurasi entry cukup baik, sehingga dapat menutupi kelemahan manajemen loss tersebut dan pada akhirnya account menghasilkan profit 122% selama sebulan trading.
Kontes ini sangat berbeda jauh daripada kontes myfxbook.com. Bila pada kontes myfxbook.com peserta dapat menggunakan lot sebesar mungkin, sebaliknya pada kontes ini jumlah lot dibatasi maksimal hanya 0,5 lot. Drawdown pun dibatasi, hanya diperkenankan maksimal 49%. Bila tidak mematuhi ketentuan tersebut, maka peserta akan langsung di diskualifikasi oleh penyelenggara.
Dengan kata lain, kontes myfxbook adalah kontes gila-gilaan. Silahkan saja bertransaksi dengan lot sebesar mungkin asalkan modal cukup. Silahkan loss sebesar mungkin asalkan modal tidak habis.
Myfxbook.com tidak melakukan pembatasan apapun, pembatasan dan disiplin diserahkan kepada diri masing-masing trader. Bila akurasi trading tidak baik, ditambah lagi tidak memiliki disiplin money management, maka dalam sekejab account akan langsung habis akibat hanya beberapa kali salah entry.
Sebaliknya dalam kontes ini, dengan adanya pembatasan yang sedemikian ketat, secara tidak langsung akan melatih disiplin pada diri masing-masing trader. Tidak akan bisa lagi mengikuti nafsu untuk trading dengan lot besar kalau tidak ingin di diskualifikasi, harus tetap disiplin maksimal hanya 0,5 lot.
Tidak akan bisa lagi membiarkan loss membesar akibat salah entry dikarenakan adanya aturan batasan maksimal drawdown 49%. Salah entry harus segera ditutup sebelum mencapai 49% kalau tidak ingin di diskualifikasi. Artinya, harus disiplin dengan stoploss agar drawdown tetap terjaga dibawah 49%.
Sehingga bila dipikir-pikir kembali, sebenarnya kontes ini adalah ajang berlatih disiplin sekaligus juga ajang berlatih kemampuan trading.
Nah, enak sekali bukan, memperoleh kesempatan berlatih gratis tetapi bila berhasil menjadi juara maka akan dibayar dengan menerima hadiah uang :)
Sayangnya batas akhir pendaftaran kontes telah lewat. Tetapi tidak perlu khawatir, kontes-kontes trading seperti ini pasti akan diadakan kembali pada periode berikutnya.
Oleh karenanya, tetaplah setia membaca blog ini agar tidak ketinggalan berita :)
EDIT:
Ternyata pendaftaran kontes diatas diperpanjang sampai dengan tanggal 14 Maret 2011.
Bila tertarik, segeralah mendaftar, gratis tanpa biaya apapun.
Klik disini untuk melakukan pendaftaran Surefire Trading Challenge
Trading Contest (#2)
Kontes trading myfxbook.com yang telah dimulai sejak tanggal 1 Maret 2011 dan berakhir pada 31 Maret 2011 memiliki jumlah peserta lebih banyak daripada kontes-kontes sebelumnya. Jumlah peserta pada kontes trading sebelumnya hanya berkisar 400 orang, tapi kali ini mencapai 1361 yang menjadikan persaingan makin ketat daripada sebelumnya.
Kontes ini sangatlah sulit, disamping karena banyaknya pesaing, juga platform yang digunakan adalah Metatrader FXOpen ECN yang seringkali mengalami diskoneksi dan lamban dalam eksekusi.
Berikut adalah peringkat 10 besar minggu ini:
Terlihat bahwa terdapat 2 peserta berasal dari Indonesia berada pada peringkat 3 dan 5. Peringkat pertama adalah peserta dari Mesir dengan profit 453% yang diperolehnya selama 4 hari trading. Sehingga apabila dirata-rata, maka peserta peringkat pertama ini setiap harinya menghasilkan profit 100%. Fantastis bukan?
Kontes trading ini menggunakan leverage 1:500 sehingga memungkinkan peserta bertransaksi dengan jumlah lot yang sangat besar. Leverage dapat diibaratkan pisau bermata dua, bila dapat menggunakannya dengan tepat maka profit besar yang diperoleh. Akan tetapi, apabila salah maka akibatnya akan seketika menghancurkan account.
Contoh betapa menguntungkan sekaligus betapa berbahayanya penggunaan leverage besar terlihat pada gambar dibawah ini:
Terlihat bahwa trading yang dilakukan oleh peringkat pertama pada tanggal 2 Maret 2011 menghasilkan profit sebesar 652%. Fantastis, hanya dalam 2 hari trading dapat memperoleh profit sedemikian besar, yaitu rata-rata 300% profit per hari.
Akan tetapi, besoknya terjadi loss sehingga profit sangat dratis turun menjadi 196%, bayangkan 400% profit hilang dalam sekejab!
Berikut adalah detil history transaksinya:
Terlihat bahwa loss yang terjadi bukanlah loss dalam nilai pip yang sangat besar, hanya loss 31 dan 18 pip. Akan tetapi karena penggunaan jumlah lot besar menjadi penyebab utama penurunan profit sangat signifikan, yaitu minus 236% dan 324%.
Namun, peserta ini memang benar-benar memiliki mental juara. Terlihat bahwa trading yang dilakukan setelahnya mampu mengangkat profit dan akhirnya menjadikannya kembali ke peringkat pertama.
Prinsipnya, money management yang sangat berperan. Jangan pernah terpancing untuk menggunakan lot besar, apalagi kalau akurasi masih belum baik. Karena dengan hanya sekali salah entry saja maka akibatnya akan langsung menghancurkan account.
Berikut detil history transaksi peringkat kedua dan ketiga:
Berbeda dengan peserta peringkat pertama dimana cenderung melakukan trend trading, sebaliknya peserta peringkat kedua dan ketiga cenderung melakukan scalping. Terlihat dari history transaksi diatas bahwa kedua peserta ini hanya mengambil profit kecil tetapi konsisten.
Detil history diatas juga memperlihatkan bahwa peserta peringkat ketiga (Indonesia) jauh lebih baik daripada peserta peringkat kedua (Jerman). Meskipun saat ini peringkat ketiga masih tertinggal dalam perolehan profit, tetapi dari segi waktu terlihat bahwa peringkat kedua lebih efisien dalam hal penggunaan waktu.
Terlihat bahwa perigkat dua memerlukan waktu lebih dari 3 jam untuk menghasilkan profit 1-2 pip. Sedangkan peringkat ketiga hanya perlu waktu beberapa menit saja untuk menghasilkan jumlah yang sama.
Perbedaan waktu tersebut menunjukkan bahwa peserta peringkat dua memiliki akurasi yang tidak baik. Akibatnya begitu entry dilakukan, setelahnya harus menunggu berjam-jam hanya untuk memperoleh profit 1-2 pip. Sedangkan peringkat tiga akurasinya sangat baik, profit langsung diperoleh tidak lama setelah entry dilakukan.
Terlihat juga bahwa peserta-peserta tersebut sama sekali tidak menggunakan stoploss. Boleh saja tidak menggunakan stoploss, tetapi harus paham betul arah trend menuju kemana dan memiliki kedisiplinan untuk segera exit apabila salah entry.
Kadang kala penggunaan stoploss memang membuat semakin grogi. Fokus akhirnya bukan melakukan analisa apakah entry salah atau benar, tetapi malah berfokus kepada apakah stoploss kena atau tidak ya :)
Akan tetapi, bila akurasi masih belum baik dan masih bingung dalam menentukan arah trend, jangan pernah menghilangkan stoploss karena akibatnya akan fatal. Nanti bila sudah memiliki kedisiplinan dan paham betul arah trend, silahkan saja lakukan entry dengan tidak menggunakan stoploss.
Manakah yang lebih menguntungkan, trend trading atau scalping?
Pada prinsipnya keduanya sama-sama menguntungkan, akan tetapi dari segi efiensi waktu akan lebih menguntungkan scalping.
Trend trading memerlukan waktu lebih lama, misalnya untuk menghasilkan 50 pip diperlukan waktu 5 jam. Coba bandingkan kalau melakukan scalping 5 pip dengan waktu hanya 10 menit. Dari perhitungan tersebut tentunya akan lebih menguntungkan scalping karena dalam waktu yang lebih singkat menghasilkan jumlah pip yang sama dengan trend trading.
Akan tetapi, pemilihan apakah melakukan trend trading atau scalping, sebenarnya kembali kepada pribadi masing-masing. Trading adalah personal, kalau lebih cocok melakukan scalping, ya sudah lakukan itu saja dan jangan berpikir untuk beralih ke trend trading. Toh tujuan akhirnya sama saja, yaitu perolehan profit.
Kita lihat hasil kontes trading pada minggu depan, apakah peserta diatas dapat bertahan tetap pada peringkat 10 besar.
Kontes ini sangatlah sulit, disamping karena banyaknya pesaing, juga platform yang digunakan adalah Metatrader FXOpen ECN yang seringkali mengalami diskoneksi dan lamban dalam eksekusi.
Berikut adalah peringkat 10 besar minggu ini:
Terlihat bahwa terdapat 2 peserta berasal dari Indonesia berada pada peringkat 3 dan 5. Peringkat pertama adalah peserta dari Mesir dengan profit 453% yang diperolehnya selama 4 hari trading. Sehingga apabila dirata-rata, maka peserta peringkat pertama ini setiap harinya menghasilkan profit 100%. Fantastis bukan?
Kontes trading ini menggunakan leverage 1:500 sehingga memungkinkan peserta bertransaksi dengan jumlah lot yang sangat besar. Leverage dapat diibaratkan pisau bermata dua, bila dapat menggunakannya dengan tepat maka profit besar yang diperoleh. Akan tetapi, apabila salah maka akibatnya akan seketika menghancurkan account.
Contoh betapa menguntungkan sekaligus betapa berbahayanya penggunaan leverage besar terlihat pada gambar dibawah ini:
Terlihat bahwa trading yang dilakukan oleh peringkat pertama pada tanggal 2 Maret 2011 menghasilkan profit sebesar 652%. Fantastis, hanya dalam 2 hari trading dapat memperoleh profit sedemikian besar, yaitu rata-rata 300% profit per hari.
Akan tetapi, besoknya terjadi loss sehingga profit sangat dratis turun menjadi 196%, bayangkan 400% profit hilang dalam sekejab!
Berikut adalah detil history transaksinya:
Terlihat bahwa loss yang terjadi bukanlah loss dalam nilai pip yang sangat besar, hanya loss 31 dan 18 pip. Akan tetapi karena penggunaan jumlah lot besar menjadi penyebab utama penurunan profit sangat signifikan, yaitu minus 236% dan 324%.
Namun, peserta ini memang benar-benar memiliki mental juara. Terlihat bahwa trading yang dilakukan setelahnya mampu mengangkat profit dan akhirnya menjadikannya kembali ke peringkat pertama.
Prinsipnya, money management yang sangat berperan. Jangan pernah terpancing untuk menggunakan lot besar, apalagi kalau akurasi masih belum baik. Karena dengan hanya sekali salah entry saja maka akibatnya akan langsung menghancurkan account.
Berikut detil history transaksi peringkat kedua dan ketiga:
Berbeda dengan peserta peringkat pertama dimana cenderung melakukan trend trading, sebaliknya peserta peringkat kedua dan ketiga cenderung melakukan scalping. Terlihat dari history transaksi diatas bahwa kedua peserta ini hanya mengambil profit kecil tetapi konsisten.
Detil history diatas juga memperlihatkan bahwa peserta peringkat ketiga (Indonesia) jauh lebih baik daripada peserta peringkat kedua (Jerman). Meskipun saat ini peringkat ketiga masih tertinggal dalam perolehan profit, tetapi dari segi waktu terlihat bahwa peringkat kedua lebih efisien dalam hal penggunaan waktu.
Terlihat bahwa perigkat dua memerlukan waktu lebih dari 3 jam untuk menghasilkan profit 1-2 pip. Sedangkan peringkat ketiga hanya perlu waktu beberapa menit saja untuk menghasilkan jumlah yang sama.
Perbedaan waktu tersebut menunjukkan bahwa peserta peringkat dua memiliki akurasi yang tidak baik. Akibatnya begitu entry dilakukan, setelahnya harus menunggu berjam-jam hanya untuk memperoleh profit 1-2 pip. Sedangkan peringkat tiga akurasinya sangat baik, profit langsung diperoleh tidak lama setelah entry dilakukan.
Terlihat juga bahwa peserta-peserta tersebut sama sekali tidak menggunakan stoploss. Boleh saja tidak menggunakan stoploss, tetapi harus paham betul arah trend menuju kemana dan memiliki kedisiplinan untuk segera exit apabila salah entry.
Kadang kala penggunaan stoploss memang membuat semakin grogi. Fokus akhirnya bukan melakukan analisa apakah entry salah atau benar, tetapi malah berfokus kepada apakah stoploss kena atau tidak ya :)
Akan tetapi, bila akurasi masih belum baik dan masih bingung dalam menentukan arah trend, jangan pernah menghilangkan stoploss karena akibatnya akan fatal. Nanti bila sudah memiliki kedisiplinan dan paham betul arah trend, silahkan saja lakukan entry dengan tidak menggunakan stoploss.
Manakah yang lebih menguntungkan, trend trading atau scalping?
Pada prinsipnya keduanya sama-sama menguntungkan, akan tetapi dari segi efiensi waktu akan lebih menguntungkan scalping.
Trend trading memerlukan waktu lebih lama, misalnya untuk menghasilkan 50 pip diperlukan waktu 5 jam. Coba bandingkan kalau melakukan scalping 5 pip dengan waktu hanya 10 menit. Dari perhitungan tersebut tentunya akan lebih menguntungkan scalping karena dalam waktu yang lebih singkat menghasilkan jumlah pip yang sama dengan trend trading.
Akan tetapi, pemilihan apakah melakukan trend trading atau scalping, sebenarnya kembali kepada pribadi masing-masing. Trading adalah personal, kalau lebih cocok melakukan scalping, ya sudah lakukan itu saja dan jangan berpikir untuk beralih ke trend trading. Toh tujuan akhirnya sama saja, yaitu perolehan profit.
Kita lihat hasil kontes trading pada minggu depan, apakah peserta diatas dapat bertahan tetap pada peringkat 10 besar.
Langganan:
Komentar (Atom)





















