Minggu, 19 Juni 2011

How to Big Profit? #3

Sebulan yang lalu, berhasil menghasilkan profit 500% dan 700% hanya dalam waktu seminggu rasanya sudah sangat senang. Meskipun profit tersebut dihasilkan masih di demo account tetapi paling tidak hal tersebut menunjukkan bahwa cara trading dan sistem yang digunakan arahnya sudah benar.




Minggu ini (setelah minggu-minggu sebelumnya babak belur terus menerus karena loss akibat konsistensi masih belum baik, yang untungnya masih di demo :) ), kemajuan signifikan mulai terlihat dan hasilnya jauh lebih baik dari sebulan yang lalu. Hanya dengan melakukan trading selama 2 hari, rekor baru berupa profit 850% berhasil dicapai. Jumlah profit yang sebulan lalu yang harus diperoleh dalam waktu seminggu, sekarang hanya dalam waktu 2 hari saja.



Kemajuan ini juga berdampak mengubah persepsi yang selama ini saya pahami perihal trading. Sebelum hal ini terjadi, saya selalu beranggapan bahwa untuk sukses dalam trading maka profit yang diperoleh dari sekali trading haruslah besar.

Bandingkan saja kedua hasil diatas, terlihat bahwa pada bulan lalu menghasilkan rata-rata 21 - 26 pip dalam sekali trading, sedangkan hasil minggu ini rata-rata hanya sebesar 11 pip.

Tetapi kenapa hasil dengan pip lebih kecil mengalahkan yang lebih besar nilai pip-nya?

Rahasianya terletak pada tingkat akurasi dan jumlah lot yang digunakan.

Menggunakan jumlah lot lebih besar tentunya akan meningkatkan resiko. Bila salah analisa dan akhirnya loss, maka nilai loss akan besar. Akan tetapi sepanjang tingkat akurasi telah terjamin sangat baik, maka menggunakan jumlah lot besar akan berdampak meningkatkan nilai profit secara sigifikan. Hal tersebut yang menjadikan perolehan profit hanya dari 2 hari trading melesat.

Hal inilah yang mengubah persepsi saya perihal trading, telah terbukti bahwa tidak apa-apa memperoleh hanya 1- 2 pip saja. Akan tetapi apabila hal ini dilakukan secara terus menerus maka yang semula hanya kecil maka lama kelamaan akan menjadi bukit.

Sering kali dalam melakukan trading, kita tidak segera exit dikarenakan masih berharap laba akan lebih meningkat. Dan seringkali pula ternyata harapan tersebut salah, harga berbalik arah dengan cepatnya dan entry yang semula profit akhirnya berubah menjadi loss.

Fakta diatas telah membuktikan bahwa sekecil apapun pip yang diperoleh, tidak masalah. Perlu diingat bahwa yang utama bukanlah nilai pip dari hasil sekali trading, tetapi berapa jumlah pip yang mampu dikumpulkan dalam sehari, seminggu, sebulan, atau setahun melakukan trading.

Bila entry 1 hanya menghasilkan 2 pip, tidak apa-apa, toh masih profit. Entry 2 mungkin menghasilkan 10 pip. Bahkan bila trending terjadi, mungkin pada entry 3 dapat menghasilkan 100 pip.

Atau contoh ekstrim lain, dalam sehari hanya menghasilkan 2 pip terus menerus. Memang kelihatannya kecil, tetapi bila hal tersebut dilakukan sebanyak 100 kali, menjadi besar dikarenakan totalnya adalah 200 pip.

Itu apabila hanya melihat dari nilai pip-nya saja, tetapi bayangkan berapa yang dihasilkan meskipun hanya 2 pip saja tetapi yang digunakan adalah 10 atau 100 lot tiap kali melakukan entry. Menjadi sangat besar bukan?

Inti dari penjelasan diatas, berapapun pip yang dihasilkan, tetap saja dinamakan profit. Lebih baik profit bukan daripada mengalami loss hanya gara-gara berharap pip yang lebih besar?

Kebanyakan dari kita selalu berkonsentrasi pada trading yang dilakukan saat ini. Oleh karenanya kebanyakan cenderung "sangat setia" dengan trading saat ini dan tidak segera exit pada saat seharusnya exit. Yang utama bukanlah trading yang sedang terjadi sekarang, tetapi trading berikutnya.

Exitlah sesegera mungkin pada saat harus exit dan jangan terlalu "setia". Tidak apa-apa menghasilkan hanya 1 pip, toh market selalu bergerak naik turun dan selalu ada kesempatan berikutnya. Mungkin pada kesempatan berikutnya hasilnya dapat lebih baik. Yang penting saat ini menghasilkan profit, meskipun hanya 1 pip.

Jangan remehkan nilai 1 pip tersebut. Meskipun sekarang hanya 1 pip tetapi nantinya dapat menghasilkan profit segunung bila dikumpulkan sedikit demi sedikit. Berikut contoh bahwa yang kecil tidak boleh dianggap remeh:



Terlihat pada gambar diatas, meskipun rata-rata perolehan profit hanya 2 pip dan total jumlah pip nyaris sama atau bahkan lebih kecil daripada nilai perolehan pip dari trading yang saya lakukan, tetapi terbukti dapat menghasilkan profit sangat fantastis.

Gambar diatas juga menunjukkan bahwa yang utama adalah tingkat akurasi, jumlah lot yang digunakan, dan nilai loss harus lebih kecil daripada nilai profit.

Jangan terpaku dengan perolehan pip, ukuran sukses tidaknya trading bukan terletak pada nilai pip. Tidak masalah bila perolehan pip kecil, karena bukan pip yang menjadi tolok ukur.

Tolok ukurnya terletak bagaimana caranya agar tingkat akurasi tetap baik dan nilai loss tetap kecil. Bila 2 faktor utama tersebut dapat dilakukan maka memperoleh profit fantastis adalah hal yang mudah. Tingkatkan saja jumlah lot maka profit akan melesat dengan cepat.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya agar tingkat akurasi baik dan nilai loss tetap kecil?

Jawabannya hanya 1, yaitu berlatih keras selama 10 ribu jam seperti yang ditulis pada artikel berikut ini:

Seperti ditulis pada artikel sebelumnya, indikator kadang kala menyesatkan. Yang menyelamatkan dari kesalahan entry hanya karena telah hafal pola pergerakan harga (price action pattern).

Untuk dapat memahami pola tersebut dan kemudian hafal, tentunya dibutuhkan ketekunan ribuan jam di depan monitor memperhatikan pola yang terjadi. Oleh karenanya, jangan pernah anggap bahwa trading itu mudah.

Yang sukses dalam trading hanyalah mereka yang tekun dan mau bekerja keras meluangkan waktu untuk berlatih terus menerus. Sehingga akhirnya timbul sebuah rumus perihal bagaimana agar menjadi seorang trader sukses, yaitu:
(Work + Time) = (Success + Perseverance) = Wealth

Kadang kala di forum atau di web menyatakan bahwa seorang professional trader tidak harus berada di depan monitor terus menerus, cukup sebentar saja dan profit fantastis berhasil diperoleh. Informasi seperti ini yang menyesatkan, karena kalau kita pikir kembali bagaimana mereka bisa melakukan hal tersebut hanya dengan waktu yang hanya sebentar? Sedangkan kita sendiri terus menerus di depan monitor tetapi justru hasilnya loss :)

Apa yang membedakannya?

Otak dan mata professional trader tersebut sudah sangat terlatih sehingga dengan melihat chart sekilas saja maka dapat melakukan trading yang hasilnya profit. Tidak mungkin bukan dapat mencapai tingkatan seperti itu hanya berlatih dalam waktu singkat? Professional trader pun sebelum dapat mencapai hal tersebut tentunya juga sudah menghabiskan waktu ribuan jam untuk berlatih.

Tetapi yang ditulis di forum atau di web seolah-olah menyatakan bahwa kita tidak perlu terus menerus di depan monitor, toh professional trader pun tidak begitu. Hal seperti inilah yang menyesatkan.

Ibaratnya kita ini pengangguran tetapi bergaya seperti orang kaya. Toh semua orang kaya selalu makannya di restoran, bukan di warteg. Coba saja lakukan seperti itu padahal kita masih pengangguran, tentunya akan babak belur sendiri :)

Hal ini juga dapat diibaratkan seperi membandingkan seorang dokter spesialis yang sudah berumur 50 tahun dengan dokter muda yang baru lulus kuliah. Kenapa dokter spesialis dalam waktu singkat langsung paham penyakit pasien hanya dengan diagnosa singkat? Kenapa dokter muda memerlukan banyak membaca hasil test labolatorium terlebih dahulu baru dapat mendiagnosa (yang terkadang masih suka salah :) )?

Pengalaman yang membedakannya. Dokter spesialis selama puluhan tahun terlatih menghadapi berbagai kondisi pasien sehingga akhirnya terbentuk intuisi didalam dirinya. Tidak perlu lagi mengharuskan pasien untuk menjalani berbagai macam test labolatorium untuk diagnosa yang tepat. Intuisi didalam dirinya yang menuntun agar dapat memberikan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Sedangkan dokter muda mengharuskan pasien melakukan banyak test labolatorium terlebih dahulu karena intuisi didalam dirinya belum terbentuk. Yang membimbing dokter muda ini agar dapat melakukan diagnosa adalah hasil test tersebut. Tanpa adanya hasil test, si dokter akan merasa gamang.

Disitulah letak perbedaannya, dokter spesialis cukup dengan intuisi (price action) sedangkan dokter muda memerlukan hasil test labolatorium (indikator).

Apakah menggunakan indikator berarti akan menyesatkan dan cenderung salah?

Trading adalah personal, tiap orang memiliki cara masing-masing untuk melakukan trading. Tuhan menciptakan kita berbeda satu sama lain, berbeda fisik, berbeda pola pikir, dan berbeda cara dalam memandang sesuatu.

Seringkali kita baca di forum atau di web yang menyatakan bahwa cara trading yang baik adalah sama sekali tidak menggunakan indikator dan benar-benar hanya mengandalkan kepada price action. Kita karena belum begitu memahami, cenderung mengikuti saran tersebut dan akhirnya babak belur.

Tugas utama seorang trader hanya 2 hal, yaitu yang paling utama adalah menjaga agar account tetap selamat (nilai loss harus sekecil mungkin) dan tugas kedua adalah menghasilkan profit (tidak peduli berapa pip, yang penting profit).

Bagaimana caranya agar 2 tugas tersebut dapat dicapai? Terserah Anda sendiri.

Bila lebih suka menggunakan indikator, gunakan saja indikator, bahkan sampai 100 indikator pun tidak masalah, yang penting 2 tugas utama tersebut dapat dicapai. Bila lebih suka dengan price action, gunakan itu.

Tuhan menciptakan kita berbeda satu dengan lainnya, jangan paksakan diri menggunakan cara yang tidak sesuai dengan diri Anda.

Menggunakan banyak indikator bukanlah sesuatu yang salah. Tolok ukur sukses tidaknya trading bukan terletak pada caranya, tetapi terletak pada hasil. Oleh karenanya, silahkan saja menggunakan cara apapun yang cocok dengan diri sendiri agar dapat mencapai tujuan.

Yakinlah pada diri sendiri dan dengan cara Anda sendiri. Jangan terlalu banyak mendengarkan saran atau pendapat orang lain karena dalam trading justru hal seperti ini akan membingungkan Anda sendiri dan menyebabkan Anda menjadi lebih lamban untuk mencapai tujuan.

Usahakan tetap fokus dan berjalan lurus ke arah tujuan.

Saran atau pendapat orang lain justru akan membuat Anda menjadi lebih sering belak belok dan tidak lurus lagi. Ingat, Tuhan menciptakan kita berbeda-beda, belum tentu saran atau pendapat tersebut cocok untuk diri Anda. Karena apabila Anda sering mendengarkan saran tersebut, maka waktu Anda akan terbuang percuma hanya untuk mengikuti dan mencoba saran yang belum tentu cocok.

Trading bukanlah sebuah komunitas sosial. Trading juga bukan pekerjaan team. Trading adalah pekerjaan individu. Oleh karenanya, sering kali dikatakan bahwa "trading is a lonely job" karena dilakukan sendirian.

Tentunya hal ini salah kalau Anda tidak mendengar pendapat atau saran orang lain bila berkaitan dengan komunitas sosial atau pekerjaan kantor yang dikerjakan oleh team. Anda akan dianggap egois, semaunya sendiri, dan otoriter. Dalam komunitas sosial, kewajiban kita adalah menjaga agar seminimal mungkin tidak timbul konflik sehingga yang terbaik dilakukan adalah lebih banyak mendengar, memberikan kesempatan pada yang lain, untuk kemudian dilakukan bersama-sama. Tugas kita disini adalah agar "everybody happy" :)

Tetapi kenyataan dari trading, jauh berbeda dengan kehidupan nyata yang kita jalani sehari-hari. Hanya satu yang wajib dipercayai yaitu diri sendiri dan jangan pernah pedulikan omongan orang lain. Tugas kita disini bukan untuk membuat "everybody happy" tetapi bagaimana caranya agar profit. Toh nantinya kalau profit, apalagi melakukan managed funds, everybody will happy :)

Market dapat diibaratkan seperti medan perang dimana tiap orang memiliki cara tempur masing-masing sesuai kepribadiannya. Tugas utamanya bukanlah meraih kemenangan, tetapi menyelamatkan nyawa terlebih dahulu. Bagaimana bisa menang kalau nyawa hilang?

Oleh karenanya utamakan terlebih dahulu keselamatan modal, baru kemudian berpikir profit. Anda tidak akan bisa memperoleh profit kalau modal amblas. Selalu ingat bahwa modal tersebut adalah nyawa Anda dan gunakan segala cara agar nyawa tersebut tetap selamat.

Yang perlu diingat, nyawa Anda hanya 1. Anda bukan kucing yang katanya memiliki 7 nyawa :) Oleh karenanya jangan pernah berpikir untuk menjadi kucing, berusaha sekeras mungkin pertahankan nyawa satu-satunya yang dimiliki.

Berlatih dengan tekun bagaimana caranya agar entry dapat menjadi lebih baik sehingga stoploss yang digunakan dapat sekecil mungkin. Inilah kunci utama untuk menyelamatkan modal.

Ibarat bertempur, baru maju kalau diperkirakan Anda akan menang dan beresiko hanya lecet-lecet saja. Jangan pernah nekad maju kalau akibatnya tangan atau kaki atau bahkan kepala terpotong. Hal ini konyol karena bukan kemenangan yang diperoleh, justru nyawa hilang. Berlatihlah agar intuisi memperkirakan resiko dapat terbentuk dalam diri.

Segera mundur (gunakan stoploss) apabila terlihat tanda-tanda jelas-jelas kalah, jangan pernah nekad untuk maju terus karena akibatnya akan kehilangan segalanya. Loss adalah hal yang biasanya dalam trading. Selalu tanamkan bahwa loss adalah sebuah penghematan dan penyelamat account. Lebih baik loss kecil sekarang daripada bertahan dan berakibat loss memakan modal.

Trading bukanlah judi. Trading memerlukan keahlian dan memerlukan kemampuan manajemen. Temukan hal tersebut pada diri Anda maka sukses akan mudah dicapai.

Forex memiliki potensi yang tidak terbatas. Lihat saja pada gambar diatas, sudah terbukti berapa banyak profit yang akan dapat diperoleh kalau keahlian ini ada di dalam diri Anda.

Forex juga memberikan freedom. Kita tidak harus bekerja lagi di kantor, cukup dari rumah atau darimanapun sepanjang terdapat koneksi internet. Bisa dilakukan kapanpun sesuka Anda. Tidak perlu memiliki karyawan (yang kadang repot mengaturnya). Tidak memiliki boss karena Anda sendirilah yang menjadi boss-nya.

Forex juga memberikan kebebasan untuk mengekspresikan kreativitas diri. Pernah mengalami bahwa ide-ide cemerlang yang Anda miliki tidak dapat diterima dan kurang dihargai oleh atasan? Hal ini tidak terjadi lagi di forex, Anda dapat sebebas-bebasnya berkreasi, silahkan gunakan cara apapun sesuai ide kreatif yang dimiliki.

Nah, dengan potensi sebesar itu dan nantinya freedom juga diperoleh, meskipun harus belajar selama 10 tahun pun tidak masalah bukan? Mana ada pekerjaan lain yang memberikan potensi sekaligus kebebasan sebesar ini?

Hidup ini tergantung pada kemauan diri sendiri untuk nantinya menjadi seperti apa. Tuhan sudah memberikan modalnya didalam diri kita, tinggal kita sendiri mencari cara bagaimana memaksimalkan apa yang ada didalam diri agar nantinya kesuksesan dapat dicapai.

Orang bilang bahwa kesuksesan terletak pada pola pikir (mindset), hal tersebut benar adanya. Itulah modal kita untuk memaksimalkan apa yang sudah diberikan oleh Tuhan.

Latih diri agar pola pikir tersebut dapat terbentuk. Latih diri untuk membaca trend agar intuisi terbentuk. Latih diri untuk membaca perilaku indikator agar tidak terjebak. Latih diri untuk menghapalkan price action agar entry exit lebih akurat.

Kuncinya terletak pada cara kita memandang dan berpikir.

Kita sendiri yang membuat diri terbelenggu karena pola pikir salah. Kita sendiri yang membuat hidup yang kita jalani biasa-biasa saja karena tidak pernah terpikir untuk menjadi besar. Kita sendiri yang membuat loss karena cara memandang indikator yang salah.

Kita sendiri yang menjadikan hidup ini lebih sulit karena kurang menghagai pemberian Tuhan dan kurang memaksimalkannya.

Menyimpang sedikit, semalam saya menonton sebuah film hasil download dari internet (mungkin belum beredar di bioskop disini) yang berjudul Sucker Punch. Judulnya agak aneh :), tetapi filmnya sangat bagus dikarenakan menggunakan efek canggih, sudut penggambilan gambar yang professional, dan alur ceritanya pun menarik (bila berminat dapat download film-nya dari www.freshwap.com/movies/ dan subtitle-nya dari subscene.com).

Dalam film tersebut terdapat beberapa kalimat cukup menarik berkaitan dengan pola pikir yang dicuplik dibawah ini:

Who honors those we love with the very life we live?
Who sends monsters to kill us and at the same time sings that we'll never die?
Who teaches us what's real and how to laugh at lies?
Who decides why we live and what we'll die to defend?
Who chains us?
And who holds the key that can set us free?

It's you.

If you don't stand for something, you'll fall for anything.

You have all the weapons you need.
Now fight...

Great trader is a warrior who love to fight in never ending battlefield (market)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar