Kamis, 02 Juni 2011

Brokers Tricks #2

Sebulan yang lalu server demo Forex.com mengalami gangguan dimana untuk melakukan entry, exit, perubahan nilai stoploss maupun takeprofit tidak dapat dilakukan.

Berikut adalah gambar saat server tersebut mengalami error:






Terlihat pada gambar diatas, stoploss sama sekali tidak bekerja. Entry mengalami loss dan tidak di close secara otomatis oleh server. Perhatikan juga pada trade windows, nilai stoploss diberi warna kuning, yang menandakan bahwa stoploss tidak bekerja.

Hal ini sangatlah jarang terjadi, selama bertahun-tahun menggunakan demo baru kali ini saya mengalaminya.

Tetapi jangan anggap hal ini hanya terjadi pada demo server saja. Justru pada live server hal ini sangat sering terjadi, terutama pada broker yang berjenis Market Maker (perihal jenis-jenis broker dapat dibaca pada artikel: Market Maker & ECN Broker).

Pada live server kondisi seperti ini biasanya terjadi saat diumumkannya high impact news. Pada saat tersebut, terminal Metatrader klien akan di "freeze" oleh broker sehingga klien tidak dapat melakukan apapun.

Kalau hanya sekedar freeze saja tidak masalah, tetapi pada umumnya broker juga melakukan kecurangan dengan melakukan delay terhadap stoploss (seperti dicontohkan gambar diatas). Stoploss dibuat tidak bekerja beberapa lama dan baru aktif kembali setelah high impact news selesai diberitakan.

Misalnya entry dengan stoploss 30 pip, bila dampak news tersebut mengakibatkan pergerakan 100 pip melawan arah entry, maka jangan harap entry tersebut loss-nya hanya sebesar 30 pip. Stoploss baru bekerja saat mencapai 100 pip atau bahkan 120 pip, sehingga yang terjadi adalah loss 100 pip dan bukan hanya 30 pip.

Kejadian ini pernah saya alami, yang kemudian saya lakukan live chat dan komplain ke technical support broker. Mereka beralasan bahwa karena pergerakan harga akibat news sangatlah cepat, maka server menjadi terlambat mengantipasinya. Stoploss baru bekerja setelah pergerakan harga menjadi normal kembali (artinya baru normal di 100 pip).

Saat tersebut saya percaya saja, maklum baru mengenal forex. Hanya saja tetap timbul tanda tanya, kok bisa ya server telat?

Perlu diketahui bahwa begitu entry dilakukan maka nilai stoploss dan takeprofit tidak lagi tersimpan di komputer klien, akan tetapi tersimpan di server broker. Sehingga bila komputer klien mati atau koneksi internet terputus, maka order tersebut tetap akan aman karena secara otomatis akan ditangani oleh server broker.

Bila seharusnya order di close dengan stoploss, maka order akan di close dalam kondisi loss dan sebaliknya apabila nilai takeprofit tersentuh, maka order akan di close dalam kondisi profit.

Oleh karenanya, biasakan untuk memasang nilai stoploss dan takeprofit pada saat melakukan entry. Hal ini untuk berjaga-jaga apabila listrik atau internet mati, order akan tetap aman karena otomatis ditangani oleh server broker.

Terutama nilai stoploss yang harus diutamakan untuk ditentukan sejak awal, hal ini untuk menghindari apabila terjadi gangguan koneksi dan arah trend berlawanan dengan entry maka modal tetap selamat karena order akan close otomatis saat terkena stoploss.

Kembali pada keterlambatan memproses stoploss. kok bisa ya telat memproses sesuatu yang sudah tersimpan di server?

Seharusnya keterlambatan tersebut tidak terjadi. Kalau nilai stoploss berada di komputer klien, tentunya dapat dimaklumi apabila terjadi kelambanan, mungkin karena koneksi internet yang tidak baik, mungkin karena listrik mati, atau penyebab-penyebab lainnya.

Nah, nilai stoploss sudah tersimpan di server, tetapi kenapa tetap saja telat? Pertanyaan ini sangat mengganggu, karena secara logika hal ini tidak mungkin terjadi.

Akhirnya jawavab ditemukan setelah mengetahui adanya software yang bernama Virtual Dealer Plugin, sebagaimana pernah ditulis pada artikel Brokers Tricks.



Software tersebutlah yang melakukan agar terjadi keterlambatan. Dengan adanya keterlambatan proses maka klien akan mengalami loss yang lebih besar daripada yang seharusnya sehingga broker akan diuntungkan.

Oleh karenanya, waspada bila order tidak close otomatis padahal nilai stoploss terlewati dan diberi warna kuning seperti gambar diatas. Bila hal ini terjadi pada Anda, segeralah pindah broker. Sudah jelas broker tersebut melakukan kecurangan dengan bantuan software Virtual Dealer Plugin.

Hampir seluruh Market Maker broker cenderung melakukan hal tersebut. Hal ini dikarenakan loss yang Anda alami adalah keuntungan broker. Makin banyak Anda mengalami loss, maka broker akan semakin diuntungkan.

Segeralah pindah ke broker yang berjenis STP atau ECN (GoMarkets, Vantage FX, dll) yang lebih aman dan lebih pasti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar