Minggu, 12 Juni 2011

VPS for EA Testing #3

Pak Ary,

Sudah memasuki minggu ketiga saya mencoba EA hasil utak-atik menggunakan VPS. Namun belakangan saya bingung lantaran EA tidak berhasil membuka atau menutup close dengan sempurna. Tampaknya masalah yang sama seperti yang dulu pernah saya ungkapkan terjadi kembali.

Awalnya saya menduga ada masalah dengan server demo. Kecurigaan saya tanpa dugaan belaka, melalui trace, algoritma OrderSend() dan OrderClose() sudah dijalankan oleh EA tapi tampaknya tidak terjadi sesuai yang diharapkan.

Ya memang beberapa kali pada forum broker yang bersangkutan diumumkan terkadang maintenance dilakukan pada server demo sementara untuk server real tetap aman. Namun saya curiga apakah harus sesering itu dilakukan maintenance sehingga MetaTrader tidak terbuka padahal algoritma sudah dijalankan.

Entahlah, sampai saat ini saya belum mendapatkan jawaban yang jelas namun saya menemukan 'malpraktek' EA saat melakukan akses ke VPS.

Akses yang saya lakukan melalui PC dan Laptop. Teringat masalah pada jumlah session yang diberikan tampaknya tidak ada perbedaan awalnya saat mencoba mengakses server melalui dua hardware tersebut. Lama kelamaan saya melihat bedanya.

Tidak seperti pada cerita kasus Pak Ary yang dalam sebuah sesi akan tampak MetaTrader terbuka rapi berurutan sementara pada sesi lainnya ditampilkan sebuah Desktop kosong, pada kedua sesi VPS saya tetap ditampilkan MetaTrader layaknya seperti pertama kali pemasangan program" tersebut (menggunakan PC).

Oh ya, saya menggunakan SWVPS. Hingga saat ini belum ada masalah dengan VPS tersebut. Cukup puas. :)

Yang membedakan adalah saat saya mengakses melalui Laptop (beberapa hari kemudian), tampak muncul Live Update dan EA yang tidak terpasang pada chart.

Itu saja yang membedakan. Setelah tidak melakukan akses VPS menggunakan Laptop (sesi 2), EA berjalan baik kembali.

Saya belum bisa menggunakan Ultra VNC karena settingannya rumit. Bisakah Pak Ary membantu saya untuk menggunakan program tersebut langkah demi langkah?

Terima kasih untuk perhatian dan bantuannya.

Regards,
Aras




Pak Aras,

Pada umumnya broker melakukan maintenance server hanya seminggu sekali dan itupun biasanya dilakukan pada saat market closed (sabtu minggu). Akan tetapi apabila dilakukan pada saat market open dan terjadi sangat sering, maka dapat dipastikan bahwa broker tersebut kurang bonafid dikarenakan menggunakan server yang terlalu kecil kapasitasnya.

Akibat hal tersebutlah, akhirnya sering kali perlu dilakukan maintenance.

Broker yang baik justru mementingkan server demo daripada server real. Dalam dunia forex, lebih banyak pengguna demo daripada pengguna server real. Hal ini dikarenakan banyak pengguna yang menguji coba EA di demo terlebih dahulu seperti yang Pak Aras lakukan, menguji coba strategi trading baru sebelum nantinya digunakan di live account, menggunakan demo untuk belajar trading, dan berbagai alasana lainnya.

Server demo mencerminkan bonafid atau tidaknya sebuah broker. Calon klien di dunia forex pada umumnya melakukan uji coba demo terlebih dahulu sebelum mendaftar dan trading live. Oleh karenanya, broker-broker besar selalu membuat server demo lebih baik daripada server live dengan tujuan untuk menarik klien baru.

Salah satu contoh akan hal ini adalah Alpari dimana memberikan demo dengan Pro account dan bukan demo dengan Micro atau Classic account. Pro account memiliki spread jauh lebih kecil daripada Micro atau Classic sehingga calon klien merasa bahwa trading dengan Alpari sangat menguntungkan. Padahal agar dapat memperoleh Pro Account diperlukan modal minimal US$ 20 ribu (Comparing Brokers (#3)).

Atau contoh lain adalah FXDD yang memberikan demo account dengan spread yang lebih rendah daripada sebenarnya, yang pada akhirnya digugat oleh salah seorang kliennya (Comparing Brokers (#8)). Memberikan demo yang lebih baik daripada live sangatlah penting dikarenakan demo merupakan salah satu strategi marketing untuk menarik klien baru.

Situasi yang Pak Aras alami justru kebalikan dari hal diatas, server live lebih baik daripada demo. Mungkin ada baiknya Pak Aras mulai mempertimbangkan untuk pindah ke broker yang lebih bonafid :)

Disamping untuk keamanan dana, juga untuk efisiensi waktu dan tenaga. Jengkel bukan kalau sedang enak-enaknya melakukan uji coba EA tiba-tiba server di-maintenance? Apalagi kalau maintenance-nya terjadi berkali-kali :) Lebih baik pindah ke server broker lain yang lebih reliable, uji coba tidak pernah terputus dan konsentrasi dapat lebih fokus.

Apabila masalah yang Pak Aras alami adalah EA tidak berhasil membuka atau menutup close dengan sempurna, saran saya coba terlebih dahulu lakukan uji coba walk forward di Metatrader Strategy Tester. Klik saja Visual Mode seperti gambar dibawah ini untuk meneliti langkah demi langkah penyebab problem pada EA tersebut:




Alternatif lain, jalankan saja EA tersebut di PC milik Pak Aras terlebih dahulu di time frame paling kecil (M1). Menggunakan time frame kecil sangat menguntungkan karena EA berjalan cepat sehingga kesalahan pada kode dapat diketahui dengan lebih cepat juga.

Menjalankan EA pada VPS sebenarnya ditujukan apabila pengkodean telah sempurna dan digunakan untuk mengetahui apakah strategy yang digunakan profitable atau tidak bila digunakan dalam jangka panjang. Akan tetapi apabila masih terjadi kesalahan pengkodean, lebih baik dijalankan saja pada PC terlebih dahulu sehingga proses pengamatannya dapat lebih mendetil dan dapat dilakukan perbaikan lebih cepat daripada EA berada di VPS.

Tidak adanya perbedaan antar session mungkin dikarenakan Pak Aras sebelumnya telah meletakkan shortcut Metatrader pada menu StartUp. Akibat hal ini, begitu dilakukan akses session yang manapun maka pada saat session melakukan start maka seluruh shortcut yang ada pada menu StartUp juga otomatis akan dijalankan. Akibatnya Pak Aras tidak melihat adanya perbedaan antar session.

Coba hapus dahulu seluruh shortcut pada menu StartUp kemudian jalankan 2 buah Metatrader secara manual pada PC. Setelahnya lakukan akses dengan menggunakan laptop, maka hasilnya Pak Aras akan melihat Desktop kosong dikarenakan pada session laptop belum ada yang dijalankan.

Bila Pak Aras kemudian menjalankan 3 buah Metatrader di session laptop, maka yang terjadi adalah total terdapat 5 buah Metatrader yang berjalan bersamaan. 2 buah berjalan pada session 1 (session PC dan tidak terlihat karena berjalan di background) dan 3 buah Metatrader berjalan pada session 2 (session laptop dan saat ini terlihat karena sedang di akses).

Tentunya akibat hal ini akan memboroskan memory dan CPU dikarenakan 5 buah Metatrader berjalan bersamaan, padahal yang perlu dijalankan hanya 2 atau 3 Metatrader saja. Disamping itu juga menjadi membingungkan, karena masing-masing session berjalan masing-masing dan tidak saling mempengaruhi.

Untuk mengatasi hal ini, dapat dilakukan manajemen session dengan cara meng-klik menu Administrative Tools kemudian Terminal Services Manager. VPS hosting pada umumnya memberikan maksimal 2 session dan session tersebut dapat dilihat pada Terminal Services Manager seperti gambar dibawah ini:



Terlihat pada gambar diatas, session ID 0 adalah session 1 dimana saya melakukan akses dengan menggunakan Ultra VNC. Sedangkan session ID 19 adalah session 2 dimana saya melakukan akses dengan menggunakan Remote Desktop Connection (RDP).

Bila ingin agar pada laptop (session 2) dapat mengakses session PC (session 1) maka yang perlu dilakukan adalah disconnect terlebih dahulu session PC dan kemudian disconnect session laptop. Dengan demikian maka tidak ada lagi session yang aktif.

Apabila setelahnya laptop melakukan akses ke VPS maka secara otomatis diberikan session 1 oleh VPS. Hal ini dikarenakan tidak ada session yang aktif sehingga otomatis yang diberikan adalah session 1. Akan tetapi kalau sebelumnya telah terdapat session yang aktif, maka VPS akan memberikan session berikutnya yaitu session 2.

Agak membingungkan bukan?

Oleh karenanya saya lebih menyukai menggunakan Ultra VNC dikarenakan tidak repot harus memikirkan session yang mana. Ultra VNC hanya melakukan koneksi pada 1 session yang sama sehingga tidak membingungkan. Darimanapun dilakukan akses, dari PC, dari laptop, dari kantor, sepanjang akses dilakukan dengan Ultra VNC maka session yang sama yang diberikan dan yang ditampilkan pun sama.

Instalasi Ultra VNC pun mudah, memang setting-nya kelihatan rumit tetapi sebenarnya sangatlah mudah. Sebelum dapat melakukan instalasi maka tentunya terlebih dahulu download software-nya dari www.uvnc.com dimana software ini gratis dikarenakan open source. Sebagai contoh disini akan digunakan Ultra VNC terbaru versi 1.0.9.6.1.



Setelahnya lakukan saja instalasi seperti pada umumnya di PC (atau laptop) maupun di VPS. Akan tetapi terdapat perbedaan instalasi antara PC dan VPS dimana pada PC perlu dilakukan mirror driver dan addon sedangkan pada VPS tidak perlu. Sehingga instalasi pada VPS adalah seperti gambar dibawah ini:






Sedangkan instalasi pada PC atau laptop adalah seperti gambar dibawah ini:





Apabila proses instalasi telah selesai maka akan tampil server setting seperti gambar dibawah ini:



Setting pada gambar diatas adalah setting default Ultra VNC dan tidak perlu dilakukan perubahan apapun kecuali pada kolom password. Berikan password yang BERLAINAN untuk VNC Password dan View-Only Password.

VNC Password adalah password bagi pengguna yang diperbolehkan untuk dapat melakukan manajemen pada server dimana pengguna VNC yang login dengan password ini akan dapat melakukan perubahan apapun pada VPS. Sedangkan View-Only Password adalah password untuk pengguna yang hanya dapat melihat saja dan tidak dapat melakukan perubahan apapun pada VPS.

Oleh karenanya password kedua account tersebut harus berlainan. Karena apabila password-nya sama maka seluruh pengguna akan diperlakukan sebagai View-Only users dan tidak dapat melakukan perubahan apapun pada VPS.

Bila telah selesai mengubah password, maka selanjutnya klik EDIT SETTINGS pada UltraVNC menu:



Hilangkan tanda contreng pada kolom DISABLE VIEWERS INPUTS sehingga menjadi seperti gambar dibawah ini:



Menghilangkan tanda contreng pada kolom DISABLE VIEWERS INPUTS hanya untuk Ultra VNC di VPS, akan tetapi apabila Pak Aras ingin agar dimanapun dapat melakukan akses ke VPS maupun PC di rumah (seperti saya :) ) maka hilangkan juga tanda contreng DISABLE VIEWERS INPUTS pada PC. Dengan cara ini maka Pak Aras dapat mengendalikan PC di rumah meskipun sedang berada di kantor atau dimanapun.

Bila proses instalasi diatas telah selesai, selanjutnya lakukan restart pada PC maupun VPS agar Ultra VNC Server dapat berjalan sebagai Windows Services.

Tahap selanjutnya, daftarkan IP address VPS maupun PC di rumah ke www.DynDNS.com. Hal ini bertujuan untuk memudahkan akses tanpa harus repot mengingat-ingat IP address. DynDNS.com memberikan service gratis sepanjang yang didaftarkan tidak lebih dari 5 IP address. Bila lebih, trik-nya daftar saja dengan menggunakan email lain maka akan dapat gratis 5 buah lagi :)

Setelah proses pendaftaran di DynDNS.com selesai, klik saja Add Host Service seperti gambar dibawah ini:



DynDNS.com memberikan pilihan nama domain yang sangat banyak, silahkan pilih saja domain yang mana yang disukai dan mudah diingat seperti terlihat pada gambar dibawah ini:




Isikan IP address VPS pada kolom IP address. Pada umumnya IP address pada VPS bersifat statis yaitu tidak akan berubah sampai kapanpun. Sehingga proses pengisian IP address seperti pada gambar diatas hanya perlu dilakukan sekali saja.

Setelahnya klik saja Proceed to Checkout dan Activate Service. Maka host name baru milik Pak Aras akan segera diaktifkan seperti gambar dibawah ini:




Selanjutnya tunggu sekitar 5-10 menit untuk memberi waktu agar host name tersebut disebarkan oleh DynDNS.com ke berbagai DNS server di seluruh penjuru internet. Kemudian lakukan akses ke VPS dengan menggunakan Ultra VNC (atau dapat juga dengan Remote Desktop Connection) dengan menggunakan nama host baru seperti gambar dibawah ini:



Terlihat pada gambar diatas bahwa koneksi dilakukan dengan setting SLOW. Hal ini hanya untuk mempercepat koneksi ke VPS dikarenakan hanya digunakan 8 color. Semakin besar color maka akan semakin lamban dikarenakan file data yang dikirim juga makin membesar.

Bila koneksi telah berhasil dilakukan dan ingin agar tampilan menjadi lebih detil, maka tingkatkan saja nilai color dengan cara seperti dibawah ini:



Tingkatkan menjadi 256 color atau true color, tetapi pada umumnya 256 color saja sudah mencukupi.

Bila Pak Aras ingin agar PC di rumah dapat diakses secara remote darimanapun menggunakan Ultra VNC sedangkan IP address PC tersebut selalu berubah-ubah dikarenakan ISP tidak memberikan IP statis seperti layaknya VPS, maka dapat digunakan software yang bernama DynDNS Updater.



Install saja software tersebut pada PC dan konfigurasi sesuai dengan host name yang telah didaftarkan pada DynDNS.com (misalnya pc-rumah-aras.is-very-nice.org). Software DynDNS Updater akan selalu secara otomatis melakukan updating apabila terjadi perubahan IP address. Dengan demikian host name pc-rumah-aras.is-very-nice.org akan selalu mengarah kepada IP address terkini.

Semoga artikel perihal Windows Session, Ultra VNC, dan DynDNS ini dapat membuat Pak Aras terbantu dan tidak lagi kesulitan dalam mengelola VPS.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar