Sabtu, 08 Januari 2011

Trading Mistakes

Selama seminggu mencoba melakukan manual trading menggunakan strategi baru hasilnya mengecewakan. Modal tergerus sebesar 32,58%, dimana modal yang semula US$ 5.000 menjadi hanya tersisa US$ 3.371.



Statistik myfxbook.com menunjukkan hasil sebagai berikut:
- Average Wins: 5,51 pip atau US$ 37
- Average Loss: US$ 39,43 pip atau US$ 209
- Best Trade: 27,5 pip atau US$ 302
- Worst Trade: 94 pip atau US$ 470
- Total Trades: 56



Akurasi (Trades Won) menunjukkan hasil yang baik yaitu sebesar 73%. Trading yang menghasilkan profit terjadi sebanyak 41 kali dari 56 trading (73%), sedangkan loss hanya 15 kali dari 56 trading (27%).

Pertanyaannya, kenapa modal tergerus padahal akurasi cukup baik?

Dalam dunia trading, akurasi minimal yang diperlukan hanyalah 60%. Karena cukup dengan akurasi 60% saja, trading akan menghasilkan profit. Oleh karenanya, jangan beranggapan bahwa dalam melakukan trading harus mampu memiliki akurasi sampai 100% baru dianggap sebagai trader professional.

Masih ingat tulisan terdahulu, Analyzing The Winners? Akurasi juara Oktober 2010 kontes trading myfxbook.com hanya 67% tetapi profit yang dihasilkan fantastis, yaitu 40 kali lipat jumlah modal hanya dalam waktu 1 bulan.

Patokan untuk menjadi seorang trader professional bukanlah pada akurasi, tetapi kepada berapa jumlah profit yang mampu dihasilkan. Percuma saja memiliki akurasi 99% tetapi tidak menghasilkan profit.

Ehm... kok bisa ya? Akurasi 99% tetapi tidak profit?

Bisa saja, seperti halnya trading yang dilakukan minggu ini, akurasi 73% tetapi hasilnya loss. Akurasi bukanlah hal utama untuk menghasilkan profit, tetapi yang utama adalah Risk Reward Ratio (RR).

Berikut dibawah ini analisa kesalahan-kesalahan yang dilakukan sehingga menyebabkan modal tergerus:



Pertama, mengubah nilai Stoploss menjadi lebih besar padahal jelas-jelas entry melawan arah trend.

Jangan pernah berharap entry yang salah akan berubah menjadi profit. Adanya harapan tersebutlah yang mengakibatkan dilakukan perubahan nilai Stoploss menjadi lebih besar. Lebih baik hilangkan harapan tersebut dan tetap disiplin jangan pernah membesarkan nilai Stoploss.

Membesarkan nilai Stoploss hanya diperkenankan apabila 2 hal dibawah ini terjadi:
- Yakin bahwa trend masih mengarah sesuai harapan dan yang terjadi hanyalah pembalikan (retrace) sementara
- Market sedang sideways (ranging) dimana harga naik turun di tempat yang sama

Bila salah satu dari kedua hal diatas terjadi, maka melebarkan nilai Stoploss akan menguntungkan karena entry yang semula loss akan berubah menjadi profit karena trend akan kembali berbalik sesuai dengan arah entry.

Tetapi apabila entry jelas-jelas melawan arah trend, maka lebih hemat kalau dibiarkan saja terkena Stoploss dan kemudian loss. Hal ini jauh lebih hemat daripada melebarkan Stoploss.

Perlu diketahui, begitu trend terjadi maka trend tersebut akan bergerak sampai ratusan pip dan belum tentu akan berbalik arah kembali. Bisa saja trend tersebut terus menerus mengarah ke satu arah saja dan tidak pernah kembali ke arah semula. Tentunya modal yang dimiliki tidak akan pernah dapat menahan kerugian sebanyak ratusan pip. Oleh karenanya, lebih hemat dibiarkan saja loss (tetapi minimal), daripada loss ratusan pip.

Kedua, penggunaan nilai Stoploss yang terlalu sempit.

Penggunaan nilai Stoploss yang terlalu sempit (dalam hal ini 20 pip), memerlukan entry timing sangat presisi. Entry hanya dilakukan pada saat market benar-benar dalam kondisi trending bila tidak ingin terkena Stoploss.

Tetapi bila market tidak sedang trending (sideways/ranging), lebih baik digunakan Stoploss yang agak lebih lebar agar terhindar terkena Stoploss terus menerus, yaitu yang optimal sekitar 30 atau 40 pip. Hanya saja usahakan entry yang dilakukan pasti benar untuk menjaga agar loss tetap minimal meskipun dilakukan pelebaran nilai Stoploss.



Ketiga, hindari high impact news.

Loss pada kesalahan ketiga akibat melakukan trading pada saat high impact news Non Farm Payroll di-release pada hari Jumat malam kemarin. Sebagian besar high impact news biasanya akan searah dengan arah trend, sehingga trend akan menjadi lebih kencang akibat dorongan news tersebut.

Tetapi yang terjadi kemarin, justru sebaliknya. High impact news justru mengarah berlawanan, sehingga bukannya trend menjadi lebih kencang tetapi malah berbalik arah. Meskipun pembalikan arah tersebut hanyalah sementara, tetapi Stoploss telah terlanjur terkena sehingga loss terjadi.

Keempat, nilai profit yang lebih kecil daripada nilai loss.

Inilah yang disebut sebagai Risk Reward Ratio, yaitu nilai profit harus lebih besar daripada nilai loss. Sehingga meskipun akurasi 73% atau bahkan 99% pun tetapi kalau Risk Reward Ratio-nya (RR) buruk maka hasilnya akan loss.

Perhatikan saja data statistik myfxbook.com berikut yang menunjukkan bahwa RR trading ini sangatlah buruk dimana loss selalu lebih besar daripada profit:
- Average Wins: 5,51 pip atau US$ 37
- Average Loss: US$ 39,43 pip atau US$ 209
- Best Trade: 27,5 pip atau US$ 302
- Worst Trade: 94 pip atau US$ 470

Untuk mengatasi hal ini, sebelum dilakukan entry, hitung terlebih dahulu apakah bila entry dilakukan maka RR-nya akan seimbang. Bila tidak, lebih baik sama sekali tidak melakukan entry karena resiko loss akan lebih besar daripada kemungkinan memperoleh profit.

Kelima, pemahaman mendalam terhadap sistem trading yang digunakan.

Kesalahan terakhir dari trading yang dilakukan adalah belum adanya pemahaman mendalam terhadap sistem trading yang digunakan. Seperti ditulis sebelumnya, trading yang dilakukan minggu ini adalah uji coba strategi baru, tetapi karena belum diperoleh pemahaman mendalam, akibatnya entry dan exit tidak optimal.

Oleh karenanya, pahami betul karakteristik sistem trading yang digunakan dengan sering berlatih menggunakan demo account. Apabila profit konsisten telah diperoleh selama 2 bulan berturut-turut di demo, barulah beralih ke live account.

Tahukah Anda tujuan saya menulis di blog ini?

Blog ini sebenarnya adalah catatan pribadi segala macam kesalahan trading yang pernah dibuat dan dilakukan. Kebanyakan orang lebih suka melupakan kesalahan yang dilakukan karena rasanya tidak nyaman kalau mengingat-ingatnya. Tetapi saya sendiri justru lebih suka mengingat dan mencatatnya, agar kesalahan-kesalahan tersebut dapat diperbaiki sehingga tidak terulang lagi di masa mendatang.

Melakukan kesalahan sebenarnya adalah proses pembelajaran menuju kebenaran. Dengan berani melakukan kesalahan, maka Anda kemudian akan paham bagaimana caranya menuju yang benar.

Oleh karenanya, beranilah melangkah dan melakukan meskipun kemudian ternyata salah. Asalkan setelahnya ingat-ingat, catat, cari penyebabnya, dan temukan solusinya. Semakin banyak kesalahan yang dilakukan maka akan semakin banyak juga kebenaran yang ditemukan, asalkan mau terus menerus melakukan perbaikan dan mencari solusinya.

Dengan menulisnya di blog ini sehingga dapat dibaca oleh semua orang, diharapkan Anda tidak akan melakukan berbagai kesalahan yang pernah saya lakukan. Lebih menghemat waktu bukan? Anda tidak perlu melakukannya sendiri, tetapi cukup membacanya disini sehingga mengetahui apa saja yang salah dan bagaimana caranya untuk menjadi benar.

Sedikit menyimpang dari judul tulisan ini, perihal perbedaan data feed robot, ternyata disebabkan karena Metatrader Backtester tidak menggunakan "tick data" (aliran data detik demi detik seperti layaknya kondisi market sebenarnya) tetapi menggunakan interpolasi data 1 menit. Informasi ini ditemukan setelah menjelajah berbagai website dengan bantuan Google.

Akibatnya, hasil backtest cenderung menyesatkan karena data yang digunakan sebagai dasar dilakukan backtest adalah data "sesat". Pantas saja, kenapa selama ini robot hasilnya bagus dalam backtest tetapi dalam demo maupun live buruk.

Paling tidak dengan adanya informasi ini, penyebab utama sudah ditemukan, tinggal mencari solusinya dan memulai lagi membuat robot yang lebih baik.

Forex adalah dunia tertutup. Disamping itu, Forex trading juga ilmu mahal, perhatikan saja rata-rata website forex, pada umumnya menjual robot atau indikator, menjual DVD seminar atau e-book, dan segala macam lainnya yang seluruhnya tidak gratis. Segala macam hal dapat dijual di dunia forex, meskipun belum tentu benar sesuai promosinya.

Forex adalah dunia impian, dimana banyak sekali yang berharap cepat kaya raya dengan jalan pintas. Itulah yang dipenuhi oleh website-website tersebut, menjual segala sesuatu yang seolah-olah jalan instan menuju sukses trading forex dapat dengan mudah diraih.

Masih sangat jarang sebuah website atau blog yang mau berbagi ilmu forex secara gratis dan detil, oleh karenanya semoga tulisan-tulisan di blog ini dapat memberikan manfaat bagi Anda semua.

Minggu, 02 Januari 2011

Manual Testing

Sambil menunggu market normal dari liburan akhir tahun dan uji coba robot dapat dilanjutkan kembali, mulai besok akan dilakukan uji coba manual trading di demo account menggunakan strategi swing trading yang sebelumnya pernah ditulis disini: Analyzing The Winners

Bila hasil uji coba demo manual trading selama sebulan hasilnya baik, maka bulan berikutnya akan dilakukan manual trading pada live account. Nantinya secara bertahap, strategi yang digunakan pada manual trading akan diubah ke dalam bentuk program dan ditanamkan ke dalam tubuh robot baru.

Sehingga di masa mendatang, robot yang tercipta merupakan robot yang lebih baik karena telah di uji mendalam berdasarkan manual trading baik di demo maupun di live account. Semoga dengan cara ini, problem perbedaan data feed dapat ditemukan solusinya.




Demo Practice Formula

Setahun lalu seseorang dengan mudahnya dapat menyombongkan diri sebagai trader forex jagoan hanya bermodalkan account statement yang menunjukkan profit fantastis. Atau menyombongkan diri telah berhasil membuat profitable forex robot dengan menunjukkan hasil backtest yang grafiknya melesat ke atas terus menerus.

Tentunya pada saat tersebut akan mudah dipercaya karena belum ada myfxbook.com atau website-website lain yang memberikan jasa gratis pantauan forex secara realtime. Padahal bisa saja account statement atau hasil backtest robot berasal dari sesuatu yang sudah di edit, sehingga seolah-olah sangat bagus dan profitable, padahal kenyataannya sebaliknya.

Tetapi sekarang, dengan adanya myfxbook.com, hal-hal tersebut tidak bisa lagi dilakukan. Yang dipercaya hanyalah apa yang ditampilkan di myfxbook.com karena tidak bisa di edit maupun dicurangi, benar-benar menunjukkan hasil dan kemampuan trading yang sesungguhnya.

Kebanyakan pemula dalam dunia trading forex pada umunya selalu mengawali berlatih trading dengan menggunakan demo account. Biasanya baru berlatih 1 atau 2 minggu dan merasa sudah profit 1 atau 2 kali saja, langsung terjun ke live account dengan modal uang sebenarnya.

Nah, setelah trading di live account, ternyata kok loss terus menerus. Kok tidak semudah sewaktu trading dengan demo account ya? Apakah live dan demo account berbeda?

Dari pengalaman, bila yang dilakukan manual trading, demo atau live account sebenarnya sama saja. Tetapi kalau yang melakukan trading adalah robot, maka demo dan live account terdapat perbedaan, yaitu perbedaan pada data feed-nya dimana perbedaan ini tidak terlihat secara kasat mata.

Perlu diketahui bahwa robot melakukan trading berdasarkan parameter perhitungan dan indikator yang ditanam dalam tubuhnya. Perbedaan data feed yang sangat kecil akan menyebabkan parameter perhitungan akan berbeda.

Contoh paling mudah menggambarkan perbedaan data feed ini adalah dari apa yang terlihat pada garis indikator, misalnya digunakan Stochastic. Perhatikan bahwa kadang kala garis Stochastic pada 1 sampai 3 bar terakhir kadang berubah-ubah naik turun (re-painting). Coba buka 2 buah Metatrader dengan server yang berbeda dan bandingkan naik turunnya garis Stochastic pada 2 chart tersebut, kadang sama tetapi kadang berbeda.

Itulah yang dinamakan perbedaan data feed. Secara kasat mata tidak begitu terlihat bila tidak diperhatikan dengan teliti. Tetapi bagi robot yang bekerja berdasarkan perhitungan dan indikator, perbedaan tersebut akan sangat berpengaruh.

Kalau begitu, kenapa demo trading lebih mudah daripada live?

Live trading lebih sulit bukan karena adanya perbedaan data feed. Live dan demo trading sebenarnya sama saja, tetapi menjadi terasa lebih sulit karena pengaruh psikologi dalam diri Anda.

Dalam demo, pikiran dan emosi Anda tanpa sadar mengetahui bahwa modal yang digunakan bukanlah uang sebenarnya. Akibatnya dalam diri cenderung menggampangkan, toh bukan uang benaran, sehingga trading sembarangan pun tidak masalah.

Tetapi begitu trading menggunakan live account, emosi langsung bergejolak. Mata langsung melotot, lebih berhati-hati takut salah, sehingga akibatnya entry dilakukan terlambat dan exit dilakukan terlalu cepat. Profit kecil yang diperoleh, tetapi begitu terjadi salah entry dan loss, justru dipertahankan. Akibatnya, loss makin lama makin membesar sehingga memakan modal.

Seperti itulah yang terjadi pada semua trader pemula. Saya pun sama saja dengan Anda, dahulu pun begitu sehingga bisa menulis seperti ini :)

Kedua, pada saat trading menggunakan demo account, trend sedang bagus-bagusnya, sehingga rasanya trading sangat mudah dan profit langsung melesat. Wah... rasanya sudah seperti trader jagoan bukan :)

Setelahnya langsung buka live account dengan modal US$ 10.000, toh trading telah terbukti gampang kok, sebentar lagi pasti bisa kaya raya, begitulah yang ada dalam pikiran Anda. Nah, yang terjadi berikutnya bukannya kaya raya tetapi malah modal amblas. Padahal modal US$ 10.000 berasal dari hasil gesek credit card, siap-siap saja bulan depan dikejar oleh debt collector :)

Kenapa kalah pada saat live aacount?

Pada saat menggunakan demo, market sedang trending. Tetapi pada saat live, market berubah arah dan bergerak sideways (ranging). Tetapi karena belum paham seperti apa trending itu dan seperti apa sideways itu, maka hantam rata saja dan cara trading pun dilakukan seperti pada waktu demo kemarin.

Entry exit dilakukan seperti halnya waktu demo. Cara trading dilakukan seperti market masih trending (padahal sedang sideways). Akibatnya ya loss, karena cara trading di saat trending berbeda dengan cara trading di saat sideways.

Ketiga, money manegement yang kacau. Pada saat demo, digunakan lot besar dan kebetulan beruntung sehingga profit langsung melesat. Rasanya mudah sekali bukan memperoleh profit?

Nah, dari pengalaman demo tersebut, pada saat live digunakan lot besar juga, toh mudah. Yang menjadi masalah, setelah entry di live account ternyata arah trend tidak sesuai harapan sehingga langsung loss dalam jumlah besar. Begitu loss terjadi, emosi langsung meledak dan menjadi gelap mata, entry yang selanjutnya dilakukan sembarangan. Akibatnya sudah dapat ditebak, modal langsung amblas dalam waktu singkat.

Keempat, menggunakan harapan dan doa pada saat trading. Doa sangatlah baik untuk dilakukan agar Tuhan membantu dan menolong kita untuk menggapai kesuksesan trading berupa profit. Tetapi lakukanlah berdoa dan berharap sebelum trading dilakukan, bukan pada saat setelah entry dilakukan.

Trading adalah fakta, sangat realistis dan tidak ada ampun. Salah ya tetap salah dan hasilnya loss, begitu juga sebaliknya. Sehingga biasakanlah diri untuk sangat realistis dan menerima fakta secara apa adanya bila ingin menjadi trader yang sukses.

Oleh karenanya trading itu sulit, karena sangat jarang yang mampu menerima fakta apa adanya dan tetap realistis menerima kenyataan yang terjadi. Kebanyakan menggantungkan pada doa dan harapan pada saat salah entry terjadi, berharap-harap cemas agar Tuhan dan nasib baik kemudian menolong sehingga arah trend berbalik menuju arah yang diinginkan.

Memang terkadang kemujuran terjadi, entry yang semula loss akhirnya menjadi profit. Tapi coba lakukan hal tersebut 10 kali saja dan hitung hasilnya, tentunya lebih banyak loss-nya dibandingkan profit. Kemujuran dan harapan bukanlah modal utama untuk menjadikan trading sukses, tetapi modalnya pada kemampuan Anda untuk membaca arah trend dan menentukan timing entry exit.

Kelima, kebanyakan pemula tidak dapat bereaksi apabila loss terjadi. Disitulah perbedaan paling mendasar antara pemula dan professional. Yang professional paham betul kalau salah entry dan tidak sayang untuk melakukan cut loss demi menjaga modal dan profit yang berhasil diperoleh sebelumnya.

Sedangkan pemula, karena masih ragu apakah entry ini salah apa benar ya, akhirnya cenderung membiarkan loss yang terjadi makin membesar. Pada saat loss sudah sebesar raksasa, baru disadari kalau salah, tetapi sudah terlambat karena modal sudah tergerus sangat dalam akibat loss tersebut.

Oleh karenanya, bagi Anda yang masih belajar dan berlatih trading, disarankan jangan membuka live account terlebih dahulu apabila dalam berlatih demo trading masih belum konsisten profit.

Minimal Anda harus berlatih demo trading selama 2 bulan dan bila selama 2 bulan tersebut berhasil konsisten profit terus menerus, barulah coba trading di live account menggunakan lot kecil terlebih dahulu.

Tapi katanya kalau berlatih demo khan "greget"-nya kurang daripada live?

Untuk mengatasi hal ini, mudah, berikut dibawah ini cara yang murah meriah.

Tentunya Anda memiliki banyak teman bukan? Ceritakan ke seluruh teman-teman kalau sekarang Anda trader forex jagoan. Tidak apa-apa sedikit menyombongkan diri. Semakin besar menyombongkan diri, akan semakin bagus, karena akan membuat "greget" berlatih demo trading menjadi lebih terasa.

Nah, kalau sudah menyombongkan diri kesana-kemari, buka demo account di broker manapun yang Anda sukai. Kemudian buka account layanan pantuan di www.myfxbook.com. Jangan khawatir, layanan myfxbook.com gratis sehingga Anda tidak perlu keluar uang sepeserpun untuk mendapatkan layanan pantuan realtime.

Dengan membuka demo account dan layanan pantauan myfxbook.com, maka trading yang Anda lakukan di demo account sekarang dapat di pantau secara realtime oleh siapapun sepanjang tahu alamat pantauan di myfxbook.com.

Tahap terakhir, bagikan alamat pantauan yang diberikan oleh myfxbook.com kepada seluruh teman-teman yang telah mendengar cerita sombong Anda. Karena dengan adanya alamat pantuan tersebut, sekarang mereka tiap saat dapat memantau performance trading yang Anda lakukan, baik dari komputer di rumah atau di kantor atau dari handphone Blackberry, IPhone, atau Android milik mereka.

Coba rasakan sekarang, "greget"-nya lebih terasa bukan... :)

Seolah-olah tiap kali melakukan trading, banyak mata memandang dan Anda harus lebih berhati-hati supaya performance tidak jeblok. Anda pun tidak akan pernah bisa mencurangi myfxbook.com sehingga baik buruknya performance akan langsung terlihat.

Nah, kalau sudah begini rasanya menyesal sekali bukan belum-belum sudah sesumbar dan menyombongkan diri, apalagi performance sedang jeblok :)

Lakukan resep manjur diatas untuk berlatih karena rasa dan psikologinya sama saja dengan live account. Resep diatas jauh lebih hemat daripada Anda terburu-buru membuka live account dan akhirnya loss.

Sabtu, 01 Januari 2011

Analyzing The Winners

Myfxbook.com selama tahun 2010 mengadakan kontes trading sebanyak 2 kali, yaitu pada bulan Mei dan Oktober 2010. Juara 1 kontes Mei 2010 menghasilkan profit sebesar 1005.34%, sedangkan kontes Oktober 2010 sebesar 4043.24%

Kebanyakan dari kita hanyalah melihat nilai perolehan profit yang berhasil dicapai, tetapi pernahkah terpikir untuk menganalisa lebih mendalam perihal bagaimana cara mereka untuk memperoleh profit sebesar itu?

Perlu diketahui bahwa Forex adalah dunia tertutup, tidak pernah ada seorang juara kontes yang mau sukarela memberitahu, mengajari, atau berbagi ilmu perihal bagaimana caranya mereka sampai menjadi juara 1.

Lho, padahal khan banyak forum diskusi forex yang berbagi gratis ilmu maupun strategi forex?

Jangan salah, pengalaman bertahun-tahun mengikuti berbagai macam forum diskusi forex di seluruh penjuru internet akhirnya menyimpulkan bahwa rata-rata yang berada di forum diskusi forex hanyalah sekumpulan trader pemula yang masih mencari dan mencoba berbagai macam strategi.

Yang berada di forum sangat jarang yang benar-benar trader profesional, kebanyakan hanyalah para pemula yang berusaha secara bersama-sama mencari solusi dengan bertukar ide dan pikiran. Perhatikan saja yang paling banyak melakukan posting di forum, biasanya hanyalah pemula yang mencoba mencari jawaban dengan bertanya atau sedang mencoba-coba berbagai macam cara.

Yang benar-benar profesional, biasanya cenderung memilih diam dan tidak mau berbagi. Maklum saja, untuk mencapai level profitable trader diperlukan kerja keras dan pengorbanan bertahun-tahun. Buat apa repot melayani berbagai macam pertanyaan pemula di forum, mending fokus pada trading dan menikmati hidup.

Oleh karenanya, janganlah terlalu percaya dengan apa yang dikatakan di forum, tidak seluruhnya benar, bisa saja salah.

Perhatikan saja komentar-komentar penonton kontes seperti di bawah ini, kebanyakan bertanya sistem apa, indikator apa, time frame apa yang digunakan, tetapi biasanya sang juara tidak pernah menjawabnya.





Lalu bagaimana cara kita untuk mengetahui para juara tersebut dapat memperoleh profit besar?

Jawabannya, hanyalah dengan cara menganalisa trades history. Karena dengan menganalisa history tersebut, paling tidak akhirnya dapat diraba atau dikira-kira bagaimana cara mereka melakukan trading untuk memperoleh profit besar yang menjadikan mereka juara.

Pertama-tama mari kita lihat bersama trades history juara kontes Mei 2010 dengan perolehan profit sebesar 1005.34%



Juara Mei 2010 mampu mengubah modal awal US$ 1.000 menjadi US$ 11.053,35 (1005.34%) dalam waktu 1 bulan. Fokus trading hanya pada 2 pair yaitu EURUSD dan AUDUSD dimana akurasinya 100% karena sama sekali tidak pernah ada loss trade. Rata-rata perolehan pip adalah 119 pip tiap kali melakukan trade dan total trades yang dilakukan hanya 5 kali.

Dari data history tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem yang digunakan juara Mei 2010 adalah trend following system. Hal ini dapat dilihat dari jumlah trade yang sedikit yaitu hanya 5 kali dalam sebulan dan peroleh pip yang paling rendah sebesar 91 pip .

Dari perolehan pip yang paling rendah 91 pip, sudah dapat diduga bahwa nilai pip tersebut hanya dapat diperoleh pada saat market sedang trending. Tidak mungkin perolehan pip sebesar itu diperoleh dalam kondisi market yang sedang sideways.

Juara Mei 2010 hanya melakukan entry dalam kondisi dimana trend sudah pasti bergerak. Bila market dalam kondisi sideways (ranging), maka akan dihindari dan sabar menunggu sampai benar-benar pasti bahwa trend telah mulai bergerak.

Dari hal diatas, dapat diartikan bahwa juara Mei 2010 memiliki indikator yang dapat membedakan apakah market sedang sideways atau trending. Ehm... pertanyaannya sekarang, indikator apakah itu? Hayooo, siapa bisa jawab :)

Karena adanya indikator tersebutlah, akhirnya juara Mei 2010 dapat membedakan antara sideways atau trending. Sehingga entry yang sangat akurat dilakukan hanya pada saat market telah benar-benar trending.

Kesimpulan yang dapat diambil dari hal ini, Anda tidak perlu melakukan banyak entry untuk mendapatkan profit fantastis. Contoh saja dari apa yang dilakukan oleh juara Mei 2010, hanya dengan 5 kali entry dalam sebulan (atau entry hanya seminggu sekali), terbukti dapat menghasilkan profit 1005.34%

Kenapa kita belum mampu mencontoh juara Mei 2010?

Pertama, kemampuan yang kita miliki masih belum dapat membedakan apakah market sedang bergerak sideways atau trending. Akibatnya, pada saat sideways pun dilakukan entry dengan harapan trend akan bergerak. Sehingga entry yang awalnya profit, akhirnya menjadi loss karena harga berbalik arah.

Kedua, kurangnya kesabaran. Rasanya sangat bosan bila menunggu berjam-jam di depan monitor hanya untuk menanti saat entry yang tepat. Akibatnya, kadang kala memaksakan entry, meskipun timing belum tepat dan akhirnya loss.

Ketiga, exit yang tidak maksimal. Begitu entry dilakukan dan berhasil profit 5 atau 10 pip, rasanya tangan sudah gatal untuk melakukan exit. Kebanyakan dari kita melakukan exit yang tidak maksimal, padahal trend masih akan bergerak 100 atau 200 pip, tetapi kita sudah puas dengan profit 5 pip saja. Bagaimana kita bisa menjadi juara kalau hanya puas dengan profit kecil?

Dalam trading, ada 2 hal yang harus benar-benar dikuasai, yaitu entry dan exit. Kebanyakan hanyalah berfokus pada entry dan melupakan exit. Akibatnya seperti diatas, profit yang diperoleh kecil, tetapi justru loss yang diderita lebih besar. Lakukan saja hal ini selama sebulan, hasilnya sudah dapat ditebak yaitu account Anda akan amblas karena selalu mengalami loss yang lebih besar daripada profit.

Bagaimanakah cara melakukan exit yang optimal?

Anda harus memiliki kemampuan mendeteksi dimanakah kira-kira trend akan berakhir, itulah saatnya untuk melakukan exit yang optimal. Oleh karenanya, peroleh kemampuan tersebut dalam diri Anda dengan cara sering berlatih trading dengan menggunakan demo account. Sepanjang kemampuan tersebut belum ada dalam diri Anda, jangan pernah berharap mendapatkan profit besar dari Forex.

Kemampuan exit tidak terbatas hanya pada exit pada saat profit, tetapi Anda juga harus mampu melakukan exit pada saat loss. Nah, disinilah kebanyakan trader berat untuk melakukannya. Akibatnya, loss tidak terjaga tetap kecil, tetapi malah membesar melebihi profit yang sebelumnya telah berhasil diperoleh.

Perlu diketahui bahwa jarang sekali trading yang memiliki akurasi 100% dan tidak pernah menggalami loss. Prinsip utama trading adalah bagaimana caranya agar nilai profit melebihi nilai loss, karena loss kadang kala sulit dihindari.

Sebenarnya prinsip diatas sama saja dengan prinsip hidup ini, yaitu bagaimana caranya agar jumlah kebaikan dan amal yang dilakukan dapat melebihi segala macam kesalahan dan dosa yang terjadi :)

Kemampuan untuk mengelola dan mempertahan loss tetap kecil sangatlah penting sebagai salah satu unsur untuk mendapatkan profit besar. Oleh karenanya, ada pepatah dalam dunia trading, you can't win unless you know how to lose.

Pepatah tersebut sebenarnya hampir sama dengan hidup yang kita alami. Bila Anda tidak mampu menghadapi kegagalan dalam hidup, maka Anda juga tidak mampu untuk menjadi pribadi yang sukses nantinya.

Dalam menjalani hidup, tidak selamanya kesuksesan berhasil diraih, kadang kala kegagalan terjadi. Sepanjang Anda mampu menarik hikmah dan belajar dari kegagalan yang dialami kemudian melakukan perbaikan, tentunya suatu saat kesuksesan yang akan dapat diraih.

Kegagalan adalah proses pembelajaran. Kita diberi kegagalan untuk menyadarkan diri bahwa yang dilakukan salah. Dengan gagal, kita dituntut untuk belajar dan memperbaiki diri supaya menjadi lebih baik dengan tujuan agar kegagalan tidak terulang kembali.

Belajarlah untuk berani melangkah dan memutuskan. Tidak apa-apa seandainya kemudian langkah atau keputusan tersebut ternyata salah. Karena dengan melakukan kesalahan, Anda akan paham bagaimana caranya untuk menjadi benar. Itulah proses pembelajaran dari kesalahan atau kegagalan. Jangan pernah tidak berani untuk salah atau gagal, akibatnya Anda tidak akan pernah maju dan hanya diam di tempat.

Hanya saja yang perlu diingat, tiap kali memutuskan atau melangkah, siapkan backup plan seandainya terjadi salah. Dengan demikian, bila terjadi kegagalan maka Anda masih mampu untuk bangkit kembali karena masih memiliki sumber daya cadangan.

Jangan pernah pertaruhkan semua yang dimiliki dalam satu langkah atau keputusan besar. Anda tidak pernah tahu apa yang terjadi pada masa depan, bisa saja kegagalan terjadi. Nah, apabila terjadi maka Anda akan stress karena sudah tidak memiliki sumber daya cadangan untuk bangkit kembali.

Oleh karenanya ada pepatah yang mengatakan kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Sayangnya jarang yang menyadari makna sebenarnya dari pepatah tersebut sehingga akibatnya cenderung melakukan hal-hal negatif bila mengalami kegagalan dalam hidup.

Contoh sederhana yang banyak terjadi adalah putus cinta. Perhatikan bahwa kebanyakan cenderung melakukan hal-hal negatif apabila mengalami kejadian tersebut. Murung, mengurung diri, malas makan minum, melamun, menyakiti diri sendiri, atau bahkan bunuh diri.

Coba kalau mereka melihat sisi lain (hikmah) dari putus cinta tersebut, bukankah dengan putus cinta maka mereka kembali menjadi bebas dan tidak terikat. Dengan kebebasan tersebut, tentunya akan lebih mudah bukan untuk mencari pacar yang lebih cantik atau lebih tampan dan lebih segala-galanya dari yang terdahulu. Seandainya kita dapat berpikir seperti itu, tentunya tidak akan murung atau bahkan bunuh diri pada saat kegagalan terjadi.

Seperti itulah logika loss dalam Forex atau trading apapun. Tidak apa-apa loss terjadi, paling tidak modal tidak tergerus seluruhnya sehingga kita masih memiliki kesempatan untuk melakukan trading berikutnya, yang tentunya harus lebih baik daripada sebelumnya.

Bayangkan kalau Anda tidak mau loss terjadi dan cenderung membiarkannya, maka lama kelamaan loss akan membesar (karena jelas-jelas melawan arah trend). Sehingga pada akhirnya modal tidak lagi mampu menampung loss tersebut dan amblas. Oleh karenanya, cintailah loss, justru karena Anda mampu menerima adanya loss maka modal tetap selamat.

Trading mengajarkan banyak hal, yang mirip dengan kehidupan yang kita jalani. Melakukan trading, membuat seolah-olah kita berkaca kepada pribadi sendiri. Bukan market yang kita lawan, tetapi diri kita sendiri. Sepanjang Anda memiliki kemampuan untuk mengontrol diri, maka sukses dalam trading akan dapat diraih.

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa trader yang sukses biasanya adalah orang-orang yang bermental positif. Terburu-buru, serakah, tidak sabar, tidak teliti, emosional, dan sifat-sifat negatif lainnya tidak akan pernah cocok dengan trading. Hal tersebut benar adanya, karena bila melakukan trading dengan mental negatif, maka market akan langsung menghajar hal-hal negatif yang Anda lakukan dengan loss. Anda dapat mencobanya sendiri kalau tidak percaya :)

Oleh karenanya, semakin professional seorang trader, maka akan semakin bijaksana dirinya. Karena tanpa sadar tiap kali melalukan trading, mentalnya ditempa karena hanya diperkenankan untuk melakukan hal-hal positif saja.

Kontrol adalah kunci sukses trading. Kemampuan mengontrol diri, kemampuan mengontrol loss, kemampuan mengontrol penggunaan modal tetap efisien dan aman meskipun loss terjadi, dan kemampuan mengontrol entry exit.

Kontrol hanya dapat dicapai apabila memiliki mental yang positif dan kemampuan trading yang memadai. Pengalaman selama ini berkecimpung dalam dunia trading menyadarkan bahwa dua faktor itulah yang menentukan sukses tidaknya trading, bukan indikator atau sistem trading "sakti".

Selanjutnya, kita analisa bersama juara Oktober 2010 yang berhasil memperoleh profit sebesar 4043.24%. Rata-rata dalam kontes yang selama ini ditemukan di internet, perolehan profit dalam sebulan trading biasanya hanya berkisar 1000% s.d. 2000%. Pencapaian sampai 4000% sangatlah fantastis dan mengagumkan karena belum pernah terjadi sebelumnya, bandingkan saja dengan juara Mei 2010 yang hanya 1005.34%.



Juara Oktober 2010 mampu mengubah modal awal US$ 100.000 (seratus ribu) menjadi US$ 4.143.244,34 (empat juta dollar atau 4043.24%, sangat fantastis!) hanya dalam waktu 1 bulan. Trades yang dilakukan sebanyak 79 trades dengan akurasi hanya sekitar 65% s.d. 69% (Longs Won dan Shorts Won).



Berbeda dengan juara Mei 2010 yang hanya berfokus pada 2 pair saja yaitu EURUSD dan AUDUSD, juara Oktober 2010 menggunakan multi pair. Juara ini melakukan trading di 14 pair sekaligus (terlihat pada gambar diatas) dimana profit terbesar diperoleh dari GBPJPY, AUDUSD, EURJPY, dan EURGBP.

Rata-rata perolehan profit sebesar 28,65 pip tiap kali melakukan trade (Average Win) dan rata-rata loss sebesar 29,09 pip (Average Loss). Ehm... nilai average wins dan loss ini sama sekali tidak menunjukkan hal istimewa, karena rasio win dan loss hanyalah 1 banding 1 (28,65 : 29,09), tetapi kenapa profit mampu mencapai 40 kali lipat atau 4043.24% (US$ 4.143.244,34)?



Kita lihat bersama lebih detail trades history-nya dengan meng-klik menu HTML pada pojok kanan atas seperti terlihat pada gambar diatas. Myfxbook.com cenderung menghilangkan pending order (limit atau stop order) dari trades history untuk efisiensi tampilan. Sehingga untuk menampilkannya, perlu melihat "raw trades history" yang disediakan pada menu HTML, CSV, atau PDF, yang tampilannya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:



Terlihat bahwa juara Oktober 2010 disamping menggunakan instant order (Buy atau Sell), juga menggunakan pending order berupa limit order (Buy Limit atau Sell Limit). Tetapi anehnya tidak pernah menggunakan pending order berupa stop order (Buy Stop atau Sell Stop).

Bagi Anda yang belum paham perihal berbagai macam jenis order, instant atau pending order, dapat membacanya disini : Trading Basic

Juara Oktober 2010 "agak" lebih terbuka daripada juara sebelumnya, bersedia menjawab beberapa pertanyaan penonton, yang beberapa jawabannya ditampilkan dibawah ini:



Paling sering ditanyakan adalah time frame (TF) mana yang digunakan. Kebanyakan selalu menanyakan hal ini, seolah-olah terdapat time frame yang paling menguntungkan sehingga trading mampu profit terus menerus bila dilakukan pada time frame tersebut.

Padahal jawabannya, time frame apapun akan menguntungkan bila sesuai dengan aturan dan sistem trading Anda. Terserah gunakan M1, M5, M15, H1, atau bahkan W1 maka hasilnya akan menguntungkan apabila sistem trading dan personality yang Anda miliki mendukung time frame tersebut.

Sebagai contoh, Anda sangat sibuk sehingga hanya sedikit waktu yang dapat disisihkan untuk trading. Tentunya jangan gunakan time frame dibawah D1 (M1 s.d. H4) karena Anda tidak berada di depan monitor terus menerus untuk melakukan pantuan. Apabila dipaksakan juga, akibatnya sudah dapat ditebak, yaitu loss karena saat entry atau exit selalu terlambat karena Anda tidak terus menerus memantau perkembangan.

Pertanyaan berikutnya yang paling sering ditanyakan adalah jumlah lot. Berapa jumlah lot yang optimal? Ada yang berpendapat 2%, ada juga 10%, bahkan 25% dari total modal. Padahal jawabannya bukanlah terletak pada persentase tersebut, tetapi jawabannya ada pada diri Anda sendiri. Berapakah jumlah loss yang mampu Anda terima untuk sekali trade?

Pada saat entry dilakukan, kebanyakan hanya berpikir profit yang akan diperoleh tetapi tidak pernah menghitung berapa loss yang akan diderita. Bila Anda hanya berpikir profit saja, maka Anda disebut sebagai penjudi, bukan trader. Kebanyakan penjudi selalu berpikir bila menang tetapi tidak pernah mengantisipasi bila kalah. Bila ingin menjadi trader professional, Anda harus berpikir 2 sisi, yaitu bila menang dan bila kalah. Dengan demikian, apabila entry tidak sesuai harapan, Anda akan cepat bereaksi menjaga agar loss tetap minimal.

Untuk menjawab pertanyaan berapa jumlah loss yang mampu diterima untuk sekali trade, tergantung kepada Anda sendiri. Bila modal mampu menahan loss US$ 300 untuk sekali trade, maka gunakan 1 lot EURUSD dengan stop loss 30 pip, sehingga apabila loss terjadi maka loss tersebut sama dengan US$ 300. Tentunya loss ini harus diimbangi dengan harapan profit dimana minimal harus memiliki rasio 1:1, yaitu harapan loss maupun harapan profit sama dengan US$ 300. Hal inilah yang disebut sebagai Risk Reward Ratio dan Money Management.

Strategi apa yang digunakan oleh juara Oktober 2010?

Juara tersebut menggunakan swing trading, terbukti dengan digunakannya pending order berupa buy dan sell limit. Trading dilakukan pada saat trend sudah pasti arahnya, tetapi harga melakukan pembalikan arah untuk sementara waktu. Nah, pada saat terjadi pembalikan arah melawan trend, dilakukan "pencegatan" dengan penggunaan limit order.

Hal ini merupakan suatu cara yang sangat cerdik, dimana Buy akhirnya dilakukan pada harga terendah dan Sell dilakukan pada harga tertinggi. Dengan demikian kemungkinan profit akan lebih besar dan minim resiko sepanjang trend kemudian kembali ke arah semula.

Oleh karenanya juara Oktober 2010 ini pada saat ditanya oleh penonton cara apa yang digunakannya, jawabannya yang digunakan adalah prinsip fisika. Prinsip fisika mengatakan What goes up must come down. Ini hanyalah prinsip gravitasi, tiap kali kita meloncat pasti akan kembali jatuh ke bawah karena adanya gravitasi.

Hanya saja dalam trading, prinsip fisika tersebut dibolak-balik menjadi: What goes up must come down dan What goes down must come up. Dalam trading hal ini memang benar, karena market selalu otomatis menseimbangkan diri apabila terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tetapi dalam prinsip fisika, yang benar hanyalah What goes up must come down karena gravitasi selalu menarik ke bawah.

Juara Oktober 2010 ini paham betul dimana harga akan menseimbangkan diri dan kemudian berbalik arah menuju trend semula. Nah, disitulah dilakukan "pencegatan" dengan menggunakan limit order.

Bagaimana bila arah trend tidak kembali menuju arah semula?

Perhatikan bahwa Average Loss hanya sebesar 29,09 pip, dimana dapat diartikan bahwa stop loss yang digunakan hanya sebesar 30 pip. Sehingga apabila terjadi tidak sesuai harapan, maka loss dijaga tetap minimal hanya 30 pip.

Kenapa menggunakan multi pair dan tidak fokus pada 1 pair saja?

Sepertinya juara Oktober 2010 ini memantau pembalikan harga (retrace) pada 14 pair. Sehingga apabila terjadi pembalikan harga pada salah satu pair, maka akan dilakukan "pencegatan" dengan limit order. Hal ini juga merupakan cara yang cerdik, karena tidak perlu menghafalkan berbagai macam pola retrace, cukup 1 saja dan kemudian menunggunya terjadi di berbagai pair.

Kalau menunggu di 1 pair saja, bisa-bisa selama seminggu tidak pernah melakukan trading karena pola retrace tidak muncul. Oleh karenanya, dipantau multi pair sehingga bisa terjadi kapan saja dan trading dapat dilakukan lebih sering.

Tunggu dulu, penjelasan diatas hanyalah menjawab pertanyaan bagaimana juara Oktober 2010 melakukan trading, tetapi belum menjawab pertanyaan bagaimana profit mampu mencapai 40 kali lipat atau 4043.24% (US$ 4.143.244,34)?

Average wins dan loss ini sama sekali tidak menunjukkan hal istimewa, hanya 1 banding 1 (28,65 : 29,09). Akurasi pun tidaklah istimewa, hanya 65% s.d. 69% (Longs Won dan Shorts Won). Darimana perolehan profit sebesar itu?

Pertama, menjaga loss tetap minimal. Penggunaan stop loss 30 pip menjadikan rasio average wins loss 1 banding 1 membuat profit selalu terjaga. Profit yang berhasil diperoleh hanya akan tergerus habis apabila akurasi dibawah 50%.

Dengan rata-rata akurasi 67% dan rasio win loss 1:1, menggambarkan bahwa profit yang diperoleh sebelumnya hanya tergerus 33% (100% - 67%). Contoh mudahnya begini, profit yang berhasil diperoleh adalah 1000. Akibat akurasi hanya 67% maka terjadi 33% loss dimana akibat loss tersebut maka profit akhirnya hanya tinggal 670, sedangkan yang 330 hilang karena loss.

Akan berbeda apabila rasio win loss sebesar 1:2, maka profit yang tersisa hanya sebesar 340 (1000 - (330 x 2)). Bila rasio 1:4 maka tidak ada lagi profit yang tersisa dan modal tergerus karena hasil perhitungannya adalah minus 320 (1000 - (330 x 4)).

Dengan demikian, apabila akurasi hanya 50% dan rasio win loss 1:1, hanya akan menghasilkan breakeven. Tetapi apabila akurasi mampu diatas 50% dengan rasio win loss tetap dijaga 1:1 maka profit akan dapat diperoleh.

Kesimpulan dari hal ini, rasio win loss adalah faktor penentu sukses tidaknya trading. Dengan syarat, akurasi harus melebihi 50% maka profit dapat diperoleh. Oleh karenanya, juara Oktober 2010 mampu memperoleh profit meskipun akurasi hanya 67%.

Kedua, inilah yang paling utama dan penyebab profit melesat sampai 40 kali lipat, adalah penggunaan lot yang tepat (money management). Profit tidak akan mungkin melesat apabila menggunakan 1 atau 2 lot terus menerus dengan akurasi hanya 67%.

Penggunaan lot yang besar pada saat entry menghasilkan profit dan sebaliknya menggunakan lot kecil pada saat entry mengalami loss adalah kunci sukses juara Oktober 2010. Dengan cara ini maka profit akan melesat karena digunakan lot dalam jumlah besar dan loss tetap minimal karena hanya digunakan lot kecil.

Rasio win loss memang hanya 1:1 karena yang diperhitungkan hanya nilai pip, bukan nilai dollar profit dan loss. Sehingga meskipun rasio pip hanya 1:1 tetapi karena nilai dollar profit selalu jauh lebih besar daripada loss, maka pencapaian profit 40 kali lipat akhirnya mampu diraih.

Perhatikan bahwa nilai dollar Average Wins sebesar US$ 105.725 dan Average Loss US$ 55.520. Dengan demikian rasio win loss dalam nilai dollar adalah sebesar 2:1, yang dapat diartikan bahwa tiap kali melakukan entry akan menghasilkan profit 2 kali lipat daripada loss yang terjadi.

Pertanyaan sekarang, bisakah Anda melakukan trading seperti ini? Yang mampu mencapai 40 kali lipat profit dalam sebulan?

Bisa, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Apalagi juara kontes Oktober 2010 sudah membuktikannya, meskipun masih dalam demo account. Tetapi pada live account pun bisa saja dilakukan, asalkan:
- Rasio Win Loss dalam dollar harus 2:1
- Akurasi minimal 67%
- Disiplin menjaga loss tetap kecil dan mengusahakan profit selalu lebih besar daripada loss.

Bagaimana caranya mencapai kriteria diatas?

Hanya 1 cara, yaitu berlatih terus menerus. Perhatikan saja jawaban juara Oktober 2010 sebagai berikut: "it's take a lots of hour to make a research how to predict the markets and finally I found and solve the problem..."

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan kalimat "it's take a lots of hour"?

Jangan anggap itu hanya beberapa jam saja, itu bisa berarti ribuan atau bahkan jutaan jam di depan monitor melakukan riset dan analisa terus menerus sampai ketemu. Hasil survey yang pernah ada di internet mengatakan bahwa rata-rata memerlukan waktu minimal 3 tahun sampai akhirnya dapat mengalahkan market dan mulai memetik konsisten profit. Itupun kalau Anda betah duduk berjam-jam tiap hari di depan monitor, kalau tidak betah, ya akan lebih lama lagi :)

Oleh karenanya, wajar kalau juara tersebut mengatakan "I'm sorry, I can't share my trading system... sorry... " Dia telah bekerja keras bertahun-tahun untuk membuat trading system tersebut. Jadi wajar saja kalau tidak bersedia men-sharing ke siapa pun.

Hasil terbaik yang dapat dinikmati abadi selamanya hanya diperoleh dengan kerja keras, keringat, dan pengorbanan. Oleh karenanya, jangan pernah berharap adanya jalan pintas, karena tidak pernah ada. Seandainya ada pun tidak akan abadi karena dibangun dari pondasi yang rapuh.

Dengan melakukan analisa atas 2 juara tersebut, paling tidak timbul perspektif baru dalam diri perihal bagaimana cara yang benar dalam melakukan trading. Ada pepatah yang mengatakan, jangan pernah membuat roda baru, tapi contohlah roda yang sudah ada dan kemudian berusahalah untuk menyempurnakannya.

Oleh karenanya, jangan pernah membuat roda yang bentuknya segi tiga atau segi empat. Kelihatannya bagus memang, tetapi tidak akan pernah bisa berjalan. Hemat waktu dan tenaga Anda, lebih baik fokus membuat saja roda yang bentuknya bundar seperti roda yang umum digunakan. Tetapi kemudian gunakan waktu dan tenaga Anda untuk melakukan berbagai cara agar roda bundar milik Anda menjadi lebih baik, lebih cepat berputarnya, lebih segala-galanya daripada roda yang digunakan oleh orang lain.

Contohlah apa yang dilakukan juara-juara tersebut. Tidak ada salahnya dengan mencontoh, toh bukan plagiat atau menjiplak. Kita hanya mencontoh strategi yang digunakan, tetapi untuk eksekusinya digunakan sistem yang dibangun sendiri.

Masih ingat sekitar tahun 1980 s.d. 1990 dimana Cina sangat dikenal dengan barang bajakan dan jiplakan? Perhatikan sekarang, hasil belajar dengan cara mencontoh (yang kadang juga menjiplak), akhirnya membawa Cina menjadi salah satu negara yang ekonominya sangat kuat karena mampu memproduksi barang-barang yang selama ini hanya diproduksi oleh negara barat. Oleh karenanya, jangan pernah malu untuk mencontoh. Tapi jangan hanya sekedar mencontoh, pelajari juga bagaimana caranya dan kemudian kuasai.

Analisa terhadap hasil trading 2 juara diatas memberikan 2 kesimpulan sebagai berikut:

Pertama, bahwa trading tidak perlu dilakukan berkali-kali. Semakin banyak dilakukan entry, resiko loss juga akan semakin tinggi. Perhatikan saja juara Mei 2010, hanya dengan 5 kali entry berhasil membuat profit 10 kali lipat.

Kedua, bila dilakukan entry yang sangat sering seperti layaknya juara Oktober 2010, gunakan manajemen lot yang baik sehingga meskipun resiko loss meningkat tetapi tetap profitable karena lot pada saat profit selalu lebih besar daripada lot pada saat loss. Jangan dibalik kalau tidak ingin account amblas :)

Bila Anda perhatikan tulisan analisa ini, seperti mengumpulkan serpihan-serpihan kecil dengan dasar trades history, kemudian disatukan dan dianalisa. Memang benar seperti itulah adanya. Trading juga sama halnya seperti tulisan ini, dimana Anda harus mengumpulkan serpihan-serpihan kecil pengetahuan, indikator, dan lain-lain untuk kemudian berusaha disatukan dalam upaya menemukan trading system yang cocok bagi diri Anda.

Hanya saja proses pengumpulan serpihan-serpihan tersebut memerlukan waktu panjang, bertahun-tahun sampai akhirnya Anda menemukan yang tepat. Oleh karenanya, bila Anda trading hanya mengejar uang, disarankan untuk jangan diteruskan karena hanya akan buang waktu percuma.

Trading hanyalah untuk orang-orang yang benar-benar menyukainya (memiliki passion atau kesukaan) dan betah berlama-lama di depan monitor. Trading sangat berat karena sangat sulit dan memerlukan waktu lama untuk menguasainya, sehingga mereka yang tidak benar-benar memiliki passion sudah dapat dipastikan akan berhenti ditengah jalan karena putus asa.

Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan masing-masing. Jadilah diri Anda sendiri dan gunakan kelebihan yang ada dalam diri untuk menggapai sukses. Jangan anggap hanya dalam trading saja yang menghasilkan uang banyak, di dunia ini semuanya bisa dijual dan menghasilkan uang.

Perhatikan saja pengusaha, dokter, insinyur, akuntan, kenapa mereka kaya raya padahal tidak melakukan trading. Karena mereka menggunakan kelebihan dan passion yang ada dalam dirinya untuk membangun kemampuan lebih dibandingkan rata-rata orang lain. Dunia ini adalah dunia persaingan, yang memiliki kemampuan lebih (dalam bidang apapun), biasanya akan lebih sukses daripada yang kemampuannya pas-pasan.

Oleh karenanya, gunakan kelebihan dalam diri Anda. Karena hanya dengan cara itu, Anda akan lebih cepat meraih sukses daripada memaksakan diri masuk dalam dunia trading yang jelas-jelas bukan kelebihan Anda.

Kebanyakan biasanya sekedar ikut-ikutan, karena tergiur hasilnya. Padahal adanya passion dan memanfaatkan kelebihan dalam diri sangat penting sebagai modal awal menuju sukses. Singkat kata, kalau bersuara buruk maka jangan paksakan diri untuk menjadi penyanyi, percuma dan hanya buang waktu saja.

Akan tetapi apabila Anda memang benar-benar menyukai trading, berlatihlah terus. Trading dapat diibaratkan seperti belajar menyetir mobil, Anda harus mendapatkan "feel"-nya terlebih dahulu, baru kemudian bisa ngebut. Proses untuk mendapatkan "feel" tersebut perlu waktu lama, karena yang harus dilakukan adalah mengumpulkan serpihan-serpihan kecil untuk membangunnya.

Tetapi jangan lupa luangkan waktu untuk menikmati hidup dan berolah raga. Trading adalah sesuatu yang dapat membuat kecanduan, seperti ditulis dibawah ini:


"Trading are potentially addictive because of the high flow of pain and pleasure that bring to the brain". Mungkin benar adanya apa yang ditulis diatas, trading memang membuat emosi maupun pikiran bergejolak karena rasa penasaran, takut salah, rasa senang, dan berbagai macam emosi yang terus menerus bergejolak selama trading berlangsung. Rasa itulah yang akhirnya membuat kecanduan.

Menurut saya sendiri, kecanduan trading tidaklah merugikan, sepanjang Anda mampu menghasilkan profit. Nah, yang repot kalau sudah kecanduan, tetapi hasilnya loss terus :)

Positifnya lagi, Anda tidak perlu menggunakan shabu-shabu atau narkoba lainnya untuk merangsang emosi dan imajinasi, cukup lakukan saja trading maka otomatis emosi dan imajinasi akan bergejolak dengan sendirinya :)

Akan tetapi, trading sangat merusak kesehatan. Untuk melakukan trading, dituntut kemampuan betah duduk berlama-lama di depan monitor, tentunya kalau tidak diimbangi olah raga maka secara perlahan tapi pasti, kesehatan akan menurun. Seorang teman yang juga forex trader selama bertahun-tahun meninggal beberapa bulan yang lalu akibat serangan jantung.

Itulah resikonya trading, disamping dapat menyebabkan kebangkrutan secara instant, juga tidak baik bagi kesehatan jantung Anda :)

Akhir kata, lakukan analisa mendalam cara-cara trading juara dan contohlah. Pahami dan kuasai cara-cara juara tersebut dan bila hal ini rutin dilakukan, suatu saat kesuksesan trading akan dapat diraih.