Sabtu, 01 Januari 2011

Analyzing The Winners

Myfxbook.com selama tahun 2010 mengadakan kontes trading sebanyak 2 kali, yaitu pada bulan Mei dan Oktober 2010. Juara 1 kontes Mei 2010 menghasilkan profit sebesar 1005.34%, sedangkan kontes Oktober 2010 sebesar 4043.24%

Kebanyakan dari kita hanyalah melihat nilai perolehan profit yang berhasil dicapai, tetapi pernahkah terpikir untuk menganalisa lebih mendalam perihal bagaimana cara mereka untuk memperoleh profit sebesar itu?

Perlu diketahui bahwa Forex adalah dunia tertutup, tidak pernah ada seorang juara kontes yang mau sukarela memberitahu, mengajari, atau berbagi ilmu perihal bagaimana caranya mereka sampai menjadi juara 1.

Lho, padahal khan banyak forum diskusi forex yang berbagi gratis ilmu maupun strategi forex?

Jangan salah, pengalaman bertahun-tahun mengikuti berbagai macam forum diskusi forex di seluruh penjuru internet akhirnya menyimpulkan bahwa rata-rata yang berada di forum diskusi forex hanyalah sekumpulan trader pemula yang masih mencari dan mencoba berbagai macam strategi.

Yang berada di forum sangat jarang yang benar-benar trader profesional, kebanyakan hanyalah para pemula yang berusaha secara bersama-sama mencari solusi dengan bertukar ide dan pikiran. Perhatikan saja yang paling banyak melakukan posting di forum, biasanya hanyalah pemula yang mencoba mencari jawaban dengan bertanya atau sedang mencoba-coba berbagai macam cara.

Yang benar-benar profesional, biasanya cenderung memilih diam dan tidak mau berbagi. Maklum saja, untuk mencapai level profitable trader diperlukan kerja keras dan pengorbanan bertahun-tahun. Buat apa repot melayani berbagai macam pertanyaan pemula di forum, mending fokus pada trading dan menikmati hidup.

Oleh karenanya, janganlah terlalu percaya dengan apa yang dikatakan di forum, tidak seluruhnya benar, bisa saja salah.

Perhatikan saja komentar-komentar penonton kontes seperti di bawah ini, kebanyakan bertanya sistem apa, indikator apa, time frame apa yang digunakan, tetapi biasanya sang juara tidak pernah menjawabnya.





Lalu bagaimana cara kita untuk mengetahui para juara tersebut dapat memperoleh profit besar?

Jawabannya, hanyalah dengan cara menganalisa trades history. Karena dengan menganalisa history tersebut, paling tidak akhirnya dapat diraba atau dikira-kira bagaimana cara mereka melakukan trading untuk memperoleh profit besar yang menjadikan mereka juara.

Pertama-tama mari kita lihat bersama trades history juara kontes Mei 2010 dengan perolehan profit sebesar 1005.34%



Juara Mei 2010 mampu mengubah modal awal US$ 1.000 menjadi US$ 11.053,35 (1005.34%) dalam waktu 1 bulan. Fokus trading hanya pada 2 pair yaitu EURUSD dan AUDUSD dimana akurasinya 100% karena sama sekali tidak pernah ada loss trade. Rata-rata perolehan pip adalah 119 pip tiap kali melakukan trade dan total trades yang dilakukan hanya 5 kali.

Dari data history tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem yang digunakan juara Mei 2010 adalah trend following system. Hal ini dapat dilihat dari jumlah trade yang sedikit yaitu hanya 5 kali dalam sebulan dan peroleh pip yang paling rendah sebesar 91 pip .

Dari perolehan pip yang paling rendah 91 pip, sudah dapat diduga bahwa nilai pip tersebut hanya dapat diperoleh pada saat market sedang trending. Tidak mungkin perolehan pip sebesar itu diperoleh dalam kondisi market yang sedang sideways.

Juara Mei 2010 hanya melakukan entry dalam kondisi dimana trend sudah pasti bergerak. Bila market dalam kondisi sideways (ranging), maka akan dihindari dan sabar menunggu sampai benar-benar pasti bahwa trend telah mulai bergerak.

Dari hal diatas, dapat diartikan bahwa juara Mei 2010 memiliki indikator yang dapat membedakan apakah market sedang sideways atau trending. Ehm... pertanyaannya sekarang, indikator apakah itu? Hayooo, siapa bisa jawab :)

Karena adanya indikator tersebutlah, akhirnya juara Mei 2010 dapat membedakan antara sideways atau trending. Sehingga entry yang sangat akurat dilakukan hanya pada saat market telah benar-benar trending.

Kesimpulan yang dapat diambil dari hal ini, Anda tidak perlu melakukan banyak entry untuk mendapatkan profit fantastis. Contoh saja dari apa yang dilakukan oleh juara Mei 2010, hanya dengan 5 kali entry dalam sebulan (atau entry hanya seminggu sekali), terbukti dapat menghasilkan profit 1005.34%

Kenapa kita belum mampu mencontoh juara Mei 2010?

Pertama, kemampuan yang kita miliki masih belum dapat membedakan apakah market sedang bergerak sideways atau trending. Akibatnya, pada saat sideways pun dilakukan entry dengan harapan trend akan bergerak. Sehingga entry yang awalnya profit, akhirnya menjadi loss karena harga berbalik arah.

Kedua, kurangnya kesabaran. Rasanya sangat bosan bila menunggu berjam-jam di depan monitor hanya untuk menanti saat entry yang tepat. Akibatnya, kadang kala memaksakan entry, meskipun timing belum tepat dan akhirnya loss.

Ketiga, exit yang tidak maksimal. Begitu entry dilakukan dan berhasil profit 5 atau 10 pip, rasanya tangan sudah gatal untuk melakukan exit. Kebanyakan dari kita melakukan exit yang tidak maksimal, padahal trend masih akan bergerak 100 atau 200 pip, tetapi kita sudah puas dengan profit 5 pip saja. Bagaimana kita bisa menjadi juara kalau hanya puas dengan profit kecil?

Dalam trading, ada 2 hal yang harus benar-benar dikuasai, yaitu entry dan exit. Kebanyakan hanyalah berfokus pada entry dan melupakan exit. Akibatnya seperti diatas, profit yang diperoleh kecil, tetapi justru loss yang diderita lebih besar. Lakukan saja hal ini selama sebulan, hasilnya sudah dapat ditebak yaitu account Anda akan amblas karena selalu mengalami loss yang lebih besar daripada profit.

Bagaimanakah cara melakukan exit yang optimal?

Anda harus memiliki kemampuan mendeteksi dimanakah kira-kira trend akan berakhir, itulah saatnya untuk melakukan exit yang optimal. Oleh karenanya, peroleh kemampuan tersebut dalam diri Anda dengan cara sering berlatih trading dengan menggunakan demo account. Sepanjang kemampuan tersebut belum ada dalam diri Anda, jangan pernah berharap mendapatkan profit besar dari Forex.

Kemampuan exit tidak terbatas hanya pada exit pada saat profit, tetapi Anda juga harus mampu melakukan exit pada saat loss. Nah, disinilah kebanyakan trader berat untuk melakukannya. Akibatnya, loss tidak terjaga tetap kecil, tetapi malah membesar melebihi profit yang sebelumnya telah berhasil diperoleh.

Perlu diketahui bahwa jarang sekali trading yang memiliki akurasi 100% dan tidak pernah menggalami loss. Prinsip utama trading adalah bagaimana caranya agar nilai profit melebihi nilai loss, karena loss kadang kala sulit dihindari.

Sebenarnya prinsip diatas sama saja dengan prinsip hidup ini, yaitu bagaimana caranya agar jumlah kebaikan dan amal yang dilakukan dapat melebihi segala macam kesalahan dan dosa yang terjadi :)

Kemampuan untuk mengelola dan mempertahan loss tetap kecil sangatlah penting sebagai salah satu unsur untuk mendapatkan profit besar. Oleh karenanya, ada pepatah dalam dunia trading, you can't win unless you know how to lose.

Pepatah tersebut sebenarnya hampir sama dengan hidup yang kita alami. Bila Anda tidak mampu menghadapi kegagalan dalam hidup, maka Anda juga tidak mampu untuk menjadi pribadi yang sukses nantinya.

Dalam menjalani hidup, tidak selamanya kesuksesan berhasil diraih, kadang kala kegagalan terjadi. Sepanjang Anda mampu menarik hikmah dan belajar dari kegagalan yang dialami kemudian melakukan perbaikan, tentunya suatu saat kesuksesan yang akan dapat diraih.

Kegagalan adalah proses pembelajaran. Kita diberi kegagalan untuk menyadarkan diri bahwa yang dilakukan salah. Dengan gagal, kita dituntut untuk belajar dan memperbaiki diri supaya menjadi lebih baik dengan tujuan agar kegagalan tidak terulang kembali.

Belajarlah untuk berani melangkah dan memutuskan. Tidak apa-apa seandainya kemudian langkah atau keputusan tersebut ternyata salah. Karena dengan melakukan kesalahan, Anda akan paham bagaimana caranya untuk menjadi benar. Itulah proses pembelajaran dari kesalahan atau kegagalan. Jangan pernah tidak berani untuk salah atau gagal, akibatnya Anda tidak akan pernah maju dan hanya diam di tempat.

Hanya saja yang perlu diingat, tiap kali memutuskan atau melangkah, siapkan backup plan seandainya terjadi salah. Dengan demikian, bila terjadi kegagalan maka Anda masih mampu untuk bangkit kembali karena masih memiliki sumber daya cadangan.

Jangan pernah pertaruhkan semua yang dimiliki dalam satu langkah atau keputusan besar. Anda tidak pernah tahu apa yang terjadi pada masa depan, bisa saja kegagalan terjadi. Nah, apabila terjadi maka Anda akan stress karena sudah tidak memiliki sumber daya cadangan untuk bangkit kembali.

Oleh karenanya ada pepatah yang mengatakan kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Sayangnya jarang yang menyadari makna sebenarnya dari pepatah tersebut sehingga akibatnya cenderung melakukan hal-hal negatif bila mengalami kegagalan dalam hidup.

Contoh sederhana yang banyak terjadi adalah putus cinta. Perhatikan bahwa kebanyakan cenderung melakukan hal-hal negatif apabila mengalami kejadian tersebut. Murung, mengurung diri, malas makan minum, melamun, menyakiti diri sendiri, atau bahkan bunuh diri.

Coba kalau mereka melihat sisi lain (hikmah) dari putus cinta tersebut, bukankah dengan putus cinta maka mereka kembali menjadi bebas dan tidak terikat. Dengan kebebasan tersebut, tentunya akan lebih mudah bukan untuk mencari pacar yang lebih cantik atau lebih tampan dan lebih segala-galanya dari yang terdahulu. Seandainya kita dapat berpikir seperti itu, tentunya tidak akan murung atau bahkan bunuh diri pada saat kegagalan terjadi.

Seperti itulah logika loss dalam Forex atau trading apapun. Tidak apa-apa loss terjadi, paling tidak modal tidak tergerus seluruhnya sehingga kita masih memiliki kesempatan untuk melakukan trading berikutnya, yang tentunya harus lebih baik daripada sebelumnya.

Bayangkan kalau Anda tidak mau loss terjadi dan cenderung membiarkannya, maka lama kelamaan loss akan membesar (karena jelas-jelas melawan arah trend). Sehingga pada akhirnya modal tidak lagi mampu menampung loss tersebut dan amblas. Oleh karenanya, cintailah loss, justru karena Anda mampu menerima adanya loss maka modal tetap selamat.

Trading mengajarkan banyak hal, yang mirip dengan kehidupan yang kita jalani. Melakukan trading, membuat seolah-olah kita berkaca kepada pribadi sendiri. Bukan market yang kita lawan, tetapi diri kita sendiri. Sepanjang Anda memiliki kemampuan untuk mengontrol diri, maka sukses dalam trading akan dapat diraih.

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa trader yang sukses biasanya adalah orang-orang yang bermental positif. Terburu-buru, serakah, tidak sabar, tidak teliti, emosional, dan sifat-sifat negatif lainnya tidak akan pernah cocok dengan trading. Hal tersebut benar adanya, karena bila melakukan trading dengan mental negatif, maka market akan langsung menghajar hal-hal negatif yang Anda lakukan dengan loss. Anda dapat mencobanya sendiri kalau tidak percaya :)

Oleh karenanya, semakin professional seorang trader, maka akan semakin bijaksana dirinya. Karena tanpa sadar tiap kali melalukan trading, mentalnya ditempa karena hanya diperkenankan untuk melakukan hal-hal positif saja.

Kontrol adalah kunci sukses trading. Kemampuan mengontrol diri, kemampuan mengontrol loss, kemampuan mengontrol penggunaan modal tetap efisien dan aman meskipun loss terjadi, dan kemampuan mengontrol entry exit.

Kontrol hanya dapat dicapai apabila memiliki mental yang positif dan kemampuan trading yang memadai. Pengalaman selama ini berkecimpung dalam dunia trading menyadarkan bahwa dua faktor itulah yang menentukan sukses tidaknya trading, bukan indikator atau sistem trading "sakti".

Selanjutnya, kita analisa bersama juara Oktober 2010 yang berhasil memperoleh profit sebesar 4043.24%. Rata-rata dalam kontes yang selama ini ditemukan di internet, perolehan profit dalam sebulan trading biasanya hanya berkisar 1000% s.d. 2000%. Pencapaian sampai 4000% sangatlah fantastis dan mengagumkan karena belum pernah terjadi sebelumnya, bandingkan saja dengan juara Mei 2010 yang hanya 1005.34%.



Juara Oktober 2010 mampu mengubah modal awal US$ 100.000 (seratus ribu) menjadi US$ 4.143.244,34 (empat juta dollar atau 4043.24%, sangat fantastis!) hanya dalam waktu 1 bulan. Trades yang dilakukan sebanyak 79 trades dengan akurasi hanya sekitar 65% s.d. 69% (Longs Won dan Shorts Won).



Berbeda dengan juara Mei 2010 yang hanya berfokus pada 2 pair saja yaitu EURUSD dan AUDUSD, juara Oktober 2010 menggunakan multi pair. Juara ini melakukan trading di 14 pair sekaligus (terlihat pada gambar diatas) dimana profit terbesar diperoleh dari GBPJPY, AUDUSD, EURJPY, dan EURGBP.

Rata-rata perolehan profit sebesar 28,65 pip tiap kali melakukan trade (Average Win) dan rata-rata loss sebesar 29,09 pip (Average Loss). Ehm... nilai average wins dan loss ini sama sekali tidak menunjukkan hal istimewa, karena rasio win dan loss hanyalah 1 banding 1 (28,65 : 29,09), tetapi kenapa profit mampu mencapai 40 kali lipat atau 4043.24% (US$ 4.143.244,34)?



Kita lihat bersama lebih detail trades history-nya dengan meng-klik menu HTML pada pojok kanan atas seperti terlihat pada gambar diatas. Myfxbook.com cenderung menghilangkan pending order (limit atau stop order) dari trades history untuk efisiensi tampilan. Sehingga untuk menampilkannya, perlu melihat "raw trades history" yang disediakan pada menu HTML, CSV, atau PDF, yang tampilannya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:



Terlihat bahwa juara Oktober 2010 disamping menggunakan instant order (Buy atau Sell), juga menggunakan pending order berupa limit order (Buy Limit atau Sell Limit). Tetapi anehnya tidak pernah menggunakan pending order berupa stop order (Buy Stop atau Sell Stop).

Bagi Anda yang belum paham perihal berbagai macam jenis order, instant atau pending order, dapat membacanya disini : Trading Basic

Juara Oktober 2010 "agak" lebih terbuka daripada juara sebelumnya, bersedia menjawab beberapa pertanyaan penonton, yang beberapa jawabannya ditampilkan dibawah ini:



Paling sering ditanyakan adalah time frame (TF) mana yang digunakan. Kebanyakan selalu menanyakan hal ini, seolah-olah terdapat time frame yang paling menguntungkan sehingga trading mampu profit terus menerus bila dilakukan pada time frame tersebut.

Padahal jawabannya, time frame apapun akan menguntungkan bila sesuai dengan aturan dan sistem trading Anda. Terserah gunakan M1, M5, M15, H1, atau bahkan W1 maka hasilnya akan menguntungkan apabila sistem trading dan personality yang Anda miliki mendukung time frame tersebut.

Sebagai contoh, Anda sangat sibuk sehingga hanya sedikit waktu yang dapat disisihkan untuk trading. Tentunya jangan gunakan time frame dibawah D1 (M1 s.d. H4) karena Anda tidak berada di depan monitor terus menerus untuk melakukan pantuan. Apabila dipaksakan juga, akibatnya sudah dapat ditebak, yaitu loss karena saat entry atau exit selalu terlambat karena Anda tidak terus menerus memantau perkembangan.

Pertanyaan berikutnya yang paling sering ditanyakan adalah jumlah lot. Berapa jumlah lot yang optimal? Ada yang berpendapat 2%, ada juga 10%, bahkan 25% dari total modal. Padahal jawabannya bukanlah terletak pada persentase tersebut, tetapi jawabannya ada pada diri Anda sendiri. Berapakah jumlah loss yang mampu Anda terima untuk sekali trade?

Pada saat entry dilakukan, kebanyakan hanya berpikir profit yang akan diperoleh tetapi tidak pernah menghitung berapa loss yang akan diderita. Bila Anda hanya berpikir profit saja, maka Anda disebut sebagai penjudi, bukan trader. Kebanyakan penjudi selalu berpikir bila menang tetapi tidak pernah mengantisipasi bila kalah. Bila ingin menjadi trader professional, Anda harus berpikir 2 sisi, yaitu bila menang dan bila kalah. Dengan demikian, apabila entry tidak sesuai harapan, Anda akan cepat bereaksi menjaga agar loss tetap minimal.

Untuk menjawab pertanyaan berapa jumlah loss yang mampu diterima untuk sekali trade, tergantung kepada Anda sendiri. Bila modal mampu menahan loss US$ 300 untuk sekali trade, maka gunakan 1 lot EURUSD dengan stop loss 30 pip, sehingga apabila loss terjadi maka loss tersebut sama dengan US$ 300. Tentunya loss ini harus diimbangi dengan harapan profit dimana minimal harus memiliki rasio 1:1, yaitu harapan loss maupun harapan profit sama dengan US$ 300. Hal inilah yang disebut sebagai Risk Reward Ratio dan Money Management.

Strategi apa yang digunakan oleh juara Oktober 2010?

Juara tersebut menggunakan swing trading, terbukti dengan digunakannya pending order berupa buy dan sell limit. Trading dilakukan pada saat trend sudah pasti arahnya, tetapi harga melakukan pembalikan arah untuk sementara waktu. Nah, pada saat terjadi pembalikan arah melawan trend, dilakukan "pencegatan" dengan penggunaan limit order.

Hal ini merupakan suatu cara yang sangat cerdik, dimana Buy akhirnya dilakukan pada harga terendah dan Sell dilakukan pada harga tertinggi. Dengan demikian kemungkinan profit akan lebih besar dan minim resiko sepanjang trend kemudian kembali ke arah semula.

Oleh karenanya juara Oktober 2010 ini pada saat ditanya oleh penonton cara apa yang digunakannya, jawabannya yang digunakan adalah prinsip fisika. Prinsip fisika mengatakan What goes up must come down. Ini hanyalah prinsip gravitasi, tiap kali kita meloncat pasti akan kembali jatuh ke bawah karena adanya gravitasi.

Hanya saja dalam trading, prinsip fisika tersebut dibolak-balik menjadi: What goes up must come down dan What goes down must come up. Dalam trading hal ini memang benar, karena market selalu otomatis menseimbangkan diri apabila terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tetapi dalam prinsip fisika, yang benar hanyalah What goes up must come down karena gravitasi selalu menarik ke bawah.

Juara Oktober 2010 ini paham betul dimana harga akan menseimbangkan diri dan kemudian berbalik arah menuju trend semula. Nah, disitulah dilakukan "pencegatan" dengan menggunakan limit order.

Bagaimana bila arah trend tidak kembali menuju arah semula?

Perhatikan bahwa Average Loss hanya sebesar 29,09 pip, dimana dapat diartikan bahwa stop loss yang digunakan hanya sebesar 30 pip. Sehingga apabila terjadi tidak sesuai harapan, maka loss dijaga tetap minimal hanya 30 pip.

Kenapa menggunakan multi pair dan tidak fokus pada 1 pair saja?

Sepertinya juara Oktober 2010 ini memantau pembalikan harga (retrace) pada 14 pair. Sehingga apabila terjadi pembalikan harga pada salah satu pair, maka akan dilakukan "pencegatan" dengan limit order. Hal ini juga merupakan cara yang cerdik, karena tidak perlu menghafalkan berbagai macam pola retrace, cukup 1 saja dan kemudian menunggunya terjadi di berbagai pair.

Kalau menunggu di 1 pair saja, bisa-bisa selama seminggu tidak pernah melakukan trading karena pola retrace tidak muncul. Oleh karenanya, dipantau multi pair sehingga bisa terjadi kapan saja dan trading dapat dilakukan lebih sering.

Tunggu dulu, penjelasan diatas hanyalah menjawab pertanyaan bagaimana juara Oktober 2010 melakukan trading, tetapi belum menjawab pertanyaan bagaimana profit mampu mencapai 40 kali lipat atau 4043.24% (US$ 4.143.244,34)?

Average wins dan loss ini sama sekali tidak menunjukkan hal istimewa, hanya 1 banding 1 (28,65 : 29,09). Akurasi pun tidaklah istimewa, hanya 65% s.d. 69% (Longs Won dan Shorts Won). Darimana perolehan profit sebesar itu?

Pertama, menjaga loss tetap minimal. Penggunaan stop loss 30 pip menjadikan rasio average wins loss 1 banding 1 membuat profit selalu terjaga. Profit yang berhasil diperoleh hanya akan tergerus habis apabila akurasi dibawah 50%.

Dengan rata-rata akurasi 67% dan rasio win loss 1:1, menggambarkan bahwa profit yang diperoleh sebelumnya hanya tergerus 33% (100% - 67%). Contoh mudahnya begini, profit yang berhasil diperoleh adalah 1000. Akibat akurasi hanya 67% maka terjadi 33% loss dimana akibat loss tersebut maka profit akhirnya hanya tinggal 670, sedangkan yang 330 hilang karena loss.

Akan berbeda apabila rasio win loss sebesar 1:2, maka profit yang tersisa hanya sebesar 340 (1000 - (330 x 2)). Bila rasio 1:4 maka tidak ada lagi profit yang tersisa dan modal tergerus karena hasil perhitungannya adalah minus 320 (1000 - (330 x 4)).

Dengan demikian, apabila akurasi hanya 50% dan rasio win loss 1:1, hanya akan menghasilkan breakeven. Tetapi apabila akurasi mampu diatas 50% dengan rasio win loss tetap dijaga 1:1 maka profit akan dapat diperoleh.

Kesimpulan dari hal ini, rasio win loss adalah faktor penentu sukses tidaknya trading. Dengan syarat, akurasi harus melebihi 50% maka profit dapat diperoleh. Oleh karenanya, juara Oktober 2010 mampu memperoleh profit meskipun akurasi hanya 67%.

Kedua, inilah yang paling utama dan penyebab profit melesat sampai 40 kali lipat, adalah penggunaan lot yang tepat (money management). Profit tidak akan mungkin melesat apabila menggunakan 1 atau 2 lot terus menerus dengan akurasi hanya 67%.

Penggunaan lot yang besar pada saat entry menghasilkan profit dan sebaliknya menggunakan lot kecil pada saat entry mengalami loss adalah kunci sukses juara Oktober 2010. Dengan cara ini maka profit akan melesat karena digunakan lot dalam jumlah besar dan loss tetap minimal karena hanya digunakan lot kecil.

Rasio win loss memang hanya 1:1 karena yang diperhitungkan hanya nilai pip, bukan nilai dollar profit dan loss. Sehingga meskipun rasio pip hanya 1:1 tetapi karena nilai dollar profit selalu jauh lebih besar daripada loss, maka pencapaian profit 40 kali lipat akhirnya mampu diraih.

Perhatikan bahwa nilai dollar Average Wins sebesar US$ 105.725 dan Average Loss US$ 55.520. Dengan demikian rasio win loss dalam nilai dollar adalah sebesar 2:1, yang dapat diartikan bahwa tiap kali melakukan entry akan menghasilkan profit 2 kali lipat daripada loss yang terjadi.

Pertanyaan sekarang, bisakah Anda melakukan trading seperti ini? Yang mampu mencapai 40 kali lipat profit dalam sebulan?

Bisa, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Apalagi juara kontes Oktober 2010 sudah membuktikannya, meskipun masih dalam demo account. Tetapi pada live account pun bisa saja dilakukan, asalkan:
- Rasio Win Loss dalam dollar harus 2:1
- Akurasi minimal 67%
- Disiplin menjaga loss tetap kecil dan mengusahakan profit selalu lebih besar daripada loss.

Bagaimana caranya mencapai kriteria diatas?

Hanya 1 cara, yaitu berlatih terus menerus. Perhatikan saja jawaban juara Oktober 2010 sebagai berikut: "it's take a lots of hour to make a research how to predict the markets and finally I found and solve the problem..."

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan kalimat "it's take a lots of hour"?

Jangan anggap itu hanya beberapa jam saja, itu bisa berarti ribuan atau bahkan jutaan jam di depan monitor melakukan riset dan analisa terus menerus sampai ketemu. Hasil survey yang pernah ada di internet mengatakan bahwa rata-rata memerlukan waktu minimal 3 tahun sampai akhirnya dapat mengalahkan market dan mulai memetik konsisten profit. Itupun kalau Anda betah duduk berjam-jam tiap hari di depan monitor, kalau tidak betah, ya akan lebih lama lagi :)

Oleh karenanya, wajar kalau juara tersebut mengatakan "I'm sorry, I can't share my trading system... sorry... " Dia telah bekerja keras bertahun-tahun untuk membuat trading system tersebut. Jadi wajar saja kalau tidak bersedia men-sharing ke siapa pun.

Hasil terbaik yang dapat dinikmati abadi selamanya hanya diperoleh dengan kerja keras, keringat, dan pengorbanan. Oleh karenanya, jangan pernah berharap adanya jalan pintas, karena tidak pernah ada. Seandainya ada pun tidak akan abadi karena dibangun dari pondasi yang rapuh.

Dengan melakukan analisa atas 2 juara tersebut, paling tidak timbul perspektif baru dalam diri perihal bagaimana cara yang benar dalam melakukan trading. Ada pepatah yang mengatakan, jangan pernah membuat roda baru, tapi contohlah roda yang sudah ada dan kemudian berusahalah untuk menyempurnakannya.

Oleh karenanya, jangan pernah membuat roda yang bentuknya segi tiga atau segi empat. Kelihatannya bagus memang, tetapi tidak akan pernah bisa berjalan. Hemat waktu dan tenaga Anda, lebih baik fokus membuat saja roda yang bentuknya bundar seperti roda yang umum digunakan. Tetapi kemudian gunakan waktu dan tenaga Anda untuk melakukan berbagai cara agar roda bundar milik Anda menjadi lebih baik, lebih cepat berputarnya, lebih segala-galanya daripada roda yang digunakan oleh orang lain.

Contohlah apa yang dilakukan juara-juara tersebut. Tidak ada salahnya dengan mencontoh, toh bukan plagiat atau menjiplak. Kita hanya mencontoh strategi yang digunakan, tetapi untuk eksekusinya digunakan sistem yang dibangun sendiri.

Masih ingat sekitar tahun 1980 s.d. 1990 dimana Cina sangat dikenal dengan barang bajakan dan jiplakan? Perhatikan sekarang, hasil belajar dengan cara mencontoh (yang kadang juga menjiplak), akhirnya membawa Cina menjadi salah satu negara yang ekonominya sangat kuat karena mampu memproduksi barang-barang yang selama ini hanya diproduksi oleh negara barat. Oleh karenanya, jangan pernah malu untuk mencontoh. Tapi jangan hanya sekedar mencontoh, pelajari juga bagaimana caranya dan kemudian kuasai.

Analisa terhadap hasil trading 2 juara diatas memberikan 2 kesimpulan sebagai berikut:

Pertama, bahwa trading tidak perlu dilakukan berkali-kali. Semakin banyak dilakukan entry, resiko loss juga akan semakin tinggi. Perhatikan saja juara Mei 2010, hanya dengan 5 kali entry berhasil membuat profit 10 kali lipat.

Kedua, bila dilakukan entry yang sangat sering seperti layaknya juara Oktober 2010, gunakan manajemen lot yang baik sehingga meskipun resiko loss meningkat tetapi tetap profitable karena lot pada saat profit selalu lebih besar daripada lot pada saat loss. Jangan dibalik kalau tidak ingin account amblas :)

Bila Anda perhatikan tulisan analisa ini, seperti mengumpulkan serpihan-serpihan kecil dengan dasar trades history, kemudian disatukan dan dianalisa. Memang benar seperti itulah adanya. Trading juga sama halnya seperti tulisan ini, dimana Anda harus mengumpulkan serpihan-serpihan kecil pengetahuan, indikator, dan lain-lain untuk kemudian berusaha disatukan dalam upaya menemukan trading system yang cocok bagi diri Anda.

Hanya saja proses pengumpulan serpihan-serpihan tersebut memerlukan waktu panjang, bertahun-tahun sampai akhirnya Anda menemukan yang tepat. Oleh karenanya, bila Anda trading hanya mengejar uang, disarankan untuk jangan diteruskan karena hanya akan buang waktu percuma.

Trading hanyalah untuk orang-orang yang benar-benar menyukainya (memiliki passion atau kesukaan) dan betah berlama-lama di depan monitor. Trading sangat berat karena sangat sulit dan memerlukan waktu lama untuk menguasainya, sehingga mereka yang tidak benar-benar memiliki passion sudah dapat dipastikan akan berhenti ditengah jalan karena putus asa.

Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan masing-masing. Jadilah diri Anda sendiri dan gunakan kelebihan yang ada dalam diri untuk menggapai sukses. Jangan anggap hanya dalam trading saja yang menghasilkan uang banyak, di dunia ini semuanya bisa dijual dan menghasilkan uang.

Perhatikan saja pengusaha, dokter, insinyur, akuntan, kenapa mereka kaya raya padahal tidak melakukan trading. Karena mereka menggunakan kelebihan dan passion yang ada dalam dirinya untuk membangun kemampuan lebih dibandingkan rata-rata orang lain. Dunia ini adalah dunia persaingan, yang memiliki kemampuan lebih (dalam bidang apapun), biasanya akan lebih sukses daripada yang kemampuannya pas-pasan.

Oleh karenanya, gunakan kelebihan dalam diri Anda. Karena hanya dengan cara itu, Anda akan lebih cepat meraih sukses daripada memaksakan diri masuk dalam dunia trading yang jelas-jelas bukan kelebihan Anda.

Kebanyakan biasanya sekedar ikut-ikutan, karena tergiur hasilnya. Padahal adanya passion dan memanfaatkan kelebihan dalam diri sangat penting sebagai modal awal menuju sukses. Singkat kata, kalau bersuara buruk maka jangan paksakan diri untuk menjadi penyanyi, percuma dan hanya buang waktu saja.

Akan tetapi apabila Anda memang benar-benar menyukai trading, berlatihlah terus. Trading dapat diibaratkan seperti belajar menyetir mobil, Anda harus mendapatkan "feel"-nya terlebih dahulu, baru kemudian bisa ngebut. Proses untuk mendapatkan "feel" tersebut perlu waktu lama, karena yang harus dilakukan adalah mengumpulkan serpihan-serpihan kecil untuk membangunnya.

Tetapi jangan lupa luangkan waktu untuk menikmati hidup dan berolah raga. Trading adalah sesuatu yang dapat membuat kecanduan, seperti ditulis dibawah ini:


"Trading are potentially addictive because of the high flow of pain and pleasure that bring to the brain". Mungkin benar adanya apa yang ditulis diatas, trading memang membuat emosi maupun pikiran bergejolak karena rasa penasaran, takut salah, rasa senang, dan berbagai macam emosi yang terus menerus bergejolak selama trading berlangsung. Rasa itulah yang akhirnya membuat kecanduan.

Menurut saya sendiri, kecanduan trading tidaklah merugikan, sepanjang Anda mampu menghasilkan profit. Nah, yang repot kalau sudah kecanduan, tetapi hasilnya loss terus :)

Positifnya lagi, Anda tidak perlu menggunakan shabu-shabu atau narkoba lainnya untuk merangsang emosi dan imajinasi, cukup lakukan saja trading maka otomatis emosi dan imajinasi akan bergejolak dengan sendirinya :)

Akan tetapi, trading sangat merusak kesehatan. Untuk melakukan trading, dituntut kemampuan betah duduk berlama-lama di depan monitor, tentunya kalau tidak diimbangi olah raga maka secara perlahan tapi pasti, kesehatan akan menurun. Seorang teman yang juga forex trader selama bertahun-tahun meninggal beberapa bulan yang lalu akibat serangan jantung.

Itulah resikonya trading, disamping dapat menyebabkan kebangkrutan secara instant, juga tidak baik bagi kesehatan jantung Anda :)

Akhir kata, lakukan analisa mendalam cara-cara trading juara dan contohlah. Pahami dan kuasai cara-cara juara tersebut dan bila hal ini rutin dilakukan, suatu saat kesuksesan trading akan dapat diraih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar