Selasa, 18 Januari 2011

Andromeda Managed Funds (#5)

Balasan email dari Pak Aras:

Selamat sore,

Terima kasih untuk balasan di artikelnya, Pak Ary. Sangat membantu dalam menjelaskan kenapa 5-Digits di Forex.com butuh dana yang banyak. Jangan kuatir, Pak.. saya belum terburu-buru untuk 'memaksa' ikut Andromeda Managed Fund sebab dana yang dibutuhkan pun masih terlalu besar untuk saya. :) bagi saya yang penting memang performance strategi yang profitable. Selama memiliki nilai persentase profit yang konsisten itu sudah dianggap 'fit & proper'.

Dari artikel Pak Ary tentang 'abuse' saya melihat Detailed Statement yang banyak Pending Ordernya. Saya berasumsi Pak Ary menggunakan metode Breakout dalam teknik trading. Lebih aman memang untuk menentukan Trending. Tetapi pada akhirnya Server Broker menjadi 'Flooding'. Waktu itu broker sekelas FX Open saja sudah pernah memberi peringatan bagi trader yang memasang Pending Order terlalu agresif. Tidak heran jika broker Forex.com pada akhirnya memberi peringatan kepada Pak Ary juga. Apakah memang benar Pak Ary menggunakan Breakout System sehingga membuat EA 'agresif' membuat Pending Order tersebut?

Mengenai Trending, saya sangat setuju menggunakan strategi ini namun ada kalanya Trend sulit diperkirakan. Alat bantu (indikator) standar apa yang sebaiknya digunakan? Saya menganalisis beberapa macam indikator dan tentunya mereka hanya 'bergerak' berdasarkan perhitungan yang terjadi saat itu, artinya indikator sebenarnya tidak bisa memprediksikan arah trend sama sekali. Singkatnya indikator tidak lebih dari sekedar Speedometer yang ada pada kendaraan, bukan?

Jika sudah demikian, bukankah sebaiknya menentukan 'nasib' pergerakan trend berdasarkan intuisi misalnya dengan membandingkan pergerakan harga antar Timeframe? Namun dalam hal ini pun saya masih bingung, pada akhirnya apa yang seharusnya dibandingkan juga justru malah samar. Permasalahan sederhananya, apakah membandingkan sebuah Candlestick pada TF Daily dengan TF pada H1 dapat menentukan arah trend berikutnya. Kira-kira seperti itulah. Mungkin terlihat bijak tapi sepertinya hanya bisa dilakukan dengan Manual Trading dan sulit untuk menerjemahkan ke dalam AutomaticTrading System. Mohon pernyataan dari sudut pandang Pak Ary mengenai hal tersebut.

Hal terakhir berupa sebuah pertanyaan. Apakah korespondensi saya mengganggu waktu Pak Ary mengingat tampaknya saya yang paling 'cerewet' tentang Forex dan sekitarnya? Jika ya saya mohon maaf atas waktunya yang saya ganggu, Pak. Terima kasih untuk perhatiannya.

Regards,
Aras


Jangan khawatir Pak Aras, saya tidak pernah menganggap 'cerewet', justru senang karena pertanyaan beserta jawabannya dapat dibuat mengisi blog ini. Daripada saya bingung mikir-mikir enaknya mau tulis apa untuk blog :)

Disamping itu, menulis jawaban untuk Pak Aras saya lakukan sembari trading. Tentunya Pak Aras paham bahwa perlu kesabaran untuk menunggu timing tepat untuk melakukan entry. Sambil menunggu timing tersebut terjadi, untuk mengisi waktu saya lakukan menulis untuk menjawab pertanyaan Pak Aras.

Sejak blog ini dibuat, Pak Aras adalah orang pertama yang mengirimkan email dan menanyakan hal-hal mendalam perihal forex. Tidak banyak yang memiliki pengetahuan forex sedalam yang dimiliki oleh Pak Aras. Kebanyakan pembaca blog ini sepertinya baru belajar dan masih awam dengan forex, sehingga untuk sekedar bertanya pun masih bingung mau tanya apa :)

Memang benar Pak Aras, robot yang digunakan saat itu adalah Breakout EA buatan sendiri tetapi telah lama dihentikan. Disamping karena diperingatkan broker, juga disimpulkan performance-nya tidak baik. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sering kali terjadi breakout palsu yang berakibat robot mengalami lebih banyak loss daripada profit. Meskipun digunakan pending order, tetapi tetap saja tidak efektif apabila yang terjadi hanyalah breakout palsu dimana setelah pending order tereksekusi (istilah teman saya "terjilat"), trend bukannya berlanjut terus sehingga profit, tetapi malah berbalik arah dan terkena stoploss.

Tentunya Pak Aras pernah melihat sepeda. Bayangkan seandainya diri Pak Aras adalah seorang anak yang masih berusia 6 tahun dan belum pernah melihat sepeda. Tentunya sangat takjub dan rasanya sangat ajaib melihat sepeda. Ini benda apa ya? Mungkin ini hanyalah seperti halnya keledai, cukup dituntun disamping untuk mengangkut beban. Tidak mungkin dapat dikendarai, rodanya hanya 2 dan bukan 3, tentunya pasti jatuh kalau dinaiki.

Gambaran diatas adalah gambaran yang paling mudah dan gampang dicerna. Oleh karena saat ini Pak Aras belum paham kegunaan sepeda, akibatnya menganggap bahwa indikator hanyalah sekedar speedometer. Suatu hari nanti bila telah mengetahui bahwa sepeda tidaklah hanya sekedar dituntun saja, tetapi juga dapat dikendarai, maka Pak Aras akan paham bahwa indikator bukanlah speedometer, tetapi kompas penunjuk arah.

Pak Aras hanyalah belum paham, akan tetapi untuk mencapai pemahaman tersebut tidaklah mudah. Perlu ketekunan dan kerja keras, forex adalah ilmu yang sangat sulit, tidak semua orang mampu. Bila Pak Aras mencapai tingkatan seperti saya saat ini, akan paham betapa sulit dan betapa besar pengorbanan yang harus dilakukan.

Sejak awal belajar forex dahulu, saya paham betul bahwa chart yang ada di Metatrader hanyalah sebuah puzzle. Bila ingin mengalahkan forex, maka harus paham terlebih dahulu bagaimana cara menyusun puzzle tersebut. Jawabannya sebenarnya ada di depan mata Pak Aras, hanya saja mata dan otak masih belum dapat melihatnya.

Oleh karenanya, sejak 2 tahun lalu, rata-rata 12 s.d. 18 jam sehari waktu dihabiskan di depan monitor. Tidak ada libur, karena Sabtu Minggu pun digunakan untuk memelototi chart. Untuk memahami puzzle, hanya ada 1 cara yang dapat dilakukan, lihat dan pelototi terus menerus, suatu hari nanti mata dan otak akhirnya dapat menyusun puzzle tersebut.

Tidak ada indikator yang sakti dan akurat. Asal Pak Aras tahu, sudah ribuan indikator saya coba dan hasilnya tidak ada satupun yang sakti. Di dunia forex ini, ibarat dari kutub utara sampai kutub selatan sudah saya jelajahi seluruhnya :) Oleh karenanya, jangan pernah percaya dengan iklan yang banyak bertebaran di internet yang menjual indikator "sakti".

Time frame pun sama saja, seolah-olah ada anggapan bahwa time frame yang ini akan lebih menguntungkan daripada time frame yang itu. Padahal apapun time frame-nya akan menguntungkan sepanjang paham.

Tidak ada indikator atau time frame "sakti", yang "sakti" sebenarnya adalah diri kita sendiri dimana mampu mengunakan indikator atau time frame yang tidak sakti akhirnya menjadi senjata yang ampuh.

Pernah melihat koki masak yang sedang mengiris-iris bawang dengan cepatnya? Kenapa Pak Aras tidak bisa seperti koki tersebut? Apakah yang sakti pisaunya? Bukan pisaunya yang sakti, tetapi yang menggunakannya karena paham betul bagaimana caranya. Coba Pak Aras gunakan pisau yang sakti itu untuk mengiri bawang. Karena tidak terbiasa menggunakan pisau, mengiris bawang yang seharusnya sangat mudah akhirnya menjadi sangat sulit. Seperti itulah indikator atau time frame, bukanlah indikator atau time frame-nya yang akurat, tetapi bagaimana kita menggunakannya.

Alat bantu (indikator) standar apa yang sebaiknya digunakan? Ehm, pertanyaan yang sangat banyak ditanyakan oleh pemula. Bukan indikator yang Pak Aras perlukan, tetapi sebuah system trading yang sesuai dengan pribadi Pak Aras.

Temukan terlebih dahulu system trading yang cocok untuk diri sendiri. Berusahalah untuk tidak mencontek karena hanya sia-sia saja. Perhatikan saja forum forex yang banyak di internet dimana para anggotanya saling berbagi system trading. Kenapa si pembagi system merasa bahwa system tersebut menguntungkan baginya, tetapi si pengguna yang hanya mencontek dari si pembagi merasa bahwa system tersebut justru merugikan.

Jawabannya karena tidak cocok dengan pribadi dan karakternya. Trading dapat diibaratkan seperti mengemudi mobil, dimana tergantung pada karakter diri masing-masing. Ada yang agresif, ada yang konservatif, ada yang malah paranoid, oleh karenanya percuma dan sia-sia bila mencontek system trading orang lain karena system tersebut belum tentu cocok dengan karakternya.

Temukan system trading yang cocok bagi diri Pak Aras. System trading bukanlah hanya mencakup indikator semata, tetapi juga termasuk pemahaman akan pergerakan candlestick serta pemilihan time frame yang cocok. Bagaimana cara menemukannya? Mudah tetapi perlu waktu lama, yaitu duduk dan perhatikan chart selama mungkin, kalau mampu lakukan rutin 12 s.d. 18 jam sehari. Lama kelamaan akan dipahami bagaimana cara meletakkan pisau, alas kayu, dan bawang dengan tepat sehingga tangan yang memegang pisau akhirnya dapat mengiris bawang dengan sangat cepat.

Kebanyakan yang dibaca pada forum forex memang banyak yang mengatakan bahwa sulit menterjemahkan manual trading menjadi automatic trading. Perlu diketahui, sangatlah jarang seorang trader yang sekaligus memiliki kemampuan untuk melakukan pemprograman. Itulah salah satu alasan kenapa menjadi sulit.

Mampu melakukan trading yang konsisten profitable saja sudah sulit, apalagi harus menterjemahkan ke dalam pemprograman robot. Ibaratnya membuat hal yang sudah sulit menjadi yang lebih rumit lagi.

Ditambah lagi, karena hanya sedikit trader yang mampu melakukan pemprograman sendiri, maka bagi trader yang telah mampu konsisten profitable tentunya tidak rela kalau kemudian membocorkan strateginya kepada programmer. Bagaimana kalau programmer tersebut tidak dapat dipercaya dan kemudian malah dijual. Akibatnya, lebih baik trading manual saja, lebih terjamin aman dan tidak bocor kemana-mana.

Seandainya memiliki programmer terpercaya pun, juga sulit. Pemprograman menuntut adanya logika yang runut. Belum tentu si trader yang seumur hidup tidak pernah mengenal pemprograman kemudian mampu menterjemahkan strateginya ke logika runut seperti diminta oleh programmer. Selain itu, sebaik apapun program yang telah dibuat, biasanya mengandung cacat. Sulit bukan melakukan deteksi cacat pada program kalau kita tidak paham akan program itu sendiri. Sehingga strategi trading manual yang semula profitable akan menjadi buruk bila diubah menjadi automatic trading.

Ada juga sebagian trader yang mengatakan bahwa manual trading lebih baik daripada automatic trading karena pada manual trading terdapat unsur intuisi yang tidak mungkin ditanamkan ke dalam tubuh robot. Memang benar bahwa dalam manual trading diperlukan intuisi, tetapi bukan kemudian membuat automatic trading yang baik menjadi tidak mungkin.

Oleh karenanya, saat ini saya kembali melakukan manual trading dalam rangka membuat robot yang lebih baik. Yang saya lakukan adalah mencoba mengubah intuisi tersebut menjadi bahasa pemprograman sehingga nantinya dapat ditanamkan pada tubuh robot.

Saya berusaha membuat automatic trading dikarenakan paham betul tidak mungkin selamanya saya lakukan manual trading. Bila manual dilakukan dalam jangka panjang, akibatnya dapat merusak kesehatan. Manual trading menuntut ketahanan duduk di depan monitor terus menerus, dalam jangka pendek tidak masalah, tetapi tentunya akan merusak kesehatan apabila dilakukan untuk jangka panjang.

Trading adalah timing precission, sehingga harus tiap saat memantau agar dapat melakukan entry yang tepat. Sebagai manusia, tentunya tidak mungkin duduk terus menerus. Banyak hal lain yang harus dilakukan selain melakukan trading.

Bayangkan apabila suatu hari nanti robot yang baik dapat tercipta. Hidup akan lebih indah dan nyaman, karena tidak perlu lagi duduk berlama-lama di depan monitor, tidak perlu lagi bekerja karena telah ada robot yang mencari penghasilan, dapat hidup lebih sehat karena dapat melakukan olah raga secara rutin, dapat lebih dekat dengan keluarga karena waktu luang banyak tersedia, dan masih banyak hal positif lain yang dapat dilakukan.

Oleh karenanya, tidak apa-apa seandainya saat ini masih harus duduk berlama-lama di depan monitor, toh ini hanyalah sementara waktu saja sampai nanti robot yang baik dapat diciptakan. Tetapi setelahnya, hidup akan menjadi lebih nyaman.

Saran saya, lupakan untuk sementara waktu robot yang Pak Aras buat. Percuma saja apabila belum menemukan trading system yang tepat dan profitable untuk diri Pak Aras. Seberapa banyak robot yang Pak Aras buat, tidak akan pernah profitable apabila manual trading saja masih kacau balau.

Fokus pada menemukan trading system, berusahalah menemukan sendiri dan jangan mencontek. Hasil contekan biasanya tidak abadi daripada hasil yang ditemukan sendiri. Buat apa buang waktu untuk hal yang temporer, lebih baik berupaya kepada sesuatu yang abadi nantinya, meskipun sulit jalannya.

Pahami pergerakan market, memperkirakan arah trend tidaklah sesulit bayangan Pak Aras, saat ini merasa sulit karena kemampuan masih minim.

Kenapa seorang anak kecil merasa tidak mungkin untuk menaiki sebuah meja yang tingginya 1,5 meter? Karena tinggi anak kecil itu hanya 75 cm. Seperti itulah gambaran sederhana perihal kemampuan, oleh karenanya tumbuhkan kemampuan dengan belajar terus menerus. Sehingga suatu hari nanti Pak Aras menjadi seseorang yang tingginya 2 meter, menjadi hal mudah untuk naik ke atas meja tersebut dan bukan lagi sesuatu yang tidak mungkin seperti yang dialami saat ini.

Semoga suatu hari nanti Pak Aras dapat mengiris bawang dengan sangat cepat, mengalahkan koki manapun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar