Sabtu, 24 Juli 2010

Trading Basic

Kebanyakan orang melakukan trading tanpa paham betul prinsip dasar dan istilah-istilah dasar dalam melakukan trading.

Mereka biasanya langsung terjun trading, sehingga yang dilakukannya adalah trading sambil belajar, akibatnya bisa ditebak, kebanyakan akhirnya menderita rugi.

Dalam tulisan kali ini, akan dibahas prinsip dasar trading. Meskipun yang dicontohkan disini adalah trading Forex, tetapi sebenarnya prinsip dasar yang digunakan sama saja dalam trading saham, option, index, future, atau yang lainnya.

Digunakan contoh Forex karena sistem forex adalah sebuah sistem yang sempurna, dimana automatic trading dimungkinkan dengan adanya robot dan program demo untuk berlatih dapat diperoleh dengan mudah.

Dari pengalaman, tidak ada sistem yang sesempurna forex. Coba saja Anda searching di Google dan perhatikan bahwa program demo untuk trading saham, option, index, dan lain-lain sangat jarang ditemukan. Tetapi dalam forex, setiap broker menyediakannya.

Pertama-tama, yang harus dipahami terlebih dahulu bahwa dalam trading pasti ada biaya untuk broker. Dalam Forex, biaya ini disebut spread, yaitu selisih harga jual dan harga beli. Sedangkan dalam saham, option, dan lainnya tidak dikenal istilah spread, tetapi dikenal istilah komisi yang besarnya beberapa persen dari nilai transaksi.

Semakin besar nilai transaksi, maka akan semakin besar juga spread atau komisi yang harus dibayarkan ke broker. Akan tetapi, dalam forex terdapat juga broker-broker yang menggabungkan spread dan komisi.

Sehingga yang dibayarkan tidak hanya spread saja, tetapi juga komisi. Pada umumnya pada broker yang baik, meskipun mengenakan 2 jenis biaya, tetapi selalu dipertimbangkan agar biaya tersebut tidak memberatkan trader dan lebih kompetitif dibanding broker lain. Hanya broker yang serakah saja yang membebankan 2 jenis biaya dimana masing-masing biaya tersebut nilainya besar sehingga memberatkan trader, seperti yang pernah ditulis disini, Forex Broker.

Persaingan broker sangatlah ketat, kebanyakan trader bukanlah manusia bodoh yang mudah diakal-akalin, hanya broker baik yang selalu mengenakan biaya ringan dan memberikan layanan terbaik saja yang dapat tetap bertahan. Sedangkan broker yang serakah, perlahan tapi pasti akan ditinggalkan trader.



Gambar diatas menunjukkan Bid dan Ask, yaitu Bid adalah harga penawaran atau harga jual, sedangkan Ask adalah harga yang diminta atau harga beli. Selisih Bid dan Ask adalah nilai spread.

Bila Anda melakukan transaksi beli, maka harga dihitung dari nilai Ask. Sedangkan bila melakukan transaski jual, harga dihitung dari nilai Bid.



Gambar diatas menggambarkan transaksi jual (SELL atau disebut juga SHORT), yang artinya menjual di harga mahal dan mengharapkan keuntungan akan terjadi bila harga turun sehingga bisa membeli di harga yang lebih murah.

Mungkin Anda sedikit bingung, kok bisa ya menjual tanpa memiliki barangnya terlebih dahulu?

Dalam Forex, menjual tanpa memiliki barang diperkenankan. Sedangkan dalam trading saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak diperkenankan. Sehingga para trader saham hanya dapat melakukan transaksi beli (BUY atau disebut juga LONG) yaitu membeli di harga murah dengan harapan harga naik sehingga dapat menjual kembali di harga yang mahal.

Dengan demikian, dalam Forex dapat dilakukan transaksi 2 sisi yaitu bisa LONG atau SHORT, sedangkan dalam saham BEI hanya 1 sisi, yaitu LONG saja.

Kembali pada gambar diatas, karena transaksi ini adalah transaksi SHORT, maka yang diharapkan adalah harga makin turun. Oleh karenanya, TakeProfit berada di bawah garis transaksi (garis putus-putus hijau ditengah TakeProfit dan StopLoss). Maksudnya, apabila harga makin turun ke bawah hingga menyentuh garis TakeProfit maka transaksi akan langsung ditutup dengan laba.

Sebaliknya, kalau tidak sesuai dengan harapan dimana harga bukannya turun tetapi malah naik, maka transaksi pun akan ditutup otomatis apabila harga menyentuh garis StopLoss. Meskipun ditutup dengan posisi rugi tetapi kerugian dapat dibatasi dan tidak makin membesar.

Transaksi atau disebut juga Order, terbagi atas 2 jenis yaitu Market Order dan Pending Order. Market Order adalah transaksi yang langsung dilakukan pada saat tersebut dan terbagi atas 2 jenis transaksi yaitu BUY (atau LONG) dan SELL (atau SHORT).

Sedangkan Pending Order adalah transaksi pemesanan, yaitu transaksi dipesan di harga yang ditentukan sebelumnya dimana transaksi baru terjadi apabila harga menyentuh garis pemesanan. Pending Order terbagi atas 4 jenis, yaitu:
- BUY STOP
- SELL STOP
- BUY LIMIT
- SELL LIMIT



Agar lebih jelas, perhatikan gambar diatas, terlihat bahwa BUY STOP dan SELL LIMIT berada diatas harga saat ini (garis Bid dan Ask yaitu garis merah dan garis hitam), sedangkan SELL STOP dan BUY LIMIT berada dibawah harga saat ini.

Terlihat bahwa transaksi BUY STOP, SELL STOP, BUY LIMIT, SELL LIMIT adalah transaksi pemesanan, dimana transaksi sama sekali belum terbuka dan menunggu sampai harga (Bid dan Ask) menyentuh garis-garis pemesanan tersebut.

Begitu garis Bid dan Ask menyentuh garis pemesanan, maka Pending Order akan diubah menjadi Market Order.

Bila harga menyentuh BUY STOP maka transaksi BUY akan terbuka dengan harapan harga makin naik. Bila harga menyentuh SELL LIMIT maka transaksi SELL akan terbuka dengan harapan harga akan turun.

Bila harga menyentuh BUY LIMIT maka transaksi BUY akan terbuka dengan harapan harga akan naik. Bila harga menyentuh SELL STOP maka transaksi SELL akan terbuka dengan harapan harga makin turun.

Bila harga tidak menyentuh garis-garis pemesanan tersebut, maka transaksi tidak akan terbuka dan modal pun masih utuh karena belum digunakan untuk transaksi.



Bila harga makin turun ke bawah hingga akhirnya menyentuh garis pemesanan SELL STOP dan BUY LIMIT maka transaksi SELL dan BUY akan otomatis dibuka, seperti terlihat pada gambar diatas.



Sebaliknya, apabila harga makin naik ke atas maka SELL LIMIT dan BUY STOP akan otomatis dibuka menjadi BUY dan SELL, seperti terlihat pada gambar diatas.

Perhatikan gambar diatas, bahwa candlestick sebenarnya tidak melewati garis BUY STOP tetapi transaksi BUY terbuka. Kenapa?

Karena BUY LIMIT dan BUY STOP otomatis akan dibuka apabila garis ASK menyentuh garis pemesanan, sebaliknya SELL LIMIT dan SELL STOP akan otomatis dibuka apabila garis BID menyentuhnya.

Oleh karenanya, pada gambar diatas candlestick tidak perlu sampai melewati garis BUY STOP, cukup dengan garis ASK (garis merah) menyentuh saja maka otomatis BUY STOP diubah menjadi BUY.



Sama halnya dengan Market Order (BUY dan SELL), Pending Order pun dapat ditentukan TakeProfit dan StopLoss sejak awal. Dengan demikian, apabila Pending Order tersebut berubah menjadi Market Order karena harga menyentuh garis pemesanan, otomatis nilai StopLoss dan TakeProfit akan langsung terpasang tanpa harus repot mengeset ulang.

Bila dibuka 2 transaksi yang berlawanan, BUY dan SELL, pada waktu yang bersamaan, maka 2 transaksi ini disebut sebagai transaksi HEDGING.

Fungsi HEDGING adalah untuk meminimalkan resiko dimana apabila harga makin naik maka transaksi BUY akan memperoleh laba yang menutupi transaksi SELL yang mengalami kerugian.

Sehingga dengan demikian, apabila laba dan rugi transaksi BUY dan SELL dijumlahkan maka hasilnya akan 0 (atau minus tetapi hanya sebesar nilai spread). Dengan cara ini, penurunan dan kenaikan harga tidak akan menyebabkan kerugian karena secara keseluruhan total dari 2 transaksi tersebut adalah 0.

Sayangnya, sejak tahun 2009 transaksi HEDGING tidak diperkenankan bagi broker forex yang berlokasi di USA dikarenakan adanya kebijakan reformasi regulasi sektor keuangan yang dicanangkan oleh presiden Obama. Hanya broker-broker yang berlokasi diluar USA saja yang memperkenankan Hedging karena tidak terikat dengan peraturan tersebut.

Dalam trading juga dikenal istilah TRAILING STOP, yaitu garis yang menjaga profit. Garis Trailing Stop ini sebenarnya adalah garis StopLoss, dimana bila transaksi tersebut telah memperoleh laba, maka garis StopLoss akan berpindah untuk menjaga agar profit tetap terlindungi.

Semoga dengan tulisan ini dapat dipahami prinsip dasar trading.

Akan tetapi,agar Anda dapat lebih memahami dasar-dasar trading, disarankan untuk mendownload gratis demo Metatrader dari website broker forex manapun yang Anda sukai. Lakukan eksperimen berbagai macam jenis transaksi seperti yang telah dijelaskan diatas agar dapat lebih memahami.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar