Kamis, 15 Juli 2010

Managed Account Saham

Kemarin seorang teman bertanya, bersediakah saya memanage dana miliknya?

Sebenarnya pertanyaan tersebut kurang tepat, pertanyaan yang benar adalah percayakah dia bahwa bila dikelola oleh saya, dananya akan aman dan kemudian menghasilkan laba?

Inti utama managed account adalah kepercayaan.

Percuma dipromosikan besar-besaran dengan sagala macam janji surga kalau tidak ada kepercayaan.

Karena pada dasarnya, managed account adalah hubungan timbal balik, bukan hubungan sepihak. Trader maupun pemilik dana harus saling percaya dan harus merasa saling diuntungkan.

Seperti yang pernah ditulis sebelumnya, hubungan yang abadi adalah hubungan yang sejajar dimana timbul rasa saling membutuhkan dan saling menguntungkan.

Hubungan tidak akan langgeng kalau tidak sejajar dimana salah satu pihak diatas yang lain dimana pihak yang lain dibuat selalu dibawah dan selalu tergantung. Atau salah satu pihak selalu diuntungkan sedangkan pihak lainnya justru dirugikan.

Hubungan seperti diatas, memang bisa berjalan tapi tidak akan pernah abadi, paling-paling hanya sebentar, begitu pihak yang direndahkan atau dirugikan menyadari ternyata selama ini hanya sekedar "dikadalin" maka hubungan akan putus.

Oleh karenanya, akhirnya dikenal istilah "kemitraan" (partnership) atau "win win solution", dimana semua pihak diuntungkan dan berkedudukan sama rata. Pergaulan, persahabatan, bahkan bisnis harus didasari dengan prinsip tersebut agar tetap bisa berkembang dan langgeng.

Coba perhatikan bisnis-bisnis yang sukses, pasti selalu didasari dengan prinsip "semua pihak diuntungkan". Karena pada prinsipnya, tidak ada manusia yang bodoh sehingga dapat dengan mudahnya "dikadalin". Hanya masalah waktu saja, tapi pasti suatu saat pada setiap manusia akan timbul kesadaran kalau selama ini ternyata hanya sekedar dibodohin dan dirugikan.

Berlandaskan prinsip diatas, saya tidak pernah mempromosikan jasa manage account saham. Karena bagi saya, percuma menjual sesuatu yang orang lain belum tentu percaya.

Terus terang, sejak awal belajar trading, tujuan saya bukan untuk menjual jasa, tapi untuk diri sendiri. Saya memiliki kecintaan (passion) dengan dunia trading ditambah lagi juga suka dengan komputer. Berjam-jam duduk di depan monitor komputer bukanlah beban bagi diri saya.

Hanya saja oleh Tuhan, saya kemudian dipertemukan dengan seorang sahabat. Manage account yang semula tidak terpikir sama sekali, akhirnya menjadi nyata karena sahabat tersebut kemudian mempercayakan dananya untuk saya kelola.

Kepercayan tersebut adalah suatu kehormatan bagi diri saya. Tuhan memberi seseorang yang dengan tulus mengakui keahlian trading yang saya miliki.

Ibaratnya saya ini adalah seorang pembalap motor yang hanya bermodalkan motor butut, tiba-tiba di tengah jalan bertemu seseorang yang memiliki motor lebih bagus. Dengan tulus dan percaya sepenuh hati, dia bersedia meminjamkan motornya untuk saya gunakan balapan.

Dia paham betul bahwa selama motornya saya gunakan untuk balapan, resiko menyerempet, jatuh, dan tabrakan bisa saja terjadi. Dia juga paham bahwa bila resiko itu terjadi maka motornya akan rusak atau bahkan hancur total akibat tabrakan fatal.

Ajaibnya, dia tetap percaya dan yakin akan keahlian saya!

Hanya manusia bodoh yang tidak tahu diri, yang kemudian menggunakan motor itu untuk balapan ngawur dan sembrono. Bagaimanapun juga, bila sudah dipercaya maka tugas berikutnya hanya satu, yaitu menjaga kepercayaan tersebut. Balapan harus lebih berhati-hati dan lebih penuh perhitungan daripada menggunakan motor sendiri.

Saya paham betul bahwa tujuan dia meminjamkan motor agar dapat menang. Oleh karenanya, saya akan berusaha yang terbaik dengan keahlian yang saya miliki untuk menang.

Akan tetapi, dunia balap adalah dunia yang penuh resiko. Meskipun sudah berhati-hati, bisa saja tiba-tiba pada saat di tikungan ditabrak dari belakang dan motor rusak.

Sama saja dengan trading saham, bisa saja tiba-tiba ada bom meledak, presiden meninggal (siapa yang tahu umur?), ekonomi global guncang akibat Yunani bangkrut, yang berakibat bursa saham terkoreksi sangat tajam diluar prediksi.

Dalam hidup ini, resiko ada dimana-mana. Anda masuk kamar mandi di rumah, bisa saja terpleset dan kepala membentur wastafel. Anda menyeberang jalan, meskipun sudah tengok kanan kiri 100 kali, tapi bisa saja tiba-tiba ada bajaj yang melintas dan menabrak Anda. Tapi kalau Anda tidak berani ke kamar mandi atau tidak berani menyeberang jalan, bagaimana hidup ini bisa berjalan dan menjadi lebih maju?

Melangkahlah dan maju!

Tapi sebelum melangkah gunakan kehati-hatian, kewaspadaan, keahlian, dan yang paling penting yakinlah bahwa Tuhan akan selalu melindungi. Hal-hal tersebutlah yang akan meminimalkan resiko. Bayangkan bila Anda masuk ke kamar mandi atau menyeberang jalan sambil berlari, sudah dapat dipastikan 99% pasti Anda akan celaka, sedangkan 1% lagi Anda akan selamat karena kebetulan sedang beruntung karena Tuhan melindungi.

Coba perhatikan anak kecil yang sedang belajar menyeberang jalan, dia akan sebanyak mungkin menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikan jalan aman. Kenapa sebagai manusia dewasa, kita khawatir melihat seorang anak kecil menyeberang jalan sendirian padahal dia sudah melakukan tengok kanan kiri lebih banyak daripada yang kita lakukan?

Tanpa kita sadari, kita sudah meragukan kemampuan dan keahlian anak kecil itu untuk menyeberang jalan dengan aman dan selamat. Karena itulah akhirnya timbul perasaan khawatir di dalam diri kita.

Kenapa seorang anak kecil sering terpleset di kamar mandi padahal dia sudah sangat berhati-hati? Karena anak itu belum memiliki keahlian untuk membedakan mana bagian lantai yang licin dan mana bagian yang aman. Dia justru sangat berhati-hati pada bagian lantai yang aman, tapi kurang berhati-hati pada bagian lantai yang licin, akibatnya ya terpleset :)

Tapi dengan terpleset itu, dia akan memperoleh pelajaran yang sangat berharga. Akhirnya dia paham bahwa selama ini salah dan dia akan lebih berhati-hati pada bagian lantai yang licin dan berusaha lebih waspada agar tidak terpleset lagi.

Begitulah hidup, selalu melangkahlah maju, jangan takut terpleset, karena dari terpleset itu Anda akan mendapat pelajaran berharga untuk kemudian menjadi yang lebih baik lagi dari sekarang.

Hanya saja banyak manusia yang menyikapi pada saat terpleset itu negatif. Anak kecil akan menangis keras karena sakit, sedangkan yang dewasa akan stress, bahkan bisa-bisa bunuh diri. Silahkan menangis, silahkan juga stress, karena itu sangat manusiawi, sebagai manusia Anda memiliki emosi dimana emosi itu akan menuju titik terendah setelah sadar sudah melakukan kesalahan.

Tapi setelahnya, cari sisi positif dari kesalahan tersebut. Kenapa bisa terjadi? Ingat-ingat kembali dan jadikan pelajaran agar tidak mengulanginya kembali. Tuhan akan selalu mencoba untuk menguji apakah Anda siap untuk diberi yang lebih baik. Setelah selesai menangis, anak kecil akan mencoba lagi dan pada akhirnya dia paham bagaimana cara memasuki kamar mandi dengan aman. Begitulah hidup ini!

Nah... seperti itulah sahabat saya melihat diri saya. Dia sudah mencoba untuk menyeberang jalan sendiri, tapi berkali-kali dia menyeberang, berkali-kali juga dia disrempet motor dan bajaj. Sampai akhirnya dia merasa bahwa kalau saya berada disampingnya, maka kemungkinan untuk menyeberang dengan selamat probabilitasnya akan lebih tinggi karena adanya keahlian yang saya miliki.

Tentunya saya juga harus berada disampingnya terus menerus untuk menjaga agar dia tetap selamat dan tidak tersrempet. Itu merupakan kebanggaan tersendiri karena sepenuhnya dia mempercayakan. Hanya yang tidak tahu diri saja yang kemudian berlari meninggalkannya sendirian untuk mencari selamat dan keuntungan bagi dirinya sendiri. Kalau hal itu saya lakukan, maka persahabatan maupun reputasi akan hancur total dan tidak ada lagi kepercayaan.

Oleh karenanya, saya selalu mengingatkan resiko trading. Saya selalu sarankan untuk trading saham saja, karena lebih aman. Resiko di saham tidaklah sebesar Forex. Forex sangat beresiko karena adanya penggunaan margin, sedangkan di saham bisa memilih.

Paling-paling kalau trading saham tanpa margin, resiko hanya luka-luka sedikit akibat disrempet motor atau bajaj saja, account Anda hanya berkurang sedikit tetapi perlu waktu yang lama untuk amblas sama sekali. Tetapi kalau trading Forex, Anda seperti ditabrak truk, langsung tewas dan account Anda pun langsung amblas.

Terus terang, saya lebih suka kepada yang paham resiko daripada yang menginginkan janji surga.

Dunia trading memang menggiurkan, tidak ada satupun usaha di dunia ini yang labanya dapat menyaingi trading. Karena itu banyak sekali yang berusaha menjual segala macam (seminar, workshop, signal, rekomendasi, robot) yang berkaitan dengan trading dengan harga mahal disertai dengan janji surga. Seolah-olah hanya dengan membeli apa yang mereka jual, dalam waktu singkat Anda akan kaya raya.

Akibatnya, banyak yang berharap tidak realistis, ingin laba puluhan bahkan ribuan persen dalam waktu singkat. Memang hal tersebut mungkin saja terjadi, karena dunia trading potensinya tidak terbatas.

Tapi saya lebih suka memberi janji realistis, daripada memberikan janji surga yang sulit dipenuhi. Kalau kemudian ternyata hasilnya lebih baik daripada yang dijanjikan, tentunya lebih baik daripada memberi janji surga tapi hasilnya kebalikannya.

Juga perlu disadari, performance trading bukan hanya dipengaruhi oleh keahlian, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi market. Market selalu bergerak 3 arah, yaitu naik, turun, dan datar. Trading saham di Bursa Efek Indonesia hanya dapat dilakukan pada saat market bergerak naik karena hanya BUY yang diperkenankan. Kalau berminggu-minggu market bergerak datar atau bahkan turun, tentunya performance trading akan terpengaruh.

Jangan berharap manage account itu seperti deposito dimana bunganya dapat diambil setiap bulan. Bila dilakukan trend trading saham maka perlu waktu berbulan-bulan agar laba bisa maksimal. Kadang kala performance trading hasilnya minus alias rugi, selalu ingat bahwa kerugian adalah bagian dari trading. Bagi seorang trader profesional, kerugian tersebut hanyalah kerugian temporer, karena nantinya dia akan mampu menutup kerugian tersebut bahkan bisa memperoleh laba.

Paling mudah bayangkan saja seperti balapan motor, pembalap pemula tidak akan pernah pernah menang atau hanya menang 1-2 kali saja dari 10 kali putaran balapan. Pembalap profesional juga tidak akan menang 10 kali balapan (hanya Tuhan yang bisa), tetapi menang 6 kali dari 10 kali balapan saja sudah akan menjadikan dia pemenang utama dan mengalahkan pembalap yang lain.

Oleh karena itu diperlukan keyakinan dan kepercayaan, bahwa motor yang Anda pinjamkan pasti pada akhirnya nanti akan menang, meskipun saat ini sedang mengalami kekalahan. Pekerjaan membalap itu adalah pekerjaan penuh resiko dengan tingkat stress tinggi, bagaimana bisa menang kalau baru kalah 1 kali saja si pemilik motor sudah marah-marah dan ngomel :)

Alasan itulah yang membuat saya tidak pernah mau mempromosikan jasa manage account. Biarlah orang lain yang menilai dan cukup dari mulut ke mulut. Karena bukan uang yang saya cari, saya hanyalah menyukai trading, dipinjami motor saja, saya sudah sangat beterima kasih karena dengan begitu kesukaan saya tersalurkan.

Saya akan sangat puas kalau mampu melakukan balapan dengan sempurna. Kalau saya mampu melakukan balapan dengan sempurna, bukankan kemenangan akan mengikuti? Kalau saya mampu melakukan trading dengan sempurna, bukankan laba juga akan mengikuti?

Hanya saja, saya tidak mau memberi harapan muluk agar pemenuhan harapan tersebut tidak menjadi bumerang dan akhirnya menjadi beban buat diri saya. Prinsip saya, lakukanlah yang terbaik, urusan hasil terserah Tuhan yang menentukan.

Melakukan yang terbaik biasanya hasilnya juga baik, tapi kadang kala kalau Tuhan belum merestui hasilnya kebalikannya. Karenanya, saya memilih untuk tidak memusingkan hasil, saya hanya mencintai prosesnya dan berusaha melakukan yang terbaik selama proses berjalan.


Nah, kembali kepada pertanyaan teman di awal tulisan ini, bersediakah saya memanage dana miliknya?

Mohon maaf kalau saya tidak bisa menjawabnya.

Karena Anda sendirilah yang paling paham dan tentunya juga memiliki jawaban yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Saya hanyalah seseorang yang menyukai balap motor, yang selalu siap sedia dan berusaha melakukan yang terbaik dalam balapan, karena dunia balap sudah mendarah daging dalam diri saya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar