Sabtu, 10 September 2011

Spike

"Hello Michael. I want to ask you. I have open demo account and than buy gold on price 1829,94, Suddenly the price dropped to 1818.47 and loss a lot of money on demo account. How could it happen? the price suddenly dropped to 1818.39

I saw on live accounts as well as like this. What happen if I buy gold on live account suddenly the price dropped like that, certainly i will lost all my money.
Client will be harmed.and cliet can not demand anything.

I hesitated to opening a real account now.if the MT4 like that. It's terrible,and very detrimental to the client"

Pernahkah bapak mengalami hal seperti ini di dalam aktifitas tradingnya.?

Bisakah kita menuntut apabila hal ini terjadi pada real account, karena terjadi price error seperti ini, equity kita langsung kena Margin Call dan hangus.
Padahal harga di market sudah sesuai dengan posisi kita.

Mungkin bisa di broadcast nanti pak, untuk trader-trader di Indonesia.
Terima kasih.

Salam
I Gede Muliawan




Pak Gede Muliawan,

Price error atau lebih dikenal dengan sebutan spike adalah lonjakan harga yang tiba-tiba terjadi dimana lonjakan tersebut hanya terjadi pada broker tertentu tanpa penyebab apapun.

Lonjakan harga pada umumnya terjadi saat news release dan hal ini merupakan hal yang wajar, dikarenakan lonjakan tersebut terjadi diseluruh broker. Akan tetapi akan menjadi tidak wajar apabila hanya pada broker tersebut saja terjadi lonjakan harga sedangkan pada boker lain tidak. Inilah yang disebut dengan istilah spike.

Saya sendiri tidak secara serius trading pada gold, hanya sekedar iseng-iseng mencoba trading demo. Pengalaman yang diperoleh dari trading demo tersebut, gold maupun silver (metal) memiliki pergerakan harga yang berbeda dengan currency.

Pergerakan harga pada metal (gold dan silver) sangatlah cepat, lonjakan naik turunnya tidaklah selamban currency. Sehingga bila terjadi lonjakan harga yang sangat drastis dalam waktu singkat, dapatlah dimaklumi.

Akan tetapi, bila masih merasa kurang yakin dan ingin membuktikan apakah lonjakan harga tersebut adalah spike atau bukan, maka diperlukan pembandingan harga dengan broker lain.

Pak Gede Muliawan dapat mendownload demo Metatrader dari broker manapun dan kemudian menyandingkannya dengan broker yang digunakan untuk membuktikan apakah lonjakan harga tersebut wajar atau tidak. Bandingkan saja candlestick-nya, bila berbeda jauh maka sudah jelas broker tersebut "nakal" dan melakukan kecurangan dengan mengakali harga di Metatrader sehingga berakibat terjadi lonjakan harga tiba-tiba (spike).

Perihal melakukan tuntutan, pada umumnya agak sulit. Hal ini dikarenakan bila memang benar lonjakan harga tersebut adalah spike, maka sudah jelas broker tersebut adalah broker yang tidak baik. Tentunya akan sulit melakukan penuntutan ke broker yang sejak awal sudah tidak memiliki itikad baik dimana mereka biasanya akan melakukan berbagai cara untuk berdalih dan berkelit menghindari tuntutan.

Tidak hanya terbatas pada Metatrader saja, trading platform lainnya (java, webbase, dll) pun dapat dicurangi oleh broker. Mereka dapat membuat lonjakan harga tiba-tiba, membuat stoploss tidak berfungsi, melakukan freeze terminal sehingga sulit exit. melakukan requote sehingga sulit entry maupun exit, dan masih banyak lagi cara-cara curang yang dapat dilakukan broker.

Bukan platform Metatrader yang harus disalahkan dan kemudian dijadikan kambing hitam, tetapi apakah broker tersebut memiliki itikad baik atau tidak.

Bila yang disalahkan adalah Metatrader-nya, maka akan sama halnya dengan menyalahkan pisau dapur bila terjadi pembunuhan. Menyalahkan Facebook dan internet bila ada ABG kabur dari rumah. Menyalahkan desain jalan tol Cipularang karena menyebabkan terjadinya banyak kecelakaan.

Padahal yang salah sebenarnya adalah penggunanya. Pisau dapur tidak dapat membunuh siapapun bila tidak dipegang oleh tangan. Banyak ABG pengguna Facebook yang baik-baik saja meskipun tiap hari mengakses Facebook. Ribuan kendaraan tiap harinya selamat dan aman-aman saja melewati tol Cipularang.

Pada umumnya, broker yang berjenis Market Maker cenderung beritikad tidak baik dikarenakan perbedaan kepentingan. Pada broker jenis ini, kerugian klien adalah keuntungan broker. Sehingga cara apapun akan dilakukan oleh broker agar klien mengalami kerugian.

Cara termudah untuk mendeteksi apakah broker tersebut Market Maker atau bukan, lakukan saja entry exit berulang kali. Apabila salah satu entry atau exit mengalami REQUOTE, maka sudah jelas broker tersebut adalah Market Maker.

Hal ini dikarenakan pada broker berjenis ECN/STP tidak pernah terjadi requote. Entry exit yang dilakukan tidak melalui proses filtering seperti halnya pada Market Maker broker.

Oleh karenanya apabila Pak Gede Muliawan mengalami spike pada broker yang digunakan, maka yang terbaik dilakukan adalah segera berpindah broker.

Semoga artikel ini dapat membantu.

MT4 Alert

Saya setuju sekali jika trading manual adalah salah satu pilihan yang tepat untuk melakukan trading. Namun karena terbatasnya waktu untuk melakukan monitor terus menerus membuat hal yang tidak mungkin dilakukan.

Oleh karenanya bantuan sebuah EA juga saya rasa sangat diperlukan dalam menentukan kapan melakukan entry.

Perihal maksud diatas, saya telah menemukan cara trading saya yang benar (menurut saya) namun selalu lewat dalam melakukan entry. Jika Bapak tidak keberatan, tolong buatkan saya EA atau beri saya petunjuk dalam membuatnya

EA ini hanya memberikan ALERT berupa BUNYI yang keras ketika harga menyentuh atau sama dengan harga yang diinputkan (entry dilakukan manual).

Bila bapak tidak keberatan nanti saya akan buat ilustrasinya

Mohon bantuannya.
Terima kasih

Salam,
Yulianto Hardana




Pak Yulianto,

Bila hanya sekedar alert berupa bunyi maka yang diperlukan bukanlah EA. Metatrader telah menyediakan fasilitas alert tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan Pak Yulianto. Yang perlu dilakukan hanyalah tentukan saja di harga berapa alert tersebut akan berbunyi.

Untuk membuat alert dengan menggunakan Metatrader, berikut dibawah ini langkah-langkahnya:

Langkah 1:
Tentukan di harga berapa alert akan berbunyi sebagaimana terlihat pada gambar di bawah ini



Pada contoh diatas, ditentukan alert akan berbunyi pada saat garis BID berada di bawah harga 1,36200 (garis kuning).

Langkah 2:
Setup alert pada Metatrader agar berbunyi pada harga yang telah ditentukan



Bunyi pun dapat diubah-ubah, Pak Yulianto dapat menggunakan file audio dengan format WAV yang sesuai selera. Tinggal ubah saja kolom SOURCE dan arahkan ke file WAV yang diinginkan.

Langkah 3:
Selesai dan tunggu bunyi alert



Sangat mudah bukan?

Pak Yulianto tidak perlu repot melakukan pemprograman sendiri dikarenakan Metatrader telah menyediakan fasilitas alert built-in didalamnya.

Detil setup alert adalah sebagai berikut:



Alert dapat berupa suara (sound), menjalankan program tertentu (file), atau mengirimkan email.



Untuk pengiriman email, Anda harus menggunakan email yang memiliki fasilitas SMTP server dan mengisikannya pada tab Email di menu Options seperti gambar diatas.



Kriteria alert dapat berupa Bid Lebih Kecil (Bid <), Bid Lebih Besar (Bid >), Ask Lebih Kecil (Ask <), Ask Lebih Besar (Ask >), atau Waktu (Time).

Contoh diatas digunakan kriteria apabila Bid Lebih Kecil daripada harga 1,36200 (Value). Akan tetapi dapat juga digunakan kriteria waktu, misal pada jam 17:00 alert berbunyi. Maka yang dilakukan adalah memilih Time pada kolom Condition dan kemudian mengisi nilai 17:00 pada kolom Value.



Gambar diatas menunjukkan pemilihan file audio WAV. Untuk menggunakan file WAV selera sendiri, file tersebut harus di copy ke folder \MetaTrader 4\sounds\ agar dapat ditampilkan sebagai pilihan pada kolom Source.



Kolom TimeOut adalah untuk menentukan berapa lama alert tersebut berlaku. Bila ditentukan 1 jam dan ternyata kriteria tidak terpenuhi meskipun telah 1 jam berlalu, maka alert akan kadaluarsa dan harus ditentukan kriteria baru.



Kolom Iterations adalah nilai berapa kali alert akan dilakukan bila kriteria terpenuhi. Misalnya bila diisi dengan nilai 10, maka alert akan berbunyi atau menjalankan program atau mengirimkan email sebanyak 10 kali pada saat kriteria terpenuhi.

Mohon maaf bila saya tidak dapat memprogramkan EA atau indikator. Disamping tidak sesuai dengan tujuan blog ini yang hanya digunakan untuk berbagi serta bertukar ilmu dan bukan untuk berjualan jasa pemprograman, juga dikarenakan terbatasnya waktu luang yang saya miliki.

Semoga artikel ini dapat membantu Pak Yulianto.

Senin, 05 September 2011

IB & Swap

Terima kash pak atas penjelasannya yang sangat detail.

Luar biasa di sela2 kesibukan bapak, masih mau berbagi ilmu dengan saya yg bukan siapa2..he..he..

Semoga Tuhan memberi banyak barokah buat orang2 seperti bapak.. :)

Boleh dilanjutkan diskusinya pak?

1. Pertama soal swap pak, kenapa saya memilih free swap, saya masih melihat bahwa swap itu merugikan trader. Nah apakah persepsi bahwa swap itu merugikan trader benar? Jika benar lalu apa solusinya?

Terus terang pak saya saat ini masih mengikuti mazab/aliran sistem martiangle. Di awal2 saya belajar trading (sekarang juga masih belajar pak) Saya terkadang floating sampai 1 pekan dan sekarang sudah berkurang menjadi 2-3 hari dan tentunya semuanya berakhir profit pak :)

Karena itu penjelasan tentang pengaruh swap buat trader yg terkadang mengalami floating seperti apa pak? Mungkin bagi yang tidak floating tidak masalah pak tapi buat saya yg terkadang floating jadi khawatir juga jika tidak memahami dengan benar swap ini.

2. Dari situs broker Forex.com saya memahami bahwa banyaknya IB atau marketing suatu broker bukanlah indikasi suatu broker bisa dpercaya. Apakah itu benar pak?

Lalu jika benar, apakah memang banyak orang (maksud saya IB) yg "tega" mengakali newbie2 seperti saya? Atau mereka sendiri para IB itu tidak tahu ke"nakal"an broker yg mereka promosikan?

3. Apakah adanya spike dalam trading merupakan indikasi bahwa ada cara / software tertentu yg di pasang broker untuk "memburu" SL para trader pak?

4. Keempat mungkin dilanjut lain waktu lagi ya pak, sebenarnya masih banyak yg mau diskusikan dgn bapak.

Tetapi sebagai sesama trader (he..he.. dah ngaku2 jadi trader nih, padahal belum apa2), saya mesti tahu diri bahwa waktu bapak yang berharga jangan sampai tersita terlalu banyak buat saya.

Bagi-bagi juga buat yang lain kan pak ...

Terima kasih atas pencerahannya.

Arief Adhiksana




Pak Arief,

Terima kasih atas doa dan pujiannya yang setinggi langit :)

Walaupun sebenarnya tidak pantas untuk menerimanya dikarenakan di Indonesia ini banyak sekali trader-trader lain yang jauh lebih ahli dan lebih berpengalaman daripada saya sendiri.

Langsung saja ke pokok permasalahan.

Pertama, perihal swap.

Perlu dipahami bahwa swap terdiri atas 2 jenis yaitu positif atau negatif. Agar lebih jelas, dapat dicermati tabel di bawah ini.

Sebagai contoh EURUSD dimana memiliki swap rate 0.34281 pip untuk Long dan -0.63664 pip untuk Short. Bila entry yang dilakukan adalah Buy (Long) maka diperoleh profit dari swap rate sebesar 0.34281 pip. Sebaliknya bila yang dilakukan adalah Sell (Short) maka harus membayar swap rate sebesar -0.63664.

Sehingga sepanjang yang dilakukan adalah Buy (Long), adanya swap rate tidaklah merugikan, tetapi justru menguntungkan dikarenakan menerima imbalan bunga berupa swap rate.

Tentunya bila yang dilakukan oleh Pak Arief adalah melakukan floating buy position, semakin lama floating terjadi maka akan semakin banyak pula profit dari swap rate yang diperoleh. Bila yang terjadi seperti ini, maka persepsi bahwa swap merugikan trader adalah persepsi yang salah.

Sebaliknya, bila yang dilakukan adalah floating Sell position, nah hal ini akan merugikan dikarenakan untuk Sell diharuskan untuk membayar swap rate.

Apalagi bila tabel swap rate dicermati, akan terlihat bahwa rata-rata nilai negative swap sekitar dua kali lipat nilai positive swap. Sehingga akan sangat merugikan apabila melakukan floating position dengan negative swap akibat nilainya yang dua kali lipat tersebut.

Oleh karenanya solusi termudah agar tidak rugi akibat swap rate adalah lakukan floating dengan positive swap selama mungkin dan usahakan floating dengan negative swap sesingkat mungkin :)

Kedua, perihal Introducing Broker (IB).

IB sebenarnya hanyalah sekedar tenaga marketing dari sebuah broker. Akan tetapi banyak yang mempersepsikan salah sehingga menganggap bahwa IB adalah perwakilan broker.

Oleh karena sekedar tenaga marketing, maka fungsi IB hanyalah mempromosikan broker tersebut dengan tujuan agar mendapatkan klien sebanyak mungkin dengan imbalan berupa komisi. Sebagai marketing, tentunya IB tidak ambil pusing apabila nantinya broker melakukan kecurangan. Yang penting bagi IB adalah memperoleh sebanyak mungkin klien agar komisi yang diiterima semakin banyak.

Gambaran mudahnya, IB ini seperti halnya tenaga marketing asuransi yang selama ini kita kenal. Mereka hanya memasarkan produk asuransi, tanpa ambil pusing apakah nantinya kalau terjadi klaim akan mudah atau dipersulit. Yang penting bagi mereka adalah sebanyak mungkin mendapatkan klien agar komisi makin banyak diterima.

Nah, kenapa suatu perusahaan asuransi memiliki tenaga marketing yang lebih banyak daripada perusahaan lainnya?

Jawabannya sederhana, karena perusahaan asuransi tersebut memberikan komisi yang jauh lebih tinggi daripada perusahaan lainnya. Akibat hal inilah, lebih banyak tenaga marketing yang memasarkan produknya daripada produk asuransi lain yang memberi komisi yang lebih kecil.

Pertanyaan berikutnya, kenapa perusahaan asuransi tersebut berani memberikan komisi yang lebih tinggi daripada yang lain?

Jawabannya juga sederhana, karena perusahaan asuransi tersebut adalah perusahaan baru sehingga agar dapat cepat mendapatkan klien akhirnya berani memberikan komisi tinggi kepada marketingnya. Atau perusahaan asuransi tersebut adalah perusahaan "tidak jelas" dimana margin labanya sangat tinggi dikarenakan hanya menerima premi tetapi mempersulit pembayaran klaim :)

Hal diatas sama halnya dengan pertanyaan seperti ini, kenapa BPR berani memberikan bunga deposito yang jauh lebih tinggi daripada bunga bank besar? Tentunya Pak Arief dapat menjawab sendiri pertanyaan ini :)

Kesimpulan yang dapat ditarik dari hal ini, justru bila sebuah broker memiliki semakin banyak IB maka ada baiknya untuk berhati-hati dan waspada dikarenakan menandakan bahwa broker yang dipasarkan IB tersebut belum tentu baik.

Lucunya, yang terjadi di Indonesia adalah sebaliknya. Justru semakin banyak IB maka broker tersebut dianggap semakin terpercaya.

Hal ini dikarenakan adanya persepsi yang salah, yaitu yang menganggap bahwa IB adalah perwakilan broker. Tentunya semakin banyak "perwakilan" maka semakin terpercaya dong broker tersebut :)

Padahal IB hanyalah sekedar "nama keren" dari tenaga marketing di dunia forex :)

Pada saat nantinya broker melakukan kecurangan, IB tidak dapat berbuat apa-apa dikarenakan mereka hanyalah sekedar tenaga marketing dan bukan perwakilan. Yang dikantongi IB hanyalah komisi hasil pencarian klien, sedangkan deposit klien diterima seluruhnya oleh broker yang diwakilinya.

Sama halnya dengan ilustrasi asuransi diatas, bisakah Pak Arief menuntut sales asuransi apabila klaim dipersulit? Tentunya tidak bisa, karena tuntutan klaim bukanlah tanggung jawab sales tetapi sepenuhnya tanggung jawab perusahaan asuransi (broker).

Ketiga, perihal spike dan stop loss hunting.

Software untuk memanipulasi dikenal dengan nama Virtual Dealer Plugin. Software inilah yang digunakan oleh Market Maker broker untuk melakukan spike, stoploss hunting, freeze terminal, stoploss disable, requote, dan berbagai akal-akalan lainnya.

Agar lebih jelas perihal software Virtual Dealer Plugin ini, silahkan membacanya pada artikel terdahulu disini: Brokers Tricks

Solusi untuk mengatasi hal ini, mudah. Caranya jangan gunakan Market Maker broker dan segera pindahlah ke ECN/STP broker yang lebih memiliki kejujuran dan transparansi.

Demikian Pak Arief, semoga artikel ini dapat memberikan pencerahan.
Silahkan berkirim email bila masih merasa kurang jelas.

Sabtu, 03 September 2011

InstaForex

Perkenalkan Pak,

Saya Arief Adhiksana, seorang newbie di forex dan bercita-cita bisa menjadi trader profesional seperti bapak.

Selama ini saya menggunakan broker InstaForex pak dan modal masih kecil, tapi Insya Allah saya ingin serius di trading forex ini.

Untuk itu saya mau konsultasi dengan bapak tentang broker, karena saya baca dari beberapa web banyak yang mempertanyakan alias meragukan instaforex jika ingin trading dengan serius (dengan deposit di atas $5000).

Saya sudah menggunakan insta selama 8 bulan dan sudah WD 2 kali (jumlahnya tidak besar pak sekitar $500), lancar saja sih. Dalam eksekusi order pun belum ada masalah yang berarti.

Menurut bapak broker apa yg cukup aman dengan fitur mirip seperti insta (fix spread, 4 digit, leverage bisa 1:500, free swap).

Apakah forex.com atau yang lain pak?
Mohon pencerahannya pak.

Saya juga lagi siapkan modal sekitar $3000 dari hasil trading di insta.
Mohon doa pak biar cepet terkumpul modal.. he..he..^_^

Terima kasih ats pencerahannya.

Arief Adhiksana
Balikpapan- Kalimntan Timur




Pak Arief,

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berkirim email.

Seperti telah ditulis pada artikel terdahulu, broker pada forex terbagi atas 2 jenis yaitu Market Maker dan ECN/STP (Market Maker & ECN Broker).

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan saja yang dilakukan adalah trading sayur mayur dan bukan trading currency (forex).

Sebagai trader, kita tidak menanam sayur mayur tersebut.

Yang dilakukan adalah membeli saat harga murah dari petani atau pedagang (trader lain atau bank) dan kemudian menjualnya kembali kepada pedagang lain (trader lain atau bank) pada saat harga menjadi sedikit lebih mahal.

Masalah yang dihadapi, kita tidak dapat bertemu atau berkomunikasi langsung dengan petani atau pedagang lain tersebut. Oleh karenanya diperlukan seseorang lain yang dapat menjembatani agar kita dapat berkomunikasi dengan petani atau pedagang lain. Dengan adanya komunikasi, maka proses jual beli pada akhirnya dapat dilakukan dikarenakan diketahui adanya penawaran permintaan (supply demand) dan jumlah harganya.

Seseorang lain yang bertindak menjadi jembatan tersebut dikenal dengan sebutan broker (perantara).

Sehingga yang dilakukan, kita tinggal lihat daftar yang ada di broker tersebut, siapa saja yang membutuhkan atau menawarkan sayur mayur. Misalnya si A menjual wortel seharga 1000, bila kita merasa bahwa harga wortel tidak lama lagi akan naik menjadi 1500 maka kita beli wortel tersebut.

Broker akan memberikan uang 1000 kepada si A dan wortel yang sudah menjadi milik kita disimpan oleh broker. Sebagai imbalan jasanya, broker akan memperoleh komisi (spread). Dan sebagai pengganti jasa penyimpanan wortel di gudang, broker akan mengenakan biaya jasa penginapan (swap) yang dihitung berdasarkan lamanya hari disimpan.

Setelah disimpan selama 2 hari, ternyata harga wortel sesuai dengan prediksi, harganya naik menjadi 2000. Kita tinggal memberitahu agar broker segera menjualnya. Dan kebetulan pada saat tersebut si B berminat membelinya. Broker kemudian mengambil uang dari si B dan kemudian memberikannya kepada kita. Kepemilikan wortel pun berpindah tangan, menjadi milik si B dan disimpan di tempat broker.

Begitulah gambaran sederhana trading dan operasional broker.

Pada broker yang berjenis ECN/STP, operasional yang dilakukan mirip seperti ilustrasi diatas. Broker jenis ini hanyalah bertindak sebagai perantara saja yaitu meneruskan transaksi yang kita minta ke si A (trader lain atau bank) atau si B (trader lain atau bank).

Broker ECN/STP tidak pusing dengan laba atau rugi kliennya, yang penting klien selalu melakukan banyak transaksi sehingga perolehan komisi untuk broker menjadi besar.

Sedangkan pada broker yang berjenis Market Maker, tidak bertindak sebagai perantara. Broker berjenis ini bertindak mirip tengkulak, seluruh sayur mayur dimilikinya. Sehingga yang kita lakukan bukanlah berdagang dengan si A atau si B, tetapi berdagang langsung dengan broker tersebut.

Broker ini tidak bertindak sebagai perantara penerus transaksi seperti halnya broker berjenis ECN/STP, tetapi bertindak sebagai lawan dari kliennya.

Broker jenis ini disamping berkepentingan dengan komisi transaksi, juga berkepentingan bagaimana caranya agar laba. Oleh karenanya, apa pun dilakukannnya agar kliennya merugi. Karena pada prinsipnya, rugi klien adalah laba broker.

Oleh karenanya disebut dengan istilah Market Maker atau Penentu Pasar.

Yang dilakukan oleh Market Maker broker pada umumnya adalah spread-nya jauh lebih besar daripada ECN/STP broker, memainkan stoploss/take profit sehingga tidak berfungsi, melakukan freeze terminal, dan berbagai hal lain yang contoh-contohnya telah banyak ditulis dan digambarkan pada artikel-artikel sebelumnya pada blog ini.

Antara 3 s.d. 5 tahun lalu banyak sekali scam broker di dunia Forex. Scam broker ini adalah broker tipu-tipuan dimana bila sudah melakukan deposit maka tidak dapat diambil lagi dananya.

Akan tetapi, saat ini trend sudah mulai bergeser. Scam broker nyaris tidak ada lagi seperti halnya beberapa tahun yang lalu. Mungkin dikarenakan pengawasan otoritas yang lebih ketat dan juga sudah lebih banyak trader yang pintar sehingga lama-kelamaan scam broker mati dengan sendirinya.

Yang menjadi problem di dunia forex saat ini, bukanlah scam broker lagi. Tetapi Market Maker broker. Cara-cara yang dilakukan oleh scam broker yang sangat kasar dan kasat mata, tidak lagi dapat digunakan.

Justru yang saat ini yang berkembang tidak disadari adalah berbagai akal-akalan yang legal dan sulit untuk dibuktikan dari Market Maker broker.

Sebagai contoh akal-akalan yang sering ditemui adalah stoploss yang tidak berfungsi saat news. Bayangkan bila digunakan stoploss 10 pip dan berfungsi, tentunya loss yang terjadi hanyalah 10 pip saja. Akan tetapi, oleh Market Maker broker dilakukan akal-akalan, akibatnya saat news loss menjadi 50 pip.

Akibat hal ini, trader loss 50 pip dan broker mendapat laba 50 pip (yang seharusnya hanya 10 pip bila stoploss tidak diakali).

Hal-hal seperti inilah yang terjadi dan berkembang saat ini, bukan lagi scam broker.

Kembali pada permasalahan Pak Arief perihal InstaForex, tidak perlu khawatir tidak bisa withdrawal atau menarik dana dari InstaForex. Saat ini trend akal-akalan broker bukanlah pada masalah mempersulit penarikan dana, tetapi cenderung pada masalah trading.

Salah satu contohnya, InstaForex memberikan fixed spread dan free swap. Ini hanyalah sekedar akal-akalan dan strategi marketing (biasanya akan menarik bagi yang awam).

Selalu ingat prinsip, broker tidak pernah mau rugi.

Gambar diatas adalah perbandingan account yang diberikan oleh Insta Forex, terlihat bahwa fixed spread yang diberikan berkisar antara 3 - 7 pip.

Untuk membuktikannya, demo Metatrader InstaForex menunjukkan sebagai berikut:



Terlihat bahwa untuk pair EURUSD, GBPUSD, dan USDCHF menerapkan fixed spread 3

Yang menarik dan berbeda dengan broker lain, Insta Forex ini memberikan beberapa EA pada instalasi Metatrader-nya.

Disarankan, lebih baik buang dan delete EA-EA tersebut apalagi bila Metatrader digunakan untuk live account. Hal ini untuk keamanan account dikarenakan meskipun EA tersebut kelihatannya hanyalah EA untuk mempermudah eksekusi transaksi, tetapi siapa tahu terdapat kode "virus" tersembunyi yang dapat membuat account jebol.

Telah puluhan demo Metatrader dari berbagai broker saya instal dan coba, tetapi baru kali ini menemui adanya broker yang sejak awal sudah melakukan instalasi EA pada Metatrader-nya.



Gambar diatas menunjukkan bahwa setting Expert Advisor seluruhnya dalam kondisi aktif. Heran, baru kali ini saya menemui broker yang sejak awal sudah mengaktifkan semua setting seperti ini.

Sangatlah berbahaya, apalagi bagi yang awam. Dengan setting Expert Advisor aktif ditambah adanya EA "tidak jelas" sedang berjalan, maka sepenuhnya Metatrader tersebut dapat dikendalikan oleh broker tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Dengan adanya kode tertentu pada tubuh EA, broker dapat melakukan eksekusi transaksi via Metatrader klien seolah-olah klien sendiri yang melakukan transaksi (padahal EA yang melakukannya). Sehingga apabila terjadi complain, akan sulit dibuktikan.

Oleh karenanya, sebaiknya delete dan non aktifkan EA tersebut. Bukannya paranoid, tetapi lebih baik waspada demi keselamatan account. Apalagi hal seperti ini hanyalah dilakukan oleh InstaForex, sedangkan pada broker lain tidak.

Kembali perihal spread, terlihat bahwa InstaForex mengenakan fixed spread sebesar 3 pip. Sangat tinggi bila dibandingkan spread broker-broker lain. Untuk EURUSD, rata-rata broker hanyalah mengenakan spread sekitar 1-2 pip saja, pada ECN broker malahan dapat mencapai hanya 0.5 - 1 pip.

Nah, coba kita hitung bersama, diuntungkan atau tidak oleh InstaForex dengan adanya fixed spread dan free swap ini.

Asumsikan spread EURUSD rata-rata broker 1,5 pip dan biaya swap 0.5 pip, maka yang harus dibayar adalah 2 pip. Sehingga terjadi rugi sebesar 1 pip dengan adanya fixed spread 3 pip.

Itupun bila yang terjadi adalah minus swap.

Sebaliknya bila yang terjadi adalah positive swap, maka kerugian yang ada menjadi 2 pip. Perhitungannya, spread 1,5 pip dikurangi dengan laba swap yang seharusnya diterima 0,5 maka hasilnya adalah 1 pip. Sehingga fixed spread 3 pip dikurangi 1 pip akan menghasilkan 2 pip kerugian.

Bagi yang belum memahami perihal swap, silahkan membacanya pada artikel ini Swap Rate dan Swap Rate #2.

Free swap tidaklah berarti apapun dikarenakan pada umumnya trader hanya melakukan intraday trading dan jarang yang melakukan open trade sampai berhari-hari yang dikenakan biaya swap. Sehingga akan sangat menguntungkan bagi broker bila mengenakan fixed spread dengat rate yang tinggi.

Oleh karenanya, seperti yang ditulis diatas, fixed spread dan free swap yang diberikan oleh InstaForex hanyalah sekedar akal-akalan dan strategi marketing belaka. Terlihat bila dihitung dengan detil menunjukkan betapa mahalnya biaya trading yang harus dibayar.

Apalagi InstaForex ini masih menggunakan platform 4 digit yang sudah ketinggalan jaman.

Saat ini sudah sangat jarang broker yang menggunakan platform 4 digit, sejak sekitar 2 tahun lalu broker sudah beramai-ramai pindah ke platform 5 digit. Bahkan saat ini beberapa broker besar juga sudah menyediakan platform Metatrader 5.0 yang dapat di download gratis.

Platform 4 digit ditinggalkan dikarenakan dianggap kurang presisi. Trailing stop tidak dapat dilakukan pada jarak sempit. Sebagai perbandingan, pada platform 5 digit trailing stop dapat dilakukan dengan jarak hanya 1,5 pip sedangkan pada 4 digit berjarak 15 pip. Coba perhatikan perbedaannya, 10 kali lipat!

Dengan trailing yang lebar, tentunya profit yang dihasilkan akan berkurang dikarenakan tidak dapat melakukan trailing yang presisi pada saat trend mulai berbalik arah. Dengan berkurangnya profit, maka broker akan lebih diuntungkan.

Disamping itu, penggunaan platform 4 digit sangatlah menguntungkan dikarenakan biaya sewa software dan server lebih murah daripada 5 digit. Perlu diketahui, seluruh broker yang menggunakan software Metatrader harus melakukan pembayaran kepada pembuatnya yaitu Metaquotes di Rusia.

Dengan menggunakan software out of dated, tentunya pembayarannya jauh lebih murah. Sama halnya dengan membandingkan membeli Windows XP atau Windows 7. Platform 4 digit adalah Windows XP yang sudah out of dated, sehingga jauh lebih murah.

Dari penjelasan diatas, semoga Pak Arief tidak lagi terpaku pada keharusan platform 4 digit, fixed spread, dan free swap.

Yang terbaik adalah gunakan broker yang berjenis ECN/STP seperti Vantage FX, GoMarkets, Pepperstone, atau yang lainnya. Silahkan membacanya pada artikel ini Negative Balance Protection

Broker-broker seperti Forex.com, Alpari, FXPro, FXOpen, dll adalah broker yang berjenis Market Maker dimana akan cenderung melakukan berbagai akal-akalan agar kliennya mengalami loss lebih besar atau profit lebih kecil.

Saat ini broker yang saya gunakan adalah GoMarkets (dengan leverage 1:500) setelah sebelumnya menggunakan Forex.com selama kurang lebih 2 tahun. Selama 2 tahun tersebut saya mengalami berbagai kecurangan sehingga sudah cukup kapok menggunakan Market Maker broker.

Lebih tenang bila menggunakan ECN/STP broker dikarenakan adanya kepastian dan kejujuran. Tidak ada lagi kejadian freeze terminal sehingga sulit exit atau stoploss yang tidak berfungsi sebagaimana dahulu pada saat menggunakan Market Maker broker.

Apalagi broker ECN/STP juga memberikan spread yang jauh lebih kecil daripada Market Maker. Untuk mengetahui perbandingan spread, silahkan klik saja link dibawah ini:

Lakukan perbandingan spread pada saat market buka. Hal ini dikarenakan pada saat market tutup pada hari sabtu minggu, spread cenderung sedikit lebih tinggi. Sehingga akan lebih fair dan lebih detil bila perbandingan dilakukan pada saat market berjalan.

Dalam melakukan trading, broker adalah hal yang utama. Dalam melakukan pemilihan broker terdapat 3 faktor utama yang harus dipertimbangkan, yaitu kejujuran dan kepastian, kecepatan eksekusi, dan besar biaya yang dibebankan.

Memilih broker yang memiliki spread kecil akan lebih menguntungkan daripada menggunakan broker yang menggunakan spread besar. Lebih mudah dan lebih cepat profit bukan bila menggunakan broker yang memiliki spread 1 pip daripada 3 pip?

Hal terakhir yang perlu saya tekankan, mohon jangan terburu-buru menggunakan modal besar.

Forex adalah high risk dan bukan besarnya modal yang menentukan suksesnya trading, tetapi kemampuan dan keahlian. Saat ini kebanyakan broker menerima klien dengan modal berapapun, bahkan meskipun hanya $1. Dengan modal $50 pun sudah dapat melakukan trading di GoMarkets.

Keseriusan trading bukanlah ditunjukkan dengan besarnya modal, tetapi pada kemampuan meluangkan waktu untuk terus menerus belajar dan berlatih trading dengan tekun. Oleh karenanya, gunakan saja modal kecil tersebut. Tantangannya terletak pada bagaimana caranya agar modal yang semula kecil menjadi besar.

Bila hal tersebut tercapai, tidak apa-apa untuk selanjutnya digunakan modal besar.

Demikian Pak Arief, semoga artikel ini dapat memberikan pencerahan.
Silahkan berkirim email bila masih merasa kurang jelas.