Minggu, 21 Agustus 2011

Negative Balance Protection

Happy Trading Pak Ary,

Sebelumnya saya menggunakan FXpro, dikarenakan kemudahan deposit & Witdrawalnya spreadnya pun lebih kecil dengan broker-broker yang STP yang lain dan bahkan pada sesi Amerika khusus USDJPY spreadnya 0,8pips EUR/USD juga hampir sama.

Cuman sayangnya **Pro type broker marketmarker, dan biasanya lebih curang daripada broker type DMA+STP. F*pro tidak cocok digunakan untuk sesi asia. lebih cocok pada sesi Eropa n USA pada jam-jam likuiditasnya sangat tinggi.

Saya sudah berencana pindah ke broker bertype DMA+STP dan mencoba demo accountnya go market untuk mencoba kecepatan eksekusinya. Setelah saya coba dan loss banyak kenapa Account Balance saya jadi minus pak.? apa ga ada Negative balance protection-nya pak?

Saya coba membuka demo account di Vantagefx, sepertinya eksekusinya lebih cepat dari Gomarket. mohon koreksi kalau saya salah pak.

Untuk tambahan informasi bagi trader-trader Indonesia.




Hasil pengujian demo trading beberapa bulan lalu yang dilakukan sekaligus pada berbagai broker menunjukkan bahwa FxPro merupakan salah satu broker yang memberikan profit terbesar dikarenakan rendahnya spread.

Hasil pengujiannya adalah sebagai berikut:

Akan tetapi dikarenakan FxPro, Alpari, dan FXOpen adalah berjenis Market Maker broker (yang cenderung melakukan kecurangan), maka yang direkomendasikan dari hasil tersebut adalah broker GoMarkets (yang berjenis STP broker).

Market Maker broker cenderung melakukan kecurangan pada live account dimana sering melakukan requote , exit dipersulit, atau stoploss tidak berjalan dengan semestinya (terutama pada saat news release). Oleh karenanya memang sebaiknya menggunakan broker yang berjenis STP atau true ECN dikarenakan lebih jujur dan tidak melakukan akal-akalan seperti halnya Market Maker broker.

Vantage FX, GoMarkets, dan Pepperstone adalah broker-broker yang berlokasi di Australia dimana pada saat pengujian dilakukan, hanya GoMarkets saja yang bersedia menerima klien dari Indonesia. Sedangkan Vantage FX dan Pepperstone tidak menerima. Entah kalau saat ini, silahkan dicoba saja bertanya via email siapa tahu terdapat perubahan kebijakan sehingga saat ini klien dari Indonesia sudah dapat diterima oleh mereka.

Kecepatan eksekusi ditentukan oleh 2 hal yaitu kecepatan koneksi internet dan kecepatan server broker. Semakin banyak klien pada broker maka kecepatan server akan melamban.

Oleh karenanya broker-broker besar pada umunya tidak menggunakan 1 buah server saja. Mereka menggunakan banyak server yang tersebar di berbagai lokasi di seluruh penjuru dunia agar klien dapat melakukan eksekusi dengan cepat. Seperti halnya GoMarkets yang memiliki berbagai server yang tidak hanya berlokasi di Australia saja, tetapi juga terdapat server yang berlokasi di US untuk tujuan mempercepat eksekusi.

Untuk menguji kecepatan eksekusi sangatlah mudah, lakukan saja beberapa kali entry exit pada berbagai broker dalam waktu yang bersamaan. Gunakan Copy Tools software sehingga dengan sekali klik saja maka eksekusi entry exit tersebut dilakukan diseluruh broker tanpa ada jeda. Dari hasil pengujian ini, nantinya akan diketahui mana broker yang memiliki eksekusi tercepat dan mana yang terlamban.

Mohon maaf dikarenakan terbatasnya waktu yang saya miliki, pengujian ulang kecepatan eksekusi saat ini belum dapat dilakukaan. Akan tetapi nanti bila sudah banyak waktu terluang, akan saya coba untuk melakukan pengujian ulang terhadap berbagai broker agar dapat diketahui mana broker yang terbaik.

Hampir semua broker memiliki Negative Balance Protection yaitu secara otomatis menutup trading yang dilakukan apabila saldo modal mencapai level tertentu (margin call). Hal ini dilakukan karena tentunya tidak ada broker yang mau merugi, kalau saldo modal sampai minus tentunya yang rugi broker :)

Penerapan Negative Balance Protection ini berbeda-beda pada tiap broker dimana nilainya ditentukan berdasarkan persentase Free Margin Level. Kebanyakan menerapkan kebijakan 100% Free Margin Level, akan tetapi ada juga yang menerapkan kebijakan sampai 50% Free Margin Level (GoMarkets). Bahkan dari pengujian berbagai broker beberapa bulan lalu, terdapat juga broker yang menerapkan sampai 0% Free Margin Level (broker lokal).

Bila yang diterapkan adalah 100% Free Margin Level maka entry akan otomatis di close (margin call) apabila Free Margin Level sama dengan 100%. Dengan demikian yang tersisa pada saldo modal hanyalah sejumlah margin.

Misalnya modal awal $3000 dan kemudian membeli 1 lot EURUSD yang memerlukan margin sebesar $1440 (leverage 1:100). Apabila terjadi margin call saat mencapai 100% Free Margin Level, maka yang tersisa pada saldo modal hanya sebesar $1440 (margin).

Sedangkan bila margin call pada 50% Free Margin Level, maka yang tersisa pada modal hanya sebesar $720 (50% x $1440). Yang paling ekstrim apabila broker tersebut menggunakan 0% Free Margin Level, maka tidak ada yang tersisa pada modal alias nol.

Dari penjelasan diatas, terlihat jelas bahwa tidak mungkin terjadi saldo modal minus.

Yang memiliki nilai minus adalah Free Margin dimana nilai minus ini akan menggerus nilai Margin (yang merupakan bagian dari modal kita sendiri). Total penjumlahan antara Free Margin ditambah Margin adalah sama dengan Equity.

Nilai Equity inilah yang tidak mungkin minus. Nilai Equity yang paling minimal adalah 0 (bila digunakan 0% Free Margin Level) dan tidak mungkin menjadi minus karena akan merugikan broker.

Bagaimanapun juga, tidak ada broker yang mau merugi. Yang rugi ya kita sendiri :)

Oleh karenanya waspada bila broker menggunakan nilai 0% Free Margin Level. Yang dapat diartikan bahwa broker tersebut berniat tidak baik dan sama sekali tidak melindungi klien karena berharap agar modal klien menjadi cepat habis tidak tersisa.

Sedangkan bila digunakan nilai 50% atau 100% Free Margin Level, pada saat terkena Margin Call, paling tidak masih ada sisa modal walaupun tinggal sedikit.

Selain itu, keuntungan dengan batasan nilai Free Margin Level yang rendah menjadikan kita tidak perlu terlalu khawatir terkena Margin Call. Tetapi tetap saja proteksi modal diperlukan, sehingga menggunakan 50% tidak masalah, asalkan jangan sampai 0%.

Untuk mengetahui berapa nilai persentase kebijakan Free Margin Level pada tiap broker (batas maksimal sebelum dilakukan Margin Call), dapat digunakan MQL script yang mendeteksi StopOutLevel pada broker tersebut.




Sebagai contoh pada broker GoMarkets, seperti terlihat dibawah ini:



Terlihat bahwa hasil deteksi script menunjukkan StopOut Level GoMarkets bernilai 50. Artinya pada saat Free Margin Level mencapai 50% maka otomatis semua transaksi akan di close oleh broker dikarenakan modal dianggap sudah tidak mencukupi untuk melakukan trading lebih lanjut (margin call).

Semoga artikel ini dapat berguna untuk seluruh trader Indonesia.

8 komentar:

  1. Pak Ary, apakah GoMarkets mempunyai server yang berada di US? kalo ada berapa IPnya?

    Makasih.

    Arief.

    BalasHapus
  2. IP server GoMarkets:
    San Diego: 206.71.180.206:1951
    London: 62.216.226.118:1951
    Frankfurt: 178.162.174.161:1951
    Singapore: 180.210.206.176:1951
    Melbourne: 114.111.146.203:1951

    BalasHapus
  3. Terimakasih banyak atas ulasannya pak. Saya banyak belajar dan menjiplak dari apa yang bapak tulis (jangan marah pak ya). Sangat bermanfaat untuk trader-trader di Indonesia.
    Happy trading.

    BalasHapus
  4. Dimana saya bisa mencari copy toll software secara gratis pak ? Saya googling semua berbayar. Apabila bapak punya, dan bapak berkenan berbagi software yang bapak pake.
    Saya berguru neh, pada bapak untuk trading forex. Rasanya sangat tepat berguru kepada trader, tentunya secara gratis hue.e.he.he.

    BalasHapus
  5. MT4 Trade Duplicator - Free Open Source
    http://code.google.com/p/mt4tradeduplicator/

    Yang saya gunakan:
    http://iticsoftware.com/forex-software/CopyToolPro
    Mohon maaf tidak untuk dibagi, harganya mahal :)

    BalasHapus
  6. Pak Andro, saat ini saya menggunakan FXDD Malta, menurut bapak bagaimana dengan broker tersebut (ecn atau marketmaker broker),
    melihat dari IB-nya (gainscope) sepertinya tidak akan ada kecurangan. terimakasih
    semoga blog ini semakin mantap

    BalasHapus
  7. FXDD sejak lama dikenal sebagai Market Maker

    BalasHapus
    Balasan
    1. fxdd malta bagus g pak?

      Hapus