Rabu, 06 April 2011

Forex Education

Pak Ary,

Untuk menambah posting yang sudah ditunggu, semoga tulisan ini bisa untuk koleksi di blog. :) Maaf kalo baru sekarang saya bisa menulis karena ada kesibukan lain, bahkan pengerjaan robot pun terpaksa saya tunda. Yang jelas saran terakhir Pak Ary tentang Entry seperti kakek tua dan Exit seperti pencopet sedang saya pikirkan. Trims untuk nasehatnya. Ini membuat saya lebih termotivasi lagi untuk membuat Entry dan Exit Strategy yang lebih baik dari sebelumnya.

Mohon maaf kalo tulisan kali ini lebih cenderung mengarah ke cerita. Biasanya saya mengirimkan pertanyaan, tapi mungkin akibat kesibukan saya belum tahu mau tanya apa lagi. :)

Hampir setiap bulan saya menyempatkan diri untuk mengunjungi toko buku, mungkin bisa sekali atau bahkan beberapa kali tergantung ada yang ngajak or diajak jalan. Saat masuk ke toko buku selalu saya langsung menuju ke bagian pajangan buku tentang Forex.

Semakin besar toko bukunya maka koleksi buku tentang Forex dan investasi makin bervariasi, mulai dari yang terjangkau hingga yang mahal. Mahal karena berbahasa Inggris dan diimport langsung dari negara penerbitnya. Murah karena penulisnya orang lokal dan dengan sampul yang sederhana.

Entah karena saya beruntung atau memang ini trik dari toko buku, hampir semua buku tentang Forex tersebut selalu ada sampel yang bisa dibaca. Menariknya, hampir semua ulasan yang diberikan tiap buku isinya gak jauh berbeda dengan yang lainnya. Saya mulai berpikir, jangan-jangan si penulis ini cuma mencari duit semata lantaran dia punya waktu luang buat nulis. Mungkin untuk para trader tingkat lanjutan materi, tulisan tersebut sia-sia mengingat informasi mendasar tentang Forex tersedia gratis di internet.

Ada rasa keinginan saya untuk memberitahukan kepada teman-teman saya yang pemula dalam dunia trader untuk belajar forex bahwa ilmu tersebut sebenarnya tersedia secara cuma-cuma. Untuk itu dikesempatan ini saya juga minta ijin untuk mencopas beberapa info penting dari blog Pak Ary untuk kemudian diberikan kembali ke teman-teman saya yang ingin belajar lebih lanjut tentang industri keuangan ini.

Disisi lain, saya kuatir info yang didapat secara cuma-cuma melalui internet justru malah membuat mereka menganggap bahwa ilmu Forex murahan.

Mengapa kuatir?

Sebab setiap kali saya meyakinkan bahwa belajar Forex itu tidak butuh biaya apapun, mereka menjadi cuek bebek padahal sebelumnya menggebu-gebu untuk belajar. Mereka mungkin justru lebih tertarik dengan seminar Forex yang berbiaya jutaan rupiah hanya untuk beberapa jam saja.

Apa iya saya harus memasang tarif ke teman-teman saya yang ingin belajar dengan tujuan membuat mereka lebih serius? Terkesan sadis kan, padahal saya sendiri dapet ilmunya juga gratis.

Kalo diperhatikan info-info yang ditulis oleh Pak Ary dalam blog sangat bernilai tinggi sekali terutama tentang pengujian broker. Betul saya sangat tertolong. Setidaknya broker yang saya pakai sekarang ini masuk peringkat yang termasuk cukup baik dalam pengujian, termasuk broker 'kesayangan' saya itu. Saya sangat menghargai jerih payah Pak Ary. Jadi kalo ada yang bilang artikel Pak Ary murahan, tolong kasih tahu saya, biar orangnya nanti saya pukul yah. :)

Mungkin memang industri keuangan terutama dalam bidang investasi ini masih baru dalam tahap pengenalan. Saya teringat waktu kuliah dulu, saat saya menyampaikan usul kepada seorang dosen keuangan (mengajar tentang portfolio) tentang diadakannya kelas investasi dimana setiap mahasiswa akan melakukan real trade, beliau langsung menjawab dengan intonasi yang kaget bahwa itu adalah hal yang beresiko dan melarangnya.

Betul-betul aneh, ia mengajar tentang portfolio, tapi dia tidak mampu menyarankan tentang portfolio sesungguhnya. Untungnya dia seorang dosen wanita yang manis, jadi setidaknya saya tidak terlalu emosi :)

Ada sebuah impian bahwa suatu saat, setiap kampus yang berlabel Business Class wajib punya materi kuliah Forex Trading dan kita sebagai pengajarnya. :) Kalau hal itu terjadi, semoga EA-nya sudah beres semuanya jadi pas ngajar gak ketar-ketir ya, Pak? :)

Demikian dulu cerita dari saya, semoga bisa diambil manfaatnya kalo ada :)

Maaf kalo tulisan saya gak nyambung sesuai dengan bahasan di blog.

Regards,
Aras




Pak Aras,

Saya sangat berterima kasih atas kebaikan hati Pak Aras yang telah dengan sukarela bersedia menyumbangkan tulisan untuk blog ini. Jujur saja, saya mengagumi tulisan Pak Aras yang memiliki tata bahasa sangat baik. Sangat jarang yang dapat menulis seperti Pak Aras, pada umumnya hanya mereka yang memiliki bakat alam.

Oleh karenanya, apapun yang Pak Aras tulis, pasti akan ditampilkan di blog ini. Saya pribadi sangat senang membacanya, apalagi para pembaca yang lain. Ditambah dengan tata bahasa yang sangat baik membuat saya tidak kerepotan harus terlebih dahulu melakukan editing, tinggal copy paste saja dan langsung tampilkan di blog :)

Membaca email Pak Aras, juga membuat saya terharu. Betapa Pak Aras sangat menghargai blog ini, sampai-sampai mau memukul orang :)

Terima kasih sebesar-besarnya, Pak Aras.

Saya sudah bertahun-tahun malang melintang di dunia forex sehingga akhirnya memahami betapa jahatnya dunia ini dikarenakan banyak sekali akal-akalan canggih yang ditujukan untuk menipu dan menyebabkan kerugian. Mulai dari penjual robot, penjual ebook dan indikator, bahkan sampai broker pun melakukan penipuan.

Oleh karenanya, saya putuskan untuk membuat blog ini, disamping untuk catatan pribadi saya dan sahabat, juga agar para pembaca dapat terhindar dari akal-akalan tersebut. Dunia forex adalah dunia yang sangat canggih dan tertutup, sangat jarang ada yang menulis perihal hal tersebut. Paling tidak dengan adanya blog ini, pada akhirnya para pemula akan mendapatkan informasi yang lebih benar sebelum terjun ke dunia ini.

Terus terang saya sendiri sudah lama sekali tidak pernah ke toko buku, mungkin sudah lebih dari 5 tahun. Hal ini dikarenakan apa yang saya perlukan untuk belajar dan dibaca tersedia seluruhnya di internet. Bahkan saya pun sudah lama sekali, yang juga nyaris 5 tahun, tidak pernah lagi ke bioskop. Seluruhnya dapat diperoleh dari internet dengan murah meriah, mulai dari buku, film, software, dan games. Perihal film, silahkan membacanya di artikel ini: Internet Movies

Kemajuan teknologi tersebut membuat saya berpikir, mungkin 5 sampai 10 tahun mendatang tidak ada lagi toko buku, toko musik, bioskop, bahkan siaran televisi konvensional seperti yang kita nikmati saat ini. Seluruhnya akan di distribusikan melalui internet.

Bila diperhatikan, Apple beberapa tahun belakangan ini sudah mulai menjual musik secara online, film bisa dinikmati secara online (pay per view), Sony mulai menjual TV yang dapat sekaligus digunakan untuk browsing ke internet (Internet TV), buku digital mulai dijual oleh Amazon.com dalam bentuk Secured PDF, PT Telkom mulai membangun jaringan IP TV, toko-toko online shopping mulai bertebaran di internet, dan adanya Ipad yang disamping memberikan kemudahan akses ke internet dimanapun, juga dapat digunakan untuk membaca buku-buku digital dengan nyaman.

Internet menyediakan seluruhnya, mulai dari yang legal yang disediakan oleh situs-situs penjualan besar seperti Amazon, Apple dan lain sebagainya, sampai yang tidak legal seperti buku, film, software, dan game bajakan. Semuanya tersedia di internet dan dapat dengan cepat diunduh, menjadi lebih murah meriah bila yang diunduh adalah yang bajakan :)

Dalam hal buku, yang agak sulit diubah adalah kebiasaan. Dimana sebelumnya telah terbiasa dan nyaman membaca buku konvensional, tetapi kemudian harus mengubah membacanya dalam bentuk digital. Tidak semuanya dapat dengan mudah melakukan perubahan tersebut. Karena itulah sampai hari ini buku konvensional masih laris dijual.

Jujur saja, saya tidak pernah tertarik membaca buku perihal trading yang berbahasa Indonesia. Hal ini dikarenakan informasi yang terkandung dalam buku tersebut biasanya sangat dangkal dan hanya cocok bagi yang baru mulai belajar. Seperti yang Pak Aras katakan, semua informasi yang ada pada buku tersebut seluruhnya tersedia gratis di internet. Sepanjang rajin melakukan Googling, pasti akan ketemu informasi tersebut.

Adanya kendala bahasa ini menyebabkan tidak seluruhnya dapat membaca informasi atau buku yang berbahasa Inggris. Tidak usah teman-teman Pak Aras, teman saya sendiri pun masih banyak yang memiliki kendala bahasa yang menyebabkan mereka lebih menyukai membaca buku berbahasa Indonesia. Sangat disayangkan, padahal banyak buku digital dalam bentuk PDF yang bagus-bagus tersedia gratis (karena bajakan :) ) di internet.

Bagi teman-teman yang memiliki kendala bahasa dan ingin belajar, biasanya saya sarankan untuk membaca belajarforex.com. Di tempat tersebut artikel-artikelnya mudah dipahami dan ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sangat cocok bagi yang baru belajar dasar-dasar forex. Murah meriah karena gratis.

Saya sendiri belajar ilmu trading lebih banyak dari forum (forexfactory.com) daripada buku. Saya lebih menyukai forexfactory.com daripada forum berbahasa Indonesia dikarenakan di tempat tersebut trader dari seluruh dunia bertemu di satu tempat, sehingga informasi yang dapat dserap lebih banyak.

Akan tetapi, tidak seluruh informasi disitu berguna. Yang banyak berbicara dan menulis di forum tersebut biasanya adalah para pemula, sedangkan yang sudah professional cenderung lebih jarang menulis atau diam. Sehingga pintar-pintar saja memilah mana informasi yang benar dan mana yang salah agar tidak tersesat.

Bila Pak Aras ingin mengambil artikel-artikel yang ada di blog ini, silahkan saja. Saya justru sangat senang. Toh digunakan untuk membantu sesama dan tidak digunakan untuk tujuan komersial menguntungkan diri sendiri.

Akan tetapi, saya sarankan apabila masih dalam tahap awal belajar, sebaiknya membaca artikel-artikel yang diposting pada Juni Juli 2010, karena lebih banyak membahas hal-hal yang mendasar. Disamping itu, coba dibaca belajarforex.com karena juga memberikan pelajaran dasar yang sangat mudah dipahami. Saya pun dahulu memulai belajar dari membaca apa yang ada di situs tersebut.

Yang perlu Pak Aras pahami, masalah biaya mahal atau murah sebenarnya terletak pada keinginan untuk mencari jalan pintas secara cepat. Bukankah harga biasanya sesuai dengan apa yang dijual? Tentunya yang berharga mahal akan jauh lebih baik daripada yang murah dan yang gratis.

Teman-teman Pak Aras bukanlah mencari ilmu, mereka sebenarnya mencari jalan pintas supaya dapat segera menjadi kaya raya. Sehingga kalau ingin cepat kaya dari forex, ya pilihlah seminar yang paling mahal. Karena pasti di seminar tersebut akan diberi tahu sebuah rumus atau cara trading "sakti" sehingga cepat profit dan cepat kaya. Nah, kalau gratisan, ya capeklah harus belajar sendiri, kapan bisa cepat kaya kalau gratisan.

Persepsi tersebutlah yang tertanam di masyarakat. Karena memang dalam dunia nyata prinsip tersebut yang berlaku, mobil mahal pasti mobil yang bagus, sekolah mahal pasti sekolah yang bagus. Padahal dalam trading (tidak terbatas hanya pada forex saja), prinsip tersebut sama sekali tidak berlaku.

Saya sendiri tidak pernah sekalipun mengikuti seminar yang mahal-mahal tersebut. Tetapi ada beberapa sahabat pernah mengikutinya yang pada akhirnya justru mereka ingin belajar pada saya, bahkan sampai-sampai mereka memanggil saya dengan sebutan master. Waduh, kok malah mirip film kungfu jadinya :)

Sahabat tersebut membayar 15 juta untuk mengikuti seminar dan tidak memperoleh kemajuan apapun setelahnya. Dari yang diceritakan, ternyata yang diberikan oleh seminar tersebut hanyalah pelajaran dasar tetapi disertai bumbu janji surga akan cepat kaya.

Meskipun yang diberikan hanyalah sekedar pelajaran dasar, tetapi karena saat tersebut si sahabat masih awam dengan trading, tentunya hal yang sebenarnya hanyalah pelajaran dasar-dasar saja, akan menjadi seolah-olah sangat canggih.

Maklum saja, rata-rata peserta seminar adalah yang masih awam tetapi punya uang lebih. Mereka berusaha mencari jalan pintas cepat, hal inilah yang dimanfaatkan oleh penyelenggara seminar. Perhatikan saja, pada iklan seminar mahal selalu ada testimoni-testimoni seolah-olah trading adalah hal yang mudah dan membuat cepat kaya. Padahal faktanya, seperti yang saya maupun Pak Aras alami, trading tidaklah semudah itu.

Kebanyakan dari pembicara seminar sebenarnya adalah trader "gagal". Mereka berusaha menjadi trader tetapi gagal ditengah jalan. Tentunya mereka sangat paham akan segala macam teori trading. Nah, kalau dipoles sedikit dan berbicaranya di depan para pemula, tentunya akan kelihatan sangat hebat. Itulah kenapa seminar trading selalu dilakukan pada hari libur, karena tidak perlu adanya pembuktian berupa live trading akibat market sedang tutup :)

Sama halnya dengan diri saya sendiri, Pak Aras mau bertanya apapun perihal trading, saya bisa menjawabnya dengan baik karena paham betul segala macam teori. Seandainya tidak bisa menjawab, tinggal Googling saja, toh semua informasi ada di internet dan tinggal dirangkai saja :)

Tetapi belum tentu saya dapat melakukan live trading yang menghasilkan profit di hadapan Pak Aras. Dalam dunia trading, paham teori tidak berarti kemudian dapat melakukannya dengan baik dan menghasilkan profit. Apalagi faktanya sangat jarang seorang trader yang memiliki akurasi 100%, tentunya akan sangat memalukan apabila melakukan trading di hadapan banyak orang (yang juga membayar) dan kemudian hasilnya loss.

Trading tidak hanya melulu teori, tetapi juga menyangkut emosi dan kebiasaan dalam diri. Meskipun ahli teori, tetapi kalau kebiasaan dalam diri buruk dan tidak mampu mengubahnya, maka jangan harap dapat melakukan trading yang baik. Tidak sabar, terburu-buru memutuskan, tidak teliti, tidak tahan stress, cepat marah, dan lain sebagainya adalah kebiasaan buruk yang menyebabkan loss bila melakukan trading. Hanya mereka yang memiliki kepribadian tenang dan mampu mengendalikan emosi saja yang dapat menjadi trader professional.

Seminar yang baik adalah seminar yang diberikan oleh trader sejati, bukan yang diberikan oleh ahli teori tetapi mengaku-aku sebagai trader :)

Mudah saja membedakannya, bila seminar tersebut memberikan sesi live trading maka pembicara seminar tersebut adalah trader sejati. Tidak mungkin yang hanya sekedar mengaku-aku saja berani melakukan hal tersebut di hadapan sedemikian banyak orang. Market tidak pernah bisa ditebak, hanya mereka yang memiliki mata dan intuisi terlatih saja yang mampu melakukannya dengan baik.

Oleh karenanya, jangan pernah mengikuti seminar yang dilakukan pada hari libur, sudah jelas tidak ada sesi live trading karena market sedang tutup. Mending uangnya ditabung daripada terbuang sia-sia untuk membayar seminar mahal yang tidak memberikan manfaat apapun.

Mohon maaf Pak Aras, saya pun akan sependapat dengan ibu dosen tersebut. Live atau real trading adalah hal yang sangat beresiko, apalagi dilakukan oleh yang tidak ahli. Belajar trading yang baik tidak harus dilakukan dengan live trading, bisa saja dilakukan dengan demo account. Murah dan aman, tidak mengandung resiko apapun.

Apalagi yang diajarkan oleh ibu dosen tersebut adalah portfolio, yang lebih mengarah kepada fundamental analysis. Ibu dosen tersebut bukanlah real trader, tetapi hanyalah ahli teori, sehingga mohon dimaklumi saja. Agar dapat melakukan trading dengan baik, penguasaan technical analysis adalah yang utama. Untung saja pada saat tersebut tidak dilakukan live trading karena hasilnya pasti loss :)

Saya dan teman-teman pun memiliki impian yang sama dengan Pak Aras. Andaikan saja pelajaran trading diajarkan di kampus, tentunya akan banyak trader-trader baru tercipta di Indonesia ini. Belum ada satupun kampus yang mengajarkan technical analysis, padahal ilmu ini yang diperlukan agar dapat melakukan trading dengan baik. Dengan menguasai technical analysis, maka bekal untuk melakukan trading di market apapun (saham, forex, komoditi, options, dll) telah dimiliki.

Problemnya memang EA harus sudah sempurna terlebih dahulu dan penghasilan sepenuhnya terpenuhi dari EA tersebut. Dengan penghasilan telah mencukupi, konsentrasi terfokus hanya kepada bagaimana caranya mengajar dengan baik dan mudah dipahami. Bukan malah sebaliknya, bagaimana caranya mengajar secepat mungkin agar dapat segera pindah ke kelas lain sehingga honor makin banyak :)

Akan tetapi, saya pun memahami bahwa tidak semua orang tertarik dengan ilmu ini. Sebagian besar hanya tertarik akan profit-nya saja dan tidak mau bersusah payah untuk belajar. Oleh karenanya, apabila EA sudah sempurna nantinya, tinggal diberikan saja pilihan apakah ingin belajar atau hanya ingin profit.

Bila ingin profit saja, tidak perlu repot belajar dan silahkan lakukan deposit dana untuk selanjutnya dilakukan managed funds menggunakan EA. Bagi yang ingin belajar, silahkan saja untuk belajar. Dengan cara demikian, everybody happy... :)

Mohon doanya Pak Aras, semoga EA diatas yang sedang menjalani uji coba demo memberikan hasil yang baik sehingga impian tersebut dapat segera terwujud.

Semoga Pak Aras masih belum bosan menulis untuk blog ini, sehingga saya maupun para pembaca dapat segera menikmati tulisan Pak Aras yang berikutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar