Minggu, 01 Mei 2011

Technical Error #2

Pak Ary,

Pertama saya ingin menyampaikan ikut prihatin atas kejadian yang dialami pada Live dan Demo Account Pak Ary. Kemarin malam saat mengakses laman blog, saya melihat grafik mengalami penurunan yang drastis.

Tampaknya tidak cuma dialami oleh Vito, tapi juga Buru yang ikut terjerembab. Saya mencoba menebak apa yang terjadi sebab saat saya melakukan skimming tampaknya trend EURUSD dalam keadaan yang stabil.

Saya sangat berharap ini adalah kesalahan yang terjadi pada Myfxbook.com dan bukannya pada Vito dan Buru. Tapi jika benar, tidak ada kata lain yang bisa saya tulis selain saya berharap Pak Ary tetap semangat. :)

Seperti apa yang saya sampaikan, apapun bisa terjadi.

Mengenai technical error yang saya alami, terima kasih banyak untuk penjelasannya. Saya sudah mencoba untuk menghilangkan parameter Bar-0 untuk menghindari missed order. Saya membiarkan Bar-1 dan Bar-2 untuk kondisi open position tanpa 'dibantu' oleh Bar-0.

Namun, missed order masih terjadi. Setelah penggantian algoritma dan MetaTrader dijalankan, robot berjalan normal, tetapi setelah saya melakukan perubahan Timeframe dan manual order, missed order kembali terjadi.

Apa mungkin akibat hal tersebut mengakibatkan missed order?

Saya gak berani mengklaim bahwa melakukan restart MetaTrader adalah solusi untuk kasus tersebut, sebab bisa saja setelah restart dilakukan masih terjadi missed order lagi. Saya cantumkan algoritma code saya untuk OrderSend() dan OrderClose() pada Notepad supaya Pak Ary dapat lebih jelas melihat letak kesalahan yang saya alami.

Mungkinkah struktur algoritma saya yang menyebabkan missed order itu?

Kondisi algoritma setelah menghilangkan Bar-0 memang jauh lebih baik, tapi ini berarti OrderSend() akan langsung terbuka saat kondisi Prior Bar terpenuhi walaupun pada saat Bar-0 bisa saja terjadi False Signal atau Repainting. Apakah ini konsekuensi yang memang harus diterima?

Tentang masalah Custom Indicator kemarin lupa saya sampaikan. Indikator yang saya gunakan memang awalnya bermasalah luar biasa. Memori yang ada di CPU 'dimakan' habis. Kemudian setelah proses decompile barulah saya dapat mengganti beberapa algoritma yang membuat memori menjadi efisien.

Setiap menggunakan custom indicator baru, maka hal yang pertama kali saya lakukan adalah memeriksa penggunaan memori melalui Task Manager. Apabila MetaTrader mengalami kenaikan memori secara terus-menerus maka dipastikan indikator yang dipasang menghitung seluruh bar dari terakhir hingga pertama setiap terjadi tick.

Demikian dulu yang bisa saya tulis dan tanyakan kali ini. Mohon maaf jika waktunya tidak terlalu pas untuk bertanya sebab mungkin Pak Ary sedang sibuk melakukan perbaikan robot atau menikmati long weekend bersama keluarga. Untuk itu mohon kiranya pertanyaan saya kali ini dibalas sesempatnya saja, Pak.

Terima kasih untuk perhatiannya.

Regards,
Aras


int start()
{
if (OrdersTotal() < 1 && NewBar() == true) // NewBar adalah fungsi Bar Waiting seperti yang diberikan oleh Pak Ary waktu itu
{
if (syarat Buy tercapai)
{
OrderSend (openbuy);
}

if (syarat Sell tercapai)
{
OrderSend (opensell);
}

}
else
{
for (int i = OrdersTotal() - 1; i >= 0; i--)
{
if (OrderSelect(0, SELECT_BY_POS, MODE_TRADES) == true)
{
if (OrderType() == OP_BUY)
{
if (syarat close buy tercapai)
{
OrderClose (closebuy);
}
}

if (OrderType() == OP_SELL)
{
if (syarat close sell tercapai)
{
OrderClose (closesell);
}
}
}
}
}

return(0);
}





Pak Ary,

Apa kabarnya, Pak? Lama saya tidak membaca 'kabar' terbaru Pak Ary melalui blog. Semoga keadaannya disana baik-baik saja. :)

Mengenai masalah technical error yang saya tanyakan pada e-mail terakhir, tampaknya saya sudah mampu mengatasinya. Hal ini disebabkan urutan algoritma open order yang tampak berantakan sebelumnya sehingga membuat urutan pembacaan menjadi kacau.

Yang kedua, dengan menggunakan 'else if' sebagai perantara open position buy dan open position sell, seperti pada algoritma basic yang saya kirimkan.

Terima kasih untuk perhatiannya.

Regards,
Aras




Pak Aras,

Mohon maaf sebesar-besarnya apabila untuk kali ini sangat lama dalam membalas email. Hal ini dikarenakan seminggu lebih berada diuar kota, yaitu disamping untuk berlibur bersama keluarga juga berziarah ke makam ibunda memperingati tepat 5 tahun meninggalnya beliau. Setelah kembali, masih ditambah lagi dengan beberapa hari demam karena flu :)

Terima kasih atas keprihatinan Pak Aras terhadap robot Vito maupun Buru.

Tidak ada yang salah dengan Myfxbook.com, Vito maupun Buru sama-sama terjerembab. Padahal sebelumnya Vito telah lolos uji coba demo selama 3 bulan sehingga berani dilakukan pada uji coba live.

Tetapi itulah forex, apapun bisa terjadi :)

Oleh karenanya saya sangat berhati-hati dan tidak gegabah segera menerima tawaran untuk melakukan managed funds. Bila belum benar-benar yakin, lebih tidak melakukannya. Untung saja live account Pak Aras belum dilakukan managed funds :)

Karena pada prinsipnya yang berminat ingin dilakukan managed funds berharap akan memperoleh profit dan bukan sebaliknya. Fund manager yang baik berkewajiban menjaga agar harapan tersebut dapat terwujud dari waktu ke waktu. Disamping itu, beban mental rasanya juga lebih enteng kalau loss dialami pada account sendiri daripada di account milik orang lain :)

Mengalami loss adalah hal biasa dan merupakan bagian dari trading. Hal tersebut sudah saya pahami dan dapat saya terima setelah berkecimpung bertahun-tahun dalam dunia ini. Tetapi bagi yang tidak begitu paham dengan trading, loss adalah sesuatu yang sulit diterima, apalagi bagi mereka yang menitipkan dana untuk dilakukan managed funds.

Oleh karenanya, saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk melakukan manual trading dalam rangka recovery loss akibat terjerembabnya Vito. Semoga saja dapat segera recover.

Tetapi dari peristiwa Vito ini, ada pengalaman baru yang didapat yaitu saya menemukan satu strategi lagi yang jelas-jelas "gagal" :)

Pengalaman trading selama ini telah mengajarkan kepada diri saya bahwa kegagalan sebenarnya bukanlah kemunduran, tetapi justru sebuah langkah maju. Kesuksesan, dalam trading atau bidang apapun, terletak pada kemampuan bertahan dan tetap semangat melewati proses kegagalan demi kegagalan.

Pengalaman hidup membuat saya meyakini bahwa Tuhan jarang sekali meletakkan kesuksesan pada langkah pertama. Memang ada 1% yang dikaruniai dengan keberuntungan, sehingga cukup melangkah sekali saja akan langsung sukses.

Akan tetapi bagi 99% lainnya, oleh Tuhan kesuksesan tersebut tidak diletakkan pada langkah pertama, tetapi pada langkah ke-100 atau bahkan ke-1000. Disitulah Tuhan menguji layakkah kita ini diberikan kesuksesan. Ujian tersebut berupa kemampuan bertahan dan tetap semangat melewati proses kegagalan demi kegagalan.

Dan saya sangat meyakini bahwa termasuk dalam 99% tersebut :)

Sehingga apabila mengalami kegagalan, yang perlu dilakukan adalah bangkit dan coba lagi dengan cara yang lebih baik dari sebelumnya. Oleh karenanya, dunia trading ini hanyalah cocok bagi mereka yang benar-benar memiliki dedikasi dan passsion. Tidak akan sanggup dan akan terasa sangat berat bagi mereka yang tidak memiliki passion untuk dapat melewati proses kegagalan demi kegagalan.


Remember. that only 5% will actually make it in Forex trading.

But the reason for that isn’t ability, its staying power and the ability to change your perceptions and paradigms as new information comes available.

If you’re thinking about giving up, there is one piece of good advice for you ....

Ask yourself the question "how many years would you go to college if you knew for a fact that there was a million dollars a year job at the end of it?"

The job is known as Forex trader :)


Syukurlah kalau technical error yang Pak Aras alami solusinya akhirnya dapat ditemukan.

Akan tetapi apabila dikemudian hari Pak Aras mengalami kembali technical error, saran saya gunakan sebanyak mungkin fungsi Print() untuk memudahkan tracing kesalahan algoritma.

Disamping itu, untuk menghemat waktu dan tenaga, Pak Aras bisa juga menggunakan jasa programmer. Banyak bertebaran di internet programmer yang menawarkan jasa pemprograman dengan imbalan. Silahkan lakukan Googling untuk menemukannya.

Demikian Pak Aras, semoga dapat membantu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar