Sabtu, 06 November 2010

Manual Trading (Part 7)

Trading kemarin akhirnya dapat mengembalikan ke posisi semula, trend sangat kencang ke bawah menyebabkan cukup dengan 1 kali trading menghasilkan profit 120 pip dan dapat menutup loss yang terjadi sebelumnya.





Hari ini VPS telah disiapkan dan software CopyTool pun telah dibeli, digunakan 1 Master dan 10 Slave dengan nilai modal awal berlainan. Penggunaan modal awal berlainan ditujukan untuk uji coba kemampuan CopyTool mengelola banyak account dengan jumlah lot yang bervariasi akibat modal awal berlainan. Misalnya Master menggunakan 1 lot, maka Slave 001 secara otomatis akan menggunakan 5 lot, Slave 002 menggunakan 0,5 lot, dan seterusnya tergantung money management kecukupan modalnya.

Untuk Master digunakan demo dengan modal awal 10 ribu, Slave 001 digunakan Manual Trading diatas yang modal saat ini 65 ribu, Slave 002 modalnya 5 ribu, Slave 003 modalnya 25 ribu, Slave 004 modalnya 15 ribu, dan Slave 005 sampai dengan Slave 010 modalnya 10 ribu.













Seluruh transaksi akan dikelola oleh Master, transaksi apapun yang dilakukan oleh Master secara otomatis akan diikuti oleh seluruh Slave dengan jumlah lot yang bervariasi sesuai dengan parameter kecukupan modalnya.

Semoga saja software CopyTool ini kemampuannya sesuai dengan yang dipromosikan, maklum harganya cukup mahal, hampir sama dengan harga sebuah laptop :)

Seperti kebanyakan orang Indonesia, rasanya sangat sayang membeli software mahal dan berusaha mencari bajakannya di internet. Searching via Google berhasil menemukan versi bajakan yang gratis tinggal download. Sayangnya, bajakan tersebut masih versi 2.0, sedangkan saat ini yang dijual adalah versi 3.0.

Uji coba versi 2.0 tersebut menunjukkan banyak kelemahan terutama pada masalah delay. Slave sangat lamban mengikuti Master, malah terkadang Slave sama sekali tidak membuka transaksi. Versi demo 3.0 jauh lebih cepat daripada bajakan versi 2.0, meskipun versi demo tidak menyediakan seluruh fitur karena masih dibatasi oleh penjual.

Hanya saja, karena nantinya yang dilakukan berkaitan dengan uang dimana keamanan harus yang paling diutamakan, akhirnya dibeli juga software tersebut. Daripada menghemat tetapi kemudian malah terjadi loss karena salah entry atau exit akibat software kacau, cost-nya bisa-bisa jauh lebih mahal daripada harga software.

Ada sebuah cerita dimana seorang anak baru saja dibelikan motor oleh ayahnya, si anak bingung memilih helm, membeli helm yang harganya 100 ribu Rupiah atau yang 2 juta Rupiah. Pikir si anak, toh helm fungsinya sama saja, jadi kenapa juga harus buang uang untuk membeli yang mahal.

Karena masih bingung juga, si anak kemudian bertanya ke ayahnya, helm mana yang sebaiknya dibeli. Kata si ayah, "Kalau kepala kamu nilainya tidak lebih dari 100 ribu maka belilah helm seharga 100 ribu, tetapi kalau kamu merasa kepala kamu sangat bernilai maka belilah yang mahal. Helm digunakan untuk melindungi, oleh karenanya pantaskan harganya dengan nilai yang harus dilindungi olehnya".

Pertimbangan tersebutlah menjadikan membeli CopyTool, karena nantinya yang harus dilindungi adalah beberapa account yang nilainya ribuan dollar.

Loss yang terjadi 2 hari kemarin, disebabkan karena kurang adanya keyakinan dalam diri saya mengenai arah trend menuju kemana, akibatnya terjadi salah entry dan loss. Hal itu menjadikan pengalaman, bahwa dalam trading yang paling utama adalah keyakinan terhadap arah trend, bila tidak yakin dan ragu mengira-ngira arah, lebih baik sama sekali tidak melakukan entry.

Disamping itu, bila disadari telah terjadi salah entry, usahakanlah tetap disiplin dengan stop loss. Pada awal karier trading dahulu, sering kali saya tidak disiplin dengan hal ini dan mengubah nilai stop loss menjadi lebih besar.

Jangan pernah lakukan hal tersebut, biarkan loss terjadi agar tetap minimal. Lebih mudah mengembalikan loss yang minimal daripada loss yang sangat besar. Bayangkan bila stop loss diubah, dari semula hanya maksimal 30 pip kemudian diubah menjadi 100 pip, kalau trend tidak berbalik arah, tentunya akan terkena margin call dan modal akan habis. Tentunya kalau seperti ini yang terjadi, akan sangat sulit mengembalikan loss tersebut agar balik ke posisi semula.

Hal ini terjadi pada salah satu peserta lomba myfxbook seperti terlihat dibawah ini:





Peserta ini sebelumnya berada di posisi juara kedua, tetapi hari ini sudah hilang dari 10 besar.

Bila diperhatikan grafiknya, sangat bagus sekali karena selalu naik dengan tajam. Tetapi Open Trades menunjukkan bahwa peserta ini tidak menggunakan Stop Loss dan membiarkan trades yang salah entry tetap terbuka padahal nilai pip loss tersebut sudah sangat besar.

Akibatnya bisa diduga, langsung terhapus dari 10 besar karena terkena margin call dan modal habis. Nah... akibatnya sudah tidak mungkin lagi untuk kembali ke posisi 10 besar karena modal sudah tidak ada.

Kebanyakan trader berusaha mempertahankan agar akurasinya sangat baik (agar grafik juga terlihat sangat perfect), tetapi menggunakan cara-cara yang menipu diri sendiri, yaitu menggunakan stop loss besar atau sama sekali tidak menggunakan stop loss. Dengan harapan, kalau terjadi salah entry dan tidak ada stop loss, semoga saja kemudian trend dapat berbalik arah sesuai dengan entry.

Saya pun melakukan hal seperti diatas pada masa awal karier trading dan saya juga telah membuktikan sendiri bahwa cara tersebut adalah cara yang sangat salah. Yang terjadi, loss semakin berlipat ganda dan pada akhirnya modal tidak kuat lagi menahan loss tersebut, sehingga terkena margin call. Akibatnya, modal habis dan terpaksa deposit uang lagi untuk menambah modal (kalau masih ada uang).

Jangan menipu diri sendiri dan jangan pernah berharap pada waktu trading, bila salah ya biarkan saja terkena stop loss. Itu jauh lebih baik.

Jauh lebih mudah me-recover loss yang nilai pip-nya kecil daripada yang besar. Hasil trading kemarin sudah membuktikannya, meskipun 2 hari berturut-turut terjadi multiple loss, tetapi sepanjang nilai pip-nya kecil, masih ada harapan untuk recovery dengan mudah.

Loss menandakan bahwa masih ada yang salah atau masih ada yang kurang dalam diri Anda. Terima saja loss tersebut dan berusahalah untuk esoknya lebih baik lagi. Loss adalah bagian dari trading, Anda harus terlebih dahulu ikhlas menerima kegagalan dan loss kalau ingin nantinya memperoleh profit dan menang.

Karena dengan gagal dan loss, maka Anda dibuat sadar bahwa masih ada sesuatu yang salah sehingga akan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Hal tersebut justru menjadikan kemampuan dalam diri Anda semakin meningkat.

Bisa saja digunakan stop loss besar dan salah entry akhirnya berubah menjadi profit, hal ini menipu diri sendiri, profit tersebut bukan karena kemampuan Anda, tetapi karena Anda sedang beruntung. Jangan gantungkan kepada keberuntungan, karena keberuntungan tidak tiap kali menemani Anda.

Keberuntungan dapat diibaratkan seperti Anda menyeberang jalan yang sangat ramai dengan mata tertutup, mungkin 1 - 2 kali Anda akan selamat karena kendaraan yang lewat mengerem dan memberi kesempatan Anda untuk menyeberang. Tapi coba lakukan hal tersebut 10 kali, tentunya selebihnya Anda akan ditabrak karena keberuntungan tidak selamanya ada.

Kemampuan dalam diri yang harus dibentuk, luangkan waktu untuk belajar menyeberang dengan baik sehingga selamat sampai seberang.

Kalau saat ini masih gagal dan loss, bangkit dan coba terus. Prinsipnya, tidak ada yang tidak dapat kita lakukan. Sepanjang ada kemauan dan ketekunan, pasti suatu saat nanti akan ketemu juga caranya.

Oleh karenanya, jangan pernah menipu diri sendiri. Kalau saat ini masih bodoh, masih gagal, masih loss, terima saja dengan ikhlas dan terus coba lagi.

Dengan hasil manual trading terakhir dimana profit bisa mencapai 550% hanya dalam waktu 7 hari dan kemudian kemarin loss juga langsung bisa ter-recover, jangan anggap bahwa saya ini jenius dan sangat jagoan dalam trading.

Saya sama saja dengan Anda, yang saya alami bukan jatuh bangun, tetapi jatuh dan jatuh lagi, malahan sudah jatuh pun masih tertimpa tangga :)

Loss yang saya alami berkali-kali, sudah puluhan ribu dollar hilang di forex. Pada masa awal dulu, rasa putus asa sering kali mendera, ribuan cara sudah dicoba tetapi tetap saja gagal. Forex adalah ilmu yang tersulit yang pernah saya pelajari, dimana saya merasa sangat bodoh dan sama sekali tidak tahu apa-apa, sehingga tiap kali trading selalu loss.

Kalau saat ini Anda merasa seperti itu, santai saja, Anda tidak sendirian, saya pun sama saja :)

Kemarin pun rasa putus asa tersebut kembali menyerang, ribuan robot sudah dibuat tetapi seluruhnya gagal total. Robot selalu mengalami loss setelah minggu ke-5 forward test dan saya tidak tahu apa penyebabnya. Oleh karenanya, satu-satunya cara untuk mengetahui sebab tersebut, harus kembali lagi ke langkah awal, yaitu manual trading agar paham salahnya dimana.

Rasanya sangat membosankan, sudah maju 10 langkah ke depan (dengan membuat robot), tapi kesandung dan akhirnya harus balik lagi ke langkah ke 4 (manual trading) agar dapat mengurutkan dan meneliti kembali kenapa kok sampai tersandung. Begitulah prosesnya, harus telaten, tekun, dan pantang menyerah, dimana tidak semua orang mampu menjalaninya.

Bila Anda saat ini bernasib seperti itu, jangan putus asa dan maju terus. Hanya saja yang perlu diingat bahwa forex bukanlah hal yang mudah, sehingga perlu waktu bertahun-tahun untuk menguasainya.

Sekedar patokan waktu, rata-rata trader memerlukan waktu antara 3 sampai 5 tahun untuk kemudian bisa konsisten profit dalam manual trading. Jadi jangan pernah berharap hanya belajar 1 bulan saja kemudian dapat konsisten profit.

Saya sendiri termasuk cepat, hanya 2 tahun, itupun tidak hanya manual trading saja yang dikuasai tetapi sudah meliputi seluruh aspek yaitu termasuk proses pembuatan robot. Hal ini dapat dicapai karena hampir sebagian besar waktu dihabiskan di depan monitor, dimana rata-rata 15 - 18 jam tiap hari selama 2 tahun penuh tanpa libur. Gila-gilaan bukan :)

Kalau Anda tidak siap mental meluangkan waktu bertahun-tahun untuk belajar forex, sebaiknya jangan pernah terjun ke dunia ini karena akan sia-sia saja. Anda hanya buang uang dan buang waktu percuma. Ingat, umur selalu bertambah terus, lebih baik gunakan waktu itu untuk hal lain yang lebih bermanfaat bagi diri Anda.

Saat ini, setelah 2 tahun jatuh dan gagal terus menerus, rasanya ujung dari perjalanan panjang ini sudah mulai terlihat. Masih belum perfect memang, multiple loss masih terjadi seperti ditunjukkan 2 hari kemarin, tetapi tidak masalah karena itu hanya kesalahan minimal sehingga memoles dan memperbaikinya pun rasanya tidak perlu waktu lama.

Bila nantinya manual trading ini sudah perfect dan batu sandungan sudah berhasil ditemukan, maka akan dimulai kembali proses pembuatan robot. Trading manual sangat menyita waktu, tidak mungkin saya sebagai manusia mampu melakukan hal ini selama bertahun-tahun, bisa-bisa cepat sakit. Oleh karenanya, harus dibuat robotnya agar trading dapat dilakukan secara otomatis tanpa harus duduk seharian penuh di depan monitor.





Pencapaian kemarin dengan profit terakhir sebesar 553% masih termasuk dalam kategori 10 besar lomba. Saat ini ranking pertama memiliki profit sebesar 1136% (dari Indonesia), ranking kedua dan ketiga memiliki profit sebesar 890% (Polandia dan Indonesia), ranking 4 sebesar 417% (Canada), dan ranking 10 sebesar 204% (Indonesia).

Semoga trading minggu depan, yang menggunakan VPS dan CopyTool, dapat membawa profit masuk ke dalam kategori 3 besar kejuaraan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar