Rabu, 10 November 2010

Manual Trading (Part 8)

Minggu ini trading telah dilakukan di VPS dan dengan software CopyTool dengan 1 Master (1m) dan 10 Slave (10s), yang berjalan baik seperti terlihat di bawah ini:





Penggunaan software CopyTool dengan 11 Metatrader (1 Master 10 Slave) di VPS hanya memerlukan memory 33% dan CPU 13% saja. Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa pada 1 VPS dapat digunakan lebih dari 10 client, mungkin bisa mencapai 15 atau 20 client.





Bisa saja lebih dari 20 client, tetapi harus digunakan VPS dengan memory dan tenaga CPU yang lebih besar. Dengan demikian, batasan berapa jumlah maksimal client tergantung kepada berapa besar memory dan tenaga prosesor yang dapat digunakan.

Senin kemarin market sangat pelan dan ranging, sell entry dilakukan di AUDUSD dan trade dibiarkan terbuka menunggu sampai trend menjadi maksimal. Dari pengalaman, bila market berjalan sangat pelan seperti kemarin maka trend hanya akan bergerak sedikit demi sedikit dan perlu waktu lama, biasanya lebih dari 1 hari.

Oleh karenanya, digunakan auto exit robot dengan harapan akan secara otomatis melakukan exit pada saat trend maksimal. Stop loss yang biasanya hanya berkisar 30 pip diperbesar menjadi 50 pip, dengan pertimbangan bahwa biasanya dalam market yang ranging, price akan bergerak naik turun sambil perlahan-lahan menuju maksimal. Bila nilai stop loss terlalu sempit, maka akan terjadi loss karena sebelum trend menjadi maksimal stop loss sudah tersentuh karena naik turunnya price tersebut.

Akan tetapi, sore kemarin pada saat trend telah maksimal, ternyata auto exit robot tidak berjalan dengan semestinya, sehingga loss terjadi karena margin call. 3 buah entry ditutup otomatis oleh server dan loss karena terjadi retrace berlawanan arah tetapi free margin tidak mencukupi.

Seharusnya dapat diperoleh profit sekitar 40-50 pip seandainya dilakukan manual exit, tetapi karena sedang tidak di depan monitor akibat terjebak kemacetan dikarenakan kedatangan Obama, akibatnya terkena margin call karena arah trend berbalik. Dari 10 entry, 3 buah terkena margin call, tetapi 7 lainnya dapat menghasilkan profit karena trend bergerak kembali ke arah semula sesuai dengan yang diprediksikan.





Untuk menghindari agar hal ini tidak terjadi lagi, automatic exit robot akan dilengkapi dengan breakeven routine, yaitu apabila telah tercapai nilai profit yang ditentukan maka auto exit robot secara otomatis memindahkan stop loss ke dekat entry dengan selisih hanya beberapa pip saja (breakeven).

Dengan cara demikian, seandainya auto exit robot tidak bekerja dengan semestinya dan trend tiba-tiba berbalik arah, entry akan aman dan tetap profit meskipun kecil (breakeven).

Sangatlah penting exit harus dilakukan otomatis karena sebagai manusia kita tidak bisa terus menerus di depan monitor. Jangan sampai karena lengah sedikit, tiba-tiba trend berbalik arah dan akhirnya loss, seperti yang terjadi hari ini.

Auto exit robot tidak bekerja karena masih terdapat beberapa kriteria exit yang masih salah, akibatnya auto exit tidak bekerja. Kriteria optimal exit inilah yang harus diperbaiki lebih lanjut sampai ditemukan yang tepat, agar nantinya exit benar-benar optimal pada profit tertinggi.

Kebanyakan orang menginginkan hasil trading yang perfect. Perlu diingat, tidak ada hasil trading yang perfect. Trader yang jagoan pun tidak pernah perfect, selalu saja ada loss yang terjadi. Oleh karenanya, istilah yang digunakan bukan perfect trading, tetapi profitable trading.

Profitable trading dapat diartikan bahwa trading tersebut mampu menghasilkan laba, yang diperoleh dengan cara mengusahakan jumlah profit lebih besar daripada loss. Oleh karenanya, jangan pernah berharap ada perfect trading.

Perhatikan saja Open Trades dari yang saat ini ranking 1 di lomba trading myfxbook berikut:





Profit mencapai 1148% dan grafik sangat mulus naik terus ke atas. Tetapi perhatikan Open Trades (entry yang belum ditutup), wah.. minus 391 pip.

Trader ini mengusahakan agar grafik tetap mulus naik dan menutupi loss-nya dengan membiarkan entry yang salah tetap terbuka dengan harapan trend kemudian berbalik arah dan entry kemudian menghasilkan profit. Perhatikan bahwa nilai drawdown sampai 69% dan terdapat beberapa loss.

Meskipun tidak sempurna, tetapi tetap saja trader ini dianggap jagoan karena berhasil menduduki rangking 1 di lomba trading myfxbook. Tidak pernah ada yang mampu perfect dalam trading, loss adalah hal yang biasa. Yang utama dicapai adalah bagaimana caranya profit lebih tinggi daripada loss.

Bagi yang sedang belajar, dalam melakukan trading perlu adanya pemahaman arah trend menuju kemana, baru kemudian menentukan entry timing dan tentukan dimana exit kira-kira akan dilakukan. Kuasai 3 hal tersebut agar trading menghasilkan profit.

Dapatkan feeling-nya, karena dengan bekal feeling tersebut trading dapat dilakukan dengan baik. Trading dapat diibaratkan seperti menyetir mobil. Anda tidak akan dapat ngebut tanpa menabrak apapun kalau belum mendapatkan feeling bagaimana cara mengendalikan mobil tersebut.

Oleh karenanya, kalau belum mendapatkan feeling untuk ngebut di forex, jangan sekali-sekali terjun ke live account dengan uang sebenarnya. Dijamin pasti akan babak belur :) Gunakan saja demo account sebagai latihan untuk memperoleh feeling tersebut. Kalau mampu profitable selama 2 bulan berturut-turut trading di demo account, barulah terjun ke live account.

Jangan pernah malu dengan loss, itu adalah hal biasa dalam trading. Sebagai manusia, sejak kecil kita diajarkan bahwa menang adalah sesuatu yang lebih baik. Yang menang biasanya lebih dihargai daripada yang kalah, itulah yang membuat diri kita selalu berusaha menang dan merasa malu bila kalah.

Padahal, esensi dari kekalahan adalah menunjukkan bahwa terdapat hal baru yang belum dipelajari dan dimengerti, sehingga kekalahan terjadi.

Oleh karenanya, bersyukurlah bila kalah atau loss, karena hal itu menunjukkan bahwa Anda baru saja memasuki satu level baru yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

Yang utama harus dilakukan adalah mencari penyebabnya, kemudian setelahnya menemukan solusi agar loss tidak terjadi kembali. Jangan justru merasa yang sebaliknya, merasa bodoh, merasa stress, merasa kecewa, dan yang paling parah merasa malu sehingga kekalahan disembunyikan dan tidak jujur menghadapinya.

Karena pada prinsipnya, seseorang yang saat ini pintar, sebenarnya hanyalah seseorang yang sebelumnya bodoh tetapi tekun belajar. Seseorang yang sukses saat ini, sebenarnya hanyalah seseorang yang sebelumnya mengalami kegagalan terus menerus tetapi tidak putus asa berjuang hingga akhirnya berhasil menggapai kesuksesan.

Ingatlah hal tersebut dan jangan pernah malu dengan loss, kekalahan, kebodohan.

Jangan pernah malu dan kemudian menyembunyikannya, akui saja. Itu lebih baik daripada menyembunyikannya, karena justru akan membohongi diri sendiri. Bila hal ini dilakukan, yang terjadi kemudian adalah loss berkali-kali pada problem yang sama.

Temukan penyebab loss dan cari solusinya. Bila hal ini terus menerus dilakukan, dapat diibaratkan seperti Anda menapak selangkah demi selangkah, sehingga tanpa disadari nantinya sampai pada ujung jalan dimana Anda tidak lagi mengalami loss karena seluruh penyebab loss berhasil ditemukan dan dicarikan solusinya.

Pada saat browsing, iseng-iseng klik banner broker FXOpen yang sedang mempromosikan PAMM Account. PAMM (Percentage Allocation Management Module) sebenarnya mirip dengan Metatrader Multi Terminal, yaitu sebuah software yang digunakan Money Manager untuk mengelola account banyak client sekaligus dengan hanya menggunakan 1 software saja dan tidak perlu membuka banyak Metatrader untuk masing-masing account client.

Perhatikan perfomance Money Manager dibawah ini:





Selama ini bayangan saya, yang telah disebut Money Manager adalah trader yang sangat jagoan dan selalu profitable dengan profit percetage yang sangat tinggi. Ehm, ternyata anggapan tersebut salah.

Dari gambar diatas, terlihat bahwa dari 40 Money Manager, ternyata yang profitable hanya 10 saja, sedangkan yang 30 lainnya hasilnya minus. Heran... kok berani-beraninya ya mengelola dana client kalau performance trading masih belum konsisten profitable :)

Detil performance Money Manager ranking 1 sebagai berikut:





Performance bulan pertama hanya profit 7,1% tetapi setelahnya mengalami peningkatan, mungkin pada bulan pertama masih dalam tahap belajar :)

Loss juga terjadi, malah worst trade mencapai 1062 pip dan drawdown mencapai 45%. Memang tidak perfect, tapi tetap saja trader ini adalah Money Manager ranking 1 di FXOpen karena mampu menghasilkan profit 412% dalam 4 bulan.

Oleh karenanya, bagi yang baru belajar trading, tidak apa-apa kalau akurasi Anda masih berantakan dan masih loss. Jangan pesimis dan minder, maju terus dan jangan pernah putus asa, mereka yang menyebut dirinya Money Manager saja masih berantakan, apalagi Anda yang baru belajar :)

Meskipun kemarin manual trading yang dilakukan mengalami loss, performance yang dicapai sudah cukup lumayan karena entry yang salah minimal dan masih dalam kategori 10 besar lomba trading myfxbook, meskipun seharusnya bisa lebih baik lagi kalau saja kemarin sore auto exit robot bekerja sempurna.

Semoga trading berikutnya dapat lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar