Sabtu, 26 Maret 2011

Trading Contest (#5)

Beberapa hari yang lalu saya terkagum-kagum setelah melihat hasil kontes. Peringkat pertama pada saat itu menghasilkan profit fantastis yang baru pertama kali ini saya melihat perolehan sebesar itu.




Terlihat pada gambar diatas bahwa perolehan profit sebesar 7939%

Sangat fantastis dan hal ini merupakan rekor baru, hanya trading dalam 15 hari mampu memperoleh profit sampai 79 kali lipat. Juara kontes myfxbook.com Oktober 2010 saja hanya menghasilkan 40 kali lipat dalam sebulan. Peserta ini nyaris 2 kali lipat perolehan juara pertama tahun lalu dan dilakukan hanya dalam waktu separuhnya.

Tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama, sehari kemudian hasilnya menjadi seperti pada gambar dibawah ini:



Hanya dalam waktu 1 hari saja, perolehan profit yang sedemikian besarnya menguap dan lenyap akibat berkali-kali salah entry.

Mengerikan bukan? Hanya perlu 1 hari saja untuk melenyapkan profit yang diperoleh dengan susah payah selama 15 hari.

Hal diatas memberikan pelajaran.

Konsistensi dan kehati-hatian sangatlah penting dalam melakukan trading. Peserta ini sepertinya cenderung mengikuti emosinya. Saat mengalami loss, yang dilakukannya bukannya berhenti untuk istirahat agar dapat kembali berpikir jernih, tetapi justru mengikuti emosi dan melakukan "balas dendam".

Akibatnya, kehati-hatian tidak lagi dipedulikan dan justru emosi balas dendam yang menguasainya. Entry dilakukan sembarangan. Menjadi lebih parah lagi, entry dilakukan dengan jumlah lot dan stoploss besar yang seluruhnya pada JPY pair (AUDJPY, GBPJPY, dan EURJPY).

Trading pada JPY memang akan sangat menguntungkan dikarenakan volatilitasnya yang gila-gilaan. Akan menguntungkan apabila entry yang dilakukan benar, akan tetapi kalau salah maka loss juga akan besar.

Peserta ini melakukan entry di JPY pair tetapi dengan arah entry yang seluruhnya sama yaitu buy dan ternyata salah total. Kesalahan tersebut akhirnya melenyapkan seluruh profit yang berhasil diperoleh sebelumnya.

Saya sendiri juga heran dengan kejadian ini, karena peserta ini tentunya trader yang professional dan telah sangat berpengalaman dalam melakukan trading. Bukan sembarang trader yang mampu mencapai perolehan profit sebesar itu, hanya mereka yang benar-benar ahli dan berpengalaman saja yang mampu melakukannya.

Tentunya dia paham betul daripada melakukan entry dengan arah yang sama di AUDJPY, GBPJPY, dan EURJPY, kenapa tidak fokus kepada 1 pair JPY saja, misalnya hanya melakukan buy di GBPJPY saja. Sisa lot yang masih tersedia dapat dialihkan dengan melakukan entry di EURUSD atau pair lain yang tidak berkaitan dengan JPY. Sehingga apabila entry di JPY ternyata salah arah, maka masih ada kemungkinan entry pada EURUSD arahnya benar.

Peserta ini juga tidak memperhatikan fundamental dimana dikatakan bahwa JPY akan cenderung menguat akibat tsunami. Penguatan ini karena diperkirakan akan terjadi penarikan dana JPY besar-besar dari seluruh dunia. Jepang saat ini memerlukan banyak dana untuk melakukan pembangunan kembali lokasi-lokasi yang terimbas tsunami. Akibatnya, akan timbul kelangkaan mata uang JPY sehingga JPY menguat.

Oleh karena JPY cenderung menguat, seharusnya yang dilakukan adalah sell pada AUDJPY, GBPJPY, dan EURJPY. Lho, JPY menguat tetapi kok yang dilakukan sell? Bukannya buy?

Sell dilakukan karena penamaan simbolnya AUDJPY, GBPJPY, dan EURJPY dimana AUD, GBP, EUR akan melemah bila dibandingkan JPY. Oleh karenanya yang dilakukan adalah sell dan bukan sebaliknya. Berbeda kalau simbol pair-nya dibalik, misalnya menjadi JPYAUD, JPYGBP, dan JPYEUR maka yang dilakukan adalah buy bila diasumsikan JPY menguat.

Sepertinya salah entry terjadi dikarenakan peserta ini masih terpengaruh dengan entry sebelumnya di AUDJPY yang dilakukan buy dan ternyata berhasil memperoleh profit besar. Oleh karena hal tersebut, akhirnya peserta ini kemudian melakukan entry yang sama yaitu buy di AUDJPY, GBPJPY, dan EURJPY dengan harapan karena sama-sama JPY maka trend akan searah.

Padahal tiap pair memiliki arah trend masing-masing. Belum tentu sukses melakukan entry buy di AUDJPY kemudian sukses juga di EURJPY dan GBPJPY. Kendala utama dalam melakukan manual trading adalah emosi dan persepsi sangat berpengaruh. Seperti halnya peserta ini, entry sebelumnya masih mempengaruhinya sehingga menyebabkan salah entry.

Tetapi nasi sudah menjadi bubur. Loss terjadi berkali-kali dan peserta ini dari peringkat pertama, langsung jatuh ke peringkat terakhir hanya dalam waktu 1 hari.

Berikut peringkat 10 besar minggu ini:



Peringkat 4 adalah peserta dari Indonesia, sangat membanggakan.

Kontes akan berakhir seminggu lagi, sepertinya peserta peringkat 1 dan 2 tidak lagi melakukan trading dalam rangka untuk tetap mempertahankan posisinya. Buat apa melakukan trading lagi, daripada malah mengalami loss dan peringkat turun seperti halnya peserta diatas yang berhasil mencapai peringkat 1 tetapi lenyap hanya dalam waktu sehari akibat loss.

Minggu depan pertarungan akan terjadi untuk peserta peringkat 3 s.d. 10 untuk memperebutkan peringkat 3. Sudah tidak mungkin bagi peserta lainnya untuk memperebutkan peringkat 1 dan 2 karena terlalu jauh diatas.

Yang menarik adalah perolehan peringkat 1 dimana hanya dengan melakukan 13 entry berhasil memperoleh profit 3159% atau nyaris 32 kali lipat. Modal awal USD 100 ribu berhasil diubah menjadi USD 3,2 juta dalam waktu 3 minggu.



Kita tunggu saja minggu depan bagaimana hasil final dari kontes trading ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar