Sabtu, 05 Maret 2011

Trading Contest (#2)

Kontes trading myfxbook.com yang telah dimulai sejak tanggal 1 Maret 2011 dan berakhir pada 31 Maret 2011 memiliki jumlah peserta lebih banyak daripada kontes-kontes sebelumnya. Jumlah peserta pada kontes trading sebelumnya hanya berkisar 400 orang, tapi kali ini mencapai 1361 yang menjadikan persaingan makin ketat daripada sebelumnya.



Kontes ini sangatlah sulit, disamping karena banyaknya pesaing, juga platform yang digunakan adalah Metatrader FXOpen ECN yang seringkali mengalami diskoneksi dan lamban dalam eksekusi.

Berikut adalah peringkat 10 besar minggu ini:



Terlihat bahwa terdapat 2 peserta berasal dari Indonesia berada pada peringkat 3 dan 5. Peringkat pertama adalah peserta dari Mesir dengan profit 453% yang diperolehnya selama 4 hari trading. Sehingga apabila dirata-rata, maka peserta peringkat pertama ini setiap harinya menghasilkan profit 100%. Fantastis bukan?

Kontes trading ini menggunakan leverage 1:500 sehingga memungkinkan peserta bertransaksi dengan jumlah lot yang sangat besar. Leverage dapat diibaratkan pisau bermata dua, bila dapat menggunakannya dengan tepat maka profit besar yang diperoleh. Akan tetapi, apabila salah maka akibatnya akan seketika menghancurkan account.

Contoh betapa menguntungkan sekaligus betapa berbahayanya penggunaan leverage besar terlihat pada gambar dibawah ini:



Terlihat bahwa trading yang dilakukan oleh peringkat pertama pada tanggal 2 Maret 2011 menghasilkan profit sebesar 652%. Fantastis, hanya dalam 2 hari trading dapat memperoleh profit sedemikian besar, yaitu rata-rata 300% profit per hari.

Akan tetapi, besoknya terjadi loss sehingga profit sangat dratis turun menjadi 196%, bayangkan 400% profit hilang dalam sekejab!

Berikut adalah detil history transaksinya:



Terlihat bahwa loss yang terjadi bukanlah loss dalam nilai pip yang sangat besar, hanya loss 31 dan 18 pip. Akan tetapi karena penggunaan jumlah lot besar menjadi penyebab utama penurunan profit sangat signifikan, yaitu minus 236% dan 324%.

Namun, peserta ini memang benar-benar memiliki mental juara. Terlihat bahwa trading yang dilakukan setelahnya mampu mengangkat profit dan akhirnya menjadikannya kembali ke peringkat pertama.

Prinsipnya, money management yang sangat berperan. Jangan pernah terpancing untuk menggunakan lot besar, apalagi kalau akurasi masih belum baik. Karena dengan hanya sekali salah entry saja maka akibatnya akan langsung menghancurkan account.

Berikut detil history transaksi peringkat kedua dan ketiga:




Berbeda dengan peserta peringkat pertama dimana cenderung melakukan trend trading, sebaliknya peserta peringkat kedua dan ketiga cenderung melakukan scalping. Terlihat dari history transaksi diatas bahwa kedua peserta ini hanya mengambil profit kecil tetapi konsisten.

Detil history diatas juga memperlihatkan bahwa peserta peringkat ketiga (Indonesia) jauh lebih baik daripada peserta peringkat kedua (Jerman). Meskipun saat ini peringkat ketiga masih tertinggal dalam perolehan profit, tetapi dari segi waktu terlihat bahwa peringkat kedua lebih efisien dalam hal penggunaan waktu.

Terlihat bahwa perigkat dua memerlukan waktu lebih dari 3 jam untuk menghasilkan profit 1-2 pip. Sedangkan peringkat ketiga hanya perlu waktu beberapa menit saja untuk menghasilkan jumlah yang sama.

Perbedaan waktu tersebut menunjukkan bahwa peserta peringkat dua memiliki akurasi yang tidak baik. Akibatnya begitu entry dilakukan, setelahnya harus menunggu berjam-jam hanya untuk memperoleh profit 1-2 pip. Sedangkan peringkat tiga akurasinya sangat baik, profit langsung diperoleh tidak lama setelah entry dilakukan.

Terlihat juga bahwa peserta-peserta tersebut sama sekali tidak menggunakan stoploss. Boleh saja tidak menggunakan stoploss, tetapi harus paham betul arah trend menuju kemana dan memiliki kedisiplinan untuk segera exit apabila salah entry.

Kadang kala penggunaan stoploss memang membuat semakin grogi. Fokus akhirnya bukan melakukan analisa apakah entry salah atau benar, tetapi malah berfokus kepada apakah stoploss kena atau tidak ya :)

Akan tetapi, bila akurasi masih belum baik dan masih bingung dalam menentukan arah trend, jangan pernah menghilangkan stoploss karena akibatnya akan fatal. Nanti bila sudah memiliki kedisiplinan dan paham betul arah trend, silahkan saja lakukan entry dengan tidak menggunakan stoploss.

Manakah yang lebih menguntungkan, trend trading atau scalping?

Pada prinsipnya keduanya sama-sama menguntungkan, akan tetapi dari segi efiensi waktu akan lebih menguntungkan scalping.

Trend trading memerlukan waktu lebih lama, misalnya untuk menghasilkan 50 pip diperlukan waktu 5 jam. Coba bandingkan kalau melakukan scalping 5 pip dengan waktu hanya 10 menit. Dari perhitungan tersebut tentunya akan lebih menguntungkan scalping karena dalam waktu yang lebih singkat menghasilkan jumlah pip yang sama dengan trend trading.

Akan tetapi, pemilihan apakah melakukan trend trading atau scalping, sebenarnya kembali kepada pribadi masing-masing. Trading adalah personal, kalau lebih cocok melakukan scalping, ya sudah lakukan itu saja dan jangan berpikir untuk beralih ke trend trading. Toh tujuan akhirnya sama saja, yaitu perolehan profit.

Kita lihat hasil kontes trading pada minggu depan, apakah peserta diatas dapat bertahan tetap pada peringkat 10 besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar