Rabu, 09 Maret 2011

Accounts Profitability Report

Sebelum pemerintahan Obama, peraturan yang berkaitan dengan US broker sangatlah longgar. Akan tetapi dikarenakan Obama melihat bahwa pemicu krisis ekonomi 2008 adalah akibat longgarnya peraturan pada sektor keuangan, maka saat ini aturan yang sangat ketat diberlakukan terutama pada sektor tersebut.

Dampaknya, broker forex yang berlokasi di US tidak lagi dapat seeenak-enaknya seperti dahulu kala. Disamping tidak diperkenankan lagi melakukan hedging, maksimal leverage juga dibatasi. Oleh karena hal tersebut, broker-broker US menjadi tidak menarik lagi dikarenakan ketatnya aturan.

Untuk mengakalinya, beberapa broker besar membuka kantor cabang yang berlokasi di luar negeri dengan tujuan agar tidak terikat dengan aturan pemerintah US sehingga tetap menarik untuk trader. Beberapa contohnya adalah FXDD yang membuka cabang di Malta, FXOpen di Cyprus, dan Forex.com (Gain Capital) di Inggris.

Broker-broker Forex yang berlokasi di USA seluruhnya berada dibawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), yaitu sebuah lembaga pemerintah yang bertugas melindungi konsumen dari manipulasi atau penipuan (CFTC wikipedia).

Akibat aturan CFTC tersebut, para broker secara berkala juga harus menyampaikan laporan-laporan yang ditentukan oleh CFTC. Salah satu laporan yang cukup menarik adalah Account Profitability Report seperti dibawah ini:



Terlihat bahwa beberapa broker belum menyampaikan laporan tersebut, dimana salah satunya adalah FXDD.

Sebelum membahas detil laporan tersebut, perhitungan "% Profitable" diperoleh dari "Ending Equity – Beginning Equity + All Withdrawals – All Deposits". Sedangkan yang dimaksud dengan "Non-Discretionary Accounts" adalah jumlah account yang pemiliknya sendiri benar-benar aktif melakukan trading. Sehingga account yang pasif tidak diperhitungkan.

Hal yang menarik dari laporan tersebut adalah betapa rendahnya persentase account yang konsisten profitable.

Rata-rata hanya sekitar 25%, sedangkan sisanya mengalami loss. Coba kalikan nilai 75% yang loss tersebut dengan nilai "Total Non-Discretionary Accounts", tentunya akan menghasilkan nilai yang sangat besar. Bila diketahui total nilai modal dari seluruh account tersebut dan kemudian dikalikan 75%, bayangkan berapa besarnya nilai dollar yang loss.

Dengan fakta diatas, buang jauh-jauh impian akan cepat kaya dari forex.

Kaya dari forex bukanlah sesuatu hal yang tidak mungkin diraih, tetap saja mungkin, oleh karenanya terdapat 25% yang profitable. Akan tetapi dengan nilai keberhasilan yang sangat kecil, sudah dapat dibayangkan bahwa jalan yang ditempuh untuk dapat mencapainya adalah jalan yang sangat panjang, terjal, dan berliku.

Forex bukanlah jalan cepat kaya, tetapi jalan cepat bangkrut. Hanya mereka yang memiliki totalitas saja yang mampu masuk ke dalam kategori 25% yang berhasil. Itupun tidak akan pernah bisa cepat, perlu waktu tahunan untuk mencapainya.

Berikut adalah laporan yang lebih terinci:

Yang menarik dari laporan diatas, Oanda yang memberikan tingkat profitabilty terbesar diantara broker-broker lain.

Hal tersebut mungkin dikarenakan Oanda adalah satu-satunya broker yang memberikan spread terendah diantara lainnya. Hasil pengujian pembandingan broker yang pernah ditulis di artikel Comparing Brokers (#8) membuktikan hal tersebut.

Adanya spread rendah sangat memudahkan agar trading segera memperoleh profit. Melakukan trading dengan baik saja sudah sulit, apalagi ditambah dengan adanya spread tinggi, tentunya menjadi makin sulit. Terutama apabila metode trading yang digunakan adalah scalping, tentunya akan lebih mudah dilakukan di Oanda dikarenakan rendahnya spread daripada di broker lain.

Kebijakan spread rendah menjadikan Oanda yang terbaik daripada US broker lainnya, tetapi bukanlah yang terbaik apabila dibandingkan dengan broker-broker non US lainnya. Yang menjadikan Oanda tidak menarik terutama pada masalah leverage yang diberikan sangatlah kecil, yaitu hanya 1:50. Artinya, trading di Oanda memerlukan modal yang lebih besar dibanding bila dilakukan di broker yang memberikan leverage yang lebih besar.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa:
- Forex bukanlah hal yang mudah
- Broker yang tepat sangat menentukan

Oleh karena itu, manfaatkan demo account sampai benar-benar yakin konsisten profit. Demo adalah cara yang murah meriah untuk melatih kemampuan trading. Jangan pernah berharap akan sukses di live account kalau di demo saja masih amburadul.

Nantinya bila telah yakin, maka tahap selanjutnya pilih broker yang tepat dan terjun ke live account dengan modal seminimal mungkin sebagai uji coba perdana.

Laporan diatas adalah fakta, yang sangat jelas menunjukkan bahwa forex bukanlah hal yang mudah. Oleh karenanya, jangan pernah bermimpi cepat kaya, persiapkan kemampuan diri semaksimal mungkin sebelum terjun ke live account apabila tidak ingin cepat bangkrut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar