Kamis, 24 Februari 2011

Algoritma Waiting #2

Pak Ary,

Trims untuk bantuannya tentang algoritma 'bars waiting'. Akan segera saya coba. Saya maklum jika Pak Ary tidak ingin membahas tentang pemrograman lagi. Tentunya ini bukan hal yang mudah untuk kita yang memang bukan berasal dari 'computer language industry' untuk melakukan pemrograman.

Saya 'nekat' bertanya lantaran sudah gak ngerti harus tanya ke siapa lagi, Pak. :) Maklum, dulu saya membenci pelajaran Matematika. Nyatanya sesuatu hal yang saya benci menjadi sesuatu yang harus saya cintai. Ironis memang. Tapi ini harus saya lakukan. Saat pertama kali trading, saya pikir semuanya mudah tanpa perlu melakukan perhitungan yang sulit, tapi setelah masuk ke dalam programming, barulah saya mengerti mengapa logika dan teman-temannya itu sangat teramat dibutuhkan.

Sekian dulu dari saya. Sekali lagi terima kasih banyak untuk bantuannya.

Regards,
Aras


Pak Aras,

Sebuah pepatah bijak mengatakan bahwa tidak akan pernah menjadi pintar bila segan bertanya dan malu mengakui kebodohan. Yang dianggap pintar saat ini adalah orang-orang dulunya bodoh dan tidak tahu apa-apa tetapi mereka tidak pernah malu bertanya dan terus tekun belajar. Yang dianggap kaya saat ini adalah orang-orang yang dulunya miskin tetapi pantang menyerah dan terus tekun berusaha.

Meskipun tidak memiliki pendidikan formal programmer, tetapi saya sejak lama hobi utak atik komputer. Sebelum mengenal MQL, dulunya sering melakukan pemprograman menggunakan ASP, Javascript, dan PHP language. Meskipun hanya sekedar iseng bukan untuk tujuan komersial tetapi hasilnya lumayan, karena berkat hobi tersebut maka pekerjaan rutin di kantor menjadi lebih mudah dan cepat dikerjakan karena akhirnya dapat diotomatisasikan.

Juga berkat hal tersebut, beralih ke MQL language menjadi lebih mudah karena hanya memerlukan penyesuaian sedikit. Oleh karena itu Pak Aras, jangan putus asa untuk belajar MQL. Tidak apa-apa apabila dulunya tidak menyukai matematika, karena dalam pemprograman bukan keahlian matematika yang diutamakan, tetapi yang utama adalah kemampuan untuk berlogika.

Saya tidak menanggapi pertanyaan perihal pemprograman disamping dikarenakan takut salah menjawab, juga nantinya akan menjadi menyimpang dari tujuan blog ini. Sebelumnya pernah ada seorang pembaca blog ini yang mengirimkan robot yang dibelinya dan meminta supaya saya melakukan modifikasi sesuai yang diinginkannya. Seandainya permintaan tersebut saya layani, maka lama kelamaan blog ini akan menjadi blog yang berjualan jasa programming atau modifikasi robot :)

Oleh karenanya, mohon maaf bila tidak menanggapi pertanyaan perihal programming. Agar blog ini tetap pada tujuan semula, yaitu hanya membahas perihal trading.

Perlu dipahami bahwa logika sebenarnya tidak hanya penting dalam melakukan pemprograman tetapi juga penting dalam manjalani kehidupan. Terbiasa berpikir logis dapat diartikan terbiasa berpikir runut. Tentunya kalau sudah terbiasa berpikir runut, maka akan sangat membantu dalam menganalisa problem pekerjaan atau problem kehidupan karena solusi atas problem tersebut akan lebih cepat diperoleh.

Yang terbiasa berpikir logis pada umumnya dalam menghadapai masalah, tidak terpaku pada masalah tersebut. Mereka akan berpikir latar belakang kenapa masalah tersebut timbul. Dengan memahami latar belakangnya maka akan diketahui variabel-variabel yang menyebabkan timbulnya masalah tersebut. Nah, dari variabel-variabel tersebut baru kemudian dirangkum menjadi satu untuk selanjutnya dianalisa guna menemukan solusi terbaik dari masalah tersebut.

Karena itu, tidak apa-apa benci matematika, tetapi cintailah logika.

Dari pengalaman hidup, logika sangatlah membantu untuk menyelesaikan masalah dengan lebih obyektif. Logika yang baik juga sangat membantu dalam pemprograman, karena dapat membuat sebuah program menjadi lebih efisien.

Seorang programmer mungkin menggunakan 10 langkah untuk melakukan perhitungan dalam program, tetapi programmer yang logikanya baik akan berusaha menggunakan hanya 2 atau 3 langkah saja untuk melakukan hal yang sama. Sehingga hasil akhirnya, program yang dihasilkan akan lebih efisien dan tidak memerlukan resources besar.

Saran saya, rajin-rajinlah bertanya ke forum pemprograman yang sangat banyak di internet. Dulu pun saat awal-awal belajar, terutama perihal Javascript yang bahasanya agak aneh untuk dilogika, seringkali saya bertanya ke forum-forum tersebut dikarenakan sudah 'mentok' kebingungan sendiri. Banyak programmer yang sangat ahli di forum-forum tersebut yang dengan senang hati menjawab dan membantu.

Bahasa MQL tidaklah sesulit yang Pak Aras bayangkan. MQL justru bahasa yang sangat efisien dan lebih mudah dibandingkan Java. Yang sulit adalah menemukan strategi trading yang baik. Oleh karenanya banyak programmer-programmer professional di internet menawarkan jasa bersedia membuat robot tanpa dibayar dikarenakan agar mereka memperoleh strategi trading yang baik.

Oleh karenanya, sebelum-sebelumnya selalu saya sarankan kepada Pak Aras agar fokus dulu ke manual trading. Membuat robot itu mudah, tetapi menemukan strategi tading yang baik sangatlah sulit.

Akan tetapi kalau saat ini Pak sedang semangat untuk belajar MQL, ya silahkan saja. Nanti ada waktunya Pak Aras akan memahami sendiri bahwa bukan MQL yang penting, tetapi adanya strategi tading yang baik :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar