Selasa, 11 Oktober 2011

Account Opening #2

Pak Ari,

Saya tidak mempunyai nama belakang untuk mengisi data pada pendaftaran akun baru, bagaimana solusinya.

Jika Pak Ari tidak keberatan, mohon diberi petunjuk dalam bentuk screenshot yang bisa dilihat langsung pengisiannya, agar lebih mudah lagi kami melakukan pendaftaran di Gomarkets maklum pak saya tidak lancar berbahasa Inggris.

Juga masalah funding-nya saya juga merasa kebingungan?

Amankah prosesnya jika melakukan transaksi via online?

Dan kalau Bapak tidak keberatan antivirus apa yang Bapak gunakan selama ini sehingga aman dalam melakukan transaksi online di Internet

Kalau berkenan ada beberapa saran untuk Bapak.

Bagaimana kalau Bapak merekrut tenaga customer service seperti introducing broker lainnya, agar mudah kami menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti.

Karena saya yakin orang yang membaca blog ini pasti akan tertarik untuk menjadi klien dari gomarkets sehingga saya yakin suatu saat nanti akan banyak klien dari Bapak di Indonesia.

Terima kasih
Yulianto




Pak Yulianto,

Jujur saja Pak Yulianto, saya tidak mendapatkan keuntungan apapun dengan merekomendasikan broker GoMarkets. Dikarenakan saya bukanlah IB dari GoMarkets dan tidak ada hubungan bisnis apapun.

Beberapa bulan lalu, pernah mencoba untuk mengajukan diri sebagai IB ke GoMarkets. Akan tetapi dikarenakan persyaratannya cukup berat, termasuk salah satunya diharuskan memenuhi target jumlah klien baru per bulannya maka akhirnya tidak dapat menjadi IB GoMarkets.

Saya menyarankan GoMarkets bukan karena apabila ada pembaca yang mendaftar menjadi klien di GoMarkets kemudian saya mendapat keuntungan berupa komisi seperti layaknya IB-IB lain.

Saya menyarankan dikarenakan dari hasil uji coba pembandingan broker yang dilakukan beberapa bulan lalu menunjukkan bahwa GoMarkets adalah broker yang baik. Dikarenakan dari hasil uji coba tersebut menunjukkan bahwa GoMarkets memberikan profit terbesar atau loss terkecil bila dibandingkan broker lain. Disamping itu, GoMarkets juga bukan berjenis market maker sehingga kejujurannya lebih bisa dipertanggungjawabkan karena tidak akan melakukan kecurangan layaknya broker market maker.

Dari pengalaman dan pergaulan selama ini, saya mengetahui bahwa masih banyak sekali trader-trader pemula yang tidak mengetahui seluk beluk broker sehingga tidak menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban kecurangan broker.

Perhatikan saja, kebanyakan trader cenderung menggunakan broker lokal (yang rata-rata berjenis market maker dan mengenakan spread sangat tinggi, yang masih pula ditambah dengan komisi yang gila-gilaan). Atau kalau tidak menggunakan broker lokal, maka yang digunakan adalah broker-broker besar di luar negeri yang berjenis market maker.

Hal ini dapat saya maklumi dikarenakan kebanyakan trader pemula masih memiliki pola pikir lokal, seperti keterbatasan berbahasa Inggris, merasa lebih aman dan nyaman dengan broker lokal karena kedekatan lokasi, dan lain sebagainya.

Padahal broker lokal dari hasil uji pembandingan yang dilakukan beberapa bulan lalu, menunjukkan hasil yang paling buruk dikarenakan spread yang digunakan 2-3 kali lipat broker luar. Itupun masih ditambah dengan komisi yang sangat besar.

Akibat hal ini, hasil uji coba pembandingan menunjukkan bahwa menggunakan broker lokal justru akan membuat sangat sulit menghasilkan profit dan bila terjadi loss pun akan sangat besar dikarenakan tingginya spread dan komisi.

Bagi trader yang sudah paham akan hal ini, biasanya beralih menggunakan broker luar. Pada umumnya mereka beralih ke broker-broker besar yang iklannya populer tersebar di internet. Padahal yang tidak diketahuinya, broker-broker tersebut adalah berjenis market maker dimana cenderung melakukan kecurangan agar klien mengalami loss.

Nah, kalau belum apa-apa saja sudah dipersulit dan dicurangi oleh broker, kapan negeri kita ini maju dan dapat melahirkan trader jagoan? Baru mengenal dan baru belajar trading saja modal sudah amblas akibat kecurangan broker.

Oleh karenanya blog ini ditujukan untuk memberikan pencerahan agar memahami seluk beluk broker. Dengan sejak awal memilih broker yang jujur, maka trader akan lebih fokus dan konsentrasi kepada trading dan bukannya malah sibuk complain akibat dicurangi broker.

Bila sejak awal sudah fokus pada trading, maka lama kelamaan tentunya akan terlahir trader-trader jagoan yang berasal dari negeri kita. Sehingga suatu saat nanti kita tidak akan kalah dengan negara-negara maju dikarenakan banyak trader jagoan yang berasal dari Indonesia.

Tentunya bila telah banyak terlahir trader jagoan di negeri kita tercinta ini, maka dampak pada perkeonomian kita juga akan terasa. Tidak lagi uang milik kita yang tersedot oleh broker di luar negeri, tetapi kita juga mampu menyedot dana tersebut dengan cara mampu melakukan trading dengan baik.

Bila Pak Yulianto mengikuti artikel-artikel di blog ini, beberapa kali saya tegaskan bahwa pemilihan broker adalah bebas sesuai selera masing-masing dan tidak harus GoMarkets. Hal ini dikarenakan saya bukanlah IB dari GoMarkets.

Yang terpenting gunakan broker yang berjenis ECN/STP dan bukan yang berjenis market maker, silahkan tentukan sendiri brokernya.

Oleh karenanya, dengan berat hati dan mohon maaf sebesar-besarnya, saran Pak Yulianto berupa merekrut tenaga customer service untuk menjawab pertanyaan, tidak dapat saya laksanakan untuk saat ini. Entah di kemudian hari nanti bila akhirnya GoMarkets menunjuk saya sebagai IB-nya, mungkin saran Pak Yulianto baru dapat saya laksanakan.

Perihal screenshot formulir pembukaan account dapat dilihat dibawah ini beserta contoh pengisiannya:



Bila tidak memiliki nama belakang (misalnya: Sukarno, Suharto, Sulaiman, Yulianto, dll) isikan saja kolom isian nama depan dan nama belakang dengan nama yang sama seperti dicontohkan . Nantinya pemberitahuan bahwa tidak memiliki nama belakang dilakukan pada saat identity verification berupa pengiriman legalisir KTP.

Bule biasanya memakluminya. Adat budaya berbeda, tentunya masalah nama pun akan berbeda. Sehingga tidak ada masalah nantinya. Masa hanya karena ingin melakukan trading forex, kemudian harus mengurus pergantian nama dahulu :)

Kolom Financial Information pada formulir isian pada gambar diatas dimaksudkan bahwa trader yang mendaftarkan diri sebagai klien adalah mereka yang benar-benar mampu secara finansial.

Maklum saja, Forex adalah high risk sehingga peraturan pemerintah setempat mengharuskan broker menanyakan masalah finacial information agar terhindar dari tuntutan klien apabila nantinya klien mengalami kebangkrutan seketika. Oleh karenanya, isikan saja nilai yang besar pada kolom Financial Information supaya lebih dipermudah oleh broker, toh hal ini hanyalah sekedar formalitas saja.

Sedangkan kolom Identity Verification (kolom terbawah) ditujukan hanya kepada penduduk Australia. Oleh karenanya dikosongkan saja kolom-kolom tersebut. Identity Verification untuk kita sebagai non penduduk Australia dilakukan dengan cara pengiriman legalisir KTP.

Bila Pak Yulianto dan pembaca sekalian tidak merasa keberatan, mohon pada kolom Client Acknowledgement di pertanyaan "Where did you hear about us?" diisi dengan "andromeda-trading.blogspot.com" seperti dicontohkan pada gambar diatas.

Semoga bila nantinya banyak pembaca yang mengisi kolom tersebut, suatu hari nanti akhirnya saya dapat menjadi IB GoMarkets seperti yang diharapkan oleh Pak Yulianto.

Di era yang sudah serba canggih dan serba otomatis, Pak Yulianto tidak perlu khawatir apabila merasa memiliki keterbatasan dalam berbahasa Inggris.

Solusinya, gunakan saja Google Translate :)

Ketik saja apa yang ingin ditulis pada Google Translate dalam bahasa Indonesia dan bila telah selesai, klik dan otomatis akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Copy paste hasil terjemahan tersebut dan kirim via email. Mudah bukan? :)

Meskipun hasil terjemahan otomatis tidaklah sebagus bila dibanding mengarang sendiri, akan tetapi saya rasa bule yang membacanya pasti sudah dapat memahami maksud dari tulisan Pak Yulianto.

Toh tidak perlu bagus-bagus amat, yang penting dapat dipahami oleh si pembaca. Dan lagi bule tentunya dapat memaklumi bahwa bahasa Inggris bukanlah bahasa sehari-hari Pak Yulianto, sehingga apabila sedikit kacau, mereka juga akan maklum.

Saya melakukan transaksi online sudah semenjak 10 tahun yang lalu, mulai dari membeli buku dari Amazon.com, membeli aksesoris komputer yang tidak tersedia di Indonesia, membeli DVD game, berlangganan majalah luar negeri, dan lain sebagainya, yang kesemuanya saya lakukan secara online dan menggunakan credit card sebagai alat pembayaran.

Sampai hari ini aman-aman saja dan tidak pernah bermasalah dengan transaksi online.

Justru kebobolan credit card milik saya bukan akibat transaksi online, tetapi akibat kebocoran data di pihak bank. Pernah digunakan untuk membeli laptop di Surabaya (padahal saya sedang berada di Jakarta), pernah digunakan untuk membeli tiket pesawat di Lithuania, pernah juga digunakan untuk membeli perhiasan dan jam tangan (padahal saya sedang di rumah).

Biasanya bila terjadi transaksi diatas 5 juta Rupiah, bank akan langsung menelepon untuk konfirmasi, apakah benar transaksi tersebut dilakukan oleh kita. Bila tidak, maka transaksi akan langsung dibatalkan.

Beberapa kejadian pembobolan credit card tersebut tidak menjadi masalah dikarenakan bank langsung memblokir credit card dan tidak memwajibkan saya untuk membayar tagihan tersebut. Karena memang terbukti bahwa bukan saya yang melakukan pembelanjaan tersebut.

Oleh karenanya, saya kadang terheran-heran, di saat sekarang ini kok masih banyak yang takut menggunakan credit card dan takut melakukan transaksi online :)

Anti virus yang saya gunakan saat ini adalah Symantec EndPoint versi 12.1 (bajakan hasil download dari Internet :) ).

Akan tetapi, masalah keamanan transaksi online bukanlah terletak pada anti virus yang dipakai, tetapi terletak pada 2 hal yaitu cara kita melakukan transaksi dan keamanan website tempat dilakukannya transaksi.

Yang pertama, cara melakukan transaksi online.

Jangan pernah lakukan transaksi online pada komputer yang digunakan oleh banyak orang, seperti komputer di warnet, di kampus, dan tempat-tempat lainnya. Kita tidak mengetahui apakah komputer tersebut aman atau tidak. Bisa saja pada komputer tersebut telah diinstall software keylogger, yaitu software yang otomatis merekam apapun yang diketik. Sehingga password, pin, nomor credit card, username yang diketik, seluruhnya akan otomatis terekam.

Lakukan transaksi online hanya pada komputer yang benar-benar Anda sendiri yang menggunakannya. Install software anti virus (apa saja) dan rajin-rajinlah melakukan update data virus supaya virus-virus jenis baru dapat terdeteksi.

Kebanyakan pengguna komputer hanya sekedar menginstall anti virus tetapi setelahnya tidak pernah melakukan update. Akibatnya virus, malware, trojan jenis terbaru dengan gampang menyelinap dan mencuri data-data yang tersimpan.

Jangan pernah menggunakan fitur autosave password pada browser, terutama password situs sensitif, seperti internet banking. Password yang tersimpan di browser inilah yang menjadi sasaran pertama kali pencurian data oleh virus, malware, atau trojan.

Dan yang terakhir, jangan pernah mengunjungi situs porno atau situs yang berisi perihal hacking dan cracking. Situs-situs seperti ini pada umumnya berbahaya dikarenakan begitu terbuka, maka secara otomatis akan melakukan instalasi malware via browser tanpa kita sadari.

Akan tetapi bila termasuk penggemar pornografi :) tips yang dapat dilakukan agar browsing tetap aman adalah sebagai berikut:
- jangan gunakan browser Internet Explorer dikarenakan memungkinkan terjadi instalasi malware tanpa disadari
- matikan fasilitas ActiveX, java script dan java console agar instalasi tanpa dikehendaki tidak pernah terjadi.

Yang kedua, situs tempat melakukan transaksi online.

Lakukan transaksi online hanya pada situs-situs besar terpercaya dan transaksi dilakukan dengan menggunakan credit card.

Kelebihan credit card adalah memungkinkan untuk dilakukan pembatalan. Bila telah terjadi transaksi tetapi barang tidak diterima, tinggal complain saja ke pihak bank agar transaksi tersebut dibatalkan (fraud). Bank yang kemudian akan melakukan pelacakan, dan bila benar maka transaksi tersebut akan batal dan tidak perlu membayar tagihan.

Justru yang banyak penipuan bukanlah transaksi menggunakan credit card, tetapi transaksi transfer bank. Saat ini banyak bermunculan penjual-penjual barang di forum seperti kaskus, dimana ada yang memiliki reputasi baik tetapi banyak juga yang tidak jelas.

Karena yang digunakan sebagai tempat bertemu adalah forum dan penjual tersebut tidak memiliki website khusus, maka transaksi dilakukan dengan cara transfer bank. Nah, disinilah banyak terjadi penipuan, uang sudah terlanjur ditransfer tetapi barang tidak diterima.

Tetapi kalau transaksi dilakukan di situs besar ternama, tidak akan pernah ada penipuan dikarenakan bila terjadi masalah maka pihak bank penerbit credit card yang akan turun tangan menyelidiki dan menyelesaikan.

Disinilah telah terjadi salah kaprah pemahaman, dimana yang awam menganggap bahwa transaksi menggunakan credit card sangatlah berbahaya. Padahal justru lebih berbahaya transaksi transfer dikarenakan bila terjadi masalah maka kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Kebanyakan kejahatan credit card adalah pembobolan. Yang dilakukan adalah menggunakan credit card palsu untuk membeli barang-barang secara online. Coba kita renungkan bersama, siapa yang dirugikan? Tentunya yang dirugikan adalah pihak penjual, bukan kita.

Seperti contoh yang terjadi pada credit card milik saya, disalahgunakan untuk membeli laptop di Surabaya. Bank melakukan konfirmasi dan memang betul saya berada di Jakarta dan bukan di Surabaya. Saya tidak dirugikan apapun dikarenakan credit card langsung diblokir dan diganti baru. Yang dirugikan tentunya toko laptop di Surabaya dikarenakan melakukan penjualan barang tetapi tidak bisa ditagih.

Selain itu, pada saat melakukan transaksi online, perhatikan apakah halaman web tempat melakukan transaksi adalah secured page. Hal ini dapat diketahui dari alamat yang terpampang di browser seperti dicontohkan pada gambar dibawah ini:



Terlihat bahwa yang diakses adalah alamat https dan bukan http. Huruf s dibelakang merupakan singkatan dari secured atau telah terproteksi.

Halaman https adalah halaman yang sudah terenkripsi sehingga sangat aman dan sulit dijebol hacker. Data-data yang kita input pada halaman https secara otomatis akan diacak dan baru bisa dibuka hanya oleh pemegang kunci enkripsi tersebut.

Oleh karenanya, tidak perlu khawatir secara berlebihan dengan transaksi online menggunakan credit card. Tidaklah seberbahaya yang dibayangkan, justru jauh lebih berbahaya transaksi transfer bank.

Hati-hati dan waspada bila membeli barang secara online dengan pembayaran transfer bank, pastikan betul bahwa penjualnya memiliki reputasi baik dan telah berpengalaman melakukannya. Karena bila terjadi masalah, maka Anda sendirilah yang mengurusnya. Berbeda dengan credit card, bila terjadi masalah, maka pihak bank-lah yang akan turun tangan.

Kembali ke GoMarkets, dari pengalaman deposit dana ke GoMarkets, ternyata GoMarkets belum sepenuhnya melakukan otomatisasi verifikasi credit card. Halaman web untuk melakukan deposit di situs GoMarkets hanyalah sekedar halaman untuk menampung data credit card dan jumlah yang ingin di deposit.

Verifikasi credit card dilakukan secara manual dan offline. Oleh karenanya disarankan bila melakukan deposit, sebaiknya dilakukan pada pagi atau siang hari saat kantor GoMarkets masih buka agar deposit tersebut dapat langsung masuk ke live account. Bila diluar jam kantor, maka deposit harus menunggu sehari agar bisa diproses.

Berbeda dengan Forex.com, verifikasi credit card terjadi secara otomatis. Sehingga begitu dilakukan deposit maka beberapa menit kemudian akan langsung masuk ke account. Hal ini dikarenakan Forex.com sudah menggunakan sistem verifikasi yang serba otomatis dan tidak perlu menunggu otorisasi manual.

Bila Pak Yulianto masih merasa kurang aman, begitu deposit sudah masuk ke account, langsung saja setelahnya telpon ke bank penerbit credit card milik Pak Yulianto untuk memastikan benar tidaknya pendebetan. Dari pengalaman saya, tidak pernah ada masalah dalam funding. Baik-baik saja dan aman-aman saja :)

Di era serba online saat ini, memiliki credit card sangatlah penting dikarenakan digunakan sebagai alat pembayaran online dan berlaku secara internasional. Jauh lebih murah dan cepat membayar menggunakan credit card daripada membayar menggunakan bank transfer.

Semoga artikel ini dapat membuat Pak Yulianto dan para pembaca lainnya tidak lagi khawatir dan takut untuk menggunakan credit card.

Justru yang perlu ditakuti adalah saat nantinya timbul tagihan dari credit card.

Dikarenakan kalau tidak mampu membayar maka bank akan mengirimkan debt collector yang akan menggedor-gedor rumah Pak Yulianto :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar