Minggu, 09 Oktober 2011

EA Forward Test

Sekali lagi Pak Ari telah membantu saya, lagi-lagi juga saya memohon pencerahannya kepada Pak Ari.

Saya baru belajar di Forex sehingga saya masih buta dengan liku-liku jalan forex ini oleh karena itu, lagi-lagi juga saya meminta pencerahan pak Ari.

Semoga Pak Ari mendapat balasan-Nya. Amin.

1) Pak Ari, saya pernah diberitahu bahwa untuk menarik uang dari Broker luar negeri itu payah, apa betul (maksudnya ada pembatasan uang masuk dari luar negeri oleh BI).

2) Jika saya sudah menemukan cara trading saya yang benar (menurut saya) lalu saya membuat EA untuk sistem tersebut, apakah pak Ari bersedia mem forward-test ea yang saya buat.

Karena jujur saja Pak Ari saya kurang mampu untuk menyewa VPS perbulannya (untuk saat ini) dan mungkin saja Pak Ari bisa memberikan sentuhan yang bagus untuk EA ini.

Terimakasih sebelumnya

Best regards
Yulianto




Pak Yulianto,

Terima kasih sebesar-besarnya atas doa yang diberikan.

Saya sangat berterima kasih dan sangat menghargai bila ada orang lain yang bersedia mendoakan dengan tulus ikhlas. Kata pepatah bijak, doa yang diucapkan oleh orang lain jauh lebih berharga dan lebih di dengar oleh Tuhan daripada doa dari diri sendiri.

Semoga saja demikian, Amin.

Blog ini memang ditujukan untuk membantu. Oleh karenanya, jangan segan untuk bertanya (daripada sesat di jalan nantinya :) ). Saya usahakan menjawabnya sesuai kemampuan dan pengetahuan yang saya miliki.

Hanya saja, mohon dimaklumi bila kadang kala saya agak lamban dalam menjawab dikarenakan terbatasnya waktu luang. Tetapi begitu sempat, maka jawaban akan segera saya tulis di blog ini.

Menjawab pertanyaan pertama, coba bayangkan bila Pak Yulianto bukan trader forex, tetapi seorang eksportir. Sebagai eksportir, tentunya pekerjaan sehari-hari Pak Yulianto menjual barang ke luar negeri dan kemudian menerima pembayaran dari luar negeri.

Bayangkan bila Bank Indonesia melakukan pembatasan uang masuk, misalnya dibatasi US$ 100 ribu per bulan. Padahal ekspor yang dilakukan Pak Yulianto tiap bulannya bernilai US$ 10 juta.

Nah, kalau pembatasan tersebut dilakukan, apa tidak kacau balau ekonomi negeri kita ini. Kegiatan ekspor impor akan menjadi terbatas, yang otomatis akan berdampak pada kegiatan perdagangan maupun kegiatan industri dalam negeri karena tidak tersedianya bahan baku serta barang jadi untuk diperdagangkan.

Oleh karenanya, tidak benar bila Bank Indonesia melakukan pembatasan uang masuk dari luar negeri.

Yang benar adalah pembatasan dilakukan bila Pak Yulianto membawa uang tunai ke luar negeri. Kalau tidak salah, batasnya adalah US$ 10 ribu. Misalnya Pak Yulianto pergi ke Australia, maka maksimal uang tunai yang diperbolehkan dibawa adalah US$ 10 ribu.

Batasan tersebut hanya berlaku untuk uang tunai yang dibawa. Tetapi bila Pak Yulianto memiliki teman atau relasi dagang di luar negeri dan kemudian mengirimkan uang ke mereka melalui transfer bank, maka tidak ada pembatasan.

Tujuan dilakukan pembatasan tersebut adalah agar lalu lintas devisa dapat selalu terpantau oleh pemerintah. Oleh karenanya membawa uang tunai dibatasi dikarenakan tidak tercatat sehingga sulit untuk dipantau. Tetapi untuk transfer dana melalui bank tidak dilakukan pembatasan dikarenakan tercatat dan tetap dapat terpantau.

Pemantauan tersebut perlu dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga kestabilan neraca perdagangan. Hal ini dilakukan bila terjadi defisit neraca perdagangan (uang keluar negeri lebih banyak daripada yang masuk ke dalam negeri) dapat segera diketahui, sehingga dapat segera diambil langkah-langkah untuk menstabilkannya kembali.

Begitulah Pak Yulianto, sekilas pandang perihal teori ekonomi makro.

Pengalaman saya sendiri saat melakukan penarikan dari broker di luar negeri (Forex.com dan GoMarkets), tidak mengalami masalah apapun. Prosesnya pun cukup cepat, GoMarkets sekitar 2-3 hari dan Forex.com sekitar 3-5 hari.

Pak Yulianto juga tidak perlu membuka rekening dollar, gunakan saja rekening Rupiah (misalnya tabungan Tahapan BCA). Meskipun yang diterima dalam bentuk dollar, tetapi oleh BCA akan otomatis dikonversi ke Rupiah sesuai kurs yang berlaku.

Kecuali bila Pak Yulianto merasa sayang, siapa tahu kurs dollar akan naik. Bila merasa seperti itu, buka saja rekening dollar di bank manapun yang Pak Yulianto sukai. Dengan cara ini maka dollar yang diterima tetap utuh dalam bentuk dollar dan tidak dilakukan konversi oleh pihak bank.

Nantinya bila kurs dollar terhadap Rupiah sudah membumbung setinggi langit, nah... baru Pak Yulianto tarik dollar tersebut dari tabungan untuk kemudian ditukarkan ke Rupiah :)

Menjawab pertanyaan kedua, kebetulan saya memiliki VPS di SWVPS.com dan masih tersedia ruang untuk penambahan EA. Oleh karenanya silahkan saja bila EA-nya ingin dilakukan forward test di VPS tersebut.

Nantinya akan saya buatkan pantuan di myfxbook.com dimana hasil pantauan tersebut ditampilkan di halaman blog ini sehingga Pak Yulianto maupun pembaca lainnya dapat memantau secara real time performance trading dari EA tersebut.

Hanya saja mohon EA tersebut dikirimkan beserta hasil backtest-nya. Sehingga dengan demikian EA yang akan dilakukan forward test adalah EA yang telah benar-benar baik dan stabil berdasarkan hasil backtest di Strategy Tester Metatrader.

Mohon dimaklumi dikarenakan bila forward test dilakukan terhadap EA yang masih kacau balau maka resikonya seluruh resource di VPS nantinya dapat tersedot habis oleh EA ini akibat adanya pengkodean yang masih belum benar. Sehingga dapat menyebabkan EA lain yang berada di VPS tersebut juga akan terganggu.

Demikian Pak Yulianto, semoga artikel ini dapat membantu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar