Sabtu, 08 Oktober 2011

Identity Verification #2

Sebelumnya apresiasi yang baik saya berikan untuk bapak, karena sangat membantu trader indonesia memahami forex secara umum dan gratis pula, salut untuk bapak.

Saya disini sangat tertarik pada blog bapak ini dan salah satunya diskusi ttg broker go market.

Tapi kira2 lebih mudah mana antara membuka live acc di go market dan di vantagefx, sebab beberapa komentar yang saya baca, di go market harus memakai FC KTP yg dilegalisir notaris (maksudnya notaris apa mungkin kel/kec selaku instansi penerbit terkait?), apakah vantagefx jg demikian.

Dari segi eksekusi saya pernah membaca komentar bahwa vantage bagus di demo tp kadang jelek di live, bagaimana dengan go market.

Salam sukses...
Didik



Pak Didik,

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas pujian yang diberikan dan kesediaan Pak Didik yang telah meluangkan waktu untuk membaca tulisan di blog ini.

Blog ini memang ditujukan untuk membantu para trader Indonesia dikarenakan informasi perihal broker sangatlah minim. Rata-rata website, blog, forum yang ada di internet, kebanyakan hanyalah membahas perihal trading dan technical analysis.

Tetapi perihal broker sangatlah jarang dibahas. Seandainya terdapat pembahasan pun, lebih cenderung bersifat subyektif. Sehingga sulit menilai apakah broker tersebut benar-benar baik atau tidak dikarenakan penilaian yang diberikan sifatnya sangat subyektif berdasarkan pandangan masing-masing trader.

Padahal broker memegang peranan sangat penting dalam menentukan sukses tidaknya trading.

Ibarat makan dari piring, broker berfungsi seperti sebuah sendok. Tentunya makanan akan sulit masuk ke mulut kita apabila sendok yang digunakan bengkok :)

Hal inilah yang jarang dipahami oleh para trader, termasuk saya sendiri pada saat awal belajar trading.

Selama kurang lebih 2 tahun, saya menggunakan broker Forex.com (Gain Capital) tanpa menyadari bahwa broker tersebut adalah broker yang berjenis market maker yang akan selalu berusaha mencurangi kita.

Kecurigaan pertama timbul setelah stoploss yang terpasang tidak berfungsi. Pada saat news release, stoploss telah terpasang di 30 pip. Tetapi yang terjadi, candlestick lolos menembus garis stoploss tersebut. Konyolnya, stoploss baru kemudian berfungsi saat candlestick sudah berada di loss 100 pip. Akibatnya, loss bukannya hanya 30 pip tetapi malah menjadi 100 pip.

Tentu saja saat itu saya langsung melakukan complain ke broker. Tetapi broker menjawab dengan enteng, "stoploss tidak berfungsi saat news adalah hal biasa karena harga bergerak terlalu kencang sehingga server broker sulit mengikutinya dan berakibat stoploss tidak berfungsinya".

Saya tidak puas dengan jawaban tersebut. Sangatlah tidak masuk akal apabila server broker tidak dapat mengikuti pergerakan harga. Seperti diketahui, begitu dilakukan entry maka nilai stoploss dan nilai take profit otomatis akan tersimpan di server broker, dan bukan tersimpan di komputer klien.

Bila nilai stoploss tersimpan di komputer klien, jawaban broker diatas masuk akal. Pasti akan terjadi jeda waktu pengiriman dikarenakan diperlukan proses transfer data melalui jaringan internet dari komputer klien menuju server broker. Tetapi, bila data-data tersebut telah tersimpan di server, seharusnya tidak lagi terjadi jeda waktu.

Oleh karenanya sangat tidak masuk akal apabila stoploss tidak berfungsi. Kenapa sesuatu yang telah tersimpan di server kemudian menjadi lamban bahkan sama sekali tidak berfungsi? Sudah jelas jawabannya, yaitu broker mencurangi saya.

Sejak saat itu, mulailah saya "berburu" informasi kenapa hal tersebut bisa terjadi. Dan jawabannya akhirnya ditemukan, yaitu broker terbagi atas 2 jenis, market maker dan ECN/STP.

Broker berjenis market maker rata-rata menggunakan software yang dinamakan Virtual Dealer Plugin (Broker Tricks). Dengan software inilah broker kemudian dapat menjadikan stoploss tidak berfungsi.

Setelah mengetahuinya dan agar tidak terulang dicurangi oleh broker, saya kemudian mencoba melakukan pembandingan broker dengan cara melakukan entry dan exit secara bersamaan dan berulang kali pada 25 buah account demo dari broker berlainan (Comparing Brokers (#12)).

Hanya dengan cara inilah, nantinya akan ditemukan broker terbaik. Dengan melakukan entry exit berulang kali pada broker berlainan pada waktu yang bersamaan, nantinya akan diketahui broker mana yang memberikan profit terbesar atau loss terkecil.

Sebagaimana diketahui, broker cenderung memperbesar spread atau melakukan jeda waktu sehingga entry tidak segera tereksekusi dimana eksekusi baru terjadi hanya pada saat spread membesar.

Tetapi dengan cara entry exit sekaligus di banyak broker, nantinya akan diketahui broker mana yang cenderung membesarkan spread. Broker-broker yang curang akan menghasilkan loss terbesar dan profit terkecil karena cenderung membesarkan spread saat entry atau saat exit. Sedangkan broker-broker yang jujur akan memberikan loss terkecil dan profit terbesar dikarenakan spread cenderung stabil atau bahkan mengecil.

Dengan uji coba tersebut maka penilaian broker bukan lagi subyektif, tetapi akan menjadi obyektif.

Dari hasil uji coba tersebut (Comparing Brokers (#12)), GoMarkets-lah pemenangnya dikarenakan berhasil memberikan loss terkecil atau profit terbesar dibandingkan broker lain.

Tulisan ini tidak bermaksud mempromosikan GoMarkets dikarenakan saya bukanlah IB dari GoMarkets dan tidak memiliki hubungan apapun. Pemilihan broker terserah Anda, silahkan saja pilih broker apapun asalkan jangan yang bertipe market maker karena pasti akan berusaha mencurangi Anda.

Sebagai bukti bahwa broker market maker cenderung berbuat curang, dapat dibaca berita terbaru tertanggal 7 Oktober 2011 berikut:

Berita diatas menyebutkan bahwa FXCM diperintahkan oleh CFTC (U.S. Commodity Futures Trading Commission) untuk mengganti kerugian klien maupun bekas kliennya sebesar 14 juta dollar dikarenakan melakukan praktik jeda waktu eksekusi sehingga klien mendapatkan harga entry yang merugikan (tetapi menguntungkan FXCM).

Oleh karenanya, waspadalah bila terjadi requote saat melakukan entry. Requote adalah pertanda awal bahwa broker yang digunakan adalah berjenis market maker. Requote pada dasarnya adalah upaya broker membuat jeda waktu agar memperoleh waktu untuk dapat melakukan filtering sehingga entry yang dilakukan di posisi yang merugikan klien tetapi menguntungkan broker.

Menjawab pertanyaan Pak Didik perihal Vantage FX, sebaiknya dihindari dahulu broker tersebut. Silahkan membaca pada 3 buah artikel ini: Spike, Spike #2, dan Spike #3. Pada 3 buah artikel tersebut, pengalaman Pak I Gede Muliawan saat mencoba demo Vantage FX menunjukkan bahwa data feed Vantage FX kacau balau.

Selalu ingat prinsip, broker pada umumnya selalu berusaha memberikan demo account yang baik sebagai salah satu upaya untuk menarik klien.

Nah, bila demo-nya saja sudah kacau balau, tentunya sudah terbayang bukan bagaimana live account-nya? Oleh karenanya sebaiknya dihindari dahulu, toh masih banyak broker lain yang data feed-nya tidak bermasalah.

Perihal pengalaman saya di GoMarkets, tidak ada masalah yang berarti selama nyaris setahun saya menggunakannya. Kelemahan GoMarkets hanya pada 1 hal saja, eksekusinya agak lamban. Tetapi selain itu, seperti stoploss tidak berfungsi, withdrawal sulit, dan masalah-masalah lainnya, sampai dengan hari ini belum saya temui di GoMarkets.

Seperti layaknya manusia, broker pun tidak ada yang sempurna, tiap broker selalu memiliki kelemahan atau kekurangan.

Seperti pernah ditulis pada artikel sebelumnya, memilih broker dapat diibaratkan seperti memilih pacar. Pilihlah yang jujur, terbuka, dan dapat membuat Anda merasa nyaman. Bila terdapat sedikit kekurangan, ya dimaklumi saja, toh yang penting dia jujur dan setia.

Tetapi jangan pernah pilih pacar yang suka mengkhianati dan suka menyelingkuhi Anda. Meskipun cantik dan sexy, tetapi lambat laun dapat mengakibatkan Anda mati merana :)

Seperti itulah yang paling pas untuk memperumpamakan broker.

Perhatikan saja, justru broker-broker yang besar dan sangat populer (baca: cantik dan sexy) adalah broker yang berjenis market maker. Bila Anda saat ini masih menggunakan broker tersebut, waspada saja dikarenakan lambat laun dapat membuat live account Anda mati merana akibat kecurangan atau akal-akalan yang dilakukan.

Perihal legalisir copy KTP yang diwajibkan oleh GoMarkets, solusinya dapat dibaca pada artikel ini: Identity Verification

Semoga artikel ini dapat membantu Pak Didik




Wah terima kasih banyak atas penjelasan Bapak.

Sangat runut terinci sekali, tentunya semua rekan2 kita yg membacanya akan semakin berhati hati ketika hendak memilih broker.

Memang benar ternyata memilih broker sama sulitnya dengan trading itu sendiri, namun rupanya banyak rekan2 kita di tanah air tidak menyadarinya.

Banyak yang tertarik krn bonus yang besar, tp ujung2nya banyak kecurangan yang didapat.

Sekali lagi terima kasih banyak atas penjelasan Bapak yang sangat bermanfaat sekali.

Salam Sukses
Didik

1 komentar:

  1. Didik - Semarang9 Oktober 2011 12.21

    Wah terima kasih banyak atas penjelasan Bapak, sangat runut terinci sekali, tentunya semua rekan2 kita yg membacanya akan semakin berhati hati ketika hendak memilih broker, memang benar ternyata memilih broker sama sulitnya dengan trading itu sendiri, namun rupanya banyak rekan2 kita di tanah air tidak menyadarinya. banyak yang tertarik krn bonus yang besar, tp ujung2nya banyak kecurangan yang didapati.
    Sekali lagi terima kasih banyak atas penjelasan Bapak yang sangat bermanfaat sekali.

    Salam Sukses

    Didik

    BalasHapus