Minggu, 13 Juni 2010

Bursa Saham dan Forex

Dari pengalaman, sektor keuangan memiliki sistem yang paling sempurna adalah Forex atau singkatan dari Foreign Exchange, yaitu bursa global tempat pertukaran mata uang antar negara yang beroperasi 24 jam penuh.

Karena bursanya hanya satu untuk seluruh dunia maka pemainnya pun berasal dari seluruh penjuru dunia dengan menggunakan teknologi internet untuk aksesnya.


Dunia Forex adalah dunia kecepatan tinggi. Apa yang terjadi di forex dalam 1 hari sama dengan apa yang terjadi dalam bursa saham dalam sebulan. Oleh karena kecepatannya seperti itu maka forex adalah permainan dengan tingkat risiko yang paling tinggi.

Hukum ekonomi mengatakan bahwa semakin tinggi risiko maka semakin tinggi juga imbalannya. Oleh karena itu banyak orang di seluruh penjuru dunia mencoba peruntungannya di Forex.

Sayangnya Forex tidak sepopuler bursa saham, jarang sekali orang yang tahu dan paham soal forex.

Hal ini dikarenakan politik dari negara pemilik bursa. Ingat, bursa saham ada di setiap negara, oleh karena itu setiap negara berusaha mempromosikan bursa sahamnya dengan gencar agar investor, baik domestik maupun asing, tertarik untuk menginvestasikan dana di bursa tersebut.

Makin banyak investor yang menanamkan dananya di bursa saham negara tersebut, maka dapat diindikasikan bahwa semakin maju ekonomi negara tersebut.

Berbeda dengan Forex, dimana tidak menyangkut negara manapun. Forex dimainkan secara global oleh seluruh dunia dan beroperasi selama 24 jam, sejak hari Senin s.d. Jumat.

Forex merupakan bursa terbesar dan paling likuid karena dana yang berputar setiap harinya sekitar 4 trilyun Dollar.

Bandingkan dengan Bursa Efek Indonesia yang rata-rata hanya sekitar 5 trilyun Rupiah setiap harinya. Dari perbandingan tersebut saja, bursa forex likuiditasnya jauh lebih besar dibandingkan Bursa Efek Indonesia.


Oleh karena dimainkan secara global, maka negara tidak mempromosikan secara gencar bursa Forex karena negara tersebut tidak menikmati aliran dana dari transaksi forex yang terjadi.

Karena bagaimanapun kepentingan suatu negara adalah selalu menjaga kestabilan mata uangnya, padahal dalam dunia forex yang dimainkan adalah ketidakstabilan (volatility).

Seseorang yang bermain di bursa saham, bursa komoditi, atau forex, bisa disebut sebagai investor atau bisa juga disebut trader.

Investor menanamkan uangnya untuk jangka panjang dengan harapan uangnya akan berlipat ganda di kemudian hari.

Sedangkan trader menanamkan uangnya hanya dalam jangka pendek, bahkan hanya dalam hitungan detik, dengan harapan sama seperti investor, yaitu uangnya menjadi bertambah.

Yang dilakukan oleh trader atau investor sebenarnya sama saja, yaitu menebak arah pergerakan berdasarkan analisa, yang biasanya disebut analisa fundamental dan analisa technical.

Bila arah pergerakan sesuai dengan perkiraan, maka akan menang dan memperoleh laba.

Sangat sederhana bukan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar