Selasa, 15 Juni 2010

Gelombang Harga

Market, apapun namanya dan dimanapun berada, hanya bergerak dalam 3 gelombang yaitu gelombang uptrend, gelombang downtrend, dan gelombang ranging (sideways).

Bila gelombang uptrend yang terjadi, maka gelombang akan naik ke atas sangat tinggi kemudian turun sedikit (retrace) dan naik kembali.

Begitu seterusnya sehingga ujung gelombang naik akan selalu lebih tinggi daripada ujung gelombang naik sebelumnya dan ujung dari gelombang turun juga akan selalu lebih tinggi daripada ujung gelombang turun sebelumnya. Sampai pada akhirnya gelombang naik mulai melemah dan trend kemudian berubah.

Bila gelombang downtrend yang terjadi, maka gelombang akan turun ke bawah sangat dalam kemudian naik sedikit (retrace) dan turun kembali. Begitu seterusnya sehingga ujung gelombang turun akan selalu lebih rendah daripada ujung gelombang turun sebelumnya dan ujung dari gelombang naik juga akan selalu lebih rendah daripada ujung gelombang naik sebelumnya. Sampai pada akhirnya gelombang turun mulai melemah dan trend kemudian berubah.

Bila gelombang ranging yang terjadi, maka gelombang akan naik turun dengan ujung bawah dan ujung atas yang sama atau hanya berbeda sedikit dengan sebelumnya (rata).

Yang harus diingat, belum tentu suatu trend dimulai dengan ranging, bisa saja dari yang semula uptrend kemudian tiba-tiba berubah menjadi downtrend tanpa proses ranging lebih dahulu.

Tetapi setelah proses ranging, selalu akan terjadi trend. Makin lama ranging terjadi maka akan semakin kuat juga trend setelahnya.

Oleh karena itu, biasakan otak Anda dengan kelak kelok pergerakan harga (price action). Cara untuk membiasakan otak hanya dengan satu cara, yaitu rajin berlatih dengan demo. Makin rajin Anda berlatih maka akan semakin cepat juga otak Anda menjadi terbiasa.

Trading dapat diibaratkan seperti Anda sedang mengendarai mobil di jalan tol 2 arah dimana di jalan tersebut ada 99 mobil lain.

Di kedua ujung jalan tol tersebut terdapat jurang yang tidak terlihat dan Anda pun tidak tahu letak pasti jurang tersebut dimana. Yang Anda tahu hanyalah harus mengikuti arah kemana sebagian besar dari 99 mobil lain itu mengarah agar tetap selamat.

Pertama-tama yang Anda lakukan adalah berhenti di pinggir jalan tol dan mengamati kemana arah sebagian besar dari 99 mobil lain. Bila Anda sudah yakin bahwa sebagian besar mengarah, misalnya, ke Utara baru Anda mulai menstater mobil dan mengikuti mobil-mobil lainnya.

Jangan pernah salah menebak arah karena akibatnya bisa masuk jurang.

Dalam perjalanan mengikuti mobil lain, mungkin ada mobil lain yang berhenti atau berbalik arah. Dalam hal ini, otak Anda harus selalu bisa menganalisa, apakah mobil-mobil yang berhenti atau berbalik arah tersebut adalah sebagian besar dari 99 mobil lain ataukah hanya sebagian kecil saja.

Bila hanya sebagian kecil saja, maka Anda masih aman dan masih belum berada di pinggir jurang. Tetapi bila Anda melihat sebagian besar mobil telah berbalik arah, maka sebaiknya tekan rem dalam-dalam dan berhenti di pinggir jalan untuk mengamati dan memastikan arah ulang.

Seperti itulah Trading, Anda harus yakin terlebih dahulu menuju kemana arah trend.

Karena dengan bermodal keyakinan tersebut, Anda akan tidak grogi dan tidak takut masuk jurang pada saat sebagian kecil mobil lain berbalik arah. Anda tetap maju terus dan baru berhenti setelah benar-benar sebagian besar dari 99 mobil lain mulai berbalik arah.

Hanya dengan satu cara itu saja Anda bisa mendapatkan laba yang besar dari Trading.

Karena bila Anda grogi akibatnya laba yang diperoleh kecil karena berhenti sebelum waktunya dan laba tersebut akan menjadi minus karena terkadang Anda salah dalam menentukan arah.

Trader profesional bukanlah seseorang yang mampu melakukan banyak transaksi, tetapi seseorang yang mampu memilah mana transaksi yang akan menguntungkan dan mana yang bukan.

Ingat-ingat prinsip tersebut dan lakukan analisa dengan sangat matang sebelum masuk transaksi. Trading adalah kegiatan dengan tingkat risiko paling tinggi, sekali Anda lakukan transaksi yang salah, bisa-bisa seluruh modal habis.

Lebih baik tidak melakukan transaksi daripada memaksa masuk transaksi dan berakibat rugi.

Ingat, masih ada 1000 kesempatan lain untuk transaksi, jadi relakan saja kalau hanya sekedar kehilangan 1 kesempatan karena ragu-ragu.

Selalu diingat, sukses dalam trading bergantung kepada 2 hal, yaitu akurasi analisa dan management.

Trading adalah timing precission, bila Anda masuk di saat yang tidak tepat maka akibatnya rugi.

Demikian juga bila keluar pada saat yang tidak tepat, laba yang diperoleh sedikit atau malah yang semula laba menjadi rugi karena terlambat keluar.

Sebisa mungkin hindari hal tersebut dan selalu asah akurasi Anda dengan berlatih di demo.

Hal yang paling penting yang harus disadari, tidak ada seorang pun yang memiliki akurasi 100%, mengalami loss adalah bagian dari trading.

Oleh karenanya, management harus diterapkan agar jumlah kemenangan selalu lebih besar dibandingkan jumlah kekalahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar