Minggu, 13 Juni 2010

Pemahaman

Sebagian orang menganggap bermain di bursa adalah judi.

Hal ini dikarenakan sebagian besar pemain (trader) yang bermain di bursa adalah sekedar spekulan yang bermain berdasarkan feeling dan bukan berdasarkan teknik yang benar. Akibatnya sebagian besar orang beranggapan bahwa bermain di bursa sama dengan judi karena hanya berdasar feeling.

Judi yang kita kenal biasanya berupa judi permainan kartu, dadu, roulette, jackpot, togel, dan lain-lain.

Prinsipnya sama saja, yaitu menebak hanya berdasarkan feeling dan tidak mungkin dilakukan analisa. Kemenangan hanya ditentukan probabilitas dan seseorang yang menang biasanya hanya karena beruntung.

Sebenarnya judi tidak hanya terbatas dalam bidang itu saja.

Bila Anda membuka warung bakso hanya karena berdasarkan feeling bahwa di lokasi tersebut pasti ramai pembeli dan tidak melakukan survai yang lebih mendalam serta tidak berusaha membuat bakso yang enak rasanya yang mengalahkan warung bakso lain sehingga memiliki cita rasa yang khas, maka Anda disebut berjudi dengan warung bakso tersebut.

Bila warung Anda ramai, maka Anda beruntung. Tetapi pada umumnya keberuntungan biasanya hanya bertahan sesaat dan setelah itu Anda akan mengalami kebangkrutan karena dikalahkan oleh warung lain yang lebih bercita rasa dan lebih baik pelayanannya.

Tetapi bila Anda telah bekerja keras, tekun, dan selalu berusaha memperbaiki cita rasa warung tersebut, maka Anda tidak lagi disebut berjudi tetapi disebut melakukan usaha.

Meskipun jumlah pembeli tidak dapat diprediksi sebelumnya, tetapi kerja keras Anda-lah yang akan menciptakan pembeli. Pembeli akan otomatis kembali lagi dengan membawa teman apabila cita rasa warung Anda lebih istimewa dibanding warung lain.

Bila Anda telah bekerja keras dan tekun tetapi warung tersebut tetap sepi, dapat disimpulkan bahwa ada sesuatu yang salah yang terjadi dan Anda harus menemukan kesalahan tersebut agar dapat segera diperbaiki.

Seperti itulah yang akan Anda alami nanti, bila Anda sekedar menebak di tiap transaksi trading yang dilakukan, mungkin Anda sekali dua kali beruntung dan berhasil menang.

Tapi dalam jangka panjang, Anda pasti akan bangkrut karena selalu kalah. Trading adalah bisnis dan tujuan Anda bermain trading adalah untuk memperoleh laba.


Judi juga dapat diibaratkan seperti Anda menyeberang jalan yang ramai tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri.

Bila Anda berhasil sampai ke seberang dengan selamat tanpa tertabrak mobil maka Anda disebut sedang beruntung saat itu.

Tetapi berapa kali keberuntungan akan bertahan melindungi Anda?

Coba saja menyeberang jalan tersebut sebanyak 10 kali bolak-balik tanpa menoleh kanan kiri, mungkin Anda hanya satu kali selamat karena beruntung tetapi sisanya yang 9 kali Anda pasti tertabrak mobil.


Seperti itulah judi dan banyak sekali yang mengaku sebagai trader tetapi yang dilakukannya adalah judi, yaitu asal masuk ke transaksi hanya mengikuti feeling dan emosi tanpa melakukan persiapan dengan belajar tekun dan pemahaman yang mendalam.

Parahnya lagi mereka tidak memiliki manajemen risiko yang jelas sehingga apabila timbul kerugian, bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, akibatnya kerugian makin membesar dan modal hilang karena tergerus kerugian.

Akhirnya sebagian besar masyarakat akhirnya menganggap trading sama dengan judi.


Perlakukanlah trading seperti layaknya melakukan usaha bisnis.

Bila Anda melakukan usaha, misalnya usaha warung bakso, maka pertama-tama yang Anda lakukan adalah belajar cara membuat bakso yang enak. Anda akan bereksperimen dengan berbagai macam jenis daging dan berbagai macam bumbu agar rasa bakso menjadi enak. Mungkin di percobaan membuat bakso pertama kali akan gagal total karena ilmu membuat bakso Anda masih sangat rendah.

Tetapi bila Anda tekun mencoba dan bereksperimen secara terus menerus maka suatu saat Anda akan menemukan resep bakso yang cita rasanya sangat istimewa.

Tahap berikutnya adalah Anda melakukan survai lokasi yang strategis untuk mendirikan warung bakso. Bila lokasi telah ditemukan maka Anda akan mulai berdagang bakso di lokasi tersebut. Tentunya pada saat awal belum banyak pembeli yang datang, Anda mulai berfikir bagaimana caranya untuk melakukan promosi agar pembeli tahu akan keberadaan warung bakso Anda.

Bila warung bakso Anda telah menjadi terkenal dan pembeli mulai antre, Anda juga tidak dapat bersantai karena Anda harus tetap memikirkan bagaimana caranya supaya pembeli puas akan pelayanan yang diberikan dan pembeli juga tidak harus antre lama.

Segala cara harus Anda lakukan untuk mempertahankan agar warung bakso Anda tetap ramai pembeli.

Seperti itulah trading, memerlukan ketekunan untuk belajar dan bereksperimen.

Perlu perencanaan dan pemahaman yang sangat matang. Dan seandainya Anda akhirnya berhasil menjadi trader yang sangat professional pun, Anda tidak bisa kemudian berpuas diri dan bersantai-santai. Anda tetap dituntut untuk terus menerus belajar untuk mengantisipasi market yang selalu berubah setiap harinya.

Ubah pola pikir Anda untuk selalu menganggap trading adalah bisnis yang perlu kerja keras, perencanaan, dan pemahaman yang matang melalui proses belajar terus menerus. Pola pikir sebagian besar orang adalah pola pikir konsumtif, malas dan tidak mau bersusah payah, maunya hidup enak tapi tidak mau berusaha, bermimpi tetapi tidak pernah berusaha menggapai impian tersebut. Anda tidak akan pernah meraih sukses apabila mempertahankan pola pikir seperti ini.


Bayangkan bila saat ini tiba-tiba Anda memiliki uang sebanyak 5 milyar Rupiah. Apa yang akan Anda lakukan dengan uang itu? Sebagian besar orang akan menggunakan uang tersebut untuk membeli mobil baru, membeli perabotan baru, dan berfoya-foya.

Sangat sedikit sekali yang berfikir bagaimana caranya agar uang tersebut menjadi 2 kali lipat atau bahkan menjadi lebih banyak lagi pada tahun depan.

Anda tidak bisa berjudi di bursa karena pasti akan kalah. Perlu pemahaman dan kemampuan analisa yang kuat agar sukses. Pemahaman dan kemampuan itu diperoleh dari proses belajar dan latihan yang sangat panjang.

Manusia diciptakan dengan sifat yang malas tetapi ingin cepat kaya tanpa susah payah. Itulah yang terjadi di bursa manapun. Tidak ada sukses yang diraih tanpa kerja keras, ketekunan, pengorbanan, dan tidak pernah putus asa.

Tidak ada orang yang bisa naik sepeda bila tidak jatuh sebelumnya. Tanamkan hal ini dan jangan pernah putus asa. Bila jatuh, bangkit dan naiki sepeda itu dan coba lagi. Lakukan terus dengan penuh ketekunan tanpa putus asa, suatu saat kesuksesan akan dapat diraih.


Bermain Forex, saham, komoditi, dsb bukanlah ilmu pasti, tetapi seni.

Tidak ada yang pasti dalam dunia trading, seluruhnya acak (random). Oleh karena itu imbalan yang dihasilkan sangat luar biasa, karena yang sukses dalam dunia ini hanyalah orang yang mampu melihat pola diantara yang acak tersebut dan yang memiliki kemampuan itu sangatlah sedikit.

Diperlukan disiplin dan kerja keras bertahun-tahun untuk mencapai tingkatan seperti itu.

Ilmu yang digunakan dalam bursa saham, bursa komoditi, dan bursa forex sebenarnya sama saja, yaitu technical analisys dan fundamental analisys.

Technical analisys adalah analisa pergerakan harga dimana dari pergerakan tersebut dapat dilakukan prediksi.

Sedangkan fundamental analisys adalah analisa berdasarkan kinerja, bila di bursa saham maka yang di analisa adalah kinerja suatu perusahaan, sedangkan di forex yang di analisa adalah kinerja suatu negara karena yang diperdagangkan adalah mata uang dari suatu negara. Bila kinerja negara tersebut bagus maka mata uangnya akan cenderung naik kursnya.

Hanya 2 ilmu tersebut yang digunakan para trader atau investor dalam menganalisa pergerakan harga di bursa sebelum melakukan transaksi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar