Sabtu, 07 Agustus 2010

Air

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang bincang di tepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, "Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati."

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini.

Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, "Hai, tahukah kamu dimana air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati."

Ternyata semua ikan juga tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan tua yang sudah berpengalaman, kepada ikan tua itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, "Dimanakah air?"

Jawab ikan tua, "Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati."

Apa arti cerita tersebut bagi kita.

Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya.

Sadari dan syukuri apa yang telah Anda miliki saat ini.

Dengan menyadari yang dimiliki, baik itu kelebihan atau kekurangan diri sendiri, anak istri dan keluarga, teman dan sahabat, Anda akan menyadari potensi diri. Dengan mensyukurinya, Anda akan merasa lebih tenang dan damai sehingga kebahagiaan diperoleh.

Kemudian, melangkahlah, gunakan sebagai modal dan senjata untuk menuju masa depan yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar