Sabtu, 07 Agustus 2010

Mata Hati

Sadarkah Anda bahwa setiap manusia itu memiliki 3 buah mata?

Semua orang, saya maupun Anda memilikinya, hanya saja tidak banyak yang menyadari. Kebanyakan cenderung untuk lebih mengandalkan 2 mata yang terlihat saja dan tidak pernah menggunakan mata yang ketiga.

Mata yang ketiga biasanya disebut dengan mata hati. Ehm... pasti Anda langsung memikirkan bahwa mata hati adalah indra keenam yang berkaitan dengan dunia paranormal :)

Bukan, mata hati sema sekali tidak ada kaitannya dengan indra keenam, tetapi lebih berkaitan kepada rasa hati Anda.

Pernahkah Anda baru bertemu seseorang yang sebelumnya tidak pernah dikenal, setelah ngobrol beberapa saat, Anda langsung merasa bahwa orang tersebut baik? Itulah yang disebut mata hati, yaitu rasa yang timbul dari dalam hati.

Tuhan menganugrahi semua orang dengan mata hati ini. Tujuannya untuk menambah kepekaan 2 mata yang terlihat. Dengan adanya mata ketiga diharapkan manusia dapat lebih peka dalam melihat agar tidak salah dalam memilih dan mengambil keputusan.

Yang menjadi masalah, bagaimana bisa lebih peka kalau tidak sadar dengan adanya mata ketiga?

Kebanyakan orang hanya mengandalkan 2 mata yang dimilikinya. Akibatnya, kondisi fisik dan penampilan yang lebih dinilai.

Perhatikan saja, orang yang kaya lebih dihormati daripada yang miskin. Yang tampan atau yang cantik lebih disukai daripada yang tidak. Yang cacat cenderung dilihat sebelah mata daripada yang fisiknya normal.

Padahal, belum tentu yang kaya, yang tampan, yang cantik, atau yang normal memiliki hati yang baik. Coba kalau kita semua terbiasa menggunakan seluruh 3 mata tersebut, tentunya kita akan lebih bijak dalam menilai orang.

Tanpa kita sadari, 2 buah mata yang terlihat seringkali menipu diri sendiri. Kita tertarik kepada yang lebih tampan atau yang lebih cantik tanpa peduli hatinya seperti apa. Akibatnya, ya salah pilih dan hidup berantakan jadinya.

Hati adalah segalanya, seseorang yang memiliki hati baik akan melakukan hal-hal yang baik. Sebaliknya, seseorang yang memiliki hati buruk cenderung melakukan hal-hal yang buruk juga. Tidak peduli seberapa kayanya dia, seberapa tampan atau cantiknya dia.

Utamakanlah hati dalam menilai seseorang, singkirkan kondisi fisik dan kekayaan dari pikiran. Anda pasti akan lebih jernih menilai seseorang.

Bagaimana menilai hati seseorang?

Mudah, pejamkan mata Anda dan rasakan hatinya.

Kalau selama mata terpejam, membayangkan dia membuat hati Anda terasa nyaman maka orang yang dibayangkan memiliki hati yang baik.

Syaratnya orang yang dibayangkan bukanlah kekasih Anda, tetapi hanya sebatas teman, sahabat, rekan kerja, atasan, anak buah, dan lain sebagainya. Kalau yang dibayangkan adalah kekasih, maka tidak akan pernah bisa jernih karena ada unsur emosi didalamnya.

Karena itulah disebut "cinta itu buta", tidak peduli berkali-kali disakiti tetap saja Anda cinta dia :)

Bila ada unsur emosi, maka mata hati maupun 2 mata yang terlihat tidak akan bekerja dengan baik. Ketiganya dikalahkan oleh emosi berupa cinta membara yang membutakan. Jadi, jangan heran kalau ada seorang raja rela melepaskan tahtanya hanya untuk menikahi perempuan biasa.

Emosi mengalahkan segalanya, mengalahkan 3 mata tersebut, juga mengalahkan akal sehat.

Seseorang yang berkualitas pada umumnya adalah orang-orang yang mampu mengontrol emosinya. Biasanya berpembawaan tenang, tidak mudah panik, tidak mudah terpancing emosinya untuk stress, marah, atau sedih. Mereka lakukan hal ini karena mereka sadar betul bahwa emosi biasanya berdampak buruk. Mereka selalu menjaga agar akal pikiran dan 3 mata yang dimiliki dapat bekerja baik dan selalu sejalan.

Kenapa seseorang dengan mudahnya tertipu SMS undian berhadiah?

Karena emosinya dipermainkan oleh penipunya, kegembiraan yang meluap-luap akan harapan mendapat hadiah undian besar mengalahkan akal sehatnya. Mereka berusaha secepat mungkin agar hadiah berada ditangan, sehingga apapun (meskipun tidak masuk akal) akan dilakukan.

Begitu sadar telah tertipu, mereka selalu menyatakan bahwa mereka seolah-olah seperti terhipnotis sehingga mau saja disuruh transfer uang. Padahal mereka bukanlah dihipnotis, tetapi karena emosi yang meluap-luap serta nafsu serakah yang ada di dalam dirinya telah menghipnotis dirinya sendiri.

Oleh karenanya, selalu kendalikan emosi Anda. Manusia yang baik adalah manusia yang mampu mengendalikan dirinya sendiri, bukan sebaliknya, dirinya dikendalikan oleh emosi, nafsu, dan prasangka.

Selalu gunakan 3 mata untuk melihat dan kemudian menganalisa hasil penglihatan tersebut dengan akal pikiran.

Seorang sahabat, teman, rekan kerja yang baik akan selalu membuat hati nyaman dan Anda tidak merasa terancam olehnya, malah Anda didukung dan diuntungkan.

Mata hati dianugrahkan oleh Tuhan agar Anda memiliki kemampuan untuk melihat ancaman tersebut sejak dini. Kalau sejak dini telah disadari, tentunya Anda akan lebih waspada. Dengan begitu, bila ancaman tersebut berubah menjadi tindakan nyata, Anda telah dapat mengantisipasinya karena kewaspadaan telah timbul.

Sadari bahwa tidak semua orang memiliki hati baik. Keserakahan dan kebutuhan hidup telah memaksa sebagian orang menghalalkan segala cara, termasuk menipu atau menjatuhkan teman atau rekan kerjanya sendiri, agar dia memperoleh keuntungan.

Yang melakukan hal tersebut pada umumnya mereka yang tidak bijak dan tidak berfikir jangka panjang. Mereka ini mengedepankan nafsu dan emosi. Mereka hanya mengharapkan keuntungan jangka pendek saja. Padahal dalam jangka panjang tentunya tidak akan selamat karena pasti makin banyak juga yang akan memusuhi akibat tindakan yang dilakukannya.

Tuhan menyadari bahwa dalam menjalani hidup ini kadang kita dipertemukan dengan orang-orang seperti diatas. Oleh karenanya Tuhan membekali diri semua manusia dengan mata yang ketiga.

Terserah kepada kita sendiri, mau menggunakannya atau tidak.

Tetapi jangan gunakan mata ketiga ini secara berlebihan, karena kalau berlebihan maka justru efeknya tidak baik. Diri Anda akan selalu diselimuti oleh prasangka negatif terhadap orang lain, padahal belum tentu benar.

Seimbangkan ketiga mata dengan akal pikiran. Ketiga mata tersebut dapat diibaratkan seperti layaknya sensor dimana sinyal-sinyal yang diperoleh kemudian dikirim ke komputer akal pikiran untuk diolah dan dianalisa.

Hasil analisa akan benar apabila ketiga sensor mengirimkan data yang jumlahnya memadai. Meskipun ketiga sensor bekerja dengan baik tetapi kalau jumlah data tidak memadai, maka hasil analisa juga akan melenceng jauh.

Nah, apalagi kalau hanya 1 sensor saja yang bekerja, bagaimana jadinya?

Tuhan telah sangat bermurah hati, banyak sekali anugrah yang diberikan kepada umat manusia agar dapat menjalani hidup dengan baik.

Gunakanlah anugrah tersebut untuk menjadikan hidup Anda menjadi lebih baik.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar