Kamis, 05 Agustus 2010

Motivasi

Jujur saja, saya tidak pernah membaca buku tentang motivasi, kisah sukses, psikologi, atau buku lain sejenis. Bagi saya, kehidupan disekeliling kita mengajarkan banyak hal menarik, asalkan kita mau memperhatikan detil dan selalu memikirkan kenapa sampai bisa seperti itu kemudian mencari jawabannya.

Yang paling menarik saya perhatikan adalah tingkah laku anak-anak. Mereka selalu menarik perhatian saya karena kepolosan dan keluguannya. Berbeda dengan orang dewasa dimana kadang karena tuntutan hidup telah menghilangkan kepolosan, anak-anak melakukan segala hal dengan kepolosan yang berasal dari hati nurani, tanpa ada pamrih atau strategi apapun.

Mereka akan makan karena memang lapar tanpa malu dan rasa sungkan. Mereka bermain dengan riang gembira tanpa peduli apakah permainan itu membahayakan atau tidak, yang penting hati senang.

Anak-anak hanya memikirkan makan, minum, dan bermain. Meskipun ada juga anak-anak yang sejak dini harus memikirkan beban hidup dan mencari nafkah, tetapi kebanyakan anak-anak ya seperti itulah, riang gembira kalau sedang bermain.

Masa kanak-kanak saya sama juga seperti itu, bermain layang-layang yang kadang saya lakukan di lapangan, kadang di kuburan, malah pernah di atas genting rumah.

Tiap kali teman mengajak bermain, pasti tanpa pikir panjang saya langsung berlari menyusulnya untuk bermain bersama. Berenang di laut atau bermain rakit-rakitan di rawa-rawa, padahal rawa tersebut banyak ularnya. Tapi namanya anak kecil, saat itu saya tidak sadar akan bahayanya, yang penting hati saya riang gembira.

Setelah dewasa, saya menjadi berfikir, kenapa ya dahulu tiap kali diajak bermain selalu bersemangat?

Jawabannya sederhana, karena dengan bermain hati saya menjadi riang gembira.

Bermain petak umpet atau bermain tembak-tembakan menjadikan adrenalin mengalir kencang karena takut teman menemukan dan menembak saya. Mencari persembunyian yang tidak mudah ditemukan melatih otak saya untuk memikirkan strategi persembunyian yang baik. Atau kalau berhasil menemukan dan menembak teman, wah... puasnya bukan main.

Itulah kenapa semua anak-anak suka bermain, membuat hati riang gembira tetapi tanpa disadarinya juga melatih kemampuan berfikirnya.

Dengan beranjak dewasa dimana beban hidup semakin meningkat, hal-hal sederhana tersebut menjadi terlupakan. Yang dijalani hanyalah rutinitas, pagi berangkat ke kantor dan sore kembali ke rumah, tanpa ada rasa gairah di hati seperti dahulu kalau bermain. Lama kelamaan rutinitas tersebut akhirnya menjadi rutinitas yang membosankan karena bertahun-tahun dijalani tanpa gairah sama sekali.

Coba perhatikan sekeliling Anda, kebanyakan orang disekeliling adalah orang-orang yang sekedar menjalani hidup tanpa ada tujuan. Mereka hanyalah menjalani rutinitas yang sudah bertahun-tahun dijalaninya dan pasrah dengan keadaan.

Mereka membiarkan waktu menentukan nasib mereka nantinya, tanpa ada satu upaya untuk mengubah nasib atau jalan hidupnya.

Bila diperhatikan lebih detil lagi, kebanyakan yang pasrah dengan waktu adalah yang statusnya karyawan atau pegawai. Kenapa?

Karena toh kalau rutinitas tersebut dilakukan tanpa harus repot untuk lebih rajin atau lebih berprestasi, gaji tiap bulan tetap diterima. Jadi buat apa capek untuk lebih rajin atau lebih kreatif, toh sama saja.

Yang penting kewajiban sudah dilakukan, tanpa harus capek untuk lebih rajin, gaji tetap utuh diterima.

Berbeda kalau Anda berwiraswasta, Anda tidak akan mungkin berfikir seperti itu. Karena nasib dan jalan hidup Anda berada ditangan Anda sendiri. Kalau Anda malas tentunya usaha Anda akan terancam, malah bisa-bisa bangkrut. Satu-satunya jalan agar nasib Anda tetap selamat atau bahkan menjadi lebih baik lagi adalah harus selalu rajin, selalu inovatif dan kreatif agar usaha Anda makin maju.

Nah, coba kita pikirkan bersama, kenapa juga harus repot berwiraswasta kalau harus "sport jantung" seperti itu? Khan lebih enak jadi karyawan atau pegawai saja, yang bisa santai dan nyaman dimana tiap awal bulan selalu terima gaji.

Coba jawabannya apa?

Sederhana juga jawabannya, karena wiraswastawan atau pengusaha berharap akan kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang.

Pengusaha rela banting tulang kerja keras dengan harapan apa yang dilakukannya sekarang, nantinya di masa mendatang akan membuat kualitas hidupnya lebih baik. Sedangkan para karyawan atau pegawai tidak memiliki harapan tersebut, apalagi kalau di tempatnya bekerja sistem reward tidak ada, maka akibatnya akan makin parah dimana tidak ada bedanya yang berprestasi dengan yang malas.

Bekerja sebenarnya sama saja dengan bermain. Seberat apapun pekerjaan akan menjadi ringan kalau dilakukan dengan hati riang dan penuh kesukaan. Sebaliknya, seringan apapun pekerjaan maka akan menjadi berat apabila dilakukan dengan kejenuhan dan rasa terpaksa.

Karena hati yang riang itulah, saya dengan semangatnya akan berlari mengejar teman agar dapat bermain bola bersama di lapangan. Meskipun bermain bola atau bermain layang-layang dilakukan dari pagi sampai sore, rasanya tiada capek karena dilakukan dengan hati yang gembira.

Semangat untuk mendapatkan kegembiraan di saat bermain yang membuat saya selalu bersemangat bila diajak bermain teman.

Hanya saja semangat untuk mendapatkan kegembiraan hanya berlaku buat anak-anak, sedangkan bagi yang dewasa bukan kegembiraan yang paling utama dicari, tetapi harapan kualitas hidup lebih baik di masa mendatang.

Harapan kualitas hidup lebih baik di masa mendatang inipun berbeda pada setiap orang. Pada umumnya terbagi 3 hal, yaitu karena dasar keyakinan atau agama, karena dasar materi, atau karena dasar harapan.

Kenapa sampai teroris mengebom hotel dan rela mati bunuh diri? Karena mereka berkeyakinan bahwa apa yang dilakukannya benar sehingga Tuhan akan memberikan imbalan yang setimpal untuknya. Itulah salah satu contoh harapan berdasarkan keyakinan, apapun akan dilakukan dengan suka rela karena terdapat harapan bahwa yang dilakukannya akan mendapatkan imbalan baik nantinya.

Kenapa pengusaha rela banting tulang bekerja keras? Karena mereka berkeyakinan bahwa usahanya akan maju sehingga kehidupannya di masa mendatang akan berkualitas lebih baik daripada sekarang akibat uang yang dihasilkan dari usahanya.

Kenapa seorang pembantu rela berkerja disatu keluarga selama puluhan tahun? Karena mereka berkeyakinan bahwa majikannya murah hati sehingga anak-anak pembantu tersebut dapat disekolahkan dan nantinya dapat mengubah nasib orang tuanya yang sekedar pembantu.

Kehidupan disekeliling mengajarkan banyak hal untuk saya.

Ketiga hal diataslah yang biasanya akan memotivasi orang untuk melakukan sesuatu dengan rasa senang, karena didalam hatinya tersimpan harapan bahwa kalau hal tersebut dilakukannya maka kehidupannya di masa mendatang akan lebih baik.

Jadi, kalau Anda ingin memotivasi diri Anda sendiri atau memotivasi orang lain, gunakanlah salah satu dari 3 hal diatas. Dimana meskipun terbagi atas 3 hal, tetapi tujuannya sama saja dan hanya satu, yaitu kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Motivasi akan menjadi sangat sulit kalau Anda tidak mampu menemukan alasan dari salah satu 3 hal diatas. Karena orang akan bertanya, buat apa dilakukan kalau tidak membuat kualitas hidupnya menjadi lebih baik?

Harapan kualitas hidup lebih baik tidak hanya diinginkan diri sendiri, biasanya juga diutamakan untuk keluarga, terutama anak-anaknya.

Perhatikan pahlawan nasional kita yang dengan gagah beraninya gugur di medan perang, kenapa mereka rela melakukannya? Karena mereka paham betul kehidupan di bawah penjajah sangat tidak nyaman dan tertindas. Dengan melawan dan berperang, meskipun taruhannya nyawa, paling tidak masih ada setitik harapan untuk merdeka sehingga anak cucunya nantinya akan memiliki kehidupan yang lebih baik di alam kemerdekaan.

Banyak contoh orang tua yang rela membanting tulang agar anak-anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Orang tua seperti ini tidaklah perlu dimotivasi lagi karena insting dan tanggung jawab sebagai orang tua akan secara otomatis memotivasi dirinya.

Dari 3 hal alasan motivasi diatas, mana yang paling tepat untuk kondisi saat ini?

Yang paling umum dan paling bisa diterima oleh semua orang adalah alasan nomor 2, yaitu materi.

Kenapa?

Karena hidup ini perlu uang. Memang tidak semua bisa dibeli dengan uang, tetapi uang yang akan membuat hidup lebih mudah dan berkualitas.

Gambaran mudahnya begini, misalnya Anda diminta untuk pergi dari Jakarta ke Surabaya hanya dengan bekal uang 50 ribu. Bayangkan betapa capek dan sulitnya Anda mencapai Surabaya, karena yang bisa dilakukan hanya menumpang truk atau naik kereta yang paling murah agar bisa sampai di Surabaya dan tetap bisa makan 3 kali sehari di perjalanan.

Coba kalau Anda dibekali uang 5 juta, tentunya Anda akan lebih cepat sampai, itupun dalam kondisi yang bugar karena menggunakan pesawat yang hanya 1 jam perjalanan. Sisa uang pun masih banyak sehingga Anda bisa makan sepuasnya dan minum kopi dulu di bandara sambil menikmati sejuknya pendingin udara :)

Hidup rasanya lebih mudah dan lebih nyaman bukan kalau banyak uang?

Oleh karenanya, orang akan sangat mudah termotivasi bila dikaitkan dengan uang.

Seperti contoh sebelumnya, kenapa pengusaha rela bekerja keras sedangkan yang berstatus pegawai hanya bekerja biasa-biasa saja? Karena adanya uang. Dengan bekerja keras, terdapat harapan untuk menghasilkan lebih banyak uang. Sedangkan bagi pegawai, apalagi kalau sistem reward tidak berjalan baik, mending bekerja biasa-biasa saja karena toh gajinya sama saja.

Motivasi akan uang yang kadang membuat orang menjadi buta.

Perhatikan penipuan yang terjadi seperti penipuan sms undian berhadiah dimana korban seolah-olah telah mendapat undian berhadiah dan diminta mentransfer uang. Para korban tersebut mau saja mentransfer uang karena gembira akan mendapatkan hadiah, padahal sebenarnya ditipu. Atau contoh lain, penipuan yang berkedok investasi dimana orang menyetorkan dana dengan harapan akan mendapatkan imbal hasil yang tidak masuk akal.

Oleh karenanya, produk yang menghasilkan uang dapat dijual dengan laris manis. Perhatikan saja bisnis MLM yang sangat laris dimana semua anggota berkesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Atau seminar forex atau saham yang iklannya banyak di harian, meskipun sangat mahal biayanya, tetapi orang antre mengikutinya karena berharap dengan mengikuti seminar tersebut maka akan mendapat "jurus sakti" yang dapat membuat segera kaya raya dari trading saham atau forex.

Sangat mudah sekali memotivasi orang dengan uang, karena semua orang membutuhkannya.

Yang tidak disadari oleh kebanyakan orang, untuk mendapatkan uang diperlukan kerja keras. Di dunia ini tidak ada uang yang mudah didapat, perlu upaya untuk mendapatkannya.

Pegawai harus bekerja sebulan penuh untuk mendapatkan gaji, pengusaha harus rajin dan kreatif agar usahanya tetap bertahan dan berkembang.

Akan tetapi kebanyakan ingin cepat kaya tanpa harus bersusah payah, oleh karenanya berjudi sangat diminati. Padahal berjudi hanyalah memberikan bayangan semu, seolah-olah jalan mudah untuk menjadi kaya, tetapi kenyataannya adalah jalan tol untuk miskin. Tidak pernah ada bukan yang menjadi kaya karena berjudi?

Karena itulah kenapa saya membuat robot forex dan belajar trading. Tujuannya hanya 1 hal, agar kehidupan saya dan kehidupan di sekeliling saya, teman-teman sekaligus investor, bisa menjadi lebih baik dimasa mendatang.

Harapan itulah yang menyebabkan hati saya riang gembira melakukannya meskipun prosesnya sangat berat dan berkali-kali gagal. Apalagi saya juga menyukai mengutak-atik komputer dan betah duduk berjam-jam sendiri di depan monitor.

Tidak akan terasa berat bukan kalau dilakukan dengan hati riang dan rasa suka?

Seorang teman pernah bertanya, bagaimana caranya untuk sukses?

Sebenarnya caranya mudah, yang pertama pahami diri Anda terlebih dahulu dan ketahui kelebihan diri Anda dibandingkan orang lain. Kalau Anda memiliki suara emas maka rajinlah berlatih bernyanyi sampai-sampai tidak ada lagi yang suaranya semerdu suara Anda, pasti hidup Anda akan sukses.

Yang menjadi masalah, kebanyakan orang tidak tahu akan dirinya sendiri. Kesukaan dan ketidaksukaannya saja tidak tahu, apalagi paham akan kelebihan dan kelemahan dirinya.

Ketahui dulu kelemahan dan kelebihan diri sendiri, kemudian pupuk kelebihan tersebut dan jangan lakukan segala hal yang lemah dan tidak dikuasai. Bila hal ini dilakukan bertahun-tahun, suatu saat tanpa disadari Anda akan lebih menonjol daripada sekeliling Anda. Begitu Anda lebih menonjol, maka gerbang menuju kesuksesan pelan-pelan akan terbuka menyambut.

Jadilah diri Anda sendiri dan jangan pernah ikut-ikutan. Yakini suara hati Anda sendiri dan gunakan saran atau kritikan orang lain sebagai pemacu semangat untuk menjadikan diri menjadi yang lebih baik lagi.

Semua manusia memiliki kelemahan dan kelebihan, pupuk dan gunakan kelebihan Anda. Jangan pernah sesali kelemahan, karena Tuhan tidak pernah menciptakan manusia sempurna. Wajar saja kalau Anda memiliki kelemahan, semua manusia memilikinya.

Fokuskan kepada kelebihan Anda, gunakan hal itu untuk menapak menuju jalan kesuksesan. Adanya kelebihan dan kelemahan di setiap manusia menjadikan dunia ini penuh warna.

Kalau semua orang memiliki suara merdu, siapa yang akan bermain musik mengiringi nyanyian? Kalau semua orang pintar menjadi dosen, siapa yang akan berjualan makanan? Itulah kenapa Tuhan menciptakan manusia tidak sempurna, supaya manusia menyadarinya dan kemudian menggunakan kelebihannya untuk mengisi kekurangan yang lain.

Oleh karenanya, jangan pernah iri hati dengan kelebihan orang lain.

Tuhan menciptakan Anda dengan kelebihan di dalam diri Anda sendiri. Yang menjadi masalah, tidak banyak yang tahu akan kelebihan dirinya sendiri. Akibatnya, timbul rasa iri di dalam hati melihat kelebihan orang lain.

Tapi kalau Anda menyadari kelebihan diri Anda sendiri dan juga menyadari bahwa sebagai manusia diciptakan untuk mengisi kekurangan orang lain, maka rasa iri didalam hati akan hilang. Gunakan pikiran dan waktu untuk berfokus memupuk kelebihan Anda daripada memikirkan rasa iri, ikhlaskan saja orang lain mengisi bidang yang memang Anda lemah dan kurang mampu. Toh kalau dipaksakan juga hasilnya tidak akan maksimal.

Tentunya kalau semua orang bisa melakukan hal tersebut, dunia ini akan menjadi lebih baik dan lebih indah karena tidak ada lagi rasa iri, semua orang berusaha memaksimalkan kelebihan masing-masing.

Untuk mencapai masa depan yang lebih baik, jangan pernah menunggu orang lain memulainya dan jangan pernah hanya berbicara saja, tanpa ada tindakan.

Lakukan dan lakukan segera!

Semakin cepat dilakukan, maka kemungkinan besar Anda akan mencapai garis finish kesuksesan lebih dahulu dibandingkan orang lain.

Mulailah dari hal kecil dan mulailah dari diri Anda sendiri.

Kebanyakan orang selalu berfikir hal yang besar dan biasanya hanya "ngomong doang" tanpa ada tindakan yang nyata. Yang perlu diingat, hal besar tersebut sebenarnya adalah sekumpulan hal-hal kecil.

Jadi, lakukanlah hal-hal kecil dahulu. Kalau tekun dilakukan, hal-hal kecil itu akan menjadi hal yang besar suatu saat nanti. Tidak pernah bisa suatu tujuan bisa dicapai kalau hanya dipikirkan atau diomongkan saja, tanpa adanya tindakan nyata.

Motivasi diri Anda sendiri untuk mencapai hidup yang lebih baik di masa mendatang, tentukan jalannya, dan kemudian melangkahlah menapak jalan itu dengan menggunakan kelebihan yang Anda miliki dan dengan hati riang gembira karena menyukainya.

Usahakan tiap hari Anda melakukan satu langkah yang lebih baik daripada kemarin, suatu saat nanti tanpa disadari, tiba-tiba kesuksesan menyambut Anda.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar