Sabtu, 21 Agustus 2010

Half a Million a Day

Kemarin pagi saya menerima sebuah email yang cukup mengejutkan, seluruh demo account yang digunakan melakukan forward test robot pada 2 buah dedicated server di-block aksesnya oleh broker.



Tentu saja saya complain, kenapa kok di-block? Apa salah saya?

Yang saya juga heran, kok bisa ya mereka tahu bahwa demo account tersebut saya yang menjalankan.

Terus terang bila menjalankan demo account selama ini, saya tidak pernah mengisi lengkap data registrasi demo. Saya selalu isi data tersebut dengan data-data tidak jelas, misalnya nama, saya isi saja "aaa", kemudian alamat isi saja dengan "abscdef", dan yang paling utama adalah alamat email, biasanya saya isi "aaa@abc.com"

Saya lakukan hal tersebut karena kalau mengisi data secara lengkap di registrasi demo account, malah mengundang email tidak jelas. Biasanya setelah demo berjalan, maka datang juga email spam akibat pengisian data terlalu lengkap. Email spam tersebut biasanya adalah email promosi dari broker dan membuat penuh mailbox saja.

Karena itu, kalau tidak terlalu penting, sangat jarang sekali saya mengisi data diri dengan sangat lengkap.

Bagi Anda yang masih awam dengan dunia internet, sebaiknya jangan pernah mengisi data diri terlalu lengkap, apalagi sampai menyangkut alamat rumah dan nomor telepon. Internet adalah dunia sangat bebas dan tidak terbatas, data tersebut bisa menyebar kemana-mana dalam waktu singkat dan jangan sampai nantinya data diri digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, Anda sendirilah yang akan kerepotan nantinya.

Meskipun sering berada di internet, usahakan semaksimal mungkin untuk tetap anonim. Hanya isi data lengkap untuk hal yang penting saja.

Oleh karena itu, saya tidak begitu suka dengan Facebook, dimana data dan foto pribadi terpampang dengan bebas. Sangat mudah sekali bukan bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang tidak baik ke diri Anda karena data diri, data istri, data pekerjaan, dan data keluarga dengan gampangnya bisa dilihat di Facebook, apalagi data tersebut dilengkapi dengan foto.

Semakin rajin Anda meng-upload foto atau meng-update status di Facebook, maka semakin mudah juga mengetahui keberadaan diri Anda, status sosial, pekerjaan, lingkungan, keluarga, teman-teman, dan lain sebagainya. Tanpa harus repot untuk memantau rutinitas Anda, orang lain dapat dengan mudahnya mengetahui seluruhnya tentang diri Anda hanya dengan melihat Facebook milik Anda.

Internet saya kenal sejak tahun 1994, yaitu pertama kalinya internet memasuki Indonesia, sudah 16 tahun saya melanglang di dunia internet ini. Dari pengalaman tersebut, yang terbaik adalah semaksimal mungkin untuk tetap anonim.

Biarkanlah kehidupan pribadi tetap menjadi milik pribadi Anda sendiri, dan jangan kehidupan pribadi tersebut malah dipajang di Facebook menjadi konsumsi umum.

Bukannya paranoid, tetapi lebih baik waspada daripada menyesal kemudian.


Nah... kembali ke masalah demo account di blokir, kok mereka bisa melacak dan akhirnya tahu kalau demo account tersebut milik saya, padahal yang saya isikan data tidak jelas semua?

Ehm... ternyata mereka melacak menggunakan IP address live account milik saya. Kebetulan live account tersebut ditempatkan di server yang sama dengan demo account, begitu dilihat bahwa IP address live account tersebut sama dengan IP address demo, ya jelas sudah kalau demo itu milik saya.

Kenapa di blokir?

Sudah lebih dari 6 bulan saya melakukan forward test berbagai macam robot, yang jumlahnya sampai hari ini mungkin sudah ribuan, tetapi kenapa baru sekarang di blokir?

Kesalahan saya, karena menggunakan dedicated server sehingga demo account yang dapat dijalankan sekaligus bisa sebanyak 100 s.d. 120 buah. Sedangkan kalau menggunakan VPS, maksimal hanyalah 30 buah.

Akibatnya, data permintaan transaksi yang dikirimkan hanya dari satu IP address sangat dahsyat, mencapai setengah juta permintaan transaksi (open buy, open sell, delete order, modify order, dll).

Wow... half a million a day!

Maklum saja, permintaan transaksi tersebut tidak dikirim hanya dari satu demo account, tetapi dari 100 s.d. 120 buah demo account pada satu server (atau 200 s.d. 240 buah untuk 2 buah dedicated server). Ya jelaslah, akhirnya di-blokir karena dianggap membuat overload server :)



Apes... :)

Meskipun kemarin sudah saya beritahukan bahwa robot telah dihentikan dan minta blokir agar dibuka, tetap saja terblokir sampai dengan hari ini.

Ya sudah, apeslah yang terjadi, karena berarti 2 buah dedicated server tersebut tidak bisa lagi digunakan untuk demo account karena pasti IP address-nya sudah diblokir sampai kapan pun dan hanya bisa untuk live account. Padahal 1 server baru saja dibayar sehingga masih bisa digunakan 1 bulan lagi, sedangkan server kedua masih bisa digunakan untuk 2 minggu lagi.

Tapi tidak apa-apa, robot yang berjalan di VPS masih aman.

VPS hanya menjalankan 30 robot, sehingga data permintaan transaksi tidak terlalu banyak sehingga tidak memancing alarm broker dan tetap aman.

Kesimpulan dari peristiwa ini, lebih baik menggunakan VPS untuk melakukan demo forward test.

Semakin banyak demo forward test ditempatkan pada satu server maka akan semakin mengundang alarm broker berbunyi.

Ya sudahlah, relakan saja kehilangan 2 buah dedicated server, padahal sudah bayar mahal tapi akhirnya tidak bisa digunakan.

Tetap maju terus menggunakan VPS... :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar