Jumat, 06 Agustus 2010

Pola Pikir

Pada umumnya masyarakat memiliki pandangan bila seseorang bodoh, atau berasal dari keluarga miskin, atau memiliki cacat fisik, maka masa depannya pasti akan suram dan nantinya hidupnya akan miskin.

Padahal pada kenyataannya, banyak sekali contoh fakta seorang presiden atau seorang pengusaha sukses dulunya berasal dari keluarga sederhana atau pada saat sekolah tidak terlalu berprestasi.

Masa depan seseorang sebenarnya bukan ditentukan karena adanya keterbatasan berupa kemiskinan atau otak yang kurang pintar atau adanya cacat fisik. Tetapi lebih ditentukan kepada kemauan dan keteguhan hati, serta adanya ijin Tuhan.

Kebanyakan orang selalu beranggapan bahwa keterbatasan adalah penghalang yang sulit ditembus. Padahal anggapan tersebut salah, orang-orang sukses memandang keterbatasan tersebut sebagai pemacu semangat.

Saat masih kuliah dahulu, ada teman yang tidak begitu pintar. Tiap hari dia rutin belajar, pokoknya dia akan masuk ke kamarnya tepat jam 18.30 untuk belajar, tanpa peduli apapun yang terjadi. Meskipun nilai yang diraih biasa-biasa saja, tetapi dia tetap lakukan rutin belajar.

Melihatnya, membuat saya jadi berfikir, kenapa seperti itu?

Akhirnya saya menyadarinya, teman saya itu sadar akan keterbatasannya. Dia harus lakukan rajin belajar agar tidak gagal kuliah. Coba kalau dia ikut-ikutan seperti yang lain, yang belajarnya menggunakan sistem kebut semalam, pasti dia akan drop out karena tidak mampu menyerap seluruh pelajaran hanya dalam semalam.

Dari hal ini, akhirnya saya coba perhatikan teman yang lain. Teman-teman yang oleh Tuhan diberi kecerdasan lebih, pada umumnya menggunakan sistem belajar kebut semalam. Sedangkan yang kurang cerdas, pada umumnya akan lebih rajin belajar.

Kesimpulannya?

Manusia memiliki kecenderungan menyia-nyiakan anugrah Tuhan. Yang cerdas justru tidak berusaha tekun. Coba kalau seandainya mereka lebih rajin dan lebih tekun, tentunya hasilnya akan lebih baik lagi.

Kesimpulan kedua, yang memiliki keterbatasan, biasanya sadar akan keterbatasannya dan memiliki cara sendiri untuk menaklukkan keterbatasan tersebut. Yang kurang cerdas mau tidak mau harus rajin agar tidak tertinggal.

Masih ingat dongeng balap lari antara kancil dan kura-kura?

Pantas saja kura-kura menang balapan, karena kura-kura memandang balapan tersebut sebagai sesuatu hal yang serius dan harus diperjuangkan. Sedangkan kancil malah meremehkan karena yakin akan kelebihan yang dimilikinya, tapi hasil akhirnya malah kalah.

Begitulah hidup ini, seperti dongeng diatas, yang memiliki keseriusan dan kemauan berjuang yang akan sukses nantinya.

Beberapa hari yang lalu saya melihat foto teman sewaktu SD di Facebook. Hampir 30 tahun saya tidak bertemu dengannya dan saya sangat terkejut melihat foto dirinya saat ini.

Teman ini adalah anak tunggal orang terkaya pada masa itu. Saya pikir karena anak orang kaya, tentunya saat ini hidupnya akan sukses. Kemungkinan untuk sukses sangatlah besar bagi dia, karena orang tuanya mampu menyekolahkan kemanapun.

Ternyata dugaan saya salah, justru foto di Facebook menunjukkan kebalikannya. Jujur saja, di dalam hati saya timbul rasa takut dan ngeri, betapa dahsyatnya waktu mengubah semuanya bila kita salah pilih tujuan dan salah pilih dengan apa yang dilakukan.

Tuhan, karena salah satu sifatnya adalah Pemurah, memberi kita banyak pilihan. Ada pilihan yang akan menyebabkan hidup kita nantinya menjadi lebih baik, tetapi ada juga pilihan yang menjadikan hidup kita lebih buruk.

Tergantung kepada kita sendiri mau memilih yang mana.

Biasanya, pilihan yang menyebabkan hidup menjadi lebih buruk adalah pilihan yang nikmat. Bermalas-malasan, berjudi, memakai narkoba, dan hal lain yang memberikan kenikmatan sesaat tetapi menjadikan hidup sesat di masa mendatang.

Sedangkan pilihan yang menjadikan hidup lebih baik biasanya menyengsarakan. Kerja keras, belajar keras, pantang putus asa meskipun gagal berkali-kali, miskin, bodoh, dan hal lain yang menyengsarakan dan menjadi hambatan pada saat tersebut.

Tuhan membebaskan kita untuk memilih sendiri jalan hidup yang akan dijalani nantinya.

Bagi yang tidak tahan godaan, tentunya akan memilih yang nikmat. Buat apa pilih yang menyengsarakan, kalau kenikmatan di depan mata?

Saya bersyukur kepada Tuhan telah diberi orang tua yang baik yang selalu membimbing dan mengarahkan saya sampai akhirnya menjadikan saya yang sekarang ini.

Orang tua saya selalu mengarahkan agar tidak pernah memilih yang nikmat tetapi selalu pilih yang menyengsarakan. Sebagai anak-anak, saya kadang marah kepada orang tua saya, kenapa sih selalu disuruh yang susah-susah?

Sekarang saya baru menyadarinya dan sangat bersyukur.

Coba kalau saya dibiarkan saja oleh orang tua, apa jadinya hidup saya sekarang ini.

Itulah tugas orang tua, membimbing dan mengarahkan anak-anaknya sampai pada tahapan memiliki kemandirian dan kematangan pribadi, baru dilepaskan.

Kemungkinan besar, teman tersebut dibiarkan saja oleh orang tuanya sehingga salah pilih jalan hidup dan akhirnya hidupnya sekarang merupakan kebalikan masa kecilnya.


Yang utama menentukan sukses tidaknya seseorang adalah pola pikirnya (mindset).

Pola pikir ini pada awalnya dibentuk oleh orang tua, baru kemudian pengaruh lingkungan. Lebih kuat yang mana? Kalau orang tua lebih dominan maka akan lebih kuat pengaruh orang tua. Tetapi kalau orang tua membiarkan anaknya, maka lingkunganlah yang akan membentuk pola pikirnya.

Nantinya kalau beranjak dewasa dan sudah lepas dari orang tua, maka yang membentuk pola pikir adalah dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Meskipun demikian, pengaruh pembentukan masa kecil akan selalu mempengaruhi sepanjang hidupnya. Bagi yang dididik untuk memilih yang nikmat, maka sampai dewasa pun akan selalu memilih yang nikmat meskipun akibatnya hidupnya berantakan. Tapi yang dididik untuk selalu pilih yang menyengsarakan, juga akan selalu pilih hal tersebut meskipun hidupnya sudah nyaman.

Meskipun kadang terdapat anomali, tetapi biasanya yang menyimpang seperti ini akan kembali ke jalan semula. Sangat jarang yang melakukan kebalikan dari didikan masa kecilnya.

Pola pikir yang tepat yang akan menuntun menuju kesuksesan.

Dengan adanya pola pikir yang baik maka kesempitan menjadi kesempatan, keterbatasan menjadi pemicu semangat, dan kelebihan dijadikan senjata andalan.

Keterbatasan dan kelemahan bukanlah hambatan, kalau Anda memiliki kelemahan maka dapat dipastikan Anda juga memiliki kelebihan.

Jangan buang waktu menyesali kelemahan dan keterbatasan, tapi fokus dan gunakan waktu untuk menjadikan kelebihan Anda sebagai senjata andalan untuk menuju sukses.

Bila Anda masih belum tahu kelebihan yang Anda miliki, tanya kepada diri Anda sendiri, apa yang paling Anda sukai dan paling membuat Anda bahagia kalau mengerjakannya?

Itulah kelebihan Anda.

Kelebihan disini bukan berarti Anda lebih baik daripada orang lain, bukan itu, tetapi apa yang Anda sukai. Yang Anda sukai akan menjadi lebih baik daripada orang lain kalau kemudian Anda rajin berlatih mengasahnya.

Kalau Anda suka tentunya akan lebih rajin berlatih, nah... bila Anda lakukan terus menerus suatu saat apa yang disukai akan menjadi kelebihan Anda.

Tuhan sebenarnya sudah menentukan jalan sukses bagi semua orang. Jalan sukses tersebut biasanya selalu berkaitan dengan kelebihan yang dimiliki masing-masing.

Kenapa begitu?

Karena Tuhan menciptakan agar sesama manusia saling mengisi. Yang memiliki kelebihan di bidang tertentu telah direncanakan akan mengisi bidang yang merupakan kelemahan orang lain. Jadi kalau kita lebih dibanding yang lain, pasti yang lain yang merasa lemah akan membutuhkan keahlian yang kita miliki.

Semakin ahli Anda di satu bidang maka semakin banyak juga yang membutuhkan keahlian Anda. Bukankah itu yang disebut sukses?

Sukses pengertian sebenarnya adalah kemampuan kita membantu banyak orang. Hanya saja karena di dunia ini terdapat tolok ukur berupa uang, maka uang itulah yang diberikan sebagai imbalan.

Akibatnya, orang yang kaya disebut sebagai seseorang yang sukses. Padahal sebenarnya yang dilakukannya adalah membantu banyak orang, entah dengan menjual barang, jasa, atau sebagai karyawan, pejabat, direktur.

Kebanyakan orang justru terbalik, meminta imbalan terlebih dahulu baru kemudian memberi bantuan. Hal ini akan sukses untuk jangka pendek, begitu orang lain paham bahwa yang dibayar tidak sebanding dengan yang diperoleh, maka orang akan kapok.

Bantulah orang lain dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan bila Anda ingin lebik baik lagi.

Karena sebenarnya selama proses membantu tersebut dilakukan, yang terjadi adalah proses mengasah kelebihan, hanya saja pada tingkatan yang lebih tinggi daripada sebelumnya karena kelebihan Anda telah mulai dilirik orang lain.

Seorang pemain saham Indonesia sukses yang saya kenal, memulainya dengan hal seperti itu. Awalnya dia mengajari dan membantu sekelilingnya tanpa mengharapkan imbalan apapun. Seandainya ada imbalan, biasanya sangat minimal hanya pengganti ongkos yang dikeluarkannya.

Perlahan tapi pasti dia menapak menuju jalan kesuksesannya, makin banyak yang dibantu maka makin dikenal namanya. Sampai akhirnya dia dikenal di luar negeri dan kemudian dipercaya pihak luar mengelola dana jutaan dollar untuk dimainkan di bursa saham.

Hasilnya?

Silahkan lihat sendiri disini http://vierjamal.blogspot.com

Oleh karenanya, ikhlaslah membantu sesama, pasti rejeki akan datang dengan sendirinya.

Hanya saja, diperlukan ketekunan dan kesabaran untuk menapak jalan sukses tersebut. Dalam proses ini biasanya banyak yang berguguran karena putus asa setelah mengalami berbagai kegagalan. Jalan menuju sukses itu sangat terjal dan panjang, banyak yang tidak sabar sehingga akibatnya putus asa ditengah jalan.

Proses mengasah kelebihan sebenarnya adalah proses menapak jalan menuju sukses.

Hanya saja awalnya orang belum tertarik dengan kelebihan yang dimiliki karena masih biasa-biasa saja, karena masih ada yang lebih baik dibandingkan diri kita sendiri. Tekun dan sabar, asah terus menerus kelebihan tersebut sampai pada akhirnya keahlian Anda dilirik orang lain dan dan akhirnya makin banyak yang meminta bantuan Anda.

Kebanyakan orang tidak sabar dan tidak tekun menjalani proses ini karena ingin hasil secepatnya.

Perlu diingat, hasil tidak akan pernah bisa dipaksakan untuk segera terjadi.

Karena hasil sepenuhnya ada di tangan Tuhan. Hasil hanya akan terjadi bila Tuhan merestui dan mengijinkan supaya terjadi. Anda tidak bisa memaksakan segera terjadi, karena apabila dipaksakan maka Anda akan putus asa sendiri karena seringkali tidak sesuai harapan.

Oleh karenanya, jangan terlalu pusingkan hasil.

Lakukan saja proses mengasah selangkah demi selangkah, asalkan yang dilakukan selalu selangkah lebih maju, suatu saat nanti tiba-tiba hasil akan datang dengan sendirinya.

Tuhan telah merencanakan semua orang untuk sukses, Anda sendirilah yang menentukan apakah akan menuju ke sana atau ke arah sebaliknya.

Terserah Anda sendiri.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar