Sabtu, 07 Agustus 2010

Seperti Air Mengalir

Kebanyakan orang memiliki prinsip menjalani hidup seperti halnya air mengalir.

Mereka membiarkan dirinya terbawa arus, kalau arus ke kanan mereka akan ikuti, kalau arus ke kiri mereka juga akan ikut.

Tahu tidak apa sebenarnya yang mereka lakukan?

Mereka pasrah, berserah kepada waktu, entah waktu akan membawa nasib mereka menuju kemana.

Bagaimana masa depan bisa menjadi lebih baik kalau yang kita lakukan hanya pasrah?

Jalan hidup ditentukan oleh keinginan, kemauan, dan yang dilakukan, artinya Anda harus menentukan tujuan di masa depan, memilih jalannya, dan melangkah menapaki jalan tersebut.

Dengan pasrah, itu sama saja tidak melakukan apa-apa.

Bisakah hidup Anda berubah menjadi lebih baik kalau yang dilakukan hanya duduk diam di dalam kamar dan kemudian berserah kepada waktu?

Bisakah hidup Anda berubah menjadi lebih baik kalau yang dilakukan bertahun-tahun hanya menjalani rutinitas pulang pergi ke kantor tanpa berusaha untuk lebih kreatif dan inovatif?

Bisakah hidup Anda berubah menjadi lebih baik kalau yang dilakukan tidak berani memilih dan melangkah?

Coba renungkan, tidak akan pernah bisa bukan?

Hidup ini adalah perjuangan, perjuangan itulah yang akan membuat hidup di masa depan menjadi lebih baik.

Kalau Anda tidak berani berjuang menempuh segala resiko, maka hidup Anda hanyalah diam di tempat dan membiarkan waktu membawa hidup Anda entah kemana.

Lebih nyaman memang tidak melakukan apa-apa, tidak capek dan tidak beresiko. Suatu saat nanti Anda akan sadari, bahwa yang dilakukan hanyalah menggeser rasa capek dari masa ini ke masa yang akan datang.

Memang saat ini tidak capek, tapi kalau kemudian waktu membawa hidup Anda ke arah yang lebih buruk, bagaimana jadinya? Tentunya Anda akan capek di masa mendatang karena di saat itulah Anda dipaksa harus berjuang melawan hidup karena kepepet.

Lebih baik capek sekarang bukan? Selagi otak masih encer, penyakit belum datang, fisik masih kuat, dan yang paling penting umur masih muda. Semakin menua maka kemampuan otak dan fisik juga akan menurun.

Jangan tunggu sampai hal itu terjadi. Bukan berarti pada saat tua sudah tidak mungkin untuk mengubah jalan hidup, tetap mungkin. Tetapi lebih mudah dilakukan pada saat memiliki sumber daya yang lebih daripada dilakukan pada saat sumber daya pas-pasan atau malah kurang.

Masa depan yang lebih baik ditentukan oleh Anda sendiri, bukan oleh orang lain atau oleh waktu.

Jangan pernah berharap orang lain akan menolong kesulitan Anda, berharap kondisi kantor berubah menjadi lebih baik, berharap seperti itu ibarat pungguk merindukan bulan.

Kalau kemudian ada yang menolong atau ada perubahan, itu adalah bonus yang diluardugaan, tapi selalu tanamkan dalam pikiran bahwa yang bisa menolong adalah diri sendiri.

Hilangkan harapan itu, dan mulailah mengerjakan hal-hal yang dapat membentuk masa depan yang lebih baik.

Jangan pernah ikuti arus seperti prinsip air mengalir diatas, berusahalah untuk lebih kreatif dan lebih inovatif daripada sekeliling.

Anda tidak akan pernah menjadi apa-apa kalau hanya sekedar mengikuti arus sekeliling.

Tentunya Anda semua tahu Bill Gates, pendiri Microsoft, yang saat ini salah satu yang terkaya di dunia.

Saat masih kuliah, dia membuat sistem operasi DOS dan akibat kesibukannya ini Bill Gates drop out kuliah dari Harvard. Semua teman-temannya mencemooh yang dilakukannya, buat apa repot membuat software tersebut, tidak akan laku dijual.

Perlu diketahui, saat itu belum ada personal komputer (PC) rumahan. Komputer yang ada hanyalah server, yang merknya IBM dan hanya mampu dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar. Buat apa repot membuat software sendiri kalau server maupun software-nya sudah dimonopoli IBM?

Belum terbayang adanya komputer rumahan, tetapi Bill Gates memiliki visi jauh ke depan dan berkeyakinan bahwa suatu saat pasti komputer rumahan akan muncul dan diminati banyak orang. Bila komputer rumahan dibutuhkan tentunya software buatannya juga dibutuhkan.

Itulah cikal bakal kesuksesan Microsoft.

Untuk sukses, Anda tidaklah harus menjadi programmer seperti halnya Bill Gates, atau memiliki modal yang besar. Bukan modal yang utama, tetapi kesadaran akan kelebihan diri sendiri dan memiliki visi jauh ke depan.

Bill Gates bukanlah mahasiswa kaya, awalnya dia pun menapak selangkah demi selangkah. Tapi kelebihannya dan visinya yang akhirnya menjadikannya sekarang ini.

Bermimpilah jauh ke depan, pikirkan apa yang harus dilakukan agar kelebihan yang Anda miliki dapat menghasilkan masa depan yang lebih baik. Pikirkan jalannya, kemudian pikirkan juga apa yang harus dilakukan agar impian tersebut menjadi kenyataan.

Jadikanlah diri lebih kreatif dan inovatif daripada sekeliling, jangan hanya berserah dan pasrah bila Anda tidak mau disiksa oleh hidup nantinya.

Tuhan memang tidak menciptakan semua orang untuk pintar atau memiliki suara emas, tetapi yakinlah bahwa selalu ada kelebihan di dalam diri sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Segera temukan, kemudian ciptakan kreatifitas agar kelebihan tersebut dapat membawa diri Anda ke masa depan yang lebih baik.

Jangan hanya berserah menjalani hidup seperti air mengalir, itu sia-sia.

Prinsip menjalani hidup seperti air mengalir telah salah kaprah dipahami. Yang dimaksud bukanlah menjalani hidup ini seperti air mengalir, tetapi menjalani proses menapaki jalan menuju masa depan dilakukan seperti air mengalir.

Kalau Anda sudah tentukan tujuan, kemudian menapaki jalan menuju tujuan tersebut, baru gunakan prinsip menjalaninya seperti air mengalir.

Kenapa?

Karena hasil sepenuhnya di tangan Tuhan.

Karena air tidak diam dan selalu mengalir, selalu lakukan satu langkah lebih baik daripada kemarin, dengan demikian yang Anda lakukan adalah menjaga supaya air tersebut tetap mengalir. Bila air tetap mengalir, maka suatu saat nanti sudah dapat dipastikan aliran tersebut akan mencapai tujuan akhir.

Coba renungkan, apa perbedaan kalimat "menjalani hidup seperti air mengalir" dengan kalimat "menjalani proses menuju masa depan lebih baik seperti air mengalir"?

Kalimat "menjalani hidup seperti air mengalir" artinya adalah tidak melakukan apa-apa dan membiarkan waktu yang menentukan jalan hidup Anda.

Yang mengalir bukan upaya yang Anda lakukan, tetapi waktulah yang mengalir. Masih ingat bukan, kalau waktu adalah musuh?

Renungkan, apakah selama ini waktu memberikan kebaikan untuk diri kita? Apakah menjadi tua itu lebih baik? Coba pikirkan, menjadi tua itu tidaklah berdampak baik, keriput, ubanan, sakit-sakitan.

Jadi kenapa Anda merasa kalau membiarkan waktu yang mengarahkan hidup kemudian Anda bisa menjadi lebih baik. Tidak akan mungkin bukan?

Waktu bukanlah sahabat, waktu adalah musuh semua orang, maka lawanlah. Jangan pernah menyerahkan diri ke waktu, tentukan jalan hidup sendiri dan berupayalah.

Sedangkan, kalimat "menjalani proses menuju masa depan lebih baik seperti air mengalir" artinya adalah Anda sudah memiliki tujuan untuk masa depan lebih baik, Anda pun sudah melangkah dan selalu melangkah maju, tetapi berpasrah diri kepada Tuhan akan hasilnya.

Pahami perbedaan kalimat tersebut dan terapkan dalam hidup Anda kalau ingin memiliki masa depan yang lebih baik daripada saat ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar