Senin, 07 November 2011

StopLoss (SL)

Pak Ary,

terima kasih banyak atas analogi penjelasannya, tapi bukannya saya tidak ingin meluangkan waktu banyak untuk trading pak, karena memang saya hanya bisa pada waktu tersebut (19-22/23.00), dan pagi - sore saya habiskan untuk ngantor buat cari modal trading sendiri pak nantinya (walaupun sekarang masih nganggur, hehehe).

Pada saat nganggur pun saya tidak slalu bisa trading dari pagi - sore krna harus bantu2 usaha catering ortu.

Saya memang menggunakan scalping pak, dengan jumlah target profit sebesar 30 (dalam beberapa kali OP) dan SL sbesar 10/op/hri pada tf m1 sesuai saran bapak pada pertanyaan saya tentang sl:tp ratio.

Dalam rencana trading saya berusaha meminimalisasi risk pak, misalkan pada saat OP prtama kali, sudah trkena SL, maka stop sudah trading saya hari ini, lanjut besok agar emosi saya stabil. Konsekuensinya ya diperlukan Op pda saat posisi yg tepat, sehingga sl tidak terkena,
seandainya trkena, saya masih punya kesempatan 35 hari untuk profit (prhitungan ssuai equity & mm saya).

Namun kadang ada rasa sedikit penyesalan pak ktika saya OP dan trkena sl, dan saya hrus stop trading hri itu, pdhal stelah itu market menunjukkan pluang profit mnrut saya (walaupun blum tentu profit, krna kita hny bs mmprediksi), kalau saya op, mka sya mlanggar trading plan saya pak.

Oleh karena itu saya minta tolong penilaian dari sudut pandang bapak sebagai senior mengenai
trading plan saya, apakah secara garis besar sudah benar atau belum?

Catatan:
saya baru seminggu ini pak menerapkan trading plan ini, dengan total profit 80pip (maks 150/mggu/100%) dan loss 30pip (maks 50/mggu/100%).

Terima kasih banyak Pak atas bantuan dan kesediaannya menjawab pertanyaan saya, dan saya mohon maaf karena sudah menyita waktu Bapak untuk membaca email dari saya.

Salam,
Irfansyah




Pak Irfansyah,

Scalping merupakan teknik ideal untuk meminimalkan resiko. Teknik ini sangat cocok digunakan bagi pemula dikarenakan menggunakan SL kecil dan TP langsung dilakukan saat harga berbalik arah.

Berbeda dengan longterm trading dimana diperlukan SL lebih besar dan TP dilakukan saat trend sudah maksimal. Padahal dalam menunggu sampai trend menjadi maksimal, akan terjadi beberapa kali pembalikan harga sementara (retrace). Entry tetap dibiarkan terbuka meskipun terjadi retrace dikarenakan diprediksi nantinya harga akan kembali melaju searah prediksi.

Sehingga untuk longterm trading, kekuatan analisa dan prediksi sangat diutamakan. Karena bila terjadi salah prediksi maka entry yang semula profit akan berubah menjadi loss dikarenakan yang terjadi ternyata bukanlah retrace tetapi pembalikan arah trend.

Pada scalping kekuatan analisa tidak harus sedalam longterm. Tidak perlu pusing-pusing soal trend akan berakhir dimana, yang perlu ditentukan hanyalah mengira-ngira apakah harga akan bergerak sesuai target profit atau tidak.

Misalnya target profit adalah 5 pip. Kalau diperkirakan harga akan bergerak 5 pip, meskipun berlawanan dengan arah trend (retrace), ya dilakukan entry dan langsung segera exit.

Seperti halnya yang dilakukan indrafx, tidak peduli arah trend dan kondisi yang diutamakan hanyalah bila market sedang flat/ranging. Dengan market flat, maka dapat dilakukan buy dan sell terus menerus dan exit dilakukan bila tercapai profit 2-5 pip.

SL tidaklah harus sesuai dengan TP.

Bila dilihat trade history indrafx terlihat bahwa SL yang digunakan adalah 30 pip. Meskipun SL cukup lebar, tetapi akibat hal ini akurasi menjadi nyaris 100% dimana dari 340 entry hanya 3 kali loss. Bayangkan bila SL dipersempit menjadi 10 pip, tentunya akurasi akan menurun akibat candle tidak dapat bergerak lebih bebas seperti saat SL lebar, bisa-bisa akurasi hanya 50%.

Oleh karenanya Pak Irfansyah, temukan sendiri nilai SL optimal tersebut.

Nilai SL optimal ditentukan dari trading system dan time frame yang digunakan. Seperti halnya indrafx, tentunya beliau sudah melakukan percobaan berulang kali sampai akhirnya berkesimpulan bahwa trading system-nya memerlukan SL 30 pip agar akurasi dapat lebih sempurna.

Perihal pengendalian diri yang Pak Irfansyah lakukan sudah sangat bagus. Jarang yang mampu melakukannya. Kebanyakan pada saat mengalami loss, maka akan langsung kembali melakukan entry dengan tujuan untuk "balas dendam" dengan harapan entry berikutnya akan profit sehingga dapat menutup loss yang sebelumnya telah terjadi.

Akan tetapi, pembatasan hanya 1 kali kesempatan dalam sehari, sangatlah kurang. Kalau yang dilakukan seperti ini, maka proses belajar Pak Irfansyah akan memakan waktu lebih lama.

Gunakan pembatasan 2 atau 3 kali sehari. Misalnya, kalau hanya loss 1 kali saja maka tetap lanjutkan trading. Tetapi kalau yang terjadi adalah loss 2 kali berturut-turut maka untuk hari itu stop trading dan dilanjutkan besok.

Untuk menjaga modal agar tetap aman, perkecil nilai lot-nya. Misalnya bila selama ini untuk 1 kali entry digunakan 1 lot, maka dengan aturan 2 kali loss berturut-turut baru stop trading digunakan 0,5 lot. Bila aturannya diubah, misalnya menjadi 4 kali loss berturut-turut, perkecil lagi nilai lot-nya menjadi 0,25 lot.

Resikonya akan sama, tetapi Pak Irfansyah dengan aturan baru ini akhirnya memiliki 2-4 kali kesempatan trading dalam sehari dan tidak dibatasi hanya 1 kali saja seperti sebelumnya. Dengan cara ini, proses belajar akan lebih cepat dan lama kelamaan Pak Irfansyah akan lebih jeli sehingga SL menjadi lebih jarang terpicu.

Perihal rasa penyesalan, belajar untuk perlahan-lahan menghilangkannya. Market bergerak 24 jam selama 5 hari. Tiap saat selalu ada kesempatan untuk memperoleh profit.

Tetapi bila yang terjadi adalah loss sampai 2 kali atau lebih berturut-turut, hal ini merupakan pertanda awal terdapat sesuatu yang tidak beres. Bisa saja yang tidak beres terjadi dalam diri sendiri (emosi), atau market sedang tidak beres pergerakannya sehingga sulit diprediksi.

Bila hal tersebut terjadi, yang terbaik adalah berhenti trading dan istirahat. Toh, besok masih banyak kesempatan lain untuk memperoleh profit. Percuma saja untuk ngotot meneruskan trading, karena pasti loss terus menerus yang akan terjadi.

Demikian Pak Irfansyah, semoga dapat mencerahkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar