Jumat, 04 November 2011

Trading Style

Selamat Malam Pak Ary, semoga Pak Ary dalam keadaan sehat wal'afiat.

Seperti biasa, ada uneg2 yang mengganggu pikiran saya pak ary, biar lebih enak saya point2 kan aja dibawah ini.

1. Dari sudut pandang Pak Ary, gaya trading manakah (scalping/daily/longterm) yg sesuai untuk saya yang waktu tradingnya hanya dari jam 19.00-22.00/23.00 pada pair EurUsd?

2. Menurut pak ary, dalam kedepanny, gaya trading manakah (scalping/daily/longterm) yg memberikan impact pengetahuan yg paling besar kepada kita sehingga kita menjadi lebih paham akan karakteristik market?

3. Menurut pak ary, dari sisi money management risk & rewardnya, manakah yang lebih baik antara trading daily/long term dengan lot kecil dan target >100, dengan trading scalping dengan lot yang agak besar dengan target poin<50 ?
mengingat analisis saya hanya teknikal, fundamental hanya gambaran umum saja tanpa mengetahui detilnya.

Maaf pak ary terlalu banyak pertanyaannya.

Dan mungkin bagi sebagian orang ini seperti pertanyaan konyol, namun bagi saya ini sangat berarti karena inilah awal dari semuanya.

Saya sangat mengharapkan jawaban dari Pak Ary, karena Pak Ary lebih berpengalaman dan berilmu dalam forex trading ini, sehingga saya ingin mengetahui jawaban dari sudut pandang pak ary agar saya bisa mendapatkan sedikit pencerahan.

Atas bantuan Pak Ary, saya mengucapkan banyak terima kasih.

Salam,
Irfansyah




Pak Irfansyah,

Pepatah mengatakan "malu bertanya maka akan sesat di jalan".

Jangan pernah malu untuk bertanya, meskipun terlihat sangat konyol. Semua yang pintar saat ini dahulunya adalah orang yang bodoh tetapi suka mengajukan pertanyaan konyol hingga menjadi bahan tertawaan yang lain.

Waktulah nantinya akan menunjukkan bahwa yang dahulunya dianggap konyol ternyata berubah menjadi pintar, sedangkan yang suka mentertawakan kebodohan orang lain justru tetap saja bodoh dikarenakan selalu merasa sok pintar sehingga tidak pernah mau belajar dengan bertanya dikarenakan malu dianggap bodoh.

Apalagi yang ditanyakan adalah masalah forex trading, yang sulitnya setengah mati. Wajar saja kalau bertanya, toh memang sulit :)

Menjawab nomor 1, trading style bukanlah ditentukan oleh orang lain, tetapi ditemukan sendiri. Trading style disesuaikan dengan kepribadian masing-masing. Dalam teori dinyatakan bahwa bila betah berlama-lama di depan monitor, gunakan time frame kecil. Sedangkan bila tidak betah, gunakan time frame besar sehingga tidak perlu berlama-lama di depan monitor karena hanya perlu melakukan pengecekan sesekali saja.

Akan tetapi, pertanyaan Pak Irfansyah dapat diibaratkan seperti bertanya kepada saya begini:
"Bagaimana gaya saya dalam mengemudi mobil (trading) bila melalui jalan Sudirman (EURUSD) antara jam 19.00-22.00/23.00? Apakah saya harus ngebut (scalping) atau perlahan-lahan saja (longterm)?"

Coba Pak Irfansyah jawab sendiri pertanyaan tersebut, tentunya bingung sendiri bukan? :)

Agar tidak bingung dan nantinyanya dapat menjawab pertanyaan tersebut, mari kita telaah bersama dibawah ini faktor-faktor apa saja yang menentukan trading style.

Faktor pertama, tentunya kenali jalannya (kondisi market EURUSD) terlebih dahulu. Perlu diingat bahwa kondisi market selalu berubah. Oleh karenanya jangan pernah berpatokan pada jam. Bisa saja pada jam tersebut kondisi market sedang trending, kemudian besoknya pada jam yang sama market sedang flat/ranging.

Sehingga yang harus dilakukan saat pertama kali melihat chart adalah mengenali apakah saat ini jalan sedang lancar (trending) atau macet (flat). Tentunya cara mengemudikan mobil pun berbeda, bila trending bisa ngebut tetapi bila macet maka harus serba hati-hati.

Faktor kedua, kenali dan pahami betul karakteristik mobil (trading system) yang digunakan. Apakah trading system tersebut lebih cocok untuk scalping atau trend trading atau kedua-duanya?

Faktor ketiga, kenali karakter diri sendiri. Pak Irfansyah lebih menyukai jalan lancar atau macet? Bila menyukai yang lancar, maka lakukan trading saat market sedang trending. Bila pada hari tersebut ternyata jalan macet, ya tidak usah trading daripada nantinya malah loss akibat tidak terbiasa mengemudi dalam kondisi macet.

Tiga faktor tersebut yang nantinya akan menentukan trading style, tetapi faktor yang paling penting dan yang paling menentukan adalah faktor nomor satu, yaitu kondisi jalan.

Trader yang baik adalah trader yang mampu mengemudi dalam segala macam kondisi jalan dengan bantuan tradinng system yang digunakannya. Dengan mampu mengemudi di segala kondisi, maka Pak Irfansyah dapat melakukan trading tanpa peduli kondisi macet atau lancar, toh nyetirnya sudah jagoan :)

Sehingga untuk dapat menjawab pertanyaan ini, tentunya bukan saya yang dapat menjawab dengan tepat, tetapi Pak Irfansyah sendiri yang dapat menjawabnya dengan mempertimbangkan 3 buah faktor diatas.

Tentunya untuk sampai dapat menemukannya, perlu proses mencoba-coba sampai akhirnya ditemukan yang cocok.

Untuk pertanyaan nomor dua, sering kali dibaca di forum bahwa trader professional tidaklah perlu berjam-jam di depan monitor, cukup lihat chart sekilas dan langsung trading, tiba-tiba profit. Sehingga buat apa kita berlama-lama melototi chat? Kenapa tidak kita tiru saja seperti trader professional tersebut? Toh lebih efisien waktu.

Bagi saya, pernyataan tersebut adalah pernyataan dari orang malas yang mau enak tetapi tidak mau bersusah payah :)

Bagaimana kita bisa pintar kalau waktu belajarnya hanya 15 menit? Bagaimana kita bisa kaya kalau kerjanya cuma 1 jam?

Sesuatu yang ingin kita raih memerlukan proses dan waktu. Semakin tekun dan rajin kita melakukannya akan membuat jarak dengan yang diraih menjadi semakin dekat.

Bila Pak Irfansyah ingin lebih memahami market, maka gunakanlah time frame kecil seperti M5 atau M15. Pelototi time frame tersebut tiap hari dan tanamkan di kepala bahwa yang dilihat bukanlah chart tetapi puzzle.

Seperti pernah ditulis pada artikel sebelumnya, dalam menghadapi puzzle bukan logika yang digunakan, tetapi pemahaman. Lihat chart tersebut terus menerus sampai paham dan hafal polanya sehingga nantinya dapat memprediksi dengan tepat.

Time frame besar sebenarnya adalah kumpulan dari time frame kecil. Oleh karenanya di forum selalu disarankan untuk menggunakan time frame besar karena lebih mudah membacanya gerak candlestick dikarenakan sudah tidak banyak sinyal-sinyal palsu (spike).

Bila Pak Irfansyah mengikuti saran tersebut, maka proses mengenal karakteristik market akan menjadi lebih lama. Time frame kecil memang lebih sulit dikarenakan banyaknya tipuan sinyal palsu. Tetapi bila nantinya Pak Irfansyah telah menguasainya sehingga dapat membedakan mana yang palsu dan mana yang bukan, tentunya membaca pola di time frame besar akan menjadi lebih mudah.

Untuk pertanyaan nomor 3 telah terjawab pada nomor 1 diatas. Temukan trading style yang profitable dan akurat terlebih dahulu, baru kemudian mulai berpikir mengenai target profit.

Kebanyakan pemula berpikir terbalik, memikirkan target profitnya dulu tetapi tidak mengetahui cara untuk mendapatkannya. Jangan pernah berpikir seperti itu, bagaimana target profit dapat dicapai kalau trading style saja masih bingung :)

Tujuan trading adalah untuk mendapatkan profit.

Yakini diri sendiri dan jangan terlalu memikirkan cara yang digunakan oleh orang lain. Jangan terpengaruh bila orang lain menggunakan longterm sedangkan Pak Irfanysah menggunakan scalping. Tiap orang memiliki karakter berbeda sehingga berbeda pula trading style-nya. Toh apapun cara yang digunakan, tujuannya tetap satu, yaitu mendapatkan profit.

Satu hal yang perlu Pak Irfansyah camkan, chart tidak pernah bohong.

Oleh karenanya jangan terlalu pusingkan perihal fundamental, cukup tahu saja dan tidak perlu pusingkan detilnya. Fundamental pada umumnya diketahui setelah terjadi.

Mungkin Pak Irfansyah pernah mengalami dimana chart bergerak gila-gilaan dengan sangat cepat. Nah, setelah searching kesana kemari di internet ternyata diketahui 15 menit yang lalu telah tersiar kabar (news) bahwa terjadi pertemuan penting (meeting) yang mempengaruhi pergerakan mata uang.

Pada umumnya fundamental selalu terlambat, terkecuali fundamental yang telah terjadwal (high impact news) seperti NFP (Non Farm Payroll) dan lainnya. Karena itu, jangan terlalu pusingkan fundamental, yakini saja chart sepenuhnya dikarenakan chart tidak akan pernah bohong dimana selalu menampilkan apa yang terjadi secara real time.

Demikian Pak Irfansyah, semoga dapat mencerahkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar